6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Matirtayatra” ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan  Jatiluwih  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 20, 2025
in Tualang
“Matirtayatra” ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan  Jatiluwih  

Matirtayatra ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan Jatiluwih

SEORANG teman dari Jawayang sudah berkali-kali ke Bali, berujar, “Setiap sudut Bali istimewa. Ada saja sudut lain istimewa setiap saya datang ke Bali”. Ujaran itu tidak saja datang dari mereka yang berasal dari luar Bali, tetapi juga datang dari orang Bali sendiri yang belakangan tampak makin banyak bertualang dan mengeksplorasi alam Bali. Hal itu bisa dimaklumi karena Bali punya kearifan lokal berbasis desa, kala, patra yang melahirkan tradisi dan budaya yang berbeda.  Oleh karena orang Bali tidak punya tradisi berwisata, mereka menjadikan tradisi bertirtayatra sebagai ajang mengeksplorasi alam dan budaya Bali. Inilah kelebihan orang Bali berwisata, bersenang-senang sekaligus memburu ketenangan, menyeimbangkan sekala-niskala.

Begitu pula saya rasakan ketika bertirtayatra bersama keluarga besar SMAN 2 Kuta Selatan ke Pura Batukaru di Kecamatan Penebel Tabanan, Jumat 17 Januari 2025. Walaupun beberapa kali ke Pura ini, ada hal-hal keistimewaan yang sebelumnya belum sempat saya rasakan. Barangkali karena cuaca cerah, saya dapat menikmati perjalanan dengan pengamatan  lebih intens termasuk melihat wilatah tempat kami tinggal di Gumi Delod Ceking (wilayah perbukitan di Kuta Selatan, Badung) dari kawasan Gunung Batukaru. Hal itu mengingatkan saya pada  perjalanan dan perjuangan  ayah dan ibu  sebagai pengalu, maurup-urup ke gunung membawa garam dan gerang. Sampai akhirnya kearifan Melayu membetot pikiran ; Asam di gunung, garam di laut bertemu dalam belanga.

Memasuki Desa Wanasari menuju Pura, suasana alam pedesaan mulai terasa lebih-lebih mendekat ke Pura, Gunung Batukaru tampak menyapa dengan ramah penuh berkah cuaca cerah. Sungguh indah hijau memukau. Udara bersih dan kicau burung bersahut-sahutan menyapa. Saat menuju Beji disajikan kolam indah nan tenang dengan ikan aneka warna besar kecil tampak riang gembira, seolah berujar, “Selamat Datang Pemedek di Tamanku”.  

Di kawasan Pura Batukaru | Foto: Nyoman Tingkat

Pancuran tempat melukat sejuk menyegarkan sebelum rombongan bersembahyang ke Utama Mandala yang dipimpin Jro Mangku Taksu. Beliau sudah ngayah sebagai pemangku selama 22 tahun. Sebelumnya, ia adalah undagi yang karyanya sampai juga ke Delod Ceking.

“Tiang pernah mengerjakan jineng, di Bukit  Pecatu,” katanya.

Begitulah, pemangku yang mengampu para bakta dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali, memiliki ilmu undagi yang diperolehnya secara alami otodidak dan bertaksu. Tanpa melewati fase pendidikan formal berbasis SKS. Ia lakoni dengan tulus, seken pasaja sajan.

Sebagaimana diketahui umat Hindu pada umumnya, Pura Batukaru adalah salah satu Pura Sad Kahyangan. Lima pura yang lain yang masuk Sad Kahyangan adalah Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, dan Pura Pusering Jagat Pejeng. Sebagaimana Pura Sad Kahyangan lainnya, Pura Batukaru yang terletak di Desa Wangaya Gede juga punya keistimewaan.

Pertama, di  posisi barat laut dalam arah mata angin versi Pulau Bali dalam konteks Padma Bhuana secara turun-temurun diyakini tempat pemujaan dan pemuliaan pada tetumbuhan dengan Dewa  Sangkara. Pujawali di Pura ini bertepatan dengan Kamis Umanis Dungulan (Umanis Galungan). Upacara pujawai di Pura ini dipuput “ atau ‘dipimpin’ oleh Pemangku Jro Kubayan, bukan Ida Pedanda seperti umumnya desa-desa lain di Bali.

Kedua, sebagai tempat pemujaan, Pura Batukaru sama dengan nama gunung tertinggi di Kabupaten Tabanan, Gunung Batukaru dengan segara-nya Tanah Lot yang terkenal dan monumental menjadi pusat spiritual Hindu sekaligus menjadi objek kunjungan utama wisatawan luar Bali.

