9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 9, 2021
in Khas
Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Warung Kopi milik Ko Gunawan di kawasan Kampung Tinggi, Singaraja [Foto: Tobing]

Kopi plus telur setengah matang dengan taburan merica kini seakan menjadi trend dan gaya hidup di Bali, terutama pada malam hari. Kini banyak ditemui lapak penjual kopi plus telur ayam kampung setengah matang di atas trotoar atau di tepi jalan, semisal di Denpasar, Singaraja dan kota-kota lain.

Banyak yang menganggap, telur setengah matang adalah trend baru di tengah kehidupan anak muda malam hari. Padahal, berpuluh-puluh tahun lalu di Kota Singaraja sudah ada warung kopi plus telur setengah matang yang seakan sudah jadi legenda. Banyak orang Singaraja menganggap warung itu sebagai warung kopi penuh kenangan bersama kawan, bahkan juga pacar.

Warung itu letaknya di kawasan kota tua Singaraja, di wilayah Kampung Tinggi, Jalan Surapati, Singaraja. Jika kenal dengan warung nasi syobak Che Kelok, nah, di sebelah baratnya, kira-kira 20 meter dari warung Che Kelok, di situlah tempatnya. Penjualnya, kini sudah generasi ketiga, namanya Ko Gunawan, 44 tahun usianya.

Warung kopi ini kalau dilihat dari tampilannya tampak biasa saja. Yang menjadikannya istimewa, justru karena biasa-biasa saja. Ciri ketuaan warung itu masih terlihat dengan jelas. Kayu-kayu pintu dan tembok sepertinya tak pernah diganti sejak warung itu dibuat, mungkin dibuat pada zaman kolonial.

Tapi tunggu dulu, Meski tak ditata dengan gaya warung kopi modern, semacam kafe khas anak muda zaman sekarang, namun tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan. Orang-orang pesan kopi, telur setengah matang dengan taburan merica, dengan gaya biasa-biasa juga. Sesekali mereka ngobrol bersama teman sesama ngopi.  

Ko Gunawan dan telur ayam arab di dalam gelas

Telur Ayam Arab

Akhir pekan lalu, dalam perjalanan ke Desa Panji dari Desa Bungkulan, bersama seorang sahabat, saya singgah di warung itu untuk membeli telur setengah matang di Kampung Tinggi.

Sejak SMP saya sudah terbiasa menghabiskan waktu di tempat ini, rasa kopi susunya tidak pernah berubah, dan settingan peralatan dan tempatnya terlihat masih sama, mulai dari gelas kopi, gelas tempat telur setengah matang, meja dari triplek halus hingga kursi kayu panjang yang digunakan menyimpan kenangan tersendiri bagi diri saya. Dulu saya sering diajak oleh almarhum bapak untuk ngopi di tempat ini.

Bersyukur sekali saat saya ke sana warung kondisinya sedikit lenggang, saya pikir ini waktu yang tepat untuk bisa mengulik cerita-cerita menarik di balik usaha warung kopi legendaris ini. Warung kopi ini dimiliki dan dikelola Ko Gunawan bersama istrinya. Ia memiliki nama asli Wang Siang, Ko adalah sebutan kakak untuk warga keturunan Tionghoa.  

Bluk-bluk-bluk, suara air mendidih dari dalam panci itu terdengar jelas di telinga, terlihat tangan istri dari Ko Gunawan dengan terampilnya memasukkan dua butir telur ayam ke dalam panci, sementara itu dia langsung membuat racikan kopi susu, diambilnya dengan cepat beberapa sendok kopi, ditambahkannya gula lantas diberikan susu.

Dari sisi lain dia tampak mengambil teko yang berisi air panas langsung dari tungku, digunakannya air panas itu menyeduh racikan kopi tersebut.

