25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 25, 2024
in Khas
Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  

Pura Batu Pageh

Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh di Gumi Delod Ceking adalah wilayah pesisir bertebing yang dalam bahasa setempat disebut ngampan. Kawasan ngampan itu tersurat dalam Awig-Awig Desa Adat Kutuh, sebagai karang pamupon Desa Adat Kutuh. Dulu, sebelum 1980-an, Kawasan ngampan itu dijadikan kebun jagung oleh krama Desa Adat Kutuh.  Jagungnya tumbuh  subur  dengan buah besar-besar penuh tuah. Aneh, memang. Kera-kera sepanjang ngampan di Kawasan itu bersahabat dan tidak merusak kebun jagung petani. Itu dulu Ketika tebing belum dipotong, vila belum ada, turis belum mengenalnya. Tempatnya tersembunyi dan terisolasi. Hanya dijadikan ladang bagi  nelayan tradisional setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan kini, kera-kera sudah sampai merusak ke pemukiman penduduk. Bahkan warga di sekitar Jalan Alas Arum yang menghubungkan Kawasan Nusa Dua Selatan menuju arah Pantai Pandawa hingga Pantai Melasti, kera-kera itu tidak hanya merusak kebun, tetapi juga mengganggu sampai ke rumah-rumah penduduk, bahkan sampai nyurud daksina di pelinggih-pelinggih milik warga. Umat yang menghaturkan banten pun mesti mencari waktu yang tepat misalnya menjelang malam  dengan harapan tidak terganggu para kera. Pada akhirnya, manusia mesti paham perikekeraan di samping memuliakan perikemanusiaan. Syaratnya, tempat habibat kera-kera itu harus aman  dan tidak dieksplorasi untuk kepentingan mendulang rupiah semata. Di sinilah pembangunan sektor pariwisata perlu bersahabat dengan alam dengan segala isinya, termasuk hak-hak asasi kera terlindungi. Pariwisata  budaya  berlandaskan Agama Hindu secara ajeg berkelanjutan mestinya juga mempertimbangkan kehidupan kera-kera di tebing-tebing ngampan antara Nusa Dua Selatan sampai Kawasan Uluwatu.

Begitulah gambaran antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh dulu dan kini. Krama Desa Adat Kutuh berutang budi sehingga ngampan mesti dimuliakan. Bukankah Dang Hyang Nirartha sebagai Kawi Wiku  tempo doeloe banyak terinspirasi dari kokohnya tebing-tebing ngampan yang menghadap ke laut, bagai pemuja yang mengagumi Dewi Pujaannya. Tebing-tebing itu adalah gunung yang setia memuja laut. Oleh karena itu, krama Desa Atas Kutuh  Khususnya dan krama Gumi Delod Ceking umumnya menggelar upacara Nyegara Gunung dari atas tebing itu. Oleh karena itu, tebing-tebing itu jangan ditebang sembarangan. Tebing-tebing  itu telah mengajarkan kekokohan pendirian ibarat pertapa yang tak tergoda memuja Dewi Baruna sambil berharap mendapat Tirta Sanjiwani di kedalaman samudera untuk kesejahteraan bersama, sekala niskala.  

