5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 9, 2021
in Khas
Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Warung Kopi milik Ko Gunawan di kawasan Kampung Tinggi, Singaraja [Foto: Tobing]

Kopi plus telur setengah matang dengan taburan merica kini seakan menjadi trend dan gaya hidup di Bali, terutama pada malam hari. Kini banyak ditemui lapak penjual kopi plus telur ayam kampung setengah matang di atas trotoar atau di tepi jalan, semisal di Denpasar, Singaraja dan kota-kota lain.

Banyak yang menganggap, telur setengah matang adalah trend baru di tengah kehidupan anak muda malam hari. Padahal, berpuluh-puluh tahun lalu di Kota Singaraja sudah ada warung kopi plus telur setengah matang yang seakan sudah jadi legenda. Banyak orang Singaraja menganggap warung itu sebagai warung kopi penuh kenangan bersama kawan, bahkan juga pacar.

Warung itu letaknya di kawasan kota tua Singaraja, di wilayah Kampung Tinggi, Jalan Surapati, Singaraja. Jika kenal dengan warung nasi syobak Che Kelok, nah, di sebelah baratnya, kira-kira 20 meter dari warung Che Kelok, di situlah tempatnya. Penjualnya, kini sudah generasi ketiga, namanya Ko Gunawan, 44 tahun usianya.

Warung kopi ini kalau dilihat dari tampilannya tampak biasa saja. Yang menjadikannya istimewa, justru karena biasa-biasa saja. Ciri ketuaan warung itu masih terlihat dengan jelas. Kayu-kayu pintu dan tembok sepertinya tak pernah diganti sejak warung itu dibuat, mungkin dibuat pada zaman kolonial.

Tapi tunggu dulu, Meski tak ditata dengan gaya warung kopi modern, semacam kafe khas anak muda zaman sekarang, namun tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan. Orang-orang pesan kopi, telur setengah matang dengan taburan merica, dengan gaya biasa-biasa juga. Sesekali mereka ngobrol bersama teman sesama ngopi.  

Ko Gunawan dan telur ayam arab di dalam gelas

Telur Ayam Arab

Akhir pekan lalu, dalam perjalanan ke Desa Panji dari Desa Bungkulan, bersama seorang sahabat, saya singgah di warung itu untuk membeli telur setengah matang di Kampung Tinggi.

Sejak SMP saya sudah terbiasa menghabiskan waktu di tempat ini, rasa kopi susunya tidak pernah berubah, dan settingan peralatan dan tempatnya terlihat masih sama, mulai dari gelas kopi, gelas tempat telur setengah matang, meja dari triplek halus hingga kursi kayu panjang yang digunakan menyimpan kenangan tersendiri bagi diri saya. Dulu saya sering diajak oleh almarhum bapak untuk ngopi di tempat ini.

Bersyukur sekali saat saya ke sana warung kondisinya sedikit lenggang, saya pikir ini waktu yang tepat untuk bisa mengulik cerita-cerita menarik di balik usaha warung kopi legendaris ini. Warung kopi ini dimiliki dan dikelola Ko Gunawan bersama istrinya. Ia memiliki nama asli Wang Siang, Ko adalah sebutan kakak untuk warga keturunan Tionghoa.  

Bluk-bluk-bluk, suara air mendidih dari dalam panci itu terdengar jelas di telinga, terlihat tangan istri dari Ko Gunawan dengan terampilnya memasukkan dua butir telur ayam ke dalam panci, sementara itu dia langsung membuat racikan kopi susu, diambilnya dengan cepat beberapa sendok kopi, ditambahkannya gula lantas diberikan susu.

Dari sisi lain dia tampak mengambil teko yang berisi air panas langsung dari tungku, digunakannya air panas itu menyeduh racikan kopi tersebut.

