16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 9, 2021
in Khas
Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Warung Kopi milik Ko Gunawan di kawasan Kampung Tinggi, Singaraja [Foto: Tobing]

Kopi plus telur setengah matang dengan taburan merica kini seakan menjadi trend dan gaya hidup di Bali, terutama pada malam hari. Kini banyak ditemui lapak penjual kopi plus telur ayam kampung setengah matang di atas trotoar atau di tepi jalan, semisal di Denpasar, Singaraja dan kota-kota lain.

Banyak yang menganggap, telur setengah matang adalah trend baru di tengah kehidupan anak muda malam hari. Padahal, berpuluh-puluh tahun lalu di Kota Singaraja sudah ada warung kopi plus telur setengah matang yang seakan sudah jadi legenda. Banyak orang Singaraja menganggap warung itu sebagai warung kopi penuh kenangan bersama kawan, bahkan juga pacar.

Warung itu letaknya di kawasan kota tua Singaraja, di wilayah Kampung Tinggi, Jalan Surapati, Singaraja. Jika kenal dengan warung nasi syobak Che Kelok, nah, di sebelah baratnya, kira-kira 20 meter dari warung Che Kelok, di situlah tempatnya. Penjualnya, kini sudah generasi ketiga, namanya Ko Gunawan, 44 tahun usianya.

Warung kopi ini kalau dilihat dari tampilannya tampak biasa saja. Yang menjadikannya istimewa, justru karena biasa-biasa saja. Ciri ketuaan warung itu masih terlihat dengan jelas. Kayu-kayu pintu dan tembok sepertinya tak pernah diganti sejak warung itu dibuat, mungkin dibuat pada zaman kolonial.

Tapi tunggu dulu, Meski tak ditata dengan gaya warung kopi modern, semacam kafe khas anak muda zaman sekarang, namun tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan. Orang-orang pesan kopi, telur setengah matang dengan taburan merica, dengan gaya biasa-biasa juga. Sesekali mereka ngobrol bersama teman sesama ngopi.  

Ko Gunawan dan telur ayam arab di dalam gelas

Telur Ayam Arab

Akhir pekan lalu, dalam perjalanan ke Desa Panji dari Desa Bungkulan, bersama seorang sahabat, saya singgah di warung itu untuk membeli telur setengah matang di Kampung Tinggi.

Sejak SMP saya sudah terbiasa menghabiskan waktu di tempat ini, rasa kopi susunya tidak pernah berubah, dan settingan peralatan dan tempatnya terlihat masih sama, mulai dari gelas kopi, gelas tempat telur setengah matang, meja dari triplek halus hingga kursi kayu panjang yang digunakan menyimpan kenangan tersendiri bagi diri saya. Dulu saya sering diajak oleh almarhum bapak untuk ngopi di tempat ini.

Bersyukur sekali saat saya ke sana warung kondisinya sedikit lenggang, saya pikir ini waktu yang tepat untuk bisa mengulik cerita-cerita menarik di balik usaha warung kopi legendaris ini. Warung kopi ini dimiliki dan dikelola Ko Gunawan bersama istrinya. Ia memiliki nama asli Wang Siang, Ko adalah sebutan kakak untuk warga keturunan Tionghoa.  

Bluk-bluk-bluk, suara air mendidih dari dalam panci itu terdengar jelas di telinga, terlihat tangan istri dari Ko Gunawan dengan terampilnya memasukkan dua butir telur ayam ke dalam panci, sementara itu dia langsung membuat racikan kopi susu, diambilnya dengan cepat beberapa sendok kopi, ditambahkannya gula lantas diberikan susu.

Dari sisi lain dia tampak mengambil teko yang berisi air panas langsung dari tungku, digunakannya air panas itu menyeduh racikan kopi tersebut.

