4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Ni Luh Ayoumee Andini by Ni Luh Ayoumee Andini
July 18, 2024
in Khas
Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

rumah kuno di desa Batuan

SAAT Itu pagi cerah. Udara segar. Suasana begitu asri. Ini menjadi sebuah keberuntungan kami, mahasiswa pariwisata semester 2 yang saat itu berkunjung ke Rumah Tradisional Batuan, Gianyar.

Dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, kami menggunakan bus pariwisata. Setelah menempuh 30 menit perjalanan, kami tiba di rumah tradisional Batuan.

Rumah tradisional itu berada di  Jalan Raya Negara No. 100, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Rumah tradisional Bali ini masih terjaga bentuknya. Tampak masih kuno namun  tetap dipertahankan sampai saat ini, sampai generasi ke-4 oleh keluarga Anak Agung Gede Bagus Raka atau biasa disebut oleh warganya dengan nama Gung Aji.

Anak Agung Gede Bagus Raka/ Gung Aji

Kami mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional sedang melaksanakan program field research, sebuah program yang dijalankan oleh mahasiswa S1. Kami memilih Rumah Batuan di Gianyar.

Rumah itu masih memiliki struktur rumah tradisional ini dengan tembok yang menggunakan tanah liat atau tanah popol. Atapnya terbuat dari alang-alang yang muda. Alang-alang itu dijemur sampai kering kemudian dianyam sedemikian mungkin untuk menjadi atap rumah. Tiang-tiang bangunan menggunakan bahan kayu.

Dapurnya yang kuno masih sangat terawat dengan baik. Tembok dapur itu terbuat dari tanah liat, ada ventilasi kecil sebagai lubang asap, untuk penambahan sirkulasi ..             Selain pintu masuk, ada juga beberapa tembok yang menggunakan anyaman bambu kering. Dari sela-sela anyaman itu angin bisa mengalir ke dalam ruangan sehingga membuat ruangan itu menjadi sejuk.

Untuk memasak, masih digunakan paon, tungku dengan bahan dasar tanah liat yang diberikan lubang sebagai tempat masuk kayu bakar.

Gambar Tungku untuk Memasak         

    

Gambar Penyimpanan kayu bakar       

      

Ventilasi dinding anyaman bambu

Bahan bakarnya tentu bukan menggunakan minyak atau gas, tetapi menggunakan kayu yang disebut saang atau bisa juga menggunakan sabut kelapa tua yang sebelumnya disimpan  di belakang dapur penyimpanan.

Untuk memasak nasi dengan dengan panci. Air minum disimpan bukan menggunakan galon tapi gentong air yang berisi centong sebagai alat mengambil air dalam gentong. Sebelum dikonsumsi air akan dimasak terlebih dahulu beberapa menit sebelum diminum untuk mendapatkan kualitas air terbaik.

Tempat rak piring terbuat dari kayu, serta tempat bumbu dapur di atas terlihat menggangtung.  Bumbu itu berada pada ngiu (anyaman bambu dibentuk bulat biasanya buat menapi beras). Ngiu itu digantung dengan tali. Ini benar-benar masih mencirikan sebagai dapur khas atau paon tradisional Bali.

Setiap pagi sehabis memasak nasi, patut untuk menghaturkan sesajen, atau  ngejot, berupa nasi putih dengan lauknya sebagai tanda bersyukur. Biasanya jika menghaturkan di tanah atau pertiwi akan dialasi batu kali sebagai tempat pemujaannya. Bangunan paon Bali itu pun dibangun mengikuti arah mata angin, yakni terletak di bagian selatan dari pekarangan.

Gambar batu kali tempat alas sesajen

Beranjak ke bagian bangunan sebagai tempat tidur atau kamar. Ada dua bangunan, yaitu Bale Daja dan Bale kangin (tempat rumah tinggal untuk tidur). Bale Daja dikhususkan untuk tempat tinggal orang yang tertua (paling tua) atau biasanya bangunan itu disebut Gedong Daja, sedangkan Bale Dauh atau Bale Loji diperuntukan sebagai tempat tidur anak maupun cucu.