Betapa hebatnya para leluhur di Gumi Delod Ceking membatinkan dan memuliakan kearifan lokal untuk memuja dan menuju-Nya. Belakangan ini, Krama Delod Ceking juga melaksanakan upacara Nyegara Gunung dari Goa Lawah menuju Besakih. Itu terlaksana berkat kemajuan ekonomi yang makin dirasakan membaik oleh krama dari Gumi Delod Ceking berkat gula-gula pariwisata. Berkah yang pantas disyukuri dan dimaknai sebagai pembelajaran berbasis historis dengan tiga dimensi waktu dalam konteks trisemaya : atita (dulu), wartamana (kini), nagata (nanti) yang telah dijadikan rujukan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Sebagai gugusan tebing yang membentang dari Timur  (Pura  Gunung Payung) ke Barat (Pura Batu Pageh) yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia terdapat tiga loloan yang disebut Sawang Nungkak berhadapan dengan Pura Gunung Payung, Sawang Melang berhadapan dengan Pura Melang Kelod, dan Sawang Sambing berhadapan dengan Pura Batu Pageh. Di bawah tebing Pura Gunung Payung juga ada Batu Kembar berhadapan langsung dengan Sawang Nungkak tempat melukat yang biasa dilakukan krama Desa Adat Kutuh. Sementara  itu, Sawang Melang berhadapan dengan Pura Melang Kelod dan  di bawah tebingnya terdapat  batu buyar. Anehnya batu di batu buyar kadang-kadang berserakan (buyar) kadang-kadang tertata rapi secara alami. Di sekitar tempat itu pula krama Desa Adat Kutuh biasanya melaksanakan  prosesi nganyut “melarung sesajen” sekaligus mohon Tirta Amerta kala Melasti Dewa Cili digelar Desa Adat Kutuh setiap dua tahun sekali pada Purnama Kasa setiap tahun ganjil Masehi, sekitar bulan Juli.  Selanjutnya, Sawang Sambing berhadapan dengan Pura Batu Pageh yang terdapat di tengah-tengah tebing, orrng setempat menyebut, di bangkiang ngampan.

Di antara tiga loloan yang disebut Sawang itu, hanya Sawang Melang dan Sawang Sambing yang biasa digunakan menyeberang oleh nelayan ke tengah Samudra bila ombak bagus dan cuaca cerah. Akan tetapi, nelayan tradisional dari Desa Adat  Kutuh biasanya menjadikan Sawang Melang tempat menyeberang ke tengah Samudra. Ketika mendarat, Jukung-jukungnya  di parkir di goa-goa yang penuh karismatis (mataksu). Ini juga mengingatkan peradaban purba tentang kehidupan manusia di goa-goa yang secara alami terpelihara hingga kini dan seharusnya dirawat secara baik dan benar dengan peradaban modern. Tempo doeloe, bila Galungan tiba jukung-jukung nelayan itu pun dimuliakan dengan menghaturkan Canang Sodan Sakasidan, tidak dengan kemewahan ritual, tetapi dengan kemewahan hati penuh sungguh seluruh. Selalu eling dan waspada bercengkrama dengan Dewi Baruna yang memberkahi kehidupan. 

Menarik juga dicatat di antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh terdapat sejumlah Pura yang di-sungsung Desa Adat Kutuh, yaitu Pura Melang Kelod, Pura Panyarikan, Pura Segara. Di Luar Pura itu, terdapat Pura Keneng-Kenengan milik warga yang konon karena terjadi pembunuhan, arwah korban “minta” pelinggih Pura. Begitulah krama Desa Adat Kutuh beragama dengan tradisi yang diyakini secara turun-temurun. Tidak ada yang salah tentang hal itu. Yang perlu dicermati adalah tidak hanya berenang di lautan tradisi yang indah di permukaan seperti pesurfing menikmati indahnya buih ombak, tetapi juga menyelam di kedalaman lautan tradisi menggali makna agar mendapatkan Mutiara terpilih, selanjutnya divibrasikan untuk memuliakan kehidupan ke arah adab yang lebih baik dan lebih bermakna. Di sinilah, umat perlu belajar sepanjang hayat. Belajar terus, terus belajar, dan belajar.

Begitulah antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh menyimpan kekayaan peradaban spiritual yang Maha Agung nankokoh selaras dengan nama-nama tempat secara toponimi, yang membentang dari Timur ke Barat, tempat persinggahan Dang Hyang Nirartha yang menjadikan keduanya sebagai Pura Dang Kahyangan. Keduanya berdiri kokoh menghadap Sang Hyang Baruna di antara tebing-tebing mataksu dengan batu karang melalui jalan Batu Cupit menuju sumber air yang disebut suukan oleh masyarakat setempat. Batu Cupit kini telah menjadi jalan masuk utama menuju Pantai Pandawa, akses yang dulu hanyalah rurung sempit (gang kecil) akses melaksanakan upacara Melasti Desa Adat Kutuh. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking
Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Tags: Gumi Delod CekingNusa DuaPura Batu Pageh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Peluang Ruang: Sawah dan Laboratorium Pertunjukan

Next Post

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails
Next Post
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co