3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
August 14, 2021
in Khas
Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Emboeng Arishinta Poetra, pengelola Warung Ena Ena, Jembrana, Bali

Pernah makan di Warung Makan Ena Ena, Jembrana? Kalau belum, harus sesekali atau berkali-kali dicoba. Bukan karena menu makananya yang memang ena ena, eh, enak. Tapi juga karena misi dari warung ini yang unik.

Lihatlah di media-media sosial. Promosi warung ini tak muluk-muluk, tidak sombong, tidak ajum-ajuman. Apa yang dipromosikan memang sesuai dengan hakikat makan untuk kebutuhan paling dasar. Yakni agar kenyang dan lapar hilang.

“Lapar? Makan di Warung Makan Ena Ena, Dijamin Pasti Kenyang!” Itu promosi paling jujur, paling tahu kebutuhan orang makan. Menghilangkan lapar paling utama, masalah enak, masalah sehat, masalah sukla, itu nomor sekian.

Warung Makan Ena Ena mulai hidup dan aktif berdagang pada tanggal 20 Maret 2021, pada saat pandemi masih tak jelas kapan berakhirnya. Alasan dibuka?

“Alasan paling mendasar Ena Ena diciptakan adalah menghindari kelaparan di musim pandemi, baik menghilangkan lapar pembeli dan lapar dari pemilik warung makan,” kata Emboeng Arishinta Poetra, sang empunya warung.

Ini alasan paling masuk akal. Karena jika pembeli sudah makan di Warung Ena Ena, maka bahan dagangan laku berarti pemilik warung bisa beli beras dan bahan pokok lain untuk dimasak dan dijual lagi sekaligus untuk makan sendiri.

Tapi, jika dagangan tak laku berarti segala bahan di warung bisa dimasak untuk dimakan sendiri. Tapi besok-besoknya, bisa-bisa pemilik warung kelaparan karena tak ada uang untuk beli bahan makanan. Makanya, warung itu dibuat agar pembeli kenyang, dan pemilik warung tak kelaparan.

Kenapa namanya Ena Ena? Emboeng pun menjelaskan seperti seorang ahli dalam hal branding, sembari, tentu saja senyum-senyum.

Istilah ‘ena ena’ sebenarnya memiliki makna yang tabu yaitu berhubungan badan (ngertilah ya). Makna tabu ini beredar luas di media sosial dan dipahami banyak netizen Indonesia dengan makna yang sama, ya, itu, berhubungan badan.

“Kami tertarik untuk mencomot istilah tersebut sebagai nama warung,” katanya.

Dengan makna konotasi yang tabu itu ia berharap warungnya jadi mudah diingat dan membekas di kepala pelanggan-pelanggan. Berangkat dari nama dengan makna yang tabu, kemudian dibenturkan dengan jargon yang lebih vulgar lagi agar terkesan lebih total.

Jargonnya seperti ini: “LAPER? Ena Ena dulu! Dijamin K E N Y A N G..!”

Dalam Bahasa Indonesia, lanjut Emboeng, mungkin kenyang bisa diartikan puas (puas makan). Namun kenyang yang ditulis dengan huruf kapital dan pisah di masing-masing huruf itu bermaksud untuk mengecoh pelanggan ternyata ada makna kenyang yang berbeda jika diartikan dalam bahasa daerah Bali. Ya, dalam Bahasa Bali, kenyang, semua tahu, artinya ereksi.

Emboeng yang lulus dari jurusan Sastra Indonesia di Undiksha Singaraja mengaku tidak ada strategi pemasaran khusus atau teori-teori berdagang masa kini untuk mnengelola warung makan.

“Kami hanya menjual makanan, kalau ada yang beli berarti untung, kalau sepi ya kami makan sendiri, sesederhana itu,” katanya.

Warung Ena Ena berlokasi di Jl. Pulau Lombok No.18 LC Dauhwaru-Jembrana Bali, tepatnya di sebelah selatan Kantor Lurah Dauhwaru, barat jalan. Jika ingin kenyang, datanglah ke tempat itu.

Untuk menu di Warung Ena Ena adalah spesial hasil tambak dan tangkapan dari alam: udang, kepiting, kerang, dan ikan nila, tapi  tetap juga menyediakan menu ayam. “Karena tidak semua umat bisa makan olahan tambak, dan tidak lupa menu nasi goreng untuk antisipasi nasi tersisa,” ujar Emboeng, tetap jujur.

Oh ya, menu camilan semacam kentang goreng dan sempol juga tersedia, untuk menjaring pembeli yang sekedar ingin duduk dan bersantai

Nah ini. Kini ada pula menu terbaru yaitu Mie Julid Ena Ena. Menu ini berkonsep mie goreng pedas dengan jargon ”Sepedas omongan mulut tetangga”. Haha. Di masa PPKM ini, menu ini jadi andalan Warung Ena Ena, karena harganya yang sangat terjangkau dan efek kenikmatan pedasnya bisa terjaga di mulut dalam waktu yang lama.

“Sepuluh ribu sudah dapat seporsi mie julid dengan pilihan 4 level pedas yang siap menggoyang lidah,” kata Emboeng yang ternyata juga seorang penulis puisi ini. Biar tak rugi tamatan Sastra Indonesia, katanya.

Untuk target pemasaran mie ini adalah anak-anak remaja/ABG dengan bekal yang tidak banyak, agar tetap mampu makan dan sekedar bersenang-senang bersama teman dan kekasih. “Boleh juga datang dengan selingkuhan. Tapi, kalau ada keributan, di luar tanggung jawab pemilik warung,” ujarnya tertawa.

Bicara soal target pemasaran, sebenarnya dulu Warung Makan Ena Ena ingin menjaring pelangan dari kalanagan PNS, Pegawai Swasta, Pegawai BUNM, dan Bos Bos berduit hingga tercetus untuk menyediakan menu-menu premium semacam kepiting, udang, nila. Namun dalam perjalanan ternyata pandemi ini telah meluluhlantakkan kekayaan insan manusia di bumi ini. “Sehingga banyak menu yang pada awalnya dijagokan akhirnya dikalahkan kelarisannya oleh menu-menu murah meriah semacam nasi goreng, mie, atau paling banter ayam gorenglah,” katanya.

Bagaimana Dampak PPKM?

Sebelum PPKM darurat diberlakukan, Warung Ena Ena sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan terutama di jam-jam makan siang dan makan malam. Banyak yang datang untuk menikmati kenikmatan Ena Ena. “Namun setelah aturan-aturan yang terkesan berlebihan diterbitkan pemerintah, misalnya untuk tidak makan di tempat, warung pun jadi tampak lebih sepi, orang orang jadi enggan datang,” katanya.

“Terlebih jam operasional dibatasi sampai jam 8 malam, padahal di waktu tersebut sebenarnya saat-saat puncak orang berbelanja di warung kami,” lanjut Emboeng.

Tapi Warung Ena Ena tidak menyerah dengan keadaan. “Kekuatan sosial media kami andalkan sebagai media promosi, jasa pesan antar kami berlakukan, diskon-diskon pada menu tertentu juga kami sediakan, semata-mata agar Warung Makan Ena Ena tetap bertahan dan tidak lekang dibunuh pandemi,” kata Emboeng. [T]

Tags: balijembranakulinerkuliner lokalWarung Ena Ena
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Ini Kaum Penambah “Gelar” di Belakang Nama Kontak WhatsApp

Next Post

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”,  Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co