23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Son Lomri by Son Lomri
July 20, 2024
in Khas
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Seorang anak sedang memasukkan batu pusaka ke dalam air | Foto: Fathur

PERAYAAN 10 Muharam umat Muslim di Dusun Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng berlangsung sakral dan penuh kekeluargaan. Anak-anak bersama orang tuanya turun dari bukit, membelah hutan, dengan senyum yang lebar.

Sebelum sore ditutup Maghrib, mereka berbondong-bondong menuju Masjid Istiqomah, Selasa (16/7/2024) kemarin.

Para pemuda juga demikian, berkumpul di sana dengan baju rapi. Sedangkan para ibu di depan tungku memasak kebuli sedari pagi. Kemudian, nasi kebuli yang telah jadi, diponggok di atas kepalanya dan siap dihidangkan untuk dimakan bersama di tempat yang agung itu setelah tradisi selesai digelar.

Umat Muslim Batu Gambir sedang khusyuk di dalam Masjid Istiqomah | Foto: Fathur

Para bapak, yang datang dari ladang, turut membantu mempersiapkan yang lain. Di sekitar masjid, setelah hari sudah gelap, menjelma menjadi tempat pertemuan banyak orang. Sedangkan di dalam masjid mereka merayakan bulan Muharram yang suci tersebut setelah Isya—dengan khusyuk.

Hari bahagia di balik bukit Julah.  Di bulan Muharram, tahun baru Islam, saatnya orang-orang Muslim Batu Gambir melakukan ritual suci, tradisi memandikan mustika (pusaka tua Batu Gambir)—yang mengikat tali persaudaraan umat Muslim di dusun tersebut semakin kuat.

Seorang ibu yang sedang membawa hidangan dan bungkusan-bukusan nasi kebuli | Foto: Fathur

Menariknya, ritual suci membasuh pusaka ini dilakukan oleh anak-anak. Anak-anak yang dipilih bertugas memandikan lima butir batu mustika (pusaka) sementara para orang tua membacakan kitab Al-Barzanji—kitab yang disusun oleh Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Husaini asy-Syahzuri al-Barzanji ini berisikan kisah perjalanan Rasulullah Saw, puji-pujian kepadanya, dan doa-doa lainnya.

Seorang anak sedang memasukkan batu pusaka ke dalam air dan para tetua sedang melantunkan kitab Barzanji | Foto: Fathur

Orang dewasa hingga para dadong dan sesepuh lainnya bertugas menyelenggarakan prosesi tradisi tersebut. Artinya, semua orang memiliki perannya masing-masing, termasuk para pemuda dalam menyiapkan kayu bakar.

“Ini adalah bentuk perayaan Tahun Hijriyah, tahun baru Islam bagi kami umat Muslim di sini,” ucap Amir Mukmin, salah satu tokoh Muslim di Batu Gambir. Menurut Amir, kegiatan ini hanya meneruskan tradisi orang tua dulu dalam mengenang cikal-bakal adanya masjid di Batu Gambir.

Amir Mukmin, orang-orang di sana akrab memanggilnya Tuan Guru, juga menjelaskan mengenai alasan kenapa tradisi tersebut harus dilakukan anak-anak. Katanya, karena ritual suci itu mesti dilakukan oleh orang yang suci. Dan anak-anak dianggap masih suci karena belum baligh atau dewasa—dosanya belum tercatat.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa tradisi ini adalah semata-mata untuk meningkatkan keimanan sebagai seorang Muslim dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad Saw melalui pembacaan Al-Barzanji tersebut.

Tradisi Penguat Identitas

Islam—atau masyarakat Hindu di sana menyebutnya agama suci, dulu (karena istilah “Islam” belum populer zaman dahulu)—dan Hindu di Batu Gambir disinyalir sudah hidup berdampingan sangat baik sejak dulu.

Konon, penyebaran agama Islam dan Hindu di sekitaran Bondalem dilakukan oleh empat punggawa (masing-masing beragama Islam dan Hindu) yang diutus oleh Kerajaan Karangasem ke Buleleng.

“Awal sekali, alm. Armani, buyut saya itu, diutus oleh Kerajaan Karangasem. Empat orang yang diutus, salah satunya buyut saya tadi. Dulu tinggalnya bukan di sini, tapi di Bondalem, di sana dikasih tanah,” terang Zaenudin (50), keturunan ke-5 dari Armani, tokoh muslim yang pertama kali datang ke Batu Gambir.

Kemudian, sekitar tahun 1880-an, lanjut Zaenudin, berjalanlah utusan kerajaan tersebut ke Batu Gambir dan mendirikan langgar—musala. Sampai hari ini, agama Islam kemudian berkembang dan memiliki tradisi yang khas, sebagaimana umat Hindu di sekitar daerah tersebut.

Zaenudin juga menjelaskan bagaimana asal muasal adanya pusaka yang sekarang sedang dimandikan tersebut. Alkisah, batu—semacam mustika—pusaka tersebut ditemukan oleh buyutnya saat mencangkul tanah untuk pembuatan pondasi langgar pertama.

Umat Muslim Batu Gambir sedang khusyuk salat di Masjid Istiqomah | Foto: Fathur

“Nah, batu itu sempat dibuang, dilempar, tapi pusaka itu datang lagi ke buyut saya di waktu yang lain. Terus saja begitu. Namun, suatu ketika buyut saya bermimpi, ini menurut cerita kakek, benda tersebut harus disimpan di langgar yang sekarang menjadi masjid ini. Dan setiap 10 Muharraman kami mandikan. Begitulah tradisi ini bermula,” kakek tua itu bercerita dengan menggebu-gebu.

Jauh-jauh hari sebelum 10 Muharram yang jatuh pada 16 Juli 2024, masyarakat Batu Gambir sudah mengumpulkan bahan-bahan makanan yang akan digunakan untuk jamuan saat acara. Pula membuat dapur umum di luar masjid.

Nasi kebuli, hidangan Timur Tengah yang terbuat dari beras ketan, kelapa, dicampur dengan bumbu-bumbu dan daging ayam itu menjadi sajian utama. Semua itu dimasak tanpa dicicipi terlebih dulu.

Hal tersebut juga termasuk rangkaian ritual yang sudah dilakukan umat Muslim Batu Gambir sedari dulu. Dan tradisi tersebut, yang diyakini dapat mengawetkan dan menguatkan identitas keislaman mereka, memang benar adanya.

“Karena tradisi itu adalah akar kehidupan. Sampai saat ini, masyarakat masih memiliki solidaritas yang cukup kuat,” ujar Gofur (33), Ketua Takmir Masjid Istiqomah. Kekeluargaan di Batu Gambir tidak bisa dibantahkan. Gotong royong satu sama lain masih lestari di sini.[T]

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Asal-Usul Muslim Tegallinggah Bali, Benarkah Berasal dari Bugis?
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Kisah Mualafnya Tujuh KK di Desa Kutuh Bangli
Tags: Batu GambirBulan MuharramIslamMuslimNabi MuhammadRasulullah SawTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kota Bandit | Cerpen Daviatul Umam

Next Post

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co