2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
July 31, 2021
in Khas
Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Relawan Kopabara menaruh nasi jinggo ayam kampung di depan rumah warga yang sedang isolasi mandiri

Saat itu, minggu pertama penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali. Suara WA grup pengurus Koperasi Pangan Bali Utara (Kopabara) berdenting terus. Itu sekitar jam 4 sore, Kamis, 15 Juli 2021.

Di WA grup itu tercetus ide melakukan pembagian nasi jinggo kepada masyarakat Bali Utara. Cetusan itu bermula ketika Ni Luh Djelantik, salah satu pendiri Kopabara, berniat menyumbang 100 nasi jinggo yang akan dikelola koperasi untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, terutama yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Pengurus pun merespon dengan berkomunikasi dengan anggota yang lainnya, dan satu demi satu menyatakan berpartisipasi mulai dari Gede Kresna, Putu Adiptha, hingga Wayan Sri.

Konsep dan teknis kegiatan pun dirancang. Dari komunikasi yang alot saat itu, pengurus sepakat bahwa Kopabara membantu masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di Bali Utara. Semua rapat-rapat dilakukan secara daring.

Apa bentuk bantuan Kopabara? Ya, membagikan nasi jinggo. Kegiatan itu sama dengan apa yang dilakukan komunitas yang lain di Bali. Mungkin yang berbeda, Kopabara membagikan nasi jinggo dengan lauk ayam kampung dan babi hitam. Itu memang branding Kopabara.

Senin, 19 Juli 2021, satu persatu tahapan dijalankan, mulai dari tabulasi data desa, membuat teknis pengumpulan donasi, dan mekanisme pendistribusian. Saat itu donasi sudah terkumpul sekitar Rp. 2.500.000, sementara nasi jinggo ayam kampung yang dijual anggota Kopabara seharga 8.000 perbungkus, artinya Koipabara sudah memiliki sekitar 313 bungkus untuk bisa diberikan kepada masyarakat.

Awalnya Kopabara agak susah mendapatkan data siapa-siapa saja warga terdampak yang melakukan isoman, dan lokasinya di desa apa.

Setelah berkomunikasi langsung dengan Perbekel Kubutambahan dan Perbekel Bungkulan hingga Babinkamtibmas Bungkulan, akhirnya didapat data bahwa di Desa Kubutambahan ada sekitar 6 warga dan Desa Bungkulan ada 18 warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

The Show Must Go On, tepat Minggu juga, kami berkomunikasi dengan teman-teman relawan Karang Taruna Desa Bungkulan untuk membantu teknis transport dari Rumah Intaran, Bengkala ke masing-masing desa yaitu Kubutambahan dan Bungkulan, dan bersyukur mereka menyanggupi untuk kami ajak berkolaborasi dalam kegiatan ini, kami sangat percaya, bahwa niatan yang baik akan selalu diberikan kemudahan oleh semesta.

Senin, 19 juli 2021 kegiatan terlaksana. Nasi jinggo ayam kampung didistribusikan ke masyarakat. Cahaya matahari yang terik tak menghalangi semangat relawan yang ditemani aparat desa masuk ke pelosok-pelosok desa untuk membagikan nasi  kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Kopabara sangat merasakan, sebelum kegiatan dilaksanakan, sejumlah pengurus sempat diskusi dengan teman-teman di desa terkait kondisi saat ini, terkait keterbatasan yang ada, sehingga diperlukan upaya gotong royong untuk bisa meringankan beban mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Kegiatan ini terlaksana selama tiga hari secara berkelanjutan, dengan rata-rata perorang mendapatkan 3 bungkus nasi untuk perharinya, total nasi jinggo yang didistribusikan mencapai 216 bungkus.

Salah satu anggota Koperasi Pangan Bali Utara yang kebetulan dari Bungkulan, Gus Pandu menyampaikan terimakasih kepada kepedulian Koperasi Pangan Bali Utara apalagi kualitas nasi jinggo yang dibagikan sangat baik, beliau saat itu juga menjadi salah satu warga yang menjalani isolasi mandiri di desanya.

Saat itu Kopabara berniat memberikan uang pengganti bensin kepada relawan yang terlibat, namun sang Ketua Karang Taruna Desa Bungkulan Ari Suandi Yasa menolak dan menyampaikan, “Kami tidak bisa membantu secara materi, yang kami punya hanya tenaga saja, dan kami sangat senang dilibatkan dalam kegiatan ini,” cerminan solidaritas yang sangat tinggi dalam membantu sesama.

Setelah satu minggu jeda, 29 Juli 2021 kegiatan serupa dilanjutkan dengan menyasar Desa Baktiseraga. Para pengurus Kopabara sangat bersyukur dengan kesigapan dari aparat desa dib awah kepemimpinan Gusti Armada. Kecepatannya dalam menindaklanjuti permohonan data langsung direspon, dan Kopabara diarahkan langsung berkomunikasi dengan Sekretaris Desa Baktiseraga Kadek Yudha Pratama untuk memperoleh data dan berkoordinasi perihal teknis pelaksanaaan kegiatan.

Dan kegiatan berjalan dengan baik dengan laporan sekitar 28 warga telah mendapatkan nasi jinggo dari kegiatan ini, dan sesuai dengan rencana di awal, Kopabara akan mendistribusikan nasi untuk keperluan masyarakat yang isoman selama tiga hari ke depannya.

Pertanyaannya kini, kenapa Koperasi Pangan Bali Utara memilih paket nasi jinggo ayam kampung untuk dibagikan ke masyarakat?

Jawabannya, tentu ini bagian dari usaha koperasi yang memang sedari awal ingin memperkenalkan kembali potensi produk pangan lokal seperti ayam kampung. Tentu jika dirasakan, kualitas dari daging ayam kampung lebih khas dan sehat karena diberikan pakan rumahan yang murah dan alami.

Disamping juga telor yang digunakan adalah telor asin dari produk olahan yang dihasilkan oleh anggota koperasi, dan didapat dari peternakan bebek yang berasal dari Desa Giri Mas, Buleleng, sementara berasnya adalah beras lokal dan yang paling penting nasi jinggo ini dimasak dengan bahan lokal seperti minyak tandusan serta tidak diberikan penguat rasa tambahan.

Kopabara ingin memberikan pesan tentang solidaritas dan gotong royong untuk membantu sesama dengan menggunakan produk lokal yang dihasilkan oleh petani, peternak dan UMKM sekitarnya, sehingga perputaran uang menjadi semakin tinggi di masyarakat. Disamping itu Koperasi Pangan Bali Utara terus mendorong sosialisasi penggunaan bahan makanan yang sehat dan alami, sebagai sebuah upaya pencegahan dari timbulnya masalah kesehatan di masyarakat.

Kita berharap bersama, semoga pandemi ini segera berlalu, mereka yang sedang menderita covid-19 segera pulih, situasi ekonomi kembali bergeliat dan sosial kemasyarakatan kembali normal seperti sedia kala, tentu hal ini tidak bisa dicapai seperti membalikkan telapak tangan, tanpa ada keinginan yang kuat dari setiap individu untuk saling menguatkan dalam balutan semangat gotong royong serta disiplin diri dengan menjalankan protokol kesehatan. [T]

Tags: Koperasi Pangan Bali Utaranasi jinggopandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kucing Betina Saya Tak Mau Pulang | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat

Next Post

Tokoh Kita adalah Oksigen

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Tokoh Kita adalah Oksigen

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co