14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Ni Luh Ayoumee Andini by Ni Luh Ayoumee Andini
July 18, 2024
in Khas
Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

rumah kuno di desa Batuan

SAAT Itu pagi cerah. Udara segar. Suasana begitu asri. Ini menjadi sebuah keberuntungan kami, mahasiswa pariwisata semester 2 yang saat itu berkunjung ke Rumah Tradisional Batuan, Gianyar.

Dari kampus kami, kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, kami menggunakan bus pariwisata. Setelah menempuh 30 menit perjalanan, kami tiba di rumah tradisional Batuan.

Rumah tradisional itu berada di  Jalan Raya Negara No. 100, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Rumah tradisional Bali ini masih terjaga bentuknya. Tampak masih kuno namun  tetap dipertahankan sampai saat ini, sampai generasi ke-4 oleh keluarga Anak Agung Gede Bagus Raka atau biasa disebut oleh warganya dengan nama Gung Aji.

Anak Agung Gede Bagus Raka/ Gung Aji

Kami mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional sedang melaksanakan program field research, sebuah program yang dijalankan oleh mahasiswa S1. Kami memilih Rumah Batuan di Gianyar.

Rumah itu masih memiliki struktur rumah tradisional ini dengan tembok yang menggunakan tanah liat atau tanah popol. Atapnya terbuat dari alang-alang yang muda. Alang-alang itu dijemur sampai kering kemudian dianyam sedemikian mungkin untuk menjadi atap rumah. Tiang-tiang bangunan menggunakan bahan kayu.

Dapurnya yang kuno masih sangat terawat dengan baik. Tembok dapur itu terbuat dari tanah liat, ada ventilasi kecil sebagai lubang asap, untuk penambahan sirkulasi ..             Selain pintu masuk, ada juga beberapa tembok yang menggunakan anyaman bambu kering. Dari sela-sela anyaman itu angin bisa mengalir ke dalam ruangan sehingga membuat ruangan itu menjadi sejuk.

Untuk memasak, masih digunakan paon, tungku dengan bahan dasar tanah liat yang diberikan lubang sebagai tempat masuk kayu bakar.

Gambar Tungku untuk Memasak         

    

Gambar Penyimpanan kayu bakar       

      

Ventilasi dinding anyaman bambu

Bahan bakarnya tentu bukan menggunakan minyak atau gas, tetapi menggunakan kayu yang disebut saang atau bisa juga menggunakan sabut kelapa tua yang sebelumnya disimpan  di belakang dapur penyimpanan.

Untuk memasak nasi dengan dengan panci. Air minum disimpan bukan menggunakan galon tapi gentong air yang berisi centong sebagai alat mengambil air dalam gentong. Sebelum dikonsumsi air akan dimasak terlebih dahulu beberapa menit sebelum diminum untuk mendapatkan kualitas air terbaik.

Tempat rak piring terbuat dari kayu, serta tempat bumbu dapur di atas terlihat menggangtung.  Bumbu itu berada pada ngiu (anyaman bambu dibentuk bulat biasanya buat menapi beras). Ngiu itu digantung dengan tali. Ini benar-benar masih mencirikan sebagai dapur khas atau paon tradisional Bali.

Setiap pagi sehabis memasak nasi, patut untuk menghaturkan sesajen, atau  ngejot, berupa nasi putih dengan lauknya sebagai tanda bersyukur. Biasanya jika menghaturkan di tanah atau pertiwi akan dialasi batu kali sebagai tempat pemujaannya. Bangunan paon Bali itu pun dibangun mengikuti arah mata angin, yakni terletak di bagian selatan dari pekarangan.

Gambar batu kali tempat alas sesajen

Beranjak ke bagian bangunan sebagai tempat tidur atau kamar. Ada dua bangunan, yaitu Bale Daja dan Bale kangin (tempat rumah tinggal untuk tidur). Bale Daja dikhususkan untuk tempat tinggal orang yang tertua (paling tua) atau biasanya bangunan itu disebut Gedong Daja, sedangkan Bale Dauh atau Bale Loji diperuntukan sebagai tempat tidur anak maupun cucu.

