17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Matirtayatra” ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan  Jatiluwih  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 20, 2025
in Tualang
“Matirtayatra” ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan  Jatiluwih  

Matirtayatra ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan Jatiluwih

SEORANG teman dari Jawayang sudah berkali-kali ke Bali, berujar, “Setiap sudut Bali istimewa. Ada saja sudut lain istimewa setiap saya datang ke Bali”. Ujaran itu tidak saja datang dari mereka yang berasal dari luar Bali, tetapi juga datang dari orang Bali sendiri yang belakangan tampak makin banyak bertualang dan mengeksplorasi alam Bali. Hal itu bisa dimaklumi karena Bali punya kearifan lokal berbasis desa, kala, patra yang melahirkan tradisi dan budaya yang berbeda.  Oleh karena orang Bali tidak punya tradisi berwisata, mereka menjadikan tradisi bertirtayatra sebagai ajang mengeksplorasi alam dan budaya Bali. Inilah kelebihan orang Bali berwisata, bersenang-senang sekaligus memburu ketenangan, menyeimbangkan sekala-niskala.

Begitu pula saya rasakan ketika bertirtayatra bersama keluarga besar SMAN 2 Kuta Selatan ke Pura Batukaru di Kecamatan Penebel Tabanan, Jumat 17 Januari 2025. Walaupun beberapa kali ke Pura ini, ada hal-hal keistimewaan yang sebelumnya belum sempat saya rasakan. Barangkali karena cuaca cerah, saya dapat menikmati perjalanan dengan pengamatan  lebih intens termasuk melihat wilatah tempat kami tinggal di Gumi Delod Ceking (wilayah perbukitan di Kuta Selatan, Badung) dari kawasan Gunung Batukaru. Hal itu mengingatkan saya pada  perjalanan dan perjuangan  ayah dan ibu  sebagai pengalu, maurup-urup ke gunung membawa garam dan gerang. Sampai akhirnya kearifan Melayu membetot pikiran ; Asam di gunung, garam di laut bertemu dalam belanga.

Memasuki Desa Wanasari menuju Pura, suasana alam pedesaan mulai terasa lebih-lebih mendekat ke Pura, Gunung Batukaru tampak menyapa dengan ramah penuh berkah cuaca cerah. Sungguh indah hijau memukau. Udara bersih dan kicau burung bersahut-sahutan menyapa. Saat menuju Beji disajikan kolam indah nan tenang dengan ikan aneka warna besar kecil tampak riang gembira, seolah berujar, “Selamat Datang Pemedek di Tamanku”.  

Di kawasan Pura Batukaru | Foto: Nyoman Tingkat

Pancuran tempat melukat sejuk menyegarkan sebelum rombongan bersembahyang ke Utama Mandala yang dipimpin Jro Mangku Taksu. Beliau sudah ngayah sebagai pemangku selama 22 tahun. Sebelumnya, ia adalah undagi yang karyanya sampai juga ke Delod Ceking.

“Tiang pernah mengerjakan jineng, di Bukit  Pecatu,” katanya.

Begitulah, pemangku yang mengampu para bakta dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali, memiliki ilmu undagi yang diperolehnya secara alami otodidak dan bertaksu. Tanpa melewati fase pendidikan formal berbasis SKS. Ia lakoni dengan tulus, seken pasaja sajan.

Sebagaimana diketahui umat Hindu pada umumnya, Pura Batukaru adalah salah satu Pura Sad Kahyangan. Lima pura yang lain yang masuk Sad Kahyangan adalah Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, dan Pura Pusering Jagat Pejeng. Sebagaimana Pura Sad Kahyangan lainnya, Pura Batukaru yang terletak di Desa Wangaya Gede juga punya keistimewaan.

Pertama, di  posisi barat laut dalam arah mata angin versi Pulau Bali dalam konteks Padma Bhuana secara turun-temurun diyakini tempat pemujaan dan pemuliaan pada tetumbuhan dengan Dewa  Sangkara. Pujawali di Pura ini bertepatan dengan Kamis Umanis Dungulan (Umanis Galungan). Upacara pujawai di Pura ini dipuput “ atau ‘dipimpin’ oleh Pemangku Jro Kubayan, bukan Ida Pedanda seperti umumnya desa-desa lain di Bali.

Kedua, sebagai tempat pemujaan, Pura Batukaru sama dengan nama gunung tertinggi di Kabupaten Tabanan, Gunung Batukaru dengan segara-nya Tanah Lot yang terkenal dan monumental menjadi pusat spiritual Hindu sekaligus menjadi objek kunjungan utama wisatawan luar Bali.