 Cresss…. aroma kopi susu itu tercium sampai ke hidung, membuat diri tak kuasa menahan nafsu untuk bisa menikmati kopi susu spesial itu. Hanya diperlukan waktu dua menit untuk menyiapkan itu semua. Sementara di waktu yang bersamaan, diangkatnya dua telor dari panci itu, lalu dibasuhnya dengan air mengalir untuk kemudian dikupas dan dimasukkan ke dalam gelas kecil. Lagi-lagi hanya perlu kurang dua menit untuk menyiapkan itu semua, benar-benar kecepatan yang luar biasa.

Kopi susu dan dua telur tersaji di meja, terlihat sari kuning telur itu begitu menggoda, lumer dan begitu nikmat. Lantas saya menambahkan serbuk lada alias merica di atasnya, sedikit garam dan diaduk sampai rata. Putih telur dan lumernya sari kuning tercampur rata.

Perlahan-lahan saya nikmati, apalagi langsung dinikmati sembari menyeruput kopi susu. Sungguh nikmat terasa pagi itu. Selang beberapa lama, Ko Gunawan menghampiri saya, dan kesempatan itu saya gunakan untuk menanyakan kira-kira sudah berapa lama usaha ini dirintis,

Ko Gunawan menceritakan kalau usaha kopi ini dirintis oleh kakeknya. Dia sudah tidak tahu tahun persisnya. Usaha ini sudah diwariskan dari tiga generasi mulai dari ayahnya, pamannya, dan hingga kini dilanjutkan oleh dirinya dan sepupunya Ko Tata. Koko Tata sendiri juga punya warung yang persis sama cara penyajian dan kualitas kopi serta telurnya.

Ko Gunawan menuturkan, dia mendapatkan amanat dari sang kakek untuk terus menjaga usaha ini,  serta teringat nasehatnya tentang pentingnya kejujuran, kesederhanaan dan kerja keras dalam membangun usaha.

Sejak kecil dia selalu ditanamkan sebuah nilai yang terkadang jarang kita dengarkan, bahwa melihat uang itu mestilah dilihat dari perputarannya. Untuk itulah dia selalu konsisten menjaga amanah itu, walau usaha itu kecil, namun perputaran ekonominya mampu menghidupi kebutuhan dia dan keluarganya. Dia punya dua anak.

Harga telur setengah matang sendiri dipatok diharga Rp. 3.000 per butir, dan secangkir kopi susu seharga Rp. 3.000. Saya biasanya memesan cukup dua butir saja ditemani satu cangkir kopi susu. Kebiasaan saya ini dihapal betul oleh Ko Gunawan. Kalau saya masuk warung, dia sudah tahu kalau paket sekali duduk untuk saya adalah Rp. 10.000. Selain itu di sana juga dijual telur madu, dan aneka kue yang bisa dinikmati sembari minum kopi atau setelah minum kopi sambil ngobrol-ngobrol.

Sehari Ko Gunawan sendiri menghabiskan telur sekitar 100 sampai 150 butir, belum termasuk sepupunya yang bukanya lebih pagi. Jika digabung mereka bisa sampai menghabiskan 300 butir (10 tere) seharinya.

Dulu telur yang dijual adalah telur ayam kampung, tapi kemudian telur yang digunakan adalah telur dari ras ayam arab, bentuknya menyerupai telor ayam kampung. Alasan dia menggunakan telur ayam arab karena memang saat ini sulit untuk mencari ketersediaan telur ayam kampung lokal. Kalau pun ada, susah untuk mendapatkan secara terus-menerus setiap harinya. Dia membeli satu tere telur itu seharga sekitar Rp. 70.000 di pasaran, dan katanya telur itu dipasok dari Jawa.

Dia berkilah, di tengah kondisi pandemi yang tak tentu kapan akan selesainya, menjalankan usaha haruslah tetap semangat, walau sepi, harus tetap buka, protokol kesehatan tetap jalan, namun ekonomi keluarga juga menjadi prioritas. [T]

___

Baca artikel TOBING CRYSNANJAYA lain

Tags: kulinernostalgiaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Kematian

Next Post

Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails
Next Post
Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co