2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
July 31, 2021
in Khas
Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Relawan Kopabara menaruh nasi jinggo ayam kampung di depan rumah warga yang sedang isolasi mandiri

Saat itu, minggu pertama penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Suara WA grup pengurus Koperasi Pangan Bali Utara (Kopabara) berdenting terus. Itu sekitar jam 4 sore, Kamis, 15 Juli 2021.

Di WA grup itu tercetus ide melakukan pembagian nasi jinggo kepada masyarakat Bali Utara. Cetusan itu bermula ketika Ni Luh Djelantik, salah satu pendiri Kopabara, berniat menyumbang 100 nasi jinggo yang akan dikelola koperasi untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, terutama yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Pengurus pun merespon dengan berkomunikasi dengan anggota yang lainnya, dan satu demi satu menyatakan berpartisipasi mulai dari Gede Kresna, Putu Adiptha, hingga Wayan Sri.

Konsep dan teknis kegiatan pun dirancang. Dari komunikasi yang alot saat itu, pengurus sepakat bahwa Kopabara membantu masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di Bali Utara. Semua rapat-rapat dilakukan secara daring.

Apa bentuk bantuan Kopabara? Ya, membagikan nasi jinggo. Kegiatan itu sama dengan apa yang dilakukan komunitas yang lain di Bali. Mungkin yang berbeda, Kopabara membagikan nasi jinggo dengan lauk ayam kampung dan babi hitam. Itu memang branding Kopabara.

Senin, 19 Juli 2021, satu persatu tahapan dijalankan, mulai dari tabulasi data desa, membuat teknis pengumpulan donasi, dan mekanisme pendistribusian. Saat itu donasi sudah terkumpul sekitar Rp. 2.500.000, sementara nasi jinggo ayam kampung yang dijual anggota Kopabara seharga 8.000 perbungkus, artinya Koipabara sudah memiliki sekitar 313 bungkus untuk bisa diberikan kepada masyarakat.

Awalnya Kopabara agak susah mendapatkan data siapa-siapa saja warga terdampak yang melakukan isoman, dan lokasinya di desa apa.

Setelah berkomunikasi langsung dengan Perbekel Kubutambahan dan Perbekel Bungkulan hingga Babinkamtibmas Bungkulan, akhirnya didapat data bahwa di Desa Kubutambahan ada sekitar 6 warga dan Desa Bungkulan ada 18 warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

The Show Must Go On, tepat Minggu juga, kami berkomunikasi dengan teman-teman relawan Karang Taruna Desa Bungkulan untuk membantu teknis transport dari Rumah Intaran, Bengkala ke masing-masing desa yaitu Kubutambahan dan Bungkulan, dan bersyukur mereka menyanggupi untuk kami ajak berkolaborasi dalam kegiatan ini, kami sangat percaya, bahwa niatan yang baik akan selalu diberikan kemudahan oleh semesta.

Senin, 19 juli 2021 kegiatan terlaksana. Nasi jinggo ayam kampung didistribusikan ke masyarakat. Cahaya matahari yang terik tak menghalangi semangat relawan yang ditemani aparat desa masuk ke pelosok-pelosok desa untuk membagikan nasi  kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Kopabara sangat merasakan, sebelum kegiatan dilaksanakan, sejumlah pengurus sempat diskusi dengan teman-teman di desa terkait kondisi saat ini, terkait keterbatasan yang ada, sehingga diperlukan upaya gotong royong untuk bisa meringankan beban mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Kegiatan ini terlaksana selama tiga hari secara berkelanjutan, dengan rata-rata perorang mendapatkan 3 bungkus nasi untuk perharinya, total nasi jinggo yang didistribusikan mencapai 216 bungkus.

Salah satu anggota Koperasi Pangan Bali Utara yang kebetulan dari Bungkulan, Gus Pandu menyampaikan terimakasih kepada kepedulian Koperasi Pangan Bali Utara apalagi kualitas nasi jinggo yang dibagikan sangat baik, beliau saat itu juga menjadi salah satu warga yang menjalani isolasi mandiri di desanya.

Saat itu Kopabara berniat memberikan uang pengganti bensin kepada relawan yang terlibat, namun sang Ketua Karang Taruna Desa Bungkulan Ari Suandi Yasa menolak dan menyampaikan, “Kami tidak bisa membantu secara materi, yang kami punya hanya tenaga saja, dan kami sangat senang dilibatkan dalam kegiatan ini,” cerminan solidaritas yang sangat tinggi dalam membantu sesama.

Setelah satu minggu jeda, 29 Juli 2021 kegiatan serupa dilanjutkan dengan menyasar Desa Baktiseraga. Para pengurus Kopabara sangat bersyukur dengan kesigapan dari aparat desa dib awah kepemimpinan Gusti Armada. Kecepatannya dalam menindaklanjuti permohonan data langsung direspon, dan Kopabara diarahkan langsung berkomunikasi dengan Sekretaris Desa Baktiseraga Kadek Yudha Pratama untuk memperoleh data dan berkoordinasi perihal teknis pelaksanaaan kegiatan.

Dan kegiatan berjalan dengan baik dengan laporan sekitar 28 warga telah mendapatkan nasi jinggo dari kegiatan ini, dan sesuai dengan rencana di awal, Kopabara akan mendistribusikan nasi untuk keperluan masyarakat yang isoman selama tiga hari ke depannya.

Pertanyaannya kini, kenapa Koperasi Pangan Bali Utara memilih paket nasi jinggo ayam kampung untuk dibagikan ke masyarakat?

Jawabannya, tentu ini bagian dari usaha koperasi yang memang sedari awal ingin memperkenalkan kembali potensi produk pangan lokal seperti ayam kampung. Tentu jika dirasakan, kualitas dari daging ayam kampung lebih khas dan sehat karena diberikan pakan rumahan yang murah dan alami.

Disamping juga telor yang digunakan adalah telor asin dari produk olahan yang dihasilkan oleh anggota koperasi, dan didapat dari peternakan bebek yang berasal dari Desa Giri Mas, Buleleng, sementara berasnya adalah beras lokal dan yang paling penting nasi jinggo ini dimasak dengan bahan lokal seperti minyak tandusan serta tidak diberikan penguat rasa tambahan.

Kopabara ingin memberikan pesan tentang solidaritas dan gotong royong untuk membantu sesama dengan menggunakan produk lokal yang dihasilkan oleh petani, peternak dan UMKM sekitarnya, sehingga perputaran uang menjadi semakin tinggi di masyarakat. Disamping itu Koperasi Pangan Bali Utara terus mendorong sosialisasi penggunaan bahan makanan yang sehat dan alami, sebagai sebuah upaya pencegahan dari timbulnya masalah kesehatan di masyarakat.

Kita berharap bersama, semoga pandemi ini segera berlalu, mereka yang sedang menderita covid-19 segera pulih, situasi ekonomi kembali bergeliat dan sosial kemasyarakatan kembali normal seperti sedia kala, tentu hal ini tidak bisa dicapai seperti membalikkan telapak tangan, tanpa ada keinginan yang kuat dari setiap individu untuk saling menguatkan dalam balutan semangat gotong royong serta disiplin diri dengan menjalankan protokol kesehatan. [T]

Tags: Koperasi Pangan Bali Utaranasi jinggopandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kucing Betina Saya Tak Mau Pulang | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Next Post

Tokoh Kita adalah Oksigen

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tokoh Kita adalah Oksigen

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co