3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 14, 2021
in Khas
Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”,  Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Ngurah Arya Mandala di antara kolam lele di Panji, Buleleng

Ada ratusan pedagang pecel lele di tepi jalan di Bali. Di manakah peternakannya? Kata si penjual pecel lele, dulu banyak lele didatangkan dari Jawa. Tapi kini di Bali banyak terdapat sentra peternakan lele. Bahkan banyak dibudidayakan oleh anak-anak muda.

Di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng ada kelompok peternak lele, namanya Boom Sakalaka. Kelompok ini bukan bentukan pemerintah, bukan pula sekadar kelompok seremonial. Anak-anak muda ini serius, mandiri dan tentu saja punya cita-cita besar untuk menjadi lele sebagai tuan rumah di Bali, dan tak perlu diimpor lagi dari luar Bali. Bahkan suatu saat nanti tak perlu lagi keluar malam-malam hanya untuk beli lele goreng. Di rumah, lele siap sedia, tinggal goreng.

Eks Pekerja Kapal Pesiar

Salah satu inisiator kelompok Boom Sakalaka ini adalah teman SMA saya, yakni Ngurah Arya Mandala. Ia, bapak dua orang anak, berusia 33 tahun. Ia merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebelumnya bekerja sebagai bartender di salah satu perusahaan kapal besar yang bermarkas di Amerika Serikat.

Karena pandemi dia harus pulang sebelum kontraknya berakhir. Namun bekerja bertahun-tahun di luar negeri, telah menjadikan Ngurah sebagai pribadi yang tangguh dan penuh semangat. Bisa disebut, dia adalah satu satu dari ribuan PMI yang saat ini berjuang untuk mencari peluang untuk bisa bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi karena pandemi.

“Kondisi saat ini benar-benar terpuruk, kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Saya harus putar otak agar bisa tetap bertahan dan menapkahi keluarga, ini realita yang harus dihadapi,” katanya.

Ide membuat kolam peternakan lele ini bermula ketika dia membuka literatur, bahwa lele memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan bisa disandingkan dengan ikan salmon. Di luar negeri sendiri, Ngurah sering mengkonsumsi ikan salmon, hanya saja harganya di Indonesia sangat tinggi yaitu di kisaran Rp 250.000 sampai Rp 300.000.

Desa Panji memiliki hutan yang cukup terjaga, desa ini memiliki potensi sumber air yang sangat melimpah. Itulah yang juga mendasari keinginanya untuk memaksimalkan potensi yang ada, apalagi peternakan lele sangat cocok diterapkan di kolam-kolam yang memiliki sumber yang mengalir dan juga bersih.

Hanya saja untuk mewujdukan ide itu, dia tidak bisa melakukannya seorang diri. Dia menyampaikan ide ini kepada teman-teman yang ada di sekitar rumahnya dan mereka mulai bersepakat untuk membentuk sebuah kelompok peternakan ikan lele.

Tahun 2019 akhirnya terbentuk sebuah kelompok ternak yang bernama Boom Sakalaka. Kelompok ini beranggotakan 15 orang anak muda, dimana 3 orang di antaranya adalah eks crew kapal pesiar yang sementara waktu dirumahkan karena pandemi. Benar-benar luar biasa semangat mereka.

Gayung bersambut, gagasan dan keseriusan mereka ini tersiar ke seantero desa, dan akhirnya mereka mendapatkan kesempatan kerjasama dengan management Kolam Surya Mas yang beroperasi di Desa Panji. Oleh si pemilik kolam, Ngurah dan kawan-kawan diberikan kesempatan untuk mengelola satu kolam yang dulunya digunakan sebagai kolam pancing.

Oleh Ngurah, akhirnya sepakat untuk menyekat kolam tersebut menjadi enam bagian, masing-masing bagian kolam memiliki kapasitas 2.500 benih ikan lele. Kreativitas yang tiada henti, lele ini sudah bisa dipanen antara usia 2 sampai 3 bulan.

Pemasarannya Bagaimana?

“Dulu pernah kami jual hasil panen ke pengepul, tapi setelah dihitung-hitung, keuntungannya tidak seberapa, karena memang harganya begitu murah. Jadi, kami manfaatkan jaringan pertemanan dan sosial media untuk menjualnya, lumayan kami bisa menjualnya sekitar Rp. 25.000 per kilogram, dengan hasil panen sekitar 30 kilogram per minggu,” kata Ngurah.

Kalau dalam bentuk kemasan, kelompok ini menjual dengan harga Rp. 15.000 per setengah kilogram. Konsumen tinggal goreng saja, karena sudah diberikan bumbu dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Lele yang sudah bersih dan sudah dibumbu itu difacum, dan bisa disimpan di frezzer.

Jika malam-malam ingin hidangan lele goreng, tinggal buka kulkas, ambil lele langsung digoreng. Tak perlu keluar malam. Lele sudah siap sedia di rumah.

Penulis bersama Ngurah Arya Mandala.

Untuk pakan, Ngurah menyebut kalau pakan yang diberikan itu berasal dari pelet yang dia beli di pasar. Pakan yang diperlukan sebanyak 1,5 karung untuk 1.000 ikan lele sampai panen. Biaya produksi agak tinggi karena mereka masih ketergantungan pakan pabrik yang harganya sekitar Rp.270.000 per karung.

Ke depannya Ngurah dan kawan-kawan memiliki cita-cita untuk membuat pelet sendiri dengan mengajak kerjasama para nelayan yang ada di Bali Utara. Jika nelayan memiliki kelebihan stok panen, mereka siap untuk menampung untuk kemudian olehnya akan diolah menjadi pelet.

Di samping memberikan pakan berupa palet,  Ngurah juga menyampaikan  bahwa mereka memberikan pakan berupa daun-daunan seperti daun keladi dan juga daun pepaya yang dipercaya baik diberikan karena mengandung antibiotik.

Goreng di Rumah

Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu, tiba-tiba hari sudah semakin sore. Saya akhirnya undur diri untuk pamit pulang. Lantas Ngurah memberikan saya beberapa bungkus lele facum ukuran 500 gram. Sampai di rumah, saya langsung memberikan ikan itu kepada istri, setelah itu saya pergi ke kebun belakang untuk memetik cabai dan beberapa daun kemangi untuk bisa digunakan sebagai lalapannya.

Cresssss………, suara dari dapur nyaring sekali terdengar, istri rupanya sudah mulai menggoreng ikan-ikan itu. Baunya menusuk hidung, gurih sekali. Lapar juga dibuatnya, apalagi hampir setengah hari saya belum makan.

Setelah ikan kering dan matang, akhirnya kami membuat bumbu, semua bahan di goreng sebelum di ulek, baunya sangat harum, perut semakin keroncongan dibuatnya.

Setelah semua beres, akhirnya kami bisa menikmati lele goreng itu bersama keluarga, saya membuktikan kalau lele yang dibudidayakan oleh kelompok Boom Sakalaka memang enak, dagingnya putih, gurih dan tidak ada aroma tanah yang tercium seperti umumnya ikan lele yang pernah saya konsumsi sebelumnya. [T]

Baca artikel lain dari jurnalis warga TOBING CRYSNANJAYA 

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng


Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tags: Desa Panjikulinerpecel lelepertanianpetani mudapeternakan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Next Post

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tombak Bermata Tiga

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tombak Bermata Tiga

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tombak Bermata Tiga

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co