Ketiga,  tradisi ngaben di Desa Wangaya Gede seputar Batukaru tanpa pembakaran mayat, sebagaimana desa adat di Bali pada umumnya. Tidak hanya di seputar Batukaru orang ngaben tanpa pembakaran mayat, tetapi juga orang-orang di Gumi Delod Ceking. Secara turun-temurun diyakini oleh orang-orang Delod Ceking, asap pembakaran mayat itu dapat membuat leteh lebih-lebih dekat dengan Pura Sad Kahyangan Uluwatu, di posisi barat daya dalam perspektif Padma Bhuana. Barangkali demikian pula alasan umat Hindu seputar Batukaru tidak membakar mayat saat ngaben.

Para pemedek yang bersembahyang ke Pura Batukaru dapat mengeksplorasi wilayah yang juga memukau sebagai objek wisata yaitu Subak Jatiluwih yang sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia  oleh Unesco sejak 2012. Jarak tempuh sekitar 15 menit dari Pura Batukaru melewati jalan desa dengan suasana pegunungan sejuk dan segar. Tidak bising tidak macet tidak ramai. Cocok untuk healing memperkuat rasa syukur dan  eling. Bahwa setiap sudut Bali inspiratif dan istimewa benar adanya.

Sebagai objek wisata alam, Desa Jatiluwih menawarkan alam persawahan yang luas berterasiring dengan panorama alam pegunungan Batukaru. Desa wisata ini  meraih predikat salah satu desa wisata terbaik Best Tourism Vallage 2024 oleh United National Tourism Lembaga di bawah PBB. Hamparan sawahnya yang hijau memukau menyajikan pemandangan yang indah memanjakan membuat tetamu betah.

Saat kami bersama rombongan ke Jatiluwih menikmati kopi sore, misalnya tampak sejumlah bule tracking di pematang sawah. Mereka tampak menikmati dengan senang hati. Beberapa penginapan di seputar sawah tampak menyatu secara alami dan sejumlah pendukung fasilitas pariwisata (kuliner tradisional dan modern) juga sudah tersedia. Kuliner dengan cita rasa tradisional Bali dengan karcis masuk perorang sebesar Rp 15.000,00. Harga yang terjangkau untuk berbagai kalangan.

Berpose bersama di depan plang nama obyek wisata Jatiluwih | Foto: Nyoman Tingkat

Jalan menuju kawasan wisata Jatiluwih dari Pura Batukaru cukup bagus walaupun bus besar tidak bisa masuk tetapi lancar dan nyaman. Apalagi cuaca cerah tidak gerah. Segar dan inspiratif untuk refreshing memanjakan pikiran melepaskan sesaat kesibukan rutin di tempat kerja. Sesuai dengan namanya, Jatiluwih memang luih penuh wibawa. Wibawanya perlu dijaga dengan tetap melestarikan alam persawahan sebagai ikon dan menjadi ciri pemerlain yang selalu dirindu para pelancong.

Destinasi wisata spiritual Pura Batukaru dan Jatiluwih dapat disebut sebagai objek wisata religius agraris dengan semangat bertani sebagai akar spiritual masyarakat Hindu Bali. Adanya  ritual mapag toya, mabiukukung, nangluk merana dan ritual lain yang menyertainya dapat menjadi daya tarik wisata yang unik untuk melihat masyarakat Bali memertahankan adat dan tradisinya. Subak dengan tradisi menanam padi sawah juga menguatkan mitos tentang Dewi Sri yang berelasi dengan tradisi ngusaba nini. Pemandu wisata dapat memperkenalkan narasi ini untuk membangun pengetahuan buat para pelancong. Healing-nya dapat, pengetahuan lokalnya masuk. Semangat berpikir global bertindak lokal sebagai bagian konvergensi budaya teraplikasi.

Begitulah Pura Batukaru yang berdekatan dengan Subak Jatiluwih saling dukung dan saling menguatkan. Dengan semangat cenik lantang dalam pengelolaan Subak Jatiluwih sebagai objek wisata kelas dunia dipadukan dengan semangat religius menguatkan spirit para pemedek tangkil ke Pura Batukaru akam memberikan vibrasi yang positif. Pada akhirnya akan meninggalkan kenangan positif dan rindu untuk kembali. Sayangnya, di sekitar kawasan Pura Batukaru belum tersedia kantin untuk melayani kebutuhan pemedek/pengunjung untuk sekadar minum kopi. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain tentang JATILUWIH
  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Jatiluwih, Ritus Padi, dan Hal-Hal di Baliknya
Parade Panen Padi, Sebuah Teatrikal Hidup di Subak Tingkihkerep, Tengkudak-Tabanan
Tags: Desa JatiluwihGunung BatukarujatiluwihPariwisatapariwisata balipariwisata religiPura BatukaruSMAN 2 Kuta Selatantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan adalah Ibu dari Ilmu Pengetahuan

Next Post

“Green PR” : Strategi Branding Kontemporer yang  Ramah Lingkungan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Fenomena Pelari “Kalcer” : FOMO atau Kebutuhan?

“Green PR” : Strategi Branding Kontemporer yang  Ramah Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co