Ketiga,  tradisi ngaben di Desa Wangaya Gede seputar Batukaru tanpa pembakaran mayat, sebagaimana desa adat di Bali pada umumnya. Tidak hanya di seputar Batukaru orang ngaben tanpa pembakaran mayat, tetapi juga orang-orang di Gumi Delod Ceking. Secara turun-temurun diyakini oleh orang-orang Delod Ceking, asap pembakaran mayat itu dapat membuat leteh lebih-lebih dekat dengan Pura Sad Kahyangan Uluwatu, di posisi barat daya dalam perspektif Padma Bhuana. Barangkali demikian pula alasan umat Hindu seputar Batukaru tidak membakar mayat saat ngaben.

Para pemedek yang bersembahyang ke Pura Batukaru dapat mengeksplorasi wilayah yang juga memukau sebagai objek wisata yaitu Subak Jatiluwih yang sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia  oleh Unesco sejak 2012. Jarak tempuh sekitar 15 menit dari Pura Batukaru melewati jalan desa dengan suasana pegunungan sejuk dan segar. Tidak bising tidak macet tidak ramai. Cocok untuk healing memperkuat rasa syukur dan  eling. Bahwa setiap sudut Bali inspiratif dan istimewa benar adanya.

Sebagai objek wisata alam, Desa Jatiluwih menawarkan alam persawahan yang luas berterasiring dengan panorama alam pegunungan Batukaru. Desa wisata ini  meraih predikat salah satu desa wisata terbaik Best Tourism Vallage 2024 oleh United National Tourism Lembaga di bawah PBB. Hamparan sawahnya yang hijau memukau menyajikan pemandangan yang indah memanjakan membuat tetamu betah.

Saat kami bersama rombongan ke Jatiluwih menikmati kopi sore, misalnya tampak sejumlah bule tracking di pematang sawah. Mereka tampak menikmati dengan senang hati. Beberapa penginapan di seputar sawah tampak menyatu secara alami dan sejumlah pendukung fasilitas pariwisata (kuliner tradisional dan modern) juga sudah tersedia. Kuliner dengan cita rasa tradisional Bali dengan karcis masuk perorang sebesar Rp 15.000,00. Harga yang terjangkau untuk berbagai kalangan.

Berpose bersama di depan plang nama obyek wisata Jatiluwih | Foto: Nyoman Tingkat

Jalan menuju kawasan wisata Jatiluwih dari Pura Batukaru cukup bagus walaupun bus besar tidak bisa masuk tetapi lancar dan nyaman. Apalagi cuaca cerah tidak gerah. Segar dan inspiratif untuk refreshing memanjakan pikiran melepaskan sesaat kesibukan rutin di tempat kerja. Sesuai dengan namanya, Jatiluwih memang luih penuh wibawa. Wibawanya perlu dijaga dengan tetap melestarikan alam persawahan sebagai ikon dan menjadi ciri pemerlain yang selalu dirindu para pelancong.

Destinasi wisata spiritual Pura Batukaru dan Jatiluwih dapat disebut sebagai objek wisata religius agraris dengan semangat bertani sebagai akar spiritual masyarakat Hindu Bali. Adanya  ritual mapag toya, mabiukukung, nangluk merana dan ritual lain yang menyertainya dapat menjadi daya tarik wisata yang unik untuk melihat masyarakat Bali memertahankan adat dan tradisinya. Subak dengan tradisi menanam padi sawah juga menguatkan mitos tentang Dewi Sri yang berelasi dengan tradisi ngusaba nini. Pemandu wisata dapat memperkenalkan narasi ini untuk membangun pengetahuan buat para pelancong. Healing-nya dapat, pengetahuan lokalnya masuk. Semangat berpikir global bertindak lokal sebagai bagian konvergensi budaya teraplikasi.

Begitulah Pura Batukaru yang berdekatan dengan Subak Jatiluwih saling dukung dan saling menguatkan. Dengan semangat cenik lantang dalam pengelolaan Subak Jatiluwih sebagai objek wisata kelas dunia dipadukan dengan semangat religius menguatkan spirit para pemedek tangkil ke Pura Batukaru akam memberikan vibrasi yang positif. Pada akhirnya akan meninggalkan kenangan positif dan rindu untuk kembali. Sayangnya, di sekitar kawasan Pura Batukaru belum tersedia kantin untuk melayani kebutuhan pemedek/pengunjung untuk sekadar minum kopi. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain tentang JATILUWIH
  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Jatiluwih, Ritus Padi, dan Hal-Hal di Baliknya
Parade Panen Padi, Sebuah Teatrikal Hidup di Subak Tingkihkerep, Tengkudak-Tabanan
Tags: Desa JatiluwihGunung BatukarujatiluwihPariwisatapariwisata balipariwisata religiPura BatukaruSMAN 2 Kuta Selatantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan adalah Ibu dari Ilmu Pengetahuan

Next Post

“Green PR” : Strategi Branding Kontemporer yang  Ramah Lingkungan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Fenomena Pelari “Kalcer” : FOMO atau Kebutuhan?

“Green PR” : Strategi Branding Kontemporer yang  Ramah Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co