26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 25, 2024
in Khas
Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  

Pura Batu Pageh

Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh di Gumi Delod Ceking adalah wilayah pesisir bertebing yang dalam bahasa setempat disebut ngampan. Kawasan ngampan itu tersurat dalam Awig-Awig Desa Adat Kutuh, sebagai karang pamupon Desa Adat Kutuh. Dulu, sebelum 1980-an, Kawasan ngampan itu dijadikan kebun jagung oleh krama Desa Adat Kutuh.  Jagungnya tumbuh  subur  dengan buah besar-besar penuh tuah. Aneh, memang. Kera-kera sepanjang ngampan di Kawasan itu bersahabat dan tidak merusak kebun jagung petani. Itu dulu Ketika tebing belum dipotong, vila belum ada, turis belum mengenalnya. Tempatnya tersembunyi dan terisolasi. Hanya dijadikan ladang bagi  nelayan tradisional setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan kini, kera-kera sudah sampai merusak ke pemukiman penduduk. Bahkan warga di sekitar Jalan Alas Arum yang menghubungkan Kawasan Nusa Dua Selatan menuju arah Pantai Pandawa hingga Pantai Melasti, kera-kera itu tidak hanya merusak kebun, tetapi juga mengganggu sampai ke rumah-rumah penduduk, bahkan sampai nyurud daksina di pelinggih-pelinggih milik warga. Umat yang menghaturkan banten pun mesti mencari waktu yang tepat misalnya menjelang malam  dengan harapan tidak terganggu para kera. Pada akhirnya, manusia mesti paham perikekeraan di samping memuliakan perikemanusiaan. Syaratnya, tempat habibat kera-kera itu harus aman  dan tidak dieksplorasi untuk kepentingan mendulang rupiah semata. Di sinilah pembangunan sektor pariwisata perlu bersahabat dengan alam dengan segala isinya, termasuk hak-hak asasi kera terlindungi. Pariwisata  budaya  berlandaskan Agama Hindu secara ajeg berkelanjutan mestinya juga mempertimbangkan kehidupan kera-kera di tebing-tebing ngampan antara Nusa Dua Selatan sampai Kawasan Uluwatu.

Begitulah gambaran antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh dulu dan kini. Krama Desa Adat Kutuh berutang budi sehingga ngampan mesti dimuliakan. Bukankah Dang Hyang Nirartha sebagai Kawi Wiku  tempo doeloe banyak terinspirasi dari kokohnya tebing-tebing ngampan yang menghadap ke laut, bagai pemuja yang mengagumi Dewi Pujaannya. Tebing-tebing itu adalah gunung yang setia memuja laut. Oleh karena itu, krama Desa Atas Kutuh  Khususnya dan krama Gumi Delod Ceking umumnya menggelar upacara Nyegara Gunung dari atas tebing itu. Oleh karena itu, tebing-tebing itu jangan ditebang sembarangan. Tebing-tebing  itu telah mengajarkan kekokohan pendirian ibarat pertapa yang tak tergoda memuja Dewi Baruna sambil berharap mendapat Tirta Sanjiwani di kedalaman samudera untuk kesejahteraan bersama, sekala niskala.  