 Cresss…. aroma kopi susu itu tercium sampai ke hidung, membuat diri tak kuasa menahan nafsu untuk bisa menikmati kopi susu spesial itu. Hanya diperlukan waktu dua menit untuk menyiapkan itu semua. Sementara di waktu yang bersamaan, diangkatnya dua telor dari panci itu, lalu dibasuhnya dengan air mengalir untuk kemudian dikupas dan dimasukkan ke dalam gelas kecil. Lagi-lagi hanya perlu kurang dua menit untuk menyiapkan itu semua, benar-benar kecepatan yang luar biasa.

Kopi susu dan dua telur tersaji di meja, terlihat sari kuning telur itu begitu menggoda, lumer dan begitu nikmat. Lantas saya menambahkan serbuk lada alias merica di atasnya, sedikit garam dan diaduk sampai rata. Putih telur dan lumernya sari kuning tercampur rata.

Perlahan-lahan saya nikmati, apalagi langsung dinikmati sembari menyeruput kopi susu. Sungguh nikmat terasa pagi itu. Selang beberapa lama, Ko Gunawan menghampiri saya, dan kesempatan itu saya gunakan untuk menanyakan kira-kira sudah berapa lama usaha ini dirintis,

Ko Gunawan menceritakan kalau usaha kopi ini dirintis oleh kakeknya. Dia sudah tidak tahu tahun persisnya. Usaha ini sudah diwariskan dari tiga generasi mulai dari ayahnya, pamannya, dan hingga kini dilanjutkan oleh dirinya dan sepupunya Ko Tata. Koko Tata sendiri juga punya warung yang persis sama cara penyajian dan kualitas kopi serta telurnya.

Ko Gunawan menuturkan, dia mendapatkan amanat dari sang kakek untuk terus menjaga usaha ini,  serta teringat nasehatnya tentang pentingnya kejujuran, kesederhanaan dan kerja keras dalam membangun usaha.

Sejak kecil dia selalu ditanamkan sebuah nilai yang terkadang jarang kita dengarkan, bahwa melihat uang itu mestilah dilihat dari perputarannya. Untuk itulah dia selalu konsisten menjaga amanah itu, walau usaha itu kecil, namun perputaran ekonominya mampu menghidupi kebutuhan dia dan keluarganya. Dia punya dua anak.

Harga telur setengah matang sendiri dipatok diharga Rp. 3.000 per butir, dan secangkir kopi susu seharga Rp. 3.000. Saya biasanya memesan cukup dua butir saja ditemani satu cangkir kopi susu. Kebiasaan saya ini dihapal betul oleh Ko Gunawan. Kalau saya masuk warung, dia sudah tahu kalau paket sekali duduk untuk saya adalah Rp. 10.000. Selain itu di sana juga dijual telur madu, dan aneka kue yang bisa dinikmati sembari minum kopi atau setelah minum kopi sambil ngobrol-ngobrol.

Sehari Ko Gunawan sendiri menghabiskan telur sekitar 100 sampai 150 butir, belum termasuk sepupunya yang bukanya lebih pagi. Jika digabung mereka bisa sampai menghabiskan 300 butir (10 tere) seharinya.

Dulu telur yang dijual adalah telur ayam kampung, tapi kemudian telur yang digunakan adalah telur dari ras ayam arab, bentuknya menyerupai telor ayam kampung. Alasan dia menggunakan telur ayam arab karena memang saat ini sulit untuk mencari ketersediaan telur ayam kampung lokal. Kalau pun ada, susah untuk mendapatkan secara terus-menerus setiap harinya. Dia membeli satu tere telur itu seharga sekitar Rp. 70.000 di pasaran, dan katanya telur itu dipasok dari Jawa.

Dia berkilah, di tengah kondisi pandemi yang tak tentu kapan akan selesainya, menjalankan usaha haruslah tetap semangat, walau sepi, harus tetap buka, protokol kesehatan tetap jalan, namun ekonomi keluarga juga menjadi prioritas. [T]

___

Baca artikel TOBING CRYSNANJAYA lain

Tags: kulinernostalgiaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Kematian

Next Post

Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
0
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

Read moreDetails

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
0
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

Read moreDetails

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Sugantika Lekung | “Udah Gitu Aja!”