3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Son Lomri by Son Lomri
July 20, 2024
in Khas
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Seorang anak sedang memasukkan batu pusaka ke dalam air | Foto: Fathur

PERAYAAN 10 Muharam umat Muslim di Dusun Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng berlangsung sakral dan penuh kekeluargaan. Anak-anak bersama orang tuanya turun dari bukit, membelah hutan, dengan senyum yang lebar.

Sebelum sore ditutup Maghrib, mereka berbondong-bondong menuju Masjid Istiqomah, Selasa (16/7/2024) kemarin.

Para pemuda juga demikian, berkumpul di sana dengan baju rapi. Sedangkan para ibu di depan tungku memasak kebuli sedari pagi. Kemudian, nasi kebuli yang telah jadi, diponggok di atas kepalanya dan siap dihidangkan untuk dimakan bersama di tempat yang agung itu setelah tradisi selesai digelar.

Umat Muslim Batu Gambir sedang khusyuk di dalam Masjid Istiqomah | Foto: Fathur

Para bapak, yang datang dari ladang, turut membantu mempersiapkan yang lain. Di sekitar masjid, setelah hari sudah gelap, menjelma menjadi tempat pertemuan banyak orang. Sedangkan di dalam masjid mereka merayakan bulan Muharram yang suci tersebut setelah Isya—dengan khusyuk.

Hari bahagia di balik bukit Julah.  Di bulan Muharram, tahun baru Islam, saatnya orang-orang Muslim Batu Gambir melakukan ritual suci, tradisi memandikan mustika (pusaka tua Batu Gambir)—yang mengikat tali persaudaraan umat Muslim di dusun tersebut semakin kuat.

Seorang ibu yang sedang membawa hidangan dan bungkusan-bukusan nasi kebuli | Foto: Fathur

Menariknya, ritual suci membasuh pusaka ini dilakukan oleh anak-anak. Anak-anak yang dipilih bertugas memandikan lima butir batu mustika (pusaka) sementara para orang tua membacakan kitab Al-Barzanji—kitab yang disusun oleh Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Husaini asy-Syahzuri al-Barzanji ini berisikan kisah perjalanan Rasulullah Saw, puji-pujian kepadanya, dan doa-doa lainnya.

Seorang anak sedang memasukkan batu pusaka ke dalam air dan para tetua sedang melantunkan kitab Barzanji | Foto: Fathur

Orang dewasa hingga para dadong dan sesepuh lainnya bertugas menyelenggarakan prosesi tradisi tersebut. Artinya, semua orang memiliki perannya masing-masing, termasuk para pemuda dalam menyiapkan kayu bakar.

“Ini adalah bentuk perayaan Tahun Hijriyah, tahun baru Islam bagi kami umat Muslim di sini,” ucap Amir Mukmin, salah satu tokoh Muslim di Batu Gambir. Menurut Amir, kegiatan ini hanya meneruskan tradisi orang tua dulu dalam mengenang cikal-bakal adanya masjid di Batu Gambir.

Amir Mukmin, orang-orang di sana akrab memanggilnya Tuan Guru, juga menjelaskan mengenai alasan kenapa tradisi tersebut harus dilakukan anak-anak. Katanya, karena ritual suci itu mesti dilakukan oleh orang yang suci. Dan anak-anak dianggap masih suci karena belum baligh atau dewasa—dosanya belum tercatat.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa tradisi ini adalah semata-mata untuk meningkatkan keimanan sebagai seorang Muslim dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad Saw melalui pembacaan Al-Barzanji tersebut.

Tradisi Penguat Identitas

Islam—atau masyarakat Hindu di sana menyebutnya agama suci, dulu (karena istilah “Islam” belum populer zaman dahulu)—dan Hindu di Batu Gambir disinyalir sudah hidup berdampingan sangat baik sejak dulu.

Konon, penyebaran agama Islam dan Hindu di sekitaran Bondalem dilakukan oleh empat punggawa (masing-masing beragama Islam dan Hindu) yang diutus oleh Kerajaan Karangasem ke Buleleng.

“Awal sekali, alm. Armani, buyut saya itu, diutus oleh Kerajaan Karangasem. Empat orang yang diutus, salah satunya buyut saya tadi. Dulu tinggalnya bukan di sini, tapi di Bondalem, di sana dikasih tanah,” terang Zaenudin (50), keturunan ke-5 dari Armani, tokoh muslim yang pertama kali datang ke Batu Gambir.

Kemudian, sekitar tahun 1880-an, lanjut Zaenudin, berjalanlah utusan kerajaan tersebut ke Batu Gambir dan mendirikan langgar—musala. Sampai hari ini, agama Islam kemudian berkembang dan memiliki tradisi yang khas, sebagaimana umat Hindu di sekitar daerah tersebut.

Zaenudin juga menjelaskan bagaimana asal muasal adanya pusaka yang sekarang sedang dimandikan tersebut. Alkisah, batu—semacam mustika—pusaka tersebut ditemukan oleh buyutnya saat mencangkul tanah untuk pembuatan pondasi langgar pertama.

Umat Muslim Batu Gambir sedang khusyuk salat di Masjid Istiqomah | Foto: Fathur

“Nah, batu itu sempat dibuang, dilempar, tapi pusaka itu datang lagi ke buyut saya di waktu yang lain. Terus saja begitu. Namun, suatu ketika buyut saya bermimpi, ini menurut cerita kakek, benda tersebut harus disimpan di langgar yang sekarang menjadi masjid ini. Dan setiap 10 Muharraman kami mandikan. Begitulah tradisi ini bermula,” kakek tua itu bercerita dengan menggebu-gebu.

Jauh-jauh hari sebelum 10 Muharram yang jatuh pada 16 Juli 2024, masyarakat Batu Gambir sudah mengumpulkan bahan-bahan makanan yang akan digunakan untuk jamuan saat acara. Pula membuat dapur umum di luar masjid.

Nasi kebuli, hidangan Timur Tengah yang terbuat dari beras ketan, kelapa, dicampur dengan bumbu-bumbu dan daging ayam itu menjadi sajian utama. Semua itu dimasak tanpa dicicipi terlebih dulu.

Hal tersebut juga termasuk rangkaian ritual yang sudah dilakukan umat Muslim Batu Gambir sedari dulu. Dan tradisi tersebut, yang diyakini dapat mengawetkan dan menguatkan identitas keislaman mereka, memang benar adanya.

“Karena tradisi itu adalah akar kehidupan. Sampai saat ini, masyarakat masih memiliki solidaritas yang cukup kuat,” ujar Gofur (33), Ketua Takmir Masjid Istiqomah. Kekeluargaan di Batu Gambir tidak bisa dibantahkan. Gotong royong satu sama lain masih lestari di sini.[T]

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Asal-Usul Muslim Tegallinggah Bali, Benarkah Berasal dari Bugis?
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Kisah Mualafnya Tujuh KK di Desa Kutuh Bangli
Tags: Batu GambirBulan MuharramIslamMuslimNabi MuhammadRasulullah SawTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kota Bandit | Cerpen Daviatul Umam

Next Post

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co