Gambar Bale Dauh     

                       

Gambar Bale Daja

                                 

Gambar Bale Dangin

Dari segi struktur bangunannya masih sama menggunakan bahan dasar kayu dan tanah liat yangdiyakini masyarakat terdahulu untuk mendapatkan sensasi tidur yang adem atau tiis. Atap menggunakan daun  alang- alang dan penopang kayu serta bambu di setiap pintu masuk akan diberikan kain sastra putih yang berisikan tulisan aksara bali diapit oleh pis bolong (uang logam berlubang) sebagai penangkal hal buruk tidak dapat masuk.

Terdapat juga Bale Dangin, lokasi di timur laut digunakan sebagai tempat acara sakral seperti upacara ngaben, potong gigi (mesangih), upacara enam bulanan dan seterusnya.

Gambar Pelinggih Merajan Gede

          

Gambar Bale sidang harum meracik Tirta 

  

Pintu Masuk Merajan dengan Dua Patung

Terdapat pula bangunaan merajan yang lengkap tanpa embel- embel seperti merajan jaman sekarang.

Merajan atau sanggah ini hanya terbentuk oleh semen tanpa corak cat warna yang mencolok. Ini percis seperti bangunan zaman dulu. Sanggah itu terdiri dari Degul, Pelinggih Taksu yang biasanya untuk memohon taksu seni, Pariyangan, Persimpangan, Padmasana Surya didampingi patung Sanghyang Acintya (tidak terpikirkan), Rong Telu (pelinggih dengan tiga pintu). Ada juga Bhagawan Penyarikan sebagai dewa penulis karma, Rong Kalih (pelinggih dengan dua pintu) untuk leluhur di atas bapak dan ibu, bisa juga nenek dan kakek.

Ada juga Lebuh/tanah pertiwi pemujaan ibu pertiwi. Semua letak pelinggih tersebut disesuaikan dengan letak arah mata angin penjaga penjuru angin yang berstana di balik urutan bangunan pelinggih yang dibangun tersebut. Di sebelah bangunan tersebut dekat dengan jalan tempat masuk terdapat bale yang disebut dengan Bale Sidang harum (untuk para pendeta atau orang suci memimpin persembahyangan dan juga meracik air suci). Bangunan Bali kuno dengan kelengkapan berbeda setiap pelinggih memiliki arti yang berbeda juga.

Di depan pintu masuk merajan terdapat dua patung penjaga yang akan menyambut di sebelah kiri patung paruh wardah penasihat (orang tua) dan Tualen yaitu anak dari Paruh Werdah. Halaman rumah semua ukiran dan pelinggih memiliki arti dan simbolis yang berbeda sesuai dengan tataan lokasi rumah tradisional bali secara struktural.

Di dekat Bale Daja terdapat Tunggun Karang sebagai simbol penjaga lingkungan halaman rumah penangkal dari pengaruh hal negatif.

Gambar Tunggun Karang Rumah Tradisional Batuan

Ada pula gudang penyimpanan banten atau disebutkan kamar suci sebagai gudang upakara banten ( perlengkapan semnhyang) di sebelah dekat dapur. Dan mereka menggunakan kamar mandi yang sudah semi modern tetapi masih bisa disebut tradisional. Penggunaan air sumur yang masih menggunakan timba/ember dengan rol tali.

Ada juga terdapat Bale Bengong atau Jineng sebagai tempat bersantai sekedar makan, bernyanyi, bergurau, dan bersantai (tempat nongkrong).

Gambar Bale bengong/jineng  

                

Gambar Sumur dengan Roll Tali 

           

Gambar Batu Kali ditata halaman Rumah

Halaman rumah yang dihiasi tanaman hijau dan bebatuan yang bersumber dari kali yang ditata sebagai hiasan halaman rumah agar tidak becek saat hujan. Ini disusun rapi dan bermanfaat sebagai pengobatan alami dari penyakit rematik, tepat seperti masyarakat zaman terdahulu sebagai media pengobatan agar tidak mudah sakit   di bagian kaki.

Desa Batuan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi sebuah perjalanan ke dalam hati dan jiwa budaya Bali. Setiap kunjungan ke sini adalah kesempatan untuk terhubung dengan warisan yang kaya dan hidup. Turut bangga serta salut akan tradisi yang diwariskan turun temurun tetap dipertahankan di era yang modern ini. [T]

Tags: arsitekturarsitektur balibalirumah adat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Kemanusiaan dalam Cerita Pendek “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Seno Gumira Ajidarma

Next Post

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Ni Luh Ayoumee Andini

Ni Luh Ayoumee Andini

Mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Program Studi S1 Pariwisata

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co