22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 19, 2024
in Esai
Literasi Emergen dan Dongeng Kancil di Matsama MI At-Taufiq Singaraja

Media pembelajaran | Dok. Penulis

APA yang perlu disiapkan pertama kali dalam kegiatan literasi? Buku? Pojok baca? Atau program membaca 15 menit sebelum memulai pelajaran? Barangkali itu bener. Tapi menurut Fajriyah dalam salah satu artikelnya bahwa dengan bercerita anak juga mempelajari berbagai aktivitas yang dapat mengembangkan pengetahuannya.

Literasi tersebut dinamai “Literasi Emergen”. Literasi emergen merupakan konsep yang digunakan untuk mempersiapkan anak dalam mendapatkan pengetahuan dengan tujuan memberikan stimulus atau rangsangan literasi. Hal tersebut diwujudkan melalui menyiapkan lingkungan literasi dan membacakan cerita.

Ini berawal dari tawaran kakak tingkat saya, Rusdy, yang kemudian disambut sebuah pesan panjang dari Ibu Tin, ketua PPDB MI At-Taufiq Singaraja Tahun Pelajaran 2024/2025 membuat saya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, saya bingung ketika mendapatkan pesan itu.

Kurang lebih pesannya berisi permohonan narasumber dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama)—atau sekolah negeri mengenalnya sebagai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)—dengan topik literasi dan ditambah pesanan agar anak-anak kelas 3-6 itu bisa menuliskan cerita pendek sederhana.

Sebagai seorang mahasiswa yang baru kenal bahasa dan literasi baru-baru ini, serta ilmu yang tak seberapa, saya merasa tidak punya cukup kapasitas untuk menjadi narasumber literasi pada kegiatan tersebut.

Saya hanya takut anak-anak itu belajar dari orang yang salah, namun label mahasiswa bahasa Indonesia itu seakan menghantui dan perlu pertanggungjawaban dalam menghadapi tantangan itu.

MI At-Taufiq merupakan sebuah madrasah yang terletak di Jl. Hassanudin, No. 28, Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Menurut penuturan kepala sekolahnya, Pak Amir, madrasah ini telah berdiri sejak tahun 1960 dan menjadi salah satu madrasah tertua di Singaraja.

“Sekolah atau madrasah ini dibangun sejak tahun 60, mungkin ini jadi salah satu madrasah tertua di Singaraja,” tutur Pak Amir.

Sehari sebelum kegiatan Matsama, saya sama sekali belum terpikirkan mau berbuat apa. Malam-malam, saya teringat tentang mata kuliah media pembelajaran yang sudah ditempuh semester 2 lalu.

Bergegas saya mencari gambar kepala kancil, buaya, dan ayam, selain itu ada juga dua bungkus jajan kecil sebagai bentuk apresiasi untuk peri-peri kecil dan pangeran di madrasah tersebut. Saya akan mendongeng dengan metode bermain peran.

Di pagi yang sedikit dingin, hari ketiga Matsama, giliran saya. Pak Amir, selaku kepala sekolah, menceritakan sedikit kondisi siswa yang ada di sekolah tersebut. Katanya anak-anak di sekolah ini mayoritas dari latar keluarga yang cukup—dan ini membuat hela napas agak panjang.

“Ada anak yang pukul tiga pagi sudah ditinggal bekerja, karena banyak yang ke sini untuk merantau kan, jadi memang harus bekerja keras, sehingga anak-anaknya kadang-kadang kurang diperhatikan. Tapi saya dan guru-guru yang harus lebih proaktif serta memberi perhatian lebih,” ujar Pak Amir sembari membenarkan kopiahnya.

Penuturan Pak Amir membuat hati semakin gelisah. Saya takut dongeng “Si Kancil dan Buaya” yang akan saya bawakan tidak dapat menstimulasi keinginan belajar atau berliterasi siswa MI At-Taufiq.

Ibu Tin memegang pelantang suara dan menyilakan saya untuk memasuki ruangan. Dengan berpakaian seperti pendongeng: baju kemeja putih, rompi rajut abu, dan slayer merah yang terikat di leher, saya memasuki ruangan dengan sedikit malu-malu. Sudah lama saya tidak memasuki ruang kelas untuk anak setingkat SD.

“Siapa yang mau dengar dongeng?” tanya saya.

Sontak anak-anak itu seperti menemukan mainan baru, dengan kompak mereka menjawabnya penuh semangat. Ada tiga sukarelawan yang berkenan menjadi tokoh dongeng tersebut. Laila sebagai kancil, Ahmad sebagai buaya, dan Febi sebagai ayam.

Cerita diawali dengan kehidupan kancil sebagai hewan cerdas, membantu ayam, sampai dengan mengelabui buaya untuk dapat menyeberangi sungai. Di tengah cerita saya selipkan literasi numerasi dengan bernyanyi “Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek” sampai anak ayam tinggal 1 dan bertemu dengan induknya.

Menurut teori perkembangan peserta didik, anak yang berada di tahap operasional konkret seharusnya sudah dapat menggunakan kemampuan pemikiran logika, namun hanya untuk objek fisik. Dengan bermain peran, melihat objek fisik dapat menstimulasi anak-anak tersebut dalam menyusun cerita, sesuai dengan pesanan Ibu Tin di awal.

Kegiatan ditutup dengan menuliskan pengalaman pribadi. Seperti yang dikatakan dosen prosa fiksi saya, bapak I Wayan Artika, bahwa menulis cerpen itu 90 persen fakta dan hanya 10 persennya imajinasi, maka untuk memenuhi pesanan Ibu Tin, saya mengajak peri-peri kecil dan pangeran itu untuk menulis kejadian yang mereka alami sendiri.

Anak-anak itu tergolong mampu untuk melisankan ceritanya, namun untuk menuliskannya mereka masih mengalami beragam kesulitan. Pertama, penggunaan tanda baca yang belum tepat. Kedua, penggunaan partikel dan konjungsi yang belum sesuai.

Ketiga, yang paling menjadi kekhawatiran adalah susunan kalimat yang masih abstrak, namun tak semua anak harus menjadi penulis, ada yang lebih pandai bercerita lisan, ada yang lebih jago bermain bola, atau barangkali ada yang lebih senang berwirausaha. Lagipula cerita ini masih belum rampung.

Cerita ini masih akan terus berlanjut sampai saya datang lagi ke sekolah tersebut dan melihat perkembangannya. Literasi tidak dapat dilakukan dalam semalam. Ini perihal pembiasaan. Salam literasi.[T]

Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi
Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi
Literasi Digital Nasional: Perempuan Bisa Apa?
Tags: dongengdongeng kancilLiterasiliterasi emergenliterasi sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar

Next Post

Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Bali, Tong Kosong Nyaring Bunyinya: Kabar Media Musik Bali Hari Ini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co