14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 1, 2021
in Khas
Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Made Suarti membuat sudang lepet di rumahnya di Banjar Beji, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, buleleng, Bali

Cuaca sedang panas-panasnya. Saya berjalan menyusuri sebuah gang di sebelah timur  Kantor Perbekel Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Angin sepoi-sepoi meredakan panas, membuat tubuh tak terasa lelah.

Apalagi, angin sepoi itu mendesir perlahan, menerbangkan aroma khas yang jarang tercium di tempat lain.  Itu aroma yang berasal dari pemanggangan sudang lepet.  Aroma itu masuk ke sela-sela hidung, baunya menuntun derap langkah kaki saya menuju rumah sederhana di pemukiman padat penduduk di Banjar Beji, Desa Sangsit.

Semakin berjalan, aroma semakin kuat, terlihat juga dari kejauhan asap membumbung tinggi. Akhirnya kaki sampai di halaman rumah Made Suarti. Saya datang memang untuk memesan sudang lepet sebagai cadangan lauk di masa pandemi.

Made Suarti, sosok perempuan paruh baya yang sangat tangguh dan ramah. Di tengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga dengan delapan anak, tak menyurutkan semangatnya dalam mengembangkan usaha sudang lepet yang sudah dirintisnya dari tahun 2001.

Sudah lepet adalah ikan asin khas Buleleng. Cara membuatnya pun cukup unik, dan harus dilakukan dengan ketekunan dan kesabaran.

Saya perhatikan, Made Suarti terlihat bergulat dengan pekerjaannya, dengan keramahannya dia meminta saya untuk duduk dan menunggu sejenak. Saya duduk dan memperhatikan bagaimana ibu itu bekerja. Saya seperti menonton sebuah teater kehidupan. Kehidupan yang sederhana dan kuat.

Dalam kesehariannya bekerja, Suarti dibantu oleh anak-anaknya. Mereka menyelesaikan tahapan demi tahapan pekerjaan. Ia bekerja selama 5 jam. Dari jam 12 siang sampai jam 5 sore.

 Tok, tok, tok! Itu suara yang keluar dari logam yang menyerupai golok digunakannya untuk memipihkan sudang yang baru selesai disangrai di bara, di tungku pemanggangan kecil.

“Tahapan untuk membuat sudang lepet memerlukan waktu lumayan lama,” kata Made Suarti.

Prosesnya dimulai dari pembersihan, lalu perendaman, itu biasanya memakan waktu dari 30 menit hingga 3 jam. Tergantung juga jenis ikan yang digunakan. Setelah pembersihan dan perendaman, ikan itu akan disangrai, untuk selanjutnya dipipihkan dengan alat pemipih yang dari logam yang seperti golok itu. Setelah semua sudah beres, pekerjaan dilanjutkan dengan pemanggangan, hingga akhirnya pengemasan.

Made Suarti membuat sudang lepet, tahapan demi tahapan

Berapa keping sudang yang Made Suarti bisa selesaikan dalam sehari? “Awai paling ngidaang meragatang 35 bungkus,” katanya. Dalam sehari dia hanya bisa menyelesaikan 35 bungkus. 

Setiap bungkus dia biasanya menjual dengan harga Rp.10.000. Dan itu bukan penghasilan tetap, karena usahanya ini terkadang mengalami pasang surut, tergantung tersedianya bahan.

Bahan baku ikan untuk sudang lepet itu aslinya datang dari daerah Madura, tepatnya di Pulau Sepeken. Biasanya dia mendapatkan bahan baku langsung dari Pelabuhan Dermaga Sangsit. Di dermaga itu umumnya berlabuh perahu-perahu besar yang membawa barang-barang dari pulau seberang. Made Suarti tidak hanya memproduksi sudang, dia juga memproduksi kerupuk kulit ikan dan abon sudang.

Dalam pemasarannya dia dibantu oleh anak laki-lakinya, Ketut Sudiarsana. Lelaki ini sedang mengenyam pendidikan S1 di Universitas Mahasaraswati, Denpasar dan mengambil jurusan management. Saat ini dia hanya mengikuti pelajaran via daring, oleh sebab itu seperti sebelumnya dia kembali turut serta membantu menjualkan produk sudang yang dihasilkan oleh ibunya.

“Mumpung saya sekolah management, jadi saya manfaatkan kesempatan ini untuk langsung kuliah kerja nyata dengan membantu memasarkan produk sudang dari rumah ke rumah,” kata Sudiarsana.

Sudang lepet Made Suarti siap dipasarkan

Sudiarsana mengatakan, pemasaran sudang ibunya sudah merambah sampai ke Jakarta. Hanya saja karena pandemi, permintaan semakin menurun, dan saat ini dia hanya fokus menggarap pasar lokal dengan langsung menjajakan ke rumah-rumah masyarakat serta melalui sosial medianya.

Saya menyimak apa yang disampaikan, dan sejenak berpikir tentang konsep Kampus Merdeka, kebijakan yang lahir dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk mendorong atau menstimulasi mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja nantinya, tak terkecuali mahasiswa ilmu ekonomi yang menjadi fokus pendidikan Ketut Sudiarsana saat ini.

Apalagi, menurut Sudiarsana, omzet saat ini yang dia terima setiap harinya mencapai sekitar Rp. 300.000. Sebagian keuntungan dia gunakan untuk menutupi kebutuhan quota internet bulanan yang mencapai 350.000 setiap bulannya.

Kebijakan perkuliahan daring, kata dia, mau tidak mau, kuota harus diisi terus. Kalau tidak, dia akan ketinggalan mata kuliah. Situasi yang suka tidak suka harus dihadapi, mengingat kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum bisa terlaksana.

Setelah bercerita cukup lama, akhirnya Made Suarti datang memberikan beberapa paket sudang yang saya pesan, dan akhirnya saya memutuskan untuk pamit pulang. Di rumah, sudang lepet yang pipih itu saya santap bersama istri. Ehmm, gurih! [T]

Tags: bulelengDesa Sangsitkulinerkuliner khas baliperikanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tokoh Kita adalah Oksigen

Next Post

Kenapa Ada Desa Hindu di Bali Korbankan Sapi Sebagai Persembahan?

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Lontar Mpu Kuturan | Sosok Historis atau Mitos?

Kenapa Ada Desa Hindu di Bali Korbankan Sapi Sebagai Persembahan?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co