26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024

Son Lomri by Son Lomri
October 24, 2024
in Khas
Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024

Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Mulih Milih ke Buleleng
Gunakan hak pilih demi Buleleng
Mulih Milih Ke Buleleng
Yuk nyoblos memilih pemimpin Buleleng
Sambut Pilkada dengan gembira
Suara kita sangat berharga
Gunakan hak pilih (Nyoblos dengan semangat)
Ingat hari Rabu, 27 November 2024

LIRIK di atas merupakan sebuah jingle Pilkada Buleleng 2024 yang kerap diputar pada acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati yang digelar oleh KPU Buleleng pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Jingle atau lagu pendek KPU Buleleng itu, dengan liriknya yang sederhana dan mudah dihafal, telah menjadi hiburan tersendiri di Hotel Banyualit SPA’N Resort, tempat di mana acara debat pertama itu digelar. Pula selain bernada mengajak, jingle tersebut juga menanamkan satu spirit jika Pilkada ini benar-benar penting untuk diikuti.

“Debat pertama ini menjadi momentum yang luar biasa, di mana pasangan calon berdebat terkait isu krusial, khususnya di Kabupaten Buleleng,” kata Komang Dudhi Udayana, Ketua KPU Buleleng, saat memberikan sambutan.

Ia juga menjelaskan bagaimana demokrasi yang berkualitas itu adalah yang berkolerasi positif terhadap dua hal. Pertama, penghargaan terhadap hak asasi manusia, dan kedua peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan itu, Pasangan 01 Sugawa Korry-Suardana, dan pasangan 02 Nyoman Sutjidra-Suprianta, dengan penuh mantap naik ke panggung, membawakan visi-misi serta hasil kajiannya tentang problematika yang ada di Buleleng, baik hari ini maupun pada waktu yang akan datang.

Mengembalikan Kejayaan Bali Utara

Di sesi pertama, sebelum Sugawa membeberkan visi-misinya, ia lebih dulu membuat pernyataan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap Buleleng di masa lalu yang pernah menjadi ibu kota Provinsi Bali—saat itu masih bernama Sunda Kecil.

Buleleng mejadi tempat pendidikan terbaik, menjadi pusat ekonomi. Namun ia menilai satu persatu kejayaan itu justru diraskannya menghilang.

Untuk itu, ia bersama pasangannya, Suaradana, membawakan Visi Buleleng Sakti Berbudi. Dengan misinya itu pasangan calon tersebut yakin akan menyejahterakan masyarakat Buleleng, juga meningkatkan rasa aman, dan mememberi dukungan kreatifitas, SDM yang tangguh.

Sugawa Korry-Suardana, Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng saat menyampaikan visi-misinya | Foto: tatkala.co/Son

“Kemudian juga inovasi dari SDM Kita. Itupun tidak cukup, kita juga harus mengembangkan budaya kearifan lokal kita, dan output-nya adalah budi luhur dari masyarakat kita. Semua ini kami bingkai dengan komitmen untuk mewujudkan membangun Buleleng dan melayani Buleleng tanpa Korupsi. Untuk itulah kami mengetengahkan, bahwa pembangunan Buleleng ini kita dorong dengan: Trisula Investasi Plus Pembangunan Buleleng,” kata Sugawa Korry saat menyampaikan visi-misinya.

Janji pertama, mereka ingin membangun, mewujudkan bandara Bali Utara. Mengembangkan Pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan barang, penumpang dan pariwisata. Di lain sisi, mereka juga ingin mendorong investasi lebih kuat pada produk pertanian. Kemudian perikanan dan peternakan. Selain itu, pasangan 02 itu juga akan melaksanakan upaya-upaya besar agar Singaraja jadi Kota Pendidikan—yang sebenar-benarnya.

Setelah Sugawa Korry selesai menyampaikan beberapa janjinya, Suardana segera menguatkan janji-janjinya itu, di mana ia berkomitmen untuk mewujudkan manusia Buleleng yang maju dan unggul. Maju dalam hal ini adalah kreatif, tangguh, dan inovatif.

