23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
August 14, 2021
in Khas
Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Emboeng Arishinta Poetra, pengelola Warung Ena Ena, Jembrana, Bali

Pernah makan di Warung Makan Ena Ena, Jembrana? Kalau belum, harus sesekali atau berkali-kali dicoba. Bukan karena menu makananya yang memang ena ena, eh, enak. Tapi juga karena misi dari warung ini yang unik.

Lihatlah di media-media sosial. Promosi warung ini tak muluk-muluk, tidak sombong, tidak ajum-ajuman. Apa yang dipromosikan memang sesuai dengan hakikat makan untuk kebutuhan paling dasar. Yakni agar kenyang dan lapar hilang.

“Lapar? Makan di Warung Makan Ena Ena, Dijamin Pasti Kenyang!” Itu promosi paling jujur, paling tahu kebutuhan orang makan. Menghilangkan lapar paling utama, masalah enak, masalah sehat, masalah sukla, itu nomor sekian.

Warung Makan Ena Ena mulai hidup dan aktif berdagang pada tanggal 20 Maret 2021, pada saat pandemi masih tak jelas kapan berakhirnya. Alasan dibuka?

“Alasan paling mendasar Ena Ena diciptakan adalah menghindari kelaparan di musim pandemi, baik menghilangkan lapar pembeli dan lapar dari pemilik warung makan,” kata Emboeng Arishinta Poetra, sang empunya warung.

Ini alasan paling masuk akal. Karena jika pembeli sudah makan di Warung Ena Ena, maka bahan dagangan laku berarti pemilik warung bisa beli beras dan bahan pokok lain untuk dimasak dan dijual lagi sekaligus untuk makan sendiri.

Tapi, jika dagangan tak laku berarti segala bahan di warung bisa dimasak untuk dimakan sendiri. Tapi besok-besoknya, bisa-bisa pemilik warung kelaparan karena tak ada uang untuk beli bahan makanan. Makanya, warung itu dibuat agar pembeli kenyang, dan pemilik warung tak kelaparan.

Kenapa namanya Ena Ena? Emboeng pun menjelaskan seperti seorang ahli dalam hal branding, sembari, tentu saja senyum-senyum.

Istilah ‘ena ena’ sebenarnya memiliki makna yang tabu yaitu berhubungan badan (ngertilah ya). Makna tabu ini beredar luas di media sosial dan dipahami banyak netizen Indonesia dengan makna yang sama, ya, itu, berhubungan badan.

“Kami tertarik untuk mencomot istilah tersebut sebagai nama warung,” katanya.

Dengan makna konotasi yang tabu itu ia berharap warungnya jadi mudah diingat dan membekas di kepala pelanggan-pelanggan. Berangkat dari nama dengan makna yang tabu, kemudian dibenturkan dengan jargon yang lebih vulgar lagi agar terkesan lebih total.

Jargonnya seperti ini: “LAPER? Ena Ena dulu! Dijamin K E N Y A N G..!”

Dalam Bahasa Indonesia, lanjut Emboeng, mungkin kenyang bisa diartikan puas (puas makan). Namun kenyang yang ditulis dengan huruf kapital dan pisah di masing-masing huruf itu bermaksud untuk mengecoh pelanggan ternyata ada makna kenyang yang berbeda jika diartikan dalam bahasa daerah Bali. Ya, dalam Bahasa Bali, kenyang, semua tahu, artinya ereksi.

Emboeng yang lulus dari jurusan Sastra Indonesia di Undiksha Singaraja mengaku tidak ada strategi pemasaran khusus atau teori-teori berdagang masa kini untuk mnengelola warung makan.

“Kami hanya menjual makanan, kalau ada yang beli berarti untung, kalau sepi ya kami makan sendiri, sesederhana itu,” katanya.

Warung Ena Ena berlokasi di Jl. Pulau Lombok No.18 LC Dauhwaru-Jembrana Bali, tepatnya di sebelah selatan Kantor Lurah Dauhwaru, barat jalan. Jika ingin kenyang, datanglah ke tempat itu.

Untuk menu di Warung Ena Ena adalah spesial hasil tambak dan tangkapan dari alam: udang, kepiting, kerang, dan ikan nila, tapi  tetap juga menyediakan menu ayam. “Karena tidak semua umat bisa makan olahan tambak, dan tidak lupa menu nasi goreng untuk antisipasi nasi tersisa,” ujar Emboeng, tetap jujur.

Oh ya, menu camilan semacam kentang goreng dan sempol juga tersedia, untuk menjaring pembeli yang sekedar ingin duduk dan bersantai

Nah ini. Kini ada pula menu terbaru yaitu Mie Julid Ena Ena. Menu ini berkonsep mie goreng pedas dengan jargon ”Sepedas omongan mulut tetangga”. Haha. Di masa PPKM ini, menu ini jadi andalan Warung Ena Ena, karena harganya yang sangat terjangkau dan efek kenikmatan pedasnya bisa terjaga di mulut dalam waktu yang lama.

“Sepuluh ribu sudah dapat seporsi mie julid dengan pilihan 4 level pedas yang siap menggoyang lidah,” kata Emboeng yang ternyata juga seorang penulis puisi ini. Biar tak rugi tamatan Sastra Indonesia, katanya.

Untuk target pemasaran mie ini adalah anak-anak remaja/ABG dengan bekal yang tidak banyak, agar tetap mampu makan dan sekedar bersenang-senang bersama teman dan kekasih. “Boleh juga datang dengan selingkuhan. Tapi, kalau ada keributan, di luar tanggung jawab pemilik warung,” ujarnya tertawa.

Bicara soal target pemasaran, sebenarnya dulu Warung Makan Ena Ena ingin menjaring pelangan dari kalanagan PNS, Pegawai Swasta, Pegawai BUNM, dan Bos Bos berduit hingga tercetus untuk menyediakan menu-menu premium semacam kepiting, udang, nila. Namun dalam perjalanan ternyata pandemi ini telah meluluhlantakkan kekayaan insan manusia di bumi ini. “Sehingga banyak menu yang pada awalnya dijagokan akhirnya dikalahkan kelarisannya oleh menu-menu murah meriah semacam nasi goreng, mie, atau paling banter ayam gorenglah,” katanya.

Bagaimana Dampak PPKM?

Sebelum PPKM darurat diberlakukan, Warung Ena Ena sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan terutama di jam-jam makan siang dan makan malam. Banyak yang datang untuk menikmati kenikmatan Ena Ena. “Namun setelah aturan-aturan yang terkesan berlebihan diterbitkan pemerintah, misalnya untuk tidak makan di tempat, warung pun jadi tampak lebih sepi, orang orang jadi enggan datang,” katanya.

“Terlebih jam operasional dibatasi sampai jam 8 malam, padahal di waktu tersebut sebenarnya saat-saat puncak orang berbelanja di warung kami,” lanjut Emboeng.

Tapi Warung Ena Ena tidak menyerah dengan keadaan. “Kekuatan sosial media kami andalkan sebagai media promosi, jasa pesan antar kami berlakukan, diskon-diskon pada menu tertentu juga kami sediakan, semata-mata agar Warung Makan Ena Ena tetap bertahan dan tidak lekang dibunuh pandemi,” kata Emboeng. [T]

Tags: balijembranakulinerkuliner lokalWarung Ena Ena
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Ini Kaum Penambah “Gelar” di Belakang Nama Kontak WhatsApp

Next Post

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”,  Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co