2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Kadek Juni Damayanti by Kadek Juni Damayanti
July 20, 2024
in Khas
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas

Penulis: Kadek Juni Damayanti, Angeli Anatasya, dan Nyoman Aril Raditya Tirta, — mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali

***

BERANGKAT dari ketertarikan atas megahnya ukiran tebing batu padas pada slide show materi pariwisata budaya di kelas, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan dalam program field research.  Program ini adalah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa Program S1 Pariwisata di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali.

Kami pun menuju lokasi relief atau ukiran tebing batu padas di Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Ternyata di lembah itu, yakni Lembah Sungai Pakerisan, memang berdiri megah Pura Gunung Kawi. Ini sebuah situs yang sarat dengan nilai sejarah dan spiritualitas di Bali. Hal inilah yang menginisiasi kami untuk beranjak mengunjungi Pura Gunung Kawi itu.

Situs itu terletak di Desa Tampaksiring.  Perjalanan menuju daya tarik wisata ini dapat ditempuh kurang lebih 2 jam ke arah utara dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional.

Pagi hari kami melewati jalan-jalan pedesaan dan pemandangan sawah terasering subak, dan suasana itu membangkitkan gairah yang mengesankan untuk perjalanan field research kali ini.

Setibanya di area parkir, kami lanjutkan jalan kaki menuju pintu masuk (entrance gate). Kagetnya ternyata sudah ada pemandu wisata lokal (guide) yang menunggu dan menyambut kami. Pemandu itu, Nyoman Arta Sudana, yang lebih dikenal dengan nama Nyoman Manis, sesuai dengan manis senyumnya.

Nyoman Manis bertanya, “Apakah ada yang menstruasi?”

Pertanyaan dasar untuk memastikan tidak boleh ada yang mengabaikan kesucian dan kesakralan areal suci Pura. Selanjutnya kami dipastikan menggunakan pakaian yang pantas dan selendang.

Gambar Peraturan Pura Gunung Kawi

Kami menuju areal utama Pura Gunung Kawi. Ini adalah perjalanan menuruni sekitar 315 anak tangga dengan disusun batu kali yang rapi.

Selain memusatkan mata pada banyaknya anak tangga, kami juga menyaksikan sambutan alir sungai yang jernih dan suara merdu air terjun, menciptakan suasana yang tenang dan mendalam.

Pak Manis menjelaskan bahwa subak (areal persawahan di sekitar Pura Gunung Kawi, sebagai sistem pengairan  pertanian tradisional Bali, mendapat aliran air sepenuhnya dari sumber mata air di Tirta Empul.

Sepanjang perjalanan turun kita juga disuguhin barang kerajinan tangan khas dengan seni tampak siring. Barang-barang kerajinan itu ditawarkan kepada tamu yang berkunjung ke Pura itu.

Kami, mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam program field research di Gunung Kawi

Tiba di areal utama kawasan Pura Gunung kawi, muncul rasa lega dan bangga melihat megahnya candi-candi yang kokoh menempel pada dinding tebing batu padas. Dibangun pada abad ke-11, Pura Gunung Kawi dipersembahkan sebagai penghormatan kepada Raja Anak Wungsu dari dinasti Warmadewa.

Tempat ini sangat luas sekitar 50 hektar dan membaginya pada Kompleks yang terdiri dari 10 candi atau “candi-gunung” yang dipercaya sebagai makam raja dan keluarganya, meskipun ada juga yang meyakini bahwa candi-candi tersebut adalah tempat pemujaan. Ada 9 candi utama dan 1 candi lainnya di sisi selatan.

Di Pura Gunung Kawi ini terdapat 5 kawasan yang diperuntukkan sebagai tempat suci atau Pura,  yakni Pura Kawan, Pura Puncak Gunung Kawi, Pura Taman Suci, dan Pura Melanting.

Relief atau ukiran candi di tebing padu padas

Masih terpesona oleh keahlian ukir para seniman pada masa lalu yang mampu menciptakan karya seni monumental dengan alat-alat sederhana, terlintas ingatan kami pada materi slide show, bahwa ada mitos jika dulunya candi ini dibuat oleh kuku seorang patih dari Kerajaan Bedahulu yang bernama Patih Kebo Iwa.

Ingin menghilangkan rasa penasaran, hal itu kami tanyakan ke Pak Manis selaku pemandu wisata. Meskipun belum ada bukti–bukti yang membenarkannya. Namun mendengar kisah keiklasan dari Patih Kebo Iwa cukup membayar rasa penasaran kami.

Pak Manis menambahkan bahwa tempat ini hingga saat ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali namun khusus pada situs purbakala pada candi-candi saja. Ini dikarenakan situs tidak diperbolehkan untuk diganggu ataupun diubah oleh masyarakat lokal, karena kalau situs ini berubah maka sejarahnya pun juga ikut berubah dan hal ini ada dalam peraturan perundang-undangan.

Setelah paham akan penjelasan tersebut, kemudian kami diajak melanjutkan perjalanan ke 1 candi lainnya yang lokasinya tidak jauh dari area candi utama, kurang lebih 15 menit. Betapa terkesima dengan kokohnya batu tebing seakan menjadi gerbang. Tidak cuma itu, kami sempat tertegun sejenak ketika kembali menemukan air terjun yang masih alami, hingga kami menemukan Candi ke-10 yang bernama Candi Prasadha Ukir di penghujung jalan.

Seolah candi terisolir sendiri, dan mata kembali tertuju dengan rasa penasaran pada tempat meditasi yang fisiknya menyerupai rumah jaman dulu. Pak Manis sekilas membenarkan jika dulunya tempat ini digunakan sebagai tempat bersemedi dan tidak sedikit yang datang atau tangki’ memohon petunjuk spiritual secara pribadi.

Secara keseluruhan, Pura Gunung Kawi adalah harta karun Bali yang menawarkan pandangan mendalam tentang sejarah dan spiritualitas. Dengan pendekatan yang tepat dalam pelestarian dan pengelolaan pariwisata, kita dapat memastikan bahwa situs ini akan terus kokoh sebagai lintas peradaban dan kebanggaan bagi generasi mendatang.

Harmoninasi yang benar adanya di antaranya pariwisata, budaya dan spiritualitas ada di sini. Wisatawan datang menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal seperti kerajinan tangan, kain tradisional, dan oleh-oleh unik yang dapat dibeli wisatawan.  Aktivitas ini meningkatkan pendapatan yang serta merta untuk memelihara dan menjaga tradisi budaya tetap berlangsung di tempat ini.

Warisan ini adalah tanggung jawab bersama, dan dengan dedikasi serta komitmen, kita dapat menjamin bahwa keindahan dan keagungan Pura Gunung Kawi akan tetap lestari sepanjang masa. Salam Pariwisata. [T]

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar
Tags: baliGianyarGunung KawiPura Gunung Kawisitus gunung kawi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula

Next Post

Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, “Lost Consciousness Pt.2” — “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Kadek Juni Damayanti

Kadek Juni Damayanti

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Denpasar, Bali. Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, “Lost Consciousness Pt.2” — “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Kerasnya Quarter Life Crisis Dalam EP Terbaru re: NAN, "Lost Consciousness Pt.2" -- “Hadapi Depresi, ¼ Adalah Rencana”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co