25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Hari Guru | Profesi Mulia Memajukan Bangsa

IK Satria by IK Satria
November 25, 2024
in Opini
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

IK Satria

HARI Guru di tanggal 25 Nopember 2024 sudah kita laksanakan selama 79 kali, sungguh angka yang sudah sangat sepuh, dewasa dan sangat berpengalaman. Hari Guru Nasional kita peringati setiap tanggal 25 November sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 1994. Tentang Penetapan tanggal ini tidak lepas dari sejarah berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI.  

Sejak berdirinya PGRI banyak hal yang sudah dilalui sebagai dinamika sosial masyarakat kita utamanya tentang Pendidikan.  Perayaan Hari Guru 2024 menjadi momen penting untuk mengakui sekaligus memperkuat peran guru dalam membentuk generasi emas Indonesia. Tema Hari Guru 2024 adalah, ‘Guru Berdaya, Indonesia Jaya’. Sungguh tema yang sangat penting untuk dimaknai sebagai bentuk kontribusi pemikiran kita tentang Guru yang sudah lewat dan bagaimana kemudian guru kedepan di masa yang akan datang.

Jika kita melihat sejarah hari guru memang sangat penuh dengan perjuangan, sehingga guru bisa diakui sampai sekarang menjadi profesi yang sangat mulia, sangat penting diperhitungkan demi kemajuan sebuah bangsa. Kita pahami bahwa bangsa yang besar sudah barang tentu sangat bergantung dari bagaimana pendidikannya.

Dalam kaitannya dengan pendidikan, gurulah yang paling sentral sesungguhnya. Namun sedemikian panjangnya sejarah guru, maka sampai sekarang guru masih banyak memiliki hambatan yang menyatakan profesi mulia ini memang sangat berkaitan dengan perjuangan dan kerja keras.

Seperti misalnya beban kerja yang berat, hal ini nampak termasuk pada tugas administratif yang menyita banyak waktu, tenaga dan sebagainya. Gaji kurang memadai, mengenai hal ini, sesungguhnya akan berdampak pada kinerja, berdampak pada motivasi dan kesejahteraan guru. Kurang fasilitas, hal ini bisa kita lihat dari banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, masih kekurangan fasilitas belajar yang memadai. Perkembangan teknologi informasi yang secara langsung sangat berkaitan dengan guru yang selalu dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal inilah yang berdampak pada dunia Pendidikan kita saat ini.

Jika kita bercermin pada pengertian Guru sesungguhnya dalam pandangan Agama Hindu, maka kita akan melihat pencerahan, setidaknya sebagai penguatan bahwa profesi Guru sangatlah mulia. Guru berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu Gu dan Ru yang merupakan kependekan (akronim) dari kata Gunatitha yang berarti tidak terbelenggu oleh materi.

Ru kependekan dari kata Rupavarjitha yang artinya mampu mengubah (menyebrangkan) orang lain dari lautan sengsara. Jadi guru itu adalah mereka-mereka yang telah tidak terbelenggu lagi oleh berbagai ikatan. Salah satunya adalah sudah terbebas dari beban ekonomi, beban keluarga, beban sosial dan lain sebagainya, sehingga dengan kemerdekaan itu, guru bisa lebih konsentrasi pada penguatan kedalam sehingga mampu memiliki bukan hanya teori, tetapi juga tepat menjadi tauladan yang mulia. Menjadi tauladan sesungguhnya adalah tahap akhir dari guru yang baik, sehingga bisa menjadi cerminan pembelajaran bagi siswa, hasilnya adalah  siswa mampu menjadi lebih mulia dan berakhlak.

Keberadaan guru sekarang masih terbelenggu oleh berbagai hal, utamanya tentang kesejahteraan dan adminsitrasi yang memusingkan, maka kedepan hal ini perlu dicarikan Solusi agar guru bisa lebih ke pendalaman keilmuan sehingga mampu untuk benar-benar menjadi inspirasi bagi siswanya.

Guru yang menjadi tauladan baik, setia pada NKRI, berdaya saing, professional yang kita harapkan adalah sesuatu yang sangat penting dalam proses. Artinya sekarang ini guru sedang dituntut keras untuk menjadi yang baik dengan berbagai peraturan, administrasi dan sebagainya. Bukankah untuk menjadi yang baik itu memang harus berproses baik? Maka jangan heran guru sekarang dihadapkan pada berbagai tugas dan keprofesionalan lainnya.

Pada ujungnya guru akan menjadi inspirator, guru akan menjadi motivator mulia, jika kesungguhannya guru sudah melalui proses pematangan dengan berbagai inovasi pemerintah. Namun apapun itu, guru mestinya menjadi agen perubahan bangsa. Gurulah yang menghasilkan mutiara-mutiara yang ada pada anak bangsa. Digali, diasah dan pada ujungnya bangsa ini akan maju dengan peserta didik yang berdaya saing dan kematangan yang mantap dalam menjalani dan ikut dalam pembangunan bangsa.

Pada titik dimana guru menjadi profesi yang mulia, maka ada beberapa hal yang perlu dipahami, dan urgen untuk dilakukan. Perguruan tinggi sudah waktunya untuk menerapkan pembelajaran yang sungguh untuk menghasilkan lulusan yang kompeten.

Hasil lulusan ini lalu diberdayakan oleh pemerintah dengan berbagai kegiatan profesi dan pengembangan serta penguatan guru, dan pada ujungnya mampu melakukan kewajiban guru dengan baik dan menghasilkan peserta didik yang mampu bersaing dalam dunia pekerjaan dan keilmuan. Profesi yang mulia ini akan terwujud, bangsa yang maju akan ikut didalamnya. Artinya dengan menjadikan guru sebagai profesi mulia sesungguhnya, maka tuntutan gaji, tuntun fasilitas, tuntutan pemberdayaan adalah bagian kecil.

Jika kita memahami arti kata guru baik oleh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, maka kemuliaan pada guru sudah menempel pada segala hal yang baik. Namun jika personal guru belum mampu menjadi yang Gu-Ru sesuai dengan pengertian diatas, maka selama itu segala kebutuhan guru pasti akan selalu penuh dengan tuntutan. Lupa akan kewajiban mulia dan pada ujungnya Pendidikan kita bergantung pada dunia politik anggaran dan politik lainnya.

Guru berdaya, Indonesia Jaya sesungguhnya bertitik tolak pada kebaikan yang dimunculkan dan dibangun oleh pemerintah untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan dengan sendirinya kejayaan akan dituai oleh bangsa kita.

Selamat Hari Guru 2024. [T]

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru
Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023
Momen-Momen Bahagia Guru di Hari Guru
Peringatan Hari Guru: Nasib Pendidik Bahasa Bali “Gelimbang-Gelimbeng” Tak Menentu
Tantangan Guru sebagai “Generator” dan Penggerak Literasi pada Era Industri 4.0 | Catatan Hari Guru
Nasib Bangsa di Tangan Orang “Nomor Sekian” – Catatan Tercecer dari Hari Guru
Tags: agama hinduguruguru agamaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru-guru di Buleleng Berbagi Cerita Praktik Baik : Catatan dari Diseminasi Program Peningkatan Kualitas Guru

Next Post

Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

IK Satria

IK Satria

Penyuluh Agama Kementerian Agama Buleleng

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co