2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 1, 2021
in Khas
Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Made Suarti membuat sudang lepet di rumahnya di Banjar Beji, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, buleleng, Bali

Cuaca sedang panas-panasnya. Saya berjalan menyusuri sebuah gang di sebelah timur  Kantor Perbekel Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Angin sepoi-sepoi meredakan panas, membuat tubuh tak terasa lelah.

Apalagi, angin sepoi itu mendesir perlahan, menerbangkan aroma khas yang jarang tercium di tempat lain.  Itu aroma yang berasal dari pemanggangan sudang lepet.  Aroma itu masuk ke sela-sela hidung, baunya menuntun derap langkah kaki saya menuju rumah sederhana di pemukiman padat penduduk di Banjar Beji, Desa Sangsit.

Semakin berjalan, aroma semakin kuat, terlihat juga dari kejauhan asap membumbung tinggi. Akhirnya kaki sampai di halaman rumah Made Suarti. Saya datang memang untuk memesan sudang lepet sebagai cadangan lauk di masa pandemi.

Made Suarti, sosok perempuan paruh baya yang sangat tangguh dan ramah. Di tengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga dengan delapan anak, tak menyurutkan semangatnya dalam mengembangkan usaha sudang lepet yang sudah dirintisnya dari tahun 2001.

Sudah lepet adalah ikan asin khas Buleleng. Cara membuatnya pun cukup unik, dan harus dilakukan dengan ketekunan dan kesabaran.

Saya perhatikan, Made Suarti terlihat bergulat dengan pekerjaannya, dengan keramahannya dia meminta saya untuk duduk dan menunggu sejenak. Saya duduk dan memperhatikan bagaimana ibu itu bekerja. Saya seperti menonton sebuah teater kehidupan. Kehidupan yang sederhana dan kuat.

Dalam kesehariannya bekerja, Suarti dibantu oleh anak-anaknya. Mereka menyelesaikan tahapan demi tahapan pekerjaan. Ia bekerja selama 5 jam. Dari jam 12 siang sampai jam 5 sore.

 Tok, tok, tok! Itu suara yang keluar dari logam yang menyerupai golok digunakannya untuk memipihkan sudang yang baru selesai disangrai di bara, di tungku pemanggangan kecil.

“Tahapan untuk membuat sudang lepet memerlukan waktu lumayan lama,” kata Made Suarti.

Prosesnya dimulai dari pembersihan, lalu perendaman, itu biasanya memakan waktu dari 30 menit hingga 3 jam. Tergantung juga jenis ikan yang digunakan. Setelah pembersihan dan perendaman, ikan itu akan disangrai, untuk selanjutnya dipipihkan dengan alat pemipih yang dari logam yang seperti golok itu. Setelah semua sudah beres, pekerjaan dilanjutkan dengan pemanggangan, hingga akhirnya pengemasan.

Made Suarti membuat sudang lepet, tahapan demi tahapan

Berapa keping sudang yang Made Suarti bisa selesaikan dalam sehari? “Awai paling ngidaang meragatang 35 bungkus,” katanya. Dalam sehari dia hanya bisa menyelesaikan 35 bungkus. 

Setiap bungkus dia biasanya menjual dengan harga Rp.10.000. Dan itu bukan penghasilan tetap, karena usahanya ini terkadang mengalami pasang surut, tergantung tersedianya bahan.

Bahan baku ikan untuk sudang lepet itu aslinya datang dari daerah Madura, tepatnya di Pulau Sepeken. Biasanya dia mendapatkan bahan baku langsung dari Pelabuhan Dermaga Sangsit. Di dermaga itu umumnya berlabuh perahu-perahu besar yang membawa barang-barang dari pulau seberang. Made Suarti tidak hanya memproduksi sudang, dia juga memproduksi kerupuk kulit ikan dan abon sudang.

Dalam pemasarannya dia dibantu oleh anak laki-lakinya, Ketut Sudiarsana. Lelaki ini sedang mengenyam pendidikan S1 di Universitas Mahasaraswati, Denpasar dan mengambil jurusan management. Saat ini dia hanya mengikuti pelajaran via daring, oleh sebab itu seperti sebelumnya dia kembali turut serta membantu menjualkan produk sudang yang dihasilkan oleh ibunya.

“Mumpung saya sekolah management, jadi saya manfaatkan kesempatan ini untuk langsung kuliah kerja nyata dengan membantu memasarkan produk sudang dari rumah ke rumah,” kata Sudiarsana.

Sudang lepet Made Suarti siap dipasarkan

Sudiarsana mengatakan, pemasaran sudang ibunya sudah merambah sampai ke Jakarta. Hanya saja karena pandemi, permintaan semakin menurun, dan saat ini dia hanya fokus menggarap pasar lokal dengan langsung menjajakan ke rumah-rumah masyarakat serta melalui sosial medianya.

Saya menyimak apa yang disampaikan, dan sejenak berpikir tentang konsep Kampus Merdeka, kebijakan yang lahir dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk mendorong atau menstimulasi mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja nantinya, tak terkecuali mahasiswa ilmu ekonomi yang menjadi fokus pendidikan Ketut Sudiarsana saat ini.

Apalagi, menurut Sudiarsana, omzet saat ini yang dia terima setiap harinya mencapai sekitar Rp. 300.000. Sebagian keuntungan dia gunakan untuk menutupi kebutuhan quota internet bulanan yang mencapai 350.000 setiap bulannya.

Kebijakan perkuliahan daring, kata dia, mau tidak mau, kuota harus diisi terus. Kalau tidak, dia akan ketinggalan mata kuliah. Situasi yang suka tidak suka harus dihadapi, mengingat kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum bisa terlaksana.

Setelah bercerita cukup lama, akhirnya Made Suarti datang memberikan beberapa paket sudang yang saya pesan, dan akhirnya saya memutuskan untuk pamit pulang. Di rumah, sudang lepet yang pipih itu saya santap bersama istri. Ehmm, gurih! [T]

Tags: bulelengDesa Sangsitkulinerkuliner khas baliperikanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tokoh Kita adalah Oksigen

Next Post

Kenapa Ada Desa Hindu di Bali Korbankan Sapi Sebagai Persembahan?

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Lontar Mpu Kuturan | Sosok Historis atau Mitos?

Kenapa Ada Desa Hindu di Bali Korbankan Sapi Sebagai Persembahan?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co