“Untuk itulah kami bersepakat memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang paripurna. Pelayanan kesehatan dengan membangun sarana dan prasarana kesehatan, memberikan pelayanan kesehatan JKBS (Jaminan Kesehatan Buleleng Sakti) kepada seluruh masyarakat Buleleng,” kata Suardana melengkapi.

Tak sampai di situ, lelaki dengan udeng putih polos itu juga menyampaikan hal lain terkait pelayanan pendidikan yang akan dibuatnya paripurna—dengan memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik buat seluruh masyarakat Buleleng dan memberikan pelayanan pendidikan bersubsidi mulai dari Tingkat TK, SD, dan SMP.

“Kami akan mewujudkan masyarakat Buleleng yang maju dan unggul, dan serta berbudaya dan berbudi luhur, serta menjaga akar budaya masyarakat Buleleng yang sangat unggul, terkenal, dan diakui di dunia internasional,” tutup Suardana, melengkapi, sekali lagi.

Tanah dan Kemerdekaan Rakyat

Sementara I Nyoman Sutjidra mengawali pembicaraannya dengan mengajak kembali audiens untuk merenungkan bagaimana segudang potensi terdapat di Buleleng dengan dianugrahi topografi nyegara gunung, dengan segala keindahan alam, potensi pertanian, perikanan, kelautan dan pariwisata yang dimilikinya.

Pula sebagai kabupaten terluas di Pulau Bali—dengan garis pantai terpanjang sekitar 157 KM yang membentang dari Kecamatan Grokgak hingga Tejakula. Kemudian populasi penduduknya juga merupakan yang tertinggi, dengan keanekaragaman adat dan budaya, tradisi dan kearifan lokal—sebagai potensi yang menjadi keunggulan komparatif tersendiri.

“Namun, keberadaan potensi tersebut tidak lantas melepaskan Buleleng dari sejumlah permasalahan dan tantangan, mulai dari pertumbuhan jumlah penduduk yang berimbas pada meningkatnya kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Persoalan air bersih, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga persoalan lingkungan hidup, alih fungsi lahan, serta hilirisasi hasil-hasil pertanian, bonus demografi, dan kinerja sumber aparatu,” ujarnya.

Nyoman Sutjidra-Suprianta, Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng saat menyampaikan visi-misinya | Foto: tatkala.co/Son

Berdasarkan potret masalah tersebut, lanjut Sutjidra, ia membawakan visi “Mangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Buleleng” dengan 8 misi strategis: Menjamin tersedianya fasilitas dan pelayanan pendidikan yang merata, terjangkau, adil dan berkualitas; mewujudkan tersedianya fasilitas, dan layanan kesehatan serta jaminan kesehatan yang inklusif, terjangkau, adil dan berkualitas.

Lalu, mewujudkan ekonomi produktif, inovatif dan inklusif; membangun kemandirian pangan dan terpenuhinya sandang dan papan bagi Krama Buleleng baik dari segi jumlah, mutu maupun kontinuitasnya; mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang kredibel dan akuntabel, serta menjamin kemudahan berinvestasi; memantapkan stabilitas keamanan, kepastian hukum, dan ketertiban umum.

Kemudian mewujudkan ketahanan sosial budaya dan pelestarian lingkungan hidup; dan memantapkan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan yang merata dan berkeadilan.

Setelah keduanya selesai menyampaikan visi-misi, tepuk tangan menghujani mereka. Tidak ada yel-yel dalam sesi itu. Tenang. Sunyi.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Dangdut Koplo di Kampanye Calon Wakil Gubernur Bali di Tegalinggah
Hanoman dan Tari Sampi Gerumbungan di Kampanye Calon Gubernur Bali di Seririt
Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati
Klaim Nomor Kemenangan dan Yel-yel Penuh Gairah – Cerita Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Buleleng
Seni-Budaya Sebatas Penarik Massa, Tak Pernah Jadi Program Serius dalam Kampanye Pilkada
Tags: KPU BulelengPilkadaPilkada 2024Pilkada Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Kembali Risalah “Indonesia Kita”

Next Post

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co