3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 19, 2024
in Esai
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Media pembelajaran | Dok. Penulis

APA yang perlu disiapkan pertama kali dalam kegiatan literasi? Buku? Pojok baca? Atau program membaca 15 menit sebelum memulai pelajaran? Barangkali itu bener. Tapi menurut Fajriyah dalam salah satu artikelnya bahwa dengan bercerita anak juga mempelajari berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan pengetahuannya.

Literasi tersebut dinamai “Literasi Emergen”. Literasi emergen merupakan konsep yang digunakan untuk mempersiapkan anak dalam mendapatkan pengetahuan dengan tujuan memberikan stimulus atau rangsangan literasi. Hal tersebut diwujudkan melalui menyiapkan lingkungan literasi dan membacakan cerita.

Ini berawal dari tawaran kakak tingkat saya, Rusdy, yang kemudian disambut sebuah pesan panjang dari Ibu Tin, ketua PPDB MI At-Taufiq Singaraja Tahun Pelajaran 2024/2025 membuat saya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, saya bingung ketika mendapatkan pesan itu.

Kurang lebih pesannya berisi permohonan narasumber dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama)—atau sekolah negeri mengenalnya sebagai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)—dengan topik literasi dan ditambah pesanan agar anak-anak kelas 3-6 itu bisa menuliskan cerita pendek sederhana.

Sebagai seorang mahasiswa yang baru kenal bahasa dan literasi baru-baru ini, serta ilmu yang tak seberapa, saya merasa tidak punya cukup kapasitas untuk menjadi narasumber literasi pada kegiatan tersebut.

Saya hanya takut anak-anak itu belajar dari orang yang salah, namun label mahasiswa bahasa Indonesia itu seakan menghantui dan perlu pertanggungjawaban dalam menghadapi tantangan itu.

MI At-Taufiq merupakan sebuah madrasah yang terletak di Jl. Hassanudin, No. 28, Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Menurut penuturan kepala sekolahnya, Pak Amir, madrasah ini telah berdiri sejak tahun 1960 dan menjadi salah satu madrasah tertua di Singaraja.

“Sekolah atau madrasah ini dibangun sejak tahun 60, mungkin ini jadi salah satu madrasah tertua di Singaraja,” tutur Pak Amir.

Sehari sebelum kegiatan Matsama, saya sama sekali belum terpikirkan mau berbuat apa. Malam-malam, saya teringat tentang mata kuliah media pembelajaran yang sudah ditempuh semester 2 lalu.

Bergegas saya mencari gambar kepala kancil, buaya, dan ayam, selain itu ada juga dua bungkus jajan kecil sebagai bentuk apresiasi untuk peri-peri kecil dan pangeran di madrasah tersebut. Saya akan mendongeng dengan metode bermain peran.

Di pagi yang sedikit dingin, hari ketiga Matsama, giliran saya. Pak Amir, selaku kepala sekolah, menceritakan sedikit kondisi siswa yang ada di sekolah tersebut. Katanya anak-anak di sekolah ini mayoritas dari latar keluarga yang cukup—dan ini membuat hela napas agak panjang.

“Ada anak yang pukul tiga pagi sudah ditinggal bekerja, karena banyak yang ke sini untuk merantau kan, jadi memang harus bekerja keras, sehingga anak-anaknya kadang-kadang kurang diperhatikan. Tapi saya dan guru-guru yang harus lebih proaktif serta memberi perhatian lebih,” ujar Pak Amir sembari membenarkan kopiahnya.

Penuturan Pak Amir membuat hati semakin gelisah. Saya takut dongeng “Si Kancil dan Buaya” yang akan saya bawakan tidak dapat menstimulasi keinginan belajar atau berliterasi siswa MI At-Taufiq.

Ibu Tin memegang pelantang suara dan menyilakan saya untuk memasuki ruangan. Dengan berpakaian seperti pendongeng: baju kemeja putih, rompi rajut abu, dan slayer merah yang terikat di leher, saya memasuki ruangan dengan sedikit malu-malu. Sudah lama saya tidak memasuki ruang kelas untuk anak setingkat SD.

“Siapa yang mau dengar dongeng?” tanya saya.

Sontak anak-anak itu seperti menemukan mainan baru, dengan kompak mereka menjawabnya penuh semangat. Ada tiga sukarelawan yang berkenan menjadi tokoh dongeng tersebut. Laila sebagai kancil, Ahmad sebagai buaya, dan Febi sebagai ayam.

Cerita diawali dengan kehidupan kancil sebagai hewan cerdas, membantu ayam, sampai dengan mengelabui buaya untuk dapat menyeberangi sungai. Di tengah cerita saya selipkan literasi numerasi dengan bernyanyi “Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek” sampai anak ayam tinggal 1 dan bertemu dengan induknya.

Menurut teori perkembangan peserta didik, anak yang berada di tahap operasional konkret seharusnya sudah dapat menggunakan kemampuan pemikiran logika, namun hanya untuk objek fisik. Dengan bermain peran, melihat objek fisik dapat menstimulasi anak-anak tersebut dalam menyusun cerita, sesuai dengan pesanan Ibu Tin di awal.

Kegiatan ditutup dengan menuliskan pengalaman pribadi. Seperti yang dikatakan dosen prosa fiksi saya, bapak I Wayan Artika, bahwa menulis cerpen itu 90 persen fakta dan hanya 10 persennya imajinasi, maka untuk memenuhi pesanan Ibu Tin, saya mengajak peri-peri kecil dan pangeran itu untuk menulis kejadian yang mereka alami sendiri.

Anak-anak itu tergolong mampu untuk melisankan ceritanya, namun untuk menuliskannya mereka masih mengalami beragam kesulitan. Pertama, penggunaan tanda baca yang belum tepat. Kedua, penggunaan partikel dan konjungsi yang belum sesuai.

Ketiga, yang paling menjadi kekhawatiran adalah susunan kalimat yang masih abstrak, namun tak semua anak harus menjadi penulis, ada yang lebih pandai bercerita lisan, ada yang lebih jago bermain bola, atau barangkali ada yang lebih senang berwirausaha. Lagipula cerita ini masih belum rampung.

Cerita ini masih akan terus berlanjut sampai saya datang lagi ke sekolah tersebut dan melihat perkembangannya. Literasi tidak dapat dilakukan dalam semalam. Ini perihal pembiasaan. Salam literasi.[T]

Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi
Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Literasi Digital Nasional: Perempuan Bisa Apa?
Tags: dongengdongeng kancilLiterasiliterasi emergenliterasi sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Next Post

Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co