12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 19, 2024
in Esai
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Media pembelajaran | Dok. Penulis

APA yang perlu disiapkan pertama kali dalam kegiatan literasi? Buku? Pojok baca? Atau program membaca 15 menit sebelum memulai pelajaran? Barangkali itu bener. Tapi menurut Fajriyah dalam salah satu artikelnya bahwa dengan bercerita anak juga mempelajari berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan pengetahuannya.

Literasi tersebut dinamai “Literasi Emergen”. Literasi emergen merupakan konsep yang digunakan untuk mempersiapkan anak dalam mendapatkan pengetahuan dengan tujuan memberikan stimulus atau rangsangan literasi. Hal tersebut diwujudkan melalui menyiapkan lingkungan literasi dan membacakan cerita.

Ini berawal dari tawaran kakak tingkat saya, Rusdy, yang kemudian disambut sebuah pesan panjang dari Ibu Tin, ketua PPDB MI At-Taufiq Singaraja Tahun Pelajaran 2024/2025 membuat saya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, saya bingung ketika mendapatkan pesan itu.

Kurang lebih pesannya berisi permohonan narasumber dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama)—atau sekolah negeri mengenalnya sebagai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)—dengan topik literasi dan ditambah pesanan agar anak-anak kelas 3-6 itu bisa menuliskan cerita pendek sederhana.

Sebagai seorang mahasiswa yang baru kenal bahasa dan literasi baru-baru ini, serta ilmu yang tak seberapa, saya merasa tidak punya cukup kapasitas untuk menjadi narasumber literasi pada kegiatan tersebut.

Saya hanya takut anak-anak itu belajar dari orang yang salah, namun label mahasiswa bahasa Indonesia itu seakan menghantui dan perlu pertanggungjawaban dalam menghadapi tantangan itu.

MI At-Taufiq merupakan sebuah madrasah yang terletak di Jl. Hassanudin, No. 28, Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Menurut penuturan kepala sekolahnya, Pak Amir, madrasah ini telah berdiri sejak tahun 1960 dan menjadi salah satu madrasah tertua di Singaraja.

“Sekolah atau madrasah ini dibangun sejak tahun 60, mungkin ini jadi salah satu madrasah tertua di Singaraja,” tutur Pak Amir.

Sehari sebelum kegiatan Matsama, saya sama sekali belum terpikirkan mau berbuat apa. Malam-malam, saya teringat tentang mata kuliah media pembelajaran yang sudah ditempuh semester 2 lalu.

Bergegas saya mencari gambar kepala kancil, buaya, dan ayam, selain itu ada juga dua bungkus jajan kecil sebagai bentuk apresiasi untuk peri-peri kecil dan pangeran di madrasah tersebut. Saya akan mendongeng dengan metode bermain peran.

Di pagi yang sedikit dingin, hari ketiga Matsama, giliran saya. Pak Amir, selaku kepala sekolah, menceritakan sedikit kondisi siswa yang ada di sekolah tersebut. Katanya anak-anak di sekolah ini mayoritas dari latar keluarga yang cukup—dan ini membuat hela napas agak panjang.

“Ada anak yang pukul tiga pagi sudah ditinggal bekerja, karena banyak yang ke sini untuk merantau kan, jadi memang harus bekerja keras, sehingga anak-anaknya kadang-kadang kurang diperhatikan. Tapi saya dan guru-guru yang harus lebih proaktif serta memberi perhatian lebih,” ujar Pak Amir sembari membenarkan kopiahnya.

Penuturan Pak Amir membuat hati semakin gelisah. Saya takut dongeng “Si Kancil dan Buaya” yang akan saya bawakan tidak dapat menstimulasi keinginan belajar atau berliterasi siswa MI At-Taufiq.

Ibu Tin memegang pelantang suara dan menyilakan saya untuk memasuki ruangan. Dengan berpakaian seperti pendongeng: baju kemeja putih, rompi rajut abu, dan slayer merah yang terikat di leher, saya memasuki ruangan dengan sedikit malu-malu. Sudah lama saya tidak memasuki ruang kelas untuk anak setingkat SD.

“Siapa yang mau dengar dongeng?” tanya saya.

Sontak anak-anak itu seperti menemukan mainan baru, dengan kompak mereka menjawabnya penuh semangat. Ada tiga sukarelawan yang berkenan menjadi tokoh dongeng tersebut. Laila sebagai kancil, Ahmad sebagai buaya, dan Febi sebagai ayam.

Cerita diawali dengan kehidupan kancil sebagai hewan cerdas, membantu ayam, sampai dengan mengelabui buaya untuk dapat menyeberangi sungai. Di tengah cerita saya selipkan literasi numerasi dengan bernyanyi “Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek” sampai anak ayam tinggal 1 dan bertemu dengan induknya.

Menurut teori perkembangan peserta didik, anak yang berada di tahap operasional konkret seharusnya sudah dapat menggunakan kemampuan pemikiran logika, namun hanya untuk objek fisik. Dengan bermain peran, melihat objek fisik dapat menstimulasi anak-anak tersebut dalam menyusun cerita, sesuai dengan pesanan Ibu Tin di awal.

Kegiatan ditutup dengan menuliskan pengalaman pribadi. Seperti yang dikatakan dosen prosa fiksi saya, bapak I Wayan Artika, bahwa menulis cerpen itu 90 persen fakta dan hanya 10 persennya imajinasi, maka untuk memenuhi pesanan Ibu Tin, saya mengajak peri-peri kecil dan pangeran itu untuk menulis kejadian yang mereka alami sendiri.

Anak-anak itu tergolong mampu untuk melisankan ceritanya, namun untuk menuliskannya mereka masih mengalami beragam kesulitan. Pertama, penggunaan tanda baca yang belum tepat. Kedua, penggunaan partikel dan konjungsi yang belum sesuai.

Ketiga, yang paling menjadi kekhawatiran adalah susunan kalimat yang masih abstrak, namun tak semua anak harus menjadi penulis, ada yang lebih pandai bercerita lisan, ada yang lebih jago bermain bola, atau barangkali ada yang lebih senang berwirausaha. Lagipula cerita ini masih belum rampung.

Cerita ini masih akan terus berlanjut sampai saya datang lagi ke sekolah tersebut dan melihat perkembangannya. Literasi tidak dapat dilakukan dalam semalam. Ini perihal pembiasaan. Salam literasi.[T]

Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi
Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Literasi Digital Nasional: Perempuan Bisa Apa?
Tags: dongengdongeng kancilLiterasiliterasi emergenliterasi sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Next Post

Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co