23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Kadek Juni Damayanti by Kadek Juni Damayanti
July 20, 2024
in Khas
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Penulis: Kadek Juni Damayanti, Angeli Anatasya, dan Nyoman Aril Raditya Tirta, — mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali

***

BERANGKAT dari ketertarikan atas megahnya ukiran tebing batu padas pada slide show materi pariwisata budaya di kelas, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan dalam program field research.  Program ini adalah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa Program S1 Pariwisata di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali.

Kami pun menuju lokasi relief atau ukiran tebing batu padas di Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Ternyata di lembah itu, yakni Lembah Sungai Pakerisan, memang berdiri megah Pura Gunung Kawi. Ini sebuah situs yang sarat dengan nilai sejarah dan spiritualitas di Bali. Hal inilah yang menginisiasi kami untuk beranjak mengunjungi Pura Gunung Kawi itu.

Situs itu terletak di Desa Tampaksiring.  Perjalanan menuju daya tarik wisata ini dapat ditempuh kurang lebih 2 jam ke arah utara dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional.

Pagi hari kami melewati jalan-jalan pedesaan dan pemandangan sawah terasering subak, dan suasana itu membangkitkan gairah yang mengesankan untuk perjalanan field research kali ini.

Setibanya di area parkir, kami lanjutkan jalan kaki menuju pintu masuk (entrance gate). Kagetnya ternyata sudah ada pemandu wisata lokal (guide) yang menunggu dan menyambut kami. Pemandu itu, Nyoman Arta Sudana, yang lebih dikenal dengan nama Nyoman Manis, sesuai dengan manis senyumnya.

Nyoman Manis bertanya, “Apakah ada yang menstruasi?”

Pertanyaan dasar untuk memastikan tidak boleh ada yang mengabaikan kesucian dan kesakralan areal suci Pura. Selanjutnya kami dipastikan menggunakan pakaian yang pantas dan selendang.

Gambar Peraturan Pura Gunung Kawi

Kami menuju areal utama Pura Gunung Kawi. Ini adalah perjalanan menuruni sekitar 315 anak tangga dengan disusun batu kali yang rapi.

Selain memusatkan mata pada banyaknya anak tangga, kami juga menyaksikan sambutan alir sungai yang jernih dan suara merdu air terjun, menciptakan suasana yang tenang dan mendalam.

Pak Manis menjelaskan bahwa subak (areal persawahan di sekitar Pura Gunung Kawi, sebagai sistem pengairan  pertanian tradisional Bali, mendapat aliran air sepenuhnya dari sumber mata air di Tirta Empul.

Sepanjang perjalanan turun kita juga disuguhin barang kerajinan tangan khas dengan seni tampak siring. Barang-barang kerajinan itu ditawarkan kepada tamu yang berkunjung ke Pura itu.

Kami, mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam program field research di Gunung Kawi

Tiba di areal utama kawasan Pura Gunung kawi, muncul rasa lega dan bangga melihat megahnya candi-candi yang kokoh menempel pada dinding tebing batu padas. Dibangun pada abad ke-11, Pura Gunung Kawi dipersembahkan sebagai penghormatan kepada Raja Anak Wungsu dari dinasti Warmadewa.

Tempat ini sangat luas sekitar 50 hektar dan membaginya pada Kompleks yang terdiri dari 10 candi atau “candi-gunung” yang dipercaya sebagai makam raja dan keluarganya, meskipun ada juga yang meyakini bahwa candi-candi tersebut adalah tempat pemujaan. Ada 9 candi utama dan 1 candi lainnya di sisi selatan.

Di Pura Gunung Kawi ini terdapat 5 kawasan yang diperuntukkan sebagai tempat suci atau Pura,  yakni Pura Kawan, Pura Puncak Gunung Kawi, Pura Taman Suci, dan Pura Melanting.

Relief atau ukiran candi di tebing padu padas

Masih terpesona oleh keahlian ukir para seniman pada masa lalu yang mampu menciptakan karya seni monumental dengan alat-alat sederhana, terlintas ingatan kami pada materi slide show, bahwa ada mitos jika dulunya candi ini dibuat oleh kuku seorang patih dari Kerajaan Bedahulu yang bernama Patih Kebo Iwa.

Ingin menghilangkan rasa penasaran, hal itu kami tanyakan ke Pak Manis selaku pemandu wisata. Meskipun belum ada bukti–bukti yang membenarkannya. Namun mendengar kisah keiklasan dari Patih Kebo Iwa cukup membayar rasa penasaran kami.

Pak Manis menambahkan bahwa tempat ini hingga saat ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali namun khusus pada situs purbakala pada candi-candi saja. Ini dikarenakan situs tidak diperbolehkan untuk diganggu ataupun diubah oleh masyarakat lokal, karena kalau situs ini berubah maka sejarahnya pun juga ikut berubah dan hal ini ada dalam peraturan perundang-undangan.

Setelah paham akan penjelasan tersebut, kemudian kami diajak melanjutkan perjalanan ke 1 candi lainnya yang lokasinya tidak jauh dari area candi utama, kurang lebih 15 menit. Betapa terkesima dengan kokohnya batu tebing seakan menjadi gerbang. Tidak cuma itu, kami sempat tertegun sejenak ketika kembali menemukan air terjun yang masih alami, hingga kami menemukan Candi ke-10 yang bernama Candi Prasadha Ukir di penghujung jalan.

Seolah candi terisolir sendiri, dan mata kembali tertuju dengan rasa penasaran pada tempat meditasi yang fisiknya menyerupai rumah jaman dulu. Pak Manis sekilas membenarkan jika dulunya tempat ini digunakan sebagai tempat bersemedi dan tidak sedikit yang datang atau tangki’ memohon petunjuk spiritual secara pribadi.

Secara keseluruhan, Pura Gunung Kawi adalah harta karun Bali yang menawarkan pandangan mendalam tentang sejarah dan spiritualitas. Dengan pendekatan yang tepat dalam pelestarian dan pengelolaan pariwisata, kita dapat memastikan bahwa situs ini akan terus kokoh sebagai lintas peradaban dan kebanggaan bagi generasi mendatang.

Harmoninasi yang benar adanya di antaranya pariwisata, budaya dan spiritualitas ada di sini. Wisatawan datang menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal seperti kerajinan tangan, kain tradisional, dan oleh-oleh unik yang dapat dibeli wisatawan.  Aktivitas ini meningkatkan pendapatan yang serta merta untuk memelihara dan menjaga tradisi budaya tetap berlangsung di tempat ini.

Warisan ini adalah tanggung jawab bersama, dan dengan dedikasi serta komitmen, kita dapat menjamin bahwa keindahan dan keagungan Pura Gunung Kawi akan tetap lestari sepanjang masa. Salam Pariwisata. [T]

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar
Tags: baliGianyarGunung KawiPura Gunung Kawisitus gunung kawi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Next Post

Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, “Lost Consciousness Pt.2” — “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Kadek Juni Damayanti

Kadek Juni Damayanti

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali. Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, “Lost Consciousness Pt.2” — “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, "Lost Consciousness Pt.2" -- “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co