Betapa hebatnya para leluhur di Gumi Delod Ceking membatinkan dan memuliakan kearifan lokal untuk memuja dan menuju-Nya. Belakangan ini, Krama Delod Ceking juga melaksanakan upacara Nyegara Gunung dari Goa Lawah menuju Besakih. Itu terlaksana berkat kemajuan ekonomi yang makin dirasakan membaik oleh krama dari Gumi Delod Ceking berkat gula-gula pariwisata. Berkah yang pantas disyukuri dan dimaknai sebagai pembelajaran berbasis historis dengan tiga dimensi waktu dalam konteks trisemaya : atita (dulu), wartamana (kini), nagata (nanti) yang telah dijadikan rujukan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Sebagai gugusan tebing yang membentang dari Timur  (Pura  Gunung Payung) ke Barat (Pura Batu Pageh) yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia terdapat tiga loloan yang disebut Sawang Nungkak berhadapan dengan Pura Gunung Payung, Sawang Melang berhadapan dengan Pura Melang Kelod, dan Sawang Sambing berhadapan dengan Pura Batu Pageh. Di bawah tebing Pura Gunung Payung juga ada Batu Kembar berhadapan langsung dengan Sawang Nungkak tempat melukat yang biasa dilakukan krama Desa Adat Kutuh. Sementara  itu, Sawang Melang berhadapan dengan Pura Melang Kelod dan  di bawah tebingnya terdapat  batu buyar. Anehnya batu di batu buyar kadang-kadang berserakan (buyar) kadang-kadang tertata rapi secara alami. Di sekitar tempat itu pula krama Desa Adat Kutuh biasanya melaksanakan  prosesi nganyut “melarung sesajen” sekaligus mohon Tirta Amerta kala Melasti Dewa Cili digelar Desa Adat Kutuh setiap dua tahun sekali pada Purnama Kasa setiap tahun ganjil Masehi, sekitar bulan Juli.  Selanjutnya, Sawang Sambing berhadapan dengan Pura Batu Pageh yang terdapat di tengah-tengah tebing, orrng setempat menyebut, di bangkiang ngampan.

Di antara tiga loloan yang disebut Sawang itu, hanya Sawang Melang dan Sawang Sambing yang biasa digunakan menyeberang oleh nelayan ke tengah Samudra bila ombak bagus dan cuaca cerah. Akan tetapi, nelayan tradisional dari Desa Adat  Kutuh biasanya menjadikan Sawang Melang tempat menyeberang ke tengah Samudra. Ketika mendarat, Jukung-jukungnya  di parkir di goa-goa yang penuh karismatis (mataksu). Ini juga mengingatkan peradaban purba tentang kehidupan manusia di goa-goa yang secara alami terpelihara hingga kini dan seharusnya dirawat secara baik dan benar dengan peradaban modern. Tempo doeloe, bila Galungan tiba jukung-jukung nelayan itu pun dimuliakan dengan menghaturkan Canang Sodan Sakasidan, tidak dengan kemewahan ritual, tetapi dengan kemewahan hati penuh sungguh seluruh. Selalu eling dan waspada bercengkrama dengan Dewi Baruna yang memberkahi kehidupan. 

Menarik juga dicatat di antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh terdapat sejumlah Pura yang di-sungsung Desa Adat Kutuh, yaitu Pura Melang Kelod, Pura Panyarikan, Pura Segara. Di Luar Pura itu, terdapat Pura Keneng-Kenengan milik warga yang konon karena terjadi pembunuhan, arwah korban “minta” pelinggih Pura. Begitulah krama Desa Adat Kutuh beragama dengan tradisi yang diyakini secara turun-temurun. Tidak ada yang salah tentang hal itu. Yang perlu dicermati adalah tidak hanya berenang di lautan tradisi yang indah di permukaan seperti pesurfing menikmati indahnya buih ombak, tetapi juga menyelam di kedalaman lautan tradisi menggali makna agar mendapatkan Mutiara terpilih, selanjutnya divibrasikan untuk memuliakan kehidupan ke arah adab yang lebih baik dan lebih bermakna. Di sinilah, umat perlu belajar sepanjang hayat. Belajar terus, terus belajar, dan belajar.

Begitulah antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh menyimpan kekayaan peradaban spiritual yang Maha Agung nankokoh selaras dengan nama-nama tempat secara toponimi, yang membentang dari Timur ke Barat, tempat persinggahan Dang Hyang Nirartha yang menjadikan keduanya sebagai Pura Dang Kahyangan. Keduanya berdiri kokoh menghadap Sang Hyang Baruna di antara tebing-tebing mataksu dengan batu karang melalui jalan Batu Cupit menuju sumber air yang disebut suukan oleh masyarakat setempat. Batu Cupit kini telah menjadi jalan masuk utama menuju Pantai Pandawa, akses yang dulu hanyalah rurung sempit (gang kecil) akses melaksanakan upacara Melasti Desa Adat Kutuh. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking
Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Tags: Gumi Delod CekingNusa DuaPura Batu Pageh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Peluang Ruang: Sawah dan Laboratorium Pertunjukan

Next Post

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co