Gambar Bale Dauh     

                       

Gambar Bale Daja

                                 

Gambar Bale Dangin

Dari segi struktur bangunannya masih sama menggunakan bahan dasar kayu dan tanah liat yangdiyakini masyarakat terdahulu untuk mendapatkan sensasi tidur yang adem atau tiis. Atap menggunakan daun  alang- alang dan penopang kayu serta bambu di setiap pintu masuk akan diberikan kain sastra putih yang berisikan tulisan aksara bali diapit oleh pis bolong (uang logam berlubang) sebagai penangkal hal buruk tidak dapat masuk.

Terdapat juga Bale Dangin, lokasi di timur laut digunakan sebagai tempat acara sakral seperti upacara ngaben, potong gigi (mesangih), upacara enam bulanan dan seterusnya.

Gambar Pelinggih Merajan Gede

          

Gambar Bale sidang harum meracik Tirta 

  

Pintu Masuk Merajan dengan Dua Patung

Terdapat pula bangunaan merajan yang lengkap tanpa embel- embel seperti merajan jaman sekarang.

Merajan atau sanggah ini hanya terbentuk oleh semen tanpa corak cat warna yang mencolok. Ini percis seperti bangunan zaman dulu. Sanggah itu terdiri dari Degul, Pelinggih Taksu yang biasanya untuk memohon taksu seni, Pariyangan, Persimpangan, Padmasana Surya didampingi patung Sanghyang Acintya (tidak terpikirkan), Rong Telu (pelinggih dengan tiga pintu). Ada juga Bhagawan Penyarikan sebagai dewa penulis karma, Rong Kalih (pelinggih dengan dua pintu) untuk leluhur di atas bapak dan ibu, bisa juga nenek dan kakek.

Ada juga Lebuh/tanah pertiwi pemujaan ibu pertiwi. Semua letak pelinggih tersebut disesuaikan dengan letak arah mata angin penjaga penjuru angin yang berstana di balik urutan bangunan pelinggih yang dibangun tersebut. Di sebelah bangunan tersebut dekat dengan jalan tempat masuk terdapat bale yang disebut dengan Bale Sidang harum (untuk para pendeta atau orang suci memimpin persembahyangan dan juga meracik air suci). Bangunan Bali kuno dengan kelengkapan berbeda setiap pelinggih memiliki arti yang berbeda juga.

Di depan pintu masuk merajan terdapat dua patung penjaga yang akan menyambut di sebelah kiri patung paruh wardah penasihat (orang tua) dan Tualen yaitu anak dari Paruh Werdah. Halaman rumah semua ukiran dan pelinggih memiliki arti dan simbolis yang berbeda sesuai dengan tataan lokasi rumah tradisional bali secara struktural.

Di dekat Bale Daja terdapat Tunggun Karang sebagai simbol penjaga lingkungan halaman rumah penangkal dari pengaruh hal negatif.

Gambar Tunggun Karang Rumah Tradisional Batuan

Ada pula gudang penyimpanan banten atau disebutkan kamar suci sebagai gudang upakara banten ( perlengkapan semnhyang) di sebelah dekat dapur. Dan mereka menggunakan kamar mandi yang sudah semi modern tetapi masih bisa disebut tradisional. Penggunaan air sumur yang masih menggunakan timba/ember dengan rol tali.

Ada juga terdapat Bale Bengong atau Jineng sebagai tempat bersantai sekedar makan, bernyanyi, bergurau, dan bersantai (tempat nongkrong).

Gambar Bale bengong/jineng  

                

Gambar Sumur dengan Roll Tali 

           

Gambar Batu Kali ditata halaman Rumah

Halaman rumah yang dihiasi tanaman hijau dan bebatuan yang bersumber dari kali yang ditata sebagai hiasan halaman rumah agar tidak becek saat hujan. Ini disusun rapi dan bermanfaat sebagai pengobatan alami dari penyakit rematik, tepat seperti masyarakat zaman terdahulu sebagai media pengobatan agar tidak mudah sakit   di bagian kaki.

Desa Batuan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi sebuah perjalanan ke dalam hati dan jiwa budaya Bali. Setiap kunjungan ke sini adalah kesempatan untuk terhubung dengan warisan yang kaya dan hidup. Turut bangga serta salut akan tradisi yang diwariskan turun temurun tetap dipertahankan di era yang modern ini. [T]

Tags: arsitekturarsitektur balibalirumah adat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Kemanusiaan dalam Cerita Pendek “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Seno Gumira Ajidarma

Next Post

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Ni Luh Ayoumee Andini

Ni Luh Ayoumee Andini

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co