 Cresss…. aroma kopi susu itu tercium sampai ke hidung, membuat diri tak kuasa menahan nafsu untuk bisa menikmati kopi susu spesial itu. Hanya diperlukan waktu dua menit untuk menyiapkan itu semua. Sementara di waktu yang bersamaan, diangkatnya dua telor dari panci itu, lalu dibasuhnya dengan air mengalir untuk kemudian dikupas dan dimasukkan ke dalam gelas kecil. Lagi-lagi hanya perlu kurang dua menit untuk menyiapkan itu semua, benar-benar kecepatan yang luar biasa.

Kopi susu dan dua telur tersaji di meja, terlihat sari kuning telur itu begitu menggoda, lumer dan begitu nikmat. Lantas saya menambahkan serbuk lada alias merica di atasnya, sedikit garam dan diaduk sampai rata. Putih telur dan lumernya sari kuning tercampur rata.

Perlahan-lahan saya nikmati, apalagi langsung dinikmati sembari menyeruput kopi susu. Sungguh nikmat terasa pagi itu. Selang beberapa lama, Ko Gunawan menghampiri saya, dan kesempatan itu saya gunakan untuk menanyakan kira-kira sudah berapa lama usaha ini dirintis,

Ko Gunawan menceritakan kalau usaha kopi ini dirintis oleh kakeknya. Dia sudah tidak tahu tahun persisnya. Usaha ini sudah diwariskan dari tiga generasi mulai dari ayahnya, pamannya, dan hingga kini dilanjutkan oleh dirinya dan sepupunya Ko Tata. Koko Tata sendiri juga punya warung yang persis sama cara penyajian dan kualitas kopi serta telurnya.

Ko Gunawan menuturkan, dia mendapatkan amanat dari sang kakek untuk terus menjaga usaha ini,  serta teringat nasehatnya tentang pentingnya kejujuran, kesederhanaan dan kerja keras dalam membangun usaha.

Sejak kecil dia selalu ditanamkan sebuah nilai yang terkadang jarang kita dengarkan, bahwa melihat uang itu mestilah dilihat dari perputarannya. Untuk itulah dia selalu konsisten menjaga amanah itu, walau usaha itu kecil, namun perputaran ekonominya mampu menghidupi kebutuhan dia dan keluarganya. Dia punya dua anak.

Harga telur setengah matang sendiri dipatok diharga Rp. 3.000 per butir, dan secangkir kopi susu seharga Rp. 3.000. Saya biasanya memesan cukup dua butir saja ditemani satu cangkir kopi susu. Kebiasaan saya ini dihapal betul oleh Ko Gunawan. Kalau saya masuk warung, dia sudah tahu kalau paket sekali duduk untuk saya adalah Rp. 10.000. Selain itu di sana juga dijual telur madu, dan aneka kue yang bisa dinikmati sembari minum kopi atau setelah minum kopi sambil ngobrol-ngobrol.

Sehari Ko Gunawan sendiri menghabiskan telur sekitar 100 sampai 150 butir, belum termasuk sepupunya yang bukanya lebih pagi. Jika digabung mereka bisa sampai menghabiskan 300 butir (10 tere) seharinya.

Dulu telur yang dijual adalah telur ayam kampung, tapi kemudian telur yang digunakan adalah telur dari ras ayam arab, bentuknya menyerupai telor ayam kampung. Alasan dia menggunakan telur ayam arab karena memang saat ini sulit untuk mencari ketersediaan telur ayam kampung lokal. Kalau pun ada, susah untuk mendapatkan secara terus-menerus setiap harinya. Dia membeli satu tere telur itu seharga sekitar Rp. 70.000 di pasaran, dan katanya telur itu dipasok dari Jawa.

Dia berkilah, di tengah kondisi pandemi yang tak tentu kapan akan selesainya, menjalankan usaha haruslah tetap semangat, walau sepi, harus tetap buka, protokol kesehatan tetap jalan, namun ekonomi keluarga juga menjadi prioritas. [T]

___

Baca artikel TOBING CRYSNANJAYA lain

Tags: kulinernostalgiaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Kematian

Next Post

Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co