24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Ni Luh Ayoumee Andini by Ni Luh Ayoumee Andini
July 18, 2024
in Khas
Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

rumah kuno di desa Batuan

SAAT Itu pagi cerah. Udara segar. Suasana begitu asri. Ini menjadi sebuah keberuntungan kami, mahasiswa pariwisata semester 2 yang saat itu berkunjung ke Rumah Tradisional Batuan, Gianyar.

Dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, kami menggunakan bus pariwisata. Setelah menempuh 30 menit perjalanan, kami tiba di rumah tradisional Batuan.

Rumah tradisional itu berada di  Jalan Raya Negara No. 100, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Rumah tradisional Bali ini masih terjaga bentuknya. Tampak masih kuno namun  tetap dipertahankan sampai saat ini, sampai generasi ke-4 oleh keluarga Anak Agung Gede Bagus Raka atau biasa disebut oleh warganya dengan nama Gung Aji.

Anak Agung Gede Bagus Raka/ Gung Aji

Kami mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional sedang melaksanakan program field research, sebuah program yang dijalankan oleh mahasiswa S1. Kami memilih Rumah Batuan di Gianyar.

Rumah itu masih memiliki struktur rumah tradisional ini dengan tembok yang menggunakan tanah liat atau tanah popol. Atapnya terbuat dari alang-alang yang muda. Alang-alang itu dijemur sampai kering kemudian dianyam sedemikian mungkin untuk menjadi atap rumah. Tiang-tiang bangunan menggunakan bahan kayu.

Dapurnya yang kuno masih sangat terawat dengan baik. Tembok dapur itu terbuat dari tanah liat, ada ventilasi kecil sebagai lubang asap, untuk penambahan sirkulasi ..             Selain pintu masuk, ada juga beberapa tembok yang menggunakan anyaman bambu kering. Dari sela-sela anyaman itu angin bisa mengalir ke dalam ruangan sehingga membuat ruangan itu menjadi sejuk.

Untuk memasak, masih digunakan paon, tungku dengan bahan dasar tanah liat yang diberikan lubang sebagai tempat masuk kayu bakar.

Gambar Tungku untuk Memasak         

    

Gambar Penyimpanan kayu bakar       

      

Ventilasi dinding anyaman bambu

Bahan bakarnya tentu bukan menggunakan minyak atau gas, tetapi menggunakan kayu yang disebut saang atau bisa juga menggunakan sabut kelapa tua yang sebelumnya disimpan  di belakang dapur penyimpanan.

Untuk memasak nasi dengan dengan panci. Air minum disimpan bukan menggunakan galon tapi gentong air yang berisi centong sebagai alat mengambil air dalam gentong. Sebelum dikonsumsi air akan dimasak terlebih dahulu beberapa menit sebelum diminum untuk mendapatkan kualitas air terbaik.

Tempat rak piring terbuat dari kayu, serta tempat bumbu dapur di atas terlihat menggangtung.  Bumbu itu berada pada ngiu (anyaman bambu dibentuk bulat biasanya buat menapi beras). Ngiu itu digantung dengan tali. Ini benar-benar masih mencirikan sebagai dapur khas atau paon tradisional Bali.

Setiap pagi sehabis memasak nasi, patut untuk menghaturkan sesajen, atau  ngejot, berupa nasi putih dengan lauknya sebagai tanda bersyukur. Biasanya jika menghaturkan di tanah atau pertiwi akan dialasi batu kali sebagai tempat pemujaannya. Bangunan paon Bali itu pun dibangun mengikuti arah mata angin, yakni terletak di bagian selatan dari pekarangan.

Gambar batu kali tempat alas sesajen

Beranjak ke bagian bangunan sebagai tempat tidur atau kamar. Ada dua bangunan, yaitu Bale Daja dan Bale kangin (tempat rumah tinggal untuk tidur). Bale Daja dikhususkan untuk tempat tinggal orang yang tertua (paling tua) atau biasanya bangunan itu disebut Gedong Daja, sedangkan Bale Dauh atau Bale Loji diperuntukan sebagai tempat tidur anak maupun cucu.

Gambar Bale Dauh     

                       

Gambar Bale Daja

                                 

Gambar Bale Dangin

Dari segi struktur bangunannya masih sama menggunakan bahan dasar kayu dan tanah liat yangdiyakini masyarakat terdahulu untuk mendapatkan sensasi tidur yang adem atau tiis. Atap menggunakan daun  alang- alang dan penopang kayu serta bambu di setiap pintu masuk akan diberikan kain sastra putih yang berisikan tulisan aksara bali diapit oleh pis bolong (uang logam berlubang) sebagai penangkal hal buruk tidak dapat masuk.

Terdapat juga Bale Dangin, lokasi di timur laut digunakan sebagai tempat acara sakral seperti upacara ngaben, potong gigi (mesangih), upacara enam bulanan dan seterusnya.

Gambar Pelinggih Merajan Gede

          

Gambar Bale sidang harum meracik Tirta 

  

Pintu Masuk Merajan dengan Dua Patung

Terdapat pula bangunaan merajan yang lengkap tanpa embel- embel seperti merajan jaman sekarang.

Merajan atau sanggah ini hanya terbentuk oleh semen tanpa corak cat warna yang mencolok. Ini percis seperti bangunan zaman dulu. Sanggah itu terdiri dari Degul, Pelinggih Taksu yang biasanya untuk memohon taksu seni, Pariyangan, Persimpangan, Padmasana Surya didampingi patung Sanghyang Acintya (tidak terpikirkan), Rong Telu (pelinggih dengan tiga pintu). Ada juga Bhagawan Penyarikan sebagai dewa penulis karma, Rong Kalih (pelinggih dengan dua pintu) untuk leluhur di atas bapak dan ibu, bisa juga nenek dan kakek.

Ada juga Lebuh/tanah pertiwi pemujaan ibu pertiwi. Semua letak pelinggih tersebut disesuaikan dengan letak arah mata angin penjaga penjuru angin yang berstana di balik urutan bangunan pelinggih yang dibangun tersebut. Di sebelah bangunan tersebut dekat dengan jalan tempat masuk terdapat bale yang disebut dengan Bale Sidang harum (untuk para pendeta atau orang suci memimpin persembahyangan dan juga meracik air suci). Bangunan Bali kuno dengan kelengkapan berbeda setiap pelinggih memiliki arti yang berbeda juga.

Di depan pintu masuk merajan terdapat dua patung penjaga yang akan menyambut di sebelah kiri patung paruh wardah penasihat (orang tua) dan Tualen yaitu anak dari Paruh Werdah. Halaman rumah semua ukiran dan pelinggih memiliki arti dan simbolis yang berbeda sesuai dengan tataan lokasi rumah tradisional bali secara struktural.

Di dekat Bale Daja terdapat Tunggun Karang sebagai simbol penjaga lingkungan halaman rumah penangkal dari pengaruh hal negatif.

Gambar Tunggun Karang Rumah Tradisional Batuan

Ada pula gudang penyimpanan banten atau disebutkan kamar suci sebagai gudang upakara banten ( perlengkapan semnhyang) di sebelah dekat dapur. Dan mereka menggunakan kamar mandi yang sudah semi modern tetapi masih bisa disebut tradisional. Penggunaan air sumur yang masih menggunakan timba/ember dengan rol tali.

Ada juga terdapat Bale Bengong atau Jineng sebagai tempat bersantai sekedar makan, bernyanyi, bergurau, dan bersantai (tempat nongkrong).

Gambar Bale bengong/jineng  

                

Gambar Sumur dengan Roll Tali 

           

Gambar Batu Kali ditata halaman Rumah

Halaman rumah yang dihiasi tanaman hijau dan bebatuan yang bersumber dari kali yang ditata sebagai hiasan halaman rumah agar tidak becek saat hujan. Ini disusun rapi dan bermanfaat sebagai pengobatan alami dari penyakit rematik, tepat seperti masyarakat zaman terdahulu sebagai media pengobatan agar tidak mudah sakit   di bagian kaki.

Desa Batuan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi sebuah perjalanan ke dalam hati dan jiwa budaya Bali. Setiap kunjungan ke sini adalah kesempatan untuk terhubung dengan warisan yang kaya dan hidup. Turut bangga serta salut akan tradisi yang diwariskan turun temurun tetap dipertahankan di era yang modern ini. [T]

Tags: arsitekturarsitektur balibalirumah adat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Kemanusiaan dalam Cerita Pendek “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Seno Gumira Ajidarma

Next Post

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Ni Luh Ayoumee Andini

Ni Luh Ayoumee Andini

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co