12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Hari Guru | Profesi Mulia Memajukan Bangsa

IK Satria by IK Satria
November 25, 2024
in Opini
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

IK Satria

HARI Guru di tanggal 25 Nopember 2024 sudah kita laksanakan selama 79 kali, sungguh angka yang sudah sangat sepuh, dewasa dan sangat berpengalaman. Hari Guru Nasional kita peringati setiap tanggal 25 November sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 1994. Tentang Penetapan tanggal ini tidak lepas dari sejarah berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI.  

Sejak berdirinya PGRI banyak hal yang sudah dilalui sebagai dinamika sosial masyarakat kita utamanya tentang Pendidikan.  Perayaan Hari Guru 2024 menjadi momen penting untuk mengakui sekaligus memperkuat peran guru dalam membentuk generasi emas Indonesia. Tema Hari Guru 2024 adalah, ‘Guru Berdaya, Indonesia Jaya’. Sungguh tema yang sangat penting untuk dimaknai sebagai bentuk kontribusi pemikiran kita tentang Guru yang sudah lewat dan bagaimana kemudian guru kedepan di masa yang akan datang.

Jika kita melihat sejarah hari guru memang sangat penuh dengan perjuangan, sehingga guru bisa diakui sampai sekarang menjadi profesi yang sangat mulia, sangat penting diperhitungkan demi kemajuan sebuah bangsa. Kita pahami bahwa bangsa yang besar sudah barang tentu sangat bergantung dari bagaimana pendidikannya.

Dalam kaitannya dengan pendidikan, gurulah yang paling sentral sesungguhnya. Namun sedemikian panjangnya sejarah guru, maka sampai sekarang guru masih banyak memiliki hambatan yang menyatakan profesi mulia ini memang sangat berkaitan dengan perjuangan dan kerja keras.

Seperti misalnya beban kerja yang berat, hal ini nampak termasuk pada tugas administratif yang menyita banyak waktu, tenaga dan sebagainya. Gaji kurang memadai, mengenai hal ini, sesungguhnya akan berdampak pada kinerja, berdampak pada motivasi dan kesejahteraan guru. Kurang fasilitas, hal ini bisa kita lihat dari banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, masih kekurangan fasilitas belajar yang memadai. Perkembangan teknologi informasi yang secara langsung sangat berkaitan dengan guru yang selalu dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal inilah yang berdampak pada dunia Pendidikan kita saat ini.

Jika kita bercermin pada pengertian Guru sesungguhnya dalam pandangan Agama Hindu, maka kita akan melihat pencerahan, setidaknya sebagai penguatan bahwa profesi Guru sangatlah mulia. Guru berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu Gu dan Ru yang merupakan kependekan (akronim) dari kata Gunatitha yang berarti tidak terbelenggu oleh materi.

Ru kependekan dari kata Rupavarjitha yang artinya mampu mengubah (menyebrangkan) orang lain dari lautan sengsara. Jadi guru itu adalah mereka-mereka yang telah tidak terbelenggu lagi oleh berbagai ikatan. Salah satunya adalah sudah terbebas dari beban ekonomi, beban keluarga, beban sosial dan lain sebagainya, sehingga dengan kemerdekaan itu, guru bisa lebih konsentrasi pada penguatan kedalam sehingga mampu memiliki bukan hanya teori, tetapi juga tepat menjadi tauladan yang mulia. Menjadi tauladan sesungguhnya adalah tahap akhir dari guru yang baik, sehingga bisa menjadi cerminan pembelajaran bagi siswa, hasilnya adalah  siswa mampu menjadi lebih mulia dan berakhlak.

Keberadaan guru sekarang masih terbelenggu oleh berbagai hal, utamanya tentang kesejahteraan dan adminsitrasi yang memusingkan, maka kedepan hal ini perlu dicarikan Solusi agar guru bisa lebih ke pendalaman keilmuan sehingga mampu untuk benar-benar menjadi inspirasi bagi siswanya.

Guru yang menjadi tauladan baik, setia pada NKRI, berdaya saing, professional yang kita harapkan adalah sesuatu yang sangat penting dalam proses. Artinya sekarang ini guru sedang dituntut keras untuk menjadi yang baik dengan berbagai peraturan, administrasi dan sebagainya. Bukankah untuk menjadi yang baik itu memang harus berproses baik? Maka jangan heran guru sekarang dihadapkan pada berbagai tugas dan keprofesionalan lainnya.

Pada ujungnya guru akan menjadi inspirator, guru akan menjadi motivator mulia, jika kesungguhannya guru sudah melalui proses pematangan dengan berbagai inovasi pemerintah. Namun apapun itu, guru mestinya menjadi agen perubahan bangsa. Gurulah yang menghasilkan mutiara-mutiara yang ada pada anak bangsa. Digali, diasah dan pada ujungnya bangsa ini akan maju dengan peserta didik yang berdaya saing dan kematangan yang mantap dalam menjalani dan ikut dalam pembangunan bangsa.

Pada titik dimana guru menjadi profesi yang mulia, maka ada beberapa hal yang perlu dipahami, dan urgen untuk dilakukan. Perguruan tinggi sudah waktunya untuk menerapkan pembelajaran yang sungguh untuk menghasilkan lulusan yang kompeten.

Hasil lulusan ini lalu diberdayakan oleh pemerintah dengan berbagai kegiatan profesi dan pengembangan serta penguatan guru, dan pada ujungnya mampu melakukan kewajiban guru dengan baik dan menghasilkan peserta didik yang mampu bersaing dalam dunia pekerjaan dan keilmuan. Profesi yang mulia ini akan terwujud, bangsa yang maju akan ikut didalamnya. Artinya dengan menjadikan guru sebagai profesi mulia sesungguhnya, maka tuntutan gaji, tuntun fasilitas, tuntutan pemberdayaan adalah bagian kecil.

Jika kita memahami arti kata guru baik oleh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, maka kemuliaan pada guru sudah menempel pada segala hal yang baik. Namun jika personal guru belum mampu menjadi yang Gu-Ru sesuai dengan pengertian diatas, maka selama itu segala kebutuhan guru pasti akan selalu penuh dengan tuntutan. Lupa akan kewajiban mulia dan pada ujungnya Pendidikan kita bergantung pada dunia politik anggaran dan politik lainnya.

Guru berdaya, Indonesia Jaya sesungguhnya bertitik tolak pada kebaikan yang dimunculkan dan dibangun oleh pemerintah untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan dengan sendirinya kejayaan akan dituai oleh bangsa kita.

Selamat Hari Guru 2024. [T]

Refleksi Hari Guru Nasional 2024: Antara Prestasi dan Perubahan Nasib
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru
Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023
Momen-Momen Bahagia Guru di Hari Guru
Peringatan Hari Guru: Nasib Pendidik Bahasa Bali “Gelimbang-Gelimbeng” Tak Menentu
Tantangan Guru sebagai “Generator” dan Penggerak Literasi pada Era Industri 4.0 | Catatan Hari Guru
Nasib Bangsa di Tangan Orang “Nomor Sekian” – Catatan Tercecer dari Hari Guru
Tags: agama hinduguruguru agamaPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru-guru di Buleleng Berbagi Cerita Praktik Baik : Catatan dari Diseminasi Program Peningkatan Kualitas Guru

Next Post

Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

IK Satria

IK Satria

Penyuluh Agama Kementerian Agama Buleleng

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post
Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co