4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 25, 2024
in Khas
Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  

Pura Batu Pageh

Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh di Gumi Delod Ceking adalah wilayah pesisir bertebing yang dalam bahasa setempat disebut ngampan. Kawasan ngampan itu tersurat dalam Awig-Awig Desa Adat Kutuh, sebagai karang pamupon Desa Adat Kutuh. Dulu, sebelum 1980-an, Kawasan ngampan itu dijadikan kebun jagung oleh krama Desa Adat Kutuh.  Jagungnya tumbuh  subur  dengan buah besar-besar penuh tuah. Aneh, memang. Kera-kera sepanjang ngampan di Kawasan itu bersahabat dan tidak merusak kebun jagung petani. Itu dulu Ketika tebing belum dipotong, vila belum ada, turis belum mengenalnya. Tempatnya tersembunyi dan terisolasi. Hanya dijadikan ladang bagi  nelayan tradisional setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan kini, kera-kera sudah sampai merusak ke pemukiman penduduk. Bahkan warga di sekitar Jalan Alas Arum yang menghubungkan Kawasan Nusa Dua Selatan menuju arah Pantai Pandawa hingga Pantai Melasti, kera-kera itu tidak hanya merusak kebun, tetapi juga mengganggu sampai ke rumah-rumah penduduk, bahkan sampai nyurud daksina di pelinggih-pelinggih milik warga. Umat yang menghaturkan banten pun mesti mencari waktu yang tepat misalnya menjelang malam  dengan harapan tidak terganggu para kera. Pada akhirnya, manusia mesti paham perikekeraan di samping memuliakan perikemanusiaan. Syaratnya, tempat habibat kera-kera itu harus aman  dan tidak dieksplorasi untuk kepentingan mendulang rupiah semata. Di sinilah pembangunan sektor pariwisata perlu bersahabat dengan alam dengan segala isinya, termasuk hak-hak asasi kera terlindungi. Pariwisata  budaya  berlandaskan Agama Hindu secara ajeg berkelanjutan mestinya juga mempertimbangkan kehidupan kera-kera di tebing-tebing ngampan antara Nusa Dua Selatan sampai Kawasan Uluwatu.

Begitulah gambaran antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh dulu dan kini. Krama Desa Adat Kutuh berutang budi sehingga ngampan mesti dimuliakan. Bukankah Dang Hyang Nirartha sebagai Kawi Wiku  tempo doeloe banyak terinspirasi dari kokohnya tebing-tebing ngampan yang menghadap ke laut, bagai pemuja yang mengagumi Dewi Pujaannya. Tebing-tebing itu adalah gunung yang setia memuja laut. Oleh karena itu, krama Desa Atas Kutuh  Khususnya dan krama Gumi Delod Ceking umumnya menggelar upacara Nyegara Gunung dari atas tebing itu. Oleh karena itu, tebing-tebing itu jangan ditebang sembarangan. Tebing-tebing  itu telah mengajarkan kekokohan pendirian ibarat pertapa yang tak tergoda memuja Dewi Baruna sambil berharap mendapat Tirta Sanjiwani di kedalaman samudera untuk kesejahteraan bersama, sekala niskala.  

Betapa hebatnya para leluhur di Gumi Delod Ceking membatinkan dan memuliakan kearifan lokal untuk memuja dan menuju-Nya. Belakangan ini, Krama Delod Ceking juga melaksanakan upacara Nyegara Gunung dari Goa Lawah menuju Besakih. Itu terlaksana berkat kemajuan ekonomi yang makin dirasakan membaik oleh krama dari Gumi Delod Ceking berkat gula-gula pariwisata. Berkah yang pantas disyukuri dan dimaknai sebagai pembelajaran berbasis historis dengan tiga dimensi waktu dalam konteks trisemaya : atita (dulu), wartamana (kini), nagata (nanti) yang telah dijadikan rujukan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Sebagai gugusan tebing yang membentang dari Timur  (Pura  Gunung Payung) ke Barat (Pura Batu Pageh) yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia terdapat tiga loloan yang disebut Sawang Nungkak berhadapan dengan Pura Gunung Payung, Sawang Melang berhadapan dengan Pura Melang Kelod, dan Sawang Sambing berhadapan dengan Pura Batu Pageh. Di bawah tebing Pura Gunung Payung juga ada Batu Kembar berhadapan langsung dengan Sawang Nungkak tempat melukat yang biasa dilakukan krama Desa Adat Kutuh. Sementara  itu, Sawang Melang berhadapan dengan Pura Melang Kelod dan  di bawah tebingnya terdapat  batu buyar. Anehnya batu di batu buyar kadang-kadang berserakan (buyar) kadang-kadang tertata rapi secara alami. Di sekitar tempat itu pula krama Desa Adat Kutuh biasanya melaksanakan  prosesi nganyut “melarung sesajen” sekaligus mohon Tirta Amerta kala Melasti Dewa Cili digelar Desa Adat Kutuh setiap dua tahun sekali pada Purnama Kasa setiap tahun ganjil Masehi, sekitar bulan Juli.  Selanjutnya, Sawang Sambing berhadapan dengan Pura Batu Pageh yang terdapat di tengah-tengah tebing, orrng setempat menyebut, di bangkiang ngampan.

Di antara tiga loloan yang disebut Sawang itu, hanya Sawang Melang dan Sawang Sambing yang biasa digunakan menyeberang oleh nelayan ke tengah Samudra bila ombak bagus dan cuaca cerah. Akan tetapi, nelayan tradisional dari Desa Adat  Kutuh biasanya menjadikan Sawang Melang tempat menyeberang ke tengah Samudra. Ketika mendarat, Jukung-jukungnya  di parkir di goa-goa yang penuh karismatis (mataksu). Ini juga mengingatkan peradaban purba tentang kehidupan manusia di goa-goa yang secara alami terpelihara hingga kini dan seharusnya dirawat secara baik dan benar dengan peradaban modern. Tempo doeloe, bila Galungan tiba jukung-jukung nelayan itu pun dimuliakan dengan menghaturkan Canang Sodan Sakasidan, tidak dengan kemewahan ritual, tetapi dengan kemewahan hati penuh sungguh seluruh. Selalu eling dan waspada bercengkrama dengan Dewi Baruna yang memberkahi kehidupan. 

Menarik juga dicatat di antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh terdapat sejumlah Pura yang di-sungsung Desa Adat Kutuh, yaitu Pura Melang Kelod, Pura Panyarikan, Pura Segara. Di Luar Pura itu, terdapat Pura Keneng-Kenengan milik warga yang konon karena terjadi pembunuhan, arwah korban “minta” pelinggih Pura. Begitulah krama Desa Adat Kutuh beragama dengan tradisi yang diyakini secara turun-temurun. Tidak ada yang salah tentang hal itu. Yang perlu dicermati adalah tidak hanya berenang di lautan tradisi yang indah di permukaan seperti pesurfing menikmati indahnya buih ombak, tetapi juga menyelam di kedalaman lautan tradisi menggali makna agar mendapatkan Mutiara terpilih, selanjutnya divibrasikan untuk memuliakan kehidupan ke arah adab yang lebih baik dan lebih bermakna. Di sinilah, umat perlu belajar sepanjang hayat. Belajar terus, terus belajar, dan belajar.

Begitulah antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh menyimpan kekayaan peradaban spiritual yang Maha Agung nankokoh selaras dengan nama-nama tempat secara toponimi, yang membentang dari Timur ke Barat, tempat persinggahan Dang Hyang Nirartha yang menjadikan keduanya sebagai Pura Dang Kahyangan. Keduanya berdiri kokoh menghadap Sang Hyang Baruna di antara tebing-tebing mataksu dengan batu karang melalui jalan Batu Cupit menuju sumber air yang disebut suukan oleh masyarakat setempat. Batu Cupit kini telah menjadi jalan masuk utama menuju Pantai Pandawa, akses yang dulu hanyalah rurung sempit (gang kecil) akses melaksanakan upacara Melasti Desa Adat Kutuh. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking
Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Tags: Gumi Delod CekingNusa DuaPura Batu Pageh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Peluang Ruang: Sawah dan Laboratorium Pertunjukan

Next Post

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co