24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 14, 2021
in Khas
Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”,  Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Ngurah Arya Mandala di antara kolam lele di Panji, Buleleng

Ada ratusan pedagang pecel lele di tepi jalan di Bali. Di manakah peternakannya? Kata si penjual pecel lele, dulu banyak lele didatangkan dari Jawa. Tapi kini di Bali banyak terdapat sentra peternakan lele. Bahkan banyak dibudidayakan oleh anak-anak muda.

Di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng ada kelompok peternak lele, namanya Boom Sakalaka. Kelompok ini bukan bentukan pemerintah, bukan pula sekadar kelompok seremonial. Anak-anak muda ini serius, mandiri dan tentu saja punya cita-cita besar untuk menjadi lele sebagai tuan rumah di Bali, dan tak perlu diimpor lagi dari luar Bali. Bahkan suatu saat nanti tak perlu lagi keluar malam-malam hanya untuk beli lele goreng. Di rumah, lele siap sedia, tinggal goreng.

Eks Pekerja Kapal Pesiar

Salah satu inisiator kelompok Boom Sakalaka ini adalah teman SMA saya, yakni Ngurah Arya Mandala. Ia, bapak dua orang anak, berusia 33 tahun. Ia merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebelumnya bekerja sebagai bartender di salah satu perusahaan kapal besar yang bermarkas di Amerika Serikat.

Karena pandemi dia harus pulang sebelum kontraknya berakhir. Namun bekerja bertahun-tahun di luar negeri, telah menjadikan Ngurah sebagai pribadi yang tangguh dan penuh semangat. Bisa disebut, dia adalah satu satu dari ribuan PMI yang saat ini berjuang untuk mencari peluang untuk bisa bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi karena pandemi.

“Kondisi saat ini benar-benar terpuruk, kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Saya harus putar otak agar bisa tetap bertahan dan menapkahi keluarga, ini realita yang harus dihadapi,” katanya.

Ide membuat kolam peternakan lele ini bermula ketika dia membuka literatur, bahwa lele memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan bisa disandingkan dengan ikan salmon. Di luar negeri sendiri, Ngurah sering mengkonsumsi ikan salmon, hanya saja harganya di Indonesia sangat tinggi yaitu di kisaran Rp 250.000 sampai Rp 300.000.

Desa Panji memiliki hutan yang cukup terjaga, desa ini memiliki potensi sumber air yang sangat melimpah. Itulah yang juga mendasari keinginanya untuk memaksimalkan potensi yang ada, apalagi peternakan lele sangat cocok diterapkan di kolam-kolam yang memiliki sumber yang mengalir dan juga bersih.

Hanya saja untuk mewujdukan ide itu, dia tidak bisa melakukannya seorang diri. Dia menyampaikan ide ini kepada teman-teman yang ada di sekitar rumahnya dan mereka mulai bersepakat untuk membentuk sebuah kelompok peternakan ikan lele.

Tahun 2019 akhirnya terbentuk sebuah kelompok ternak yang bernama Boom Sakalaka. Kelompok ini beranggotakan 15 orang anak muda, dimana 3 orang di antaranya adalah eks crew kapal pesiar yang sementara waktu dirumahkan karena pandemi. Benar-benar luar biasa semangat mereka.

Gayung bersambut, gagasan dan keseriusan mereka ini tersiar ke seantero desa, dan akhirnya mereka mendapatkan kesempatan kerjasama dengan management Kolam Surya Mas yang beroperasi di Desa Panji. Oleh si pemilik kolam, Ngurah dan kawan-kawan diberikan kesempatan untuk mengelola satu kolam yang dulunya digunakan sebagai kolam pancing.

Oleh Ngurah, akhirnya sepakat untuk menyekat kolam tersebut menjadi enam bagian, masing-masing bagian kolam memiliki kapasitas 2.500 benih ikan lele. Kreativitas yang tiada henti, lele ini sudah bisa dipanen antara usia 2 sampai 3 bulan.

Pemasarannya Bagaimana?

“Dulu pernah kami jual hasil panen ke pengepul, tapi setelah dihitung-hitung, keuntungannya tidak seberapa, karena memang harganya begitu murah. Jadi, kami manfaatkan jaringan pertemanan dan sosial media untuk menjualnya, lumayan kami bisa menjualnya sekitar Rp. 25.000 per kilogram, dengan hasil panen sekitar 30 kilogram per minggu,” kata Ngurah.

Kalau dalam bentuk kemasan, kelompok ini menjual dengan harga Rp. 15.000 per setengah kilogram. Konsumen tinggal goreng saja, karena sudah diberikan bumbu dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Lele yang sudah bersih dan sudah dibumbu itu difacum, dan bisa disimpan di frezzer.

Jika malam-malam ingin hidangan lele goreng, tinggal buka kulkas, ambil lele langsung digoreng. Tak perlu keluar malam. Lele sudah siap sedia di rumah.

Penulis bersama Ngurah Arya Mandala.

Untuk pakan, Ngurah menyebut kalau pakan yang diberikan itu berasal dari pelet yang dia beli di pasar. Pakan yang diperlukan sebanyak 1,5 karung untuk 1.000 ikan lele sampai panen. Biaya produksi agak tinggi karena mereka masih ketergantungan pakan pabrik yang harganya sekitar Rp.270.000 per karung.

Ke depannya Ngurah dan kawan-kawan memiliki cita-cita untuk membuat pelet sendiri dengan mengajak kerjasama para nelayan yang ada di Bali Utara. Jika nelayan memiliki kelebihan stok panen, mereka siap untuk menampung untuk kemudian olehnya akan diolah menjadi pelet.

Di samping memberikan pakan berupa palet,  Ngurah juga menyampaikan  bahwa mereka memberikan pakan berupa daun-daunan seperti daun keladi dan juga daun pepaya yang dipercaya baik diberikan karena mengandung antibiotik.

Goreng di Rumah

Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu, tiba-tiba hari sudah semakin sore. Saya akhirnya undur diri untuk pamit pulang. Lantas Ngurah memberikan saya beberapa bungkus lele facum ukuran 500 gram. Sampai di rumah, saya langsung memberikan ikan itu kepada istri, setelah itu saya pergi ke kebun belakang untuk memetik cabai dan beberapa daun kemangi untuk bisa digunakan sebagai lalapannya.

Cresssss………, suara dari dapur nyaring sekali terdengar, istri rupanya sudah mulai menggoreng ikan-ikan itu. Baunya menusuk hidung, gurih sekali. Lapar juga dibuatnya, apalagi hampir setengah hari saya belum makan.

Setelah ikan kering dan matang, akhirnya kami membuat bumbu, semua bahan di goreng sebelum di ulek, baunya sangat harum, perut semakin keroncongan dibuatnya.

Setelah semua beres, akhirnya kami bisa menikmati lele goreng itu bersama keluarga, saya membuktikan kalau lele yang dibudidayakan oleh kelompok Boom Sakalaka memang enak, dagingnya putih, gurih dan tidak ada aroma tanah yang tercium seperti umumnya ikan lele yang pernah saya konsumsi sebelumnya. [T]

Baca artikel lain dari jurnalis warga TOBING CRYSNANJAYA 

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng


Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tags: Desa Panjikulinerpecel lelepertanianpetani mudapeternakan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Next Post

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tombak Bermata Tiga

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tombak Bermata Tiga

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tombak Bermata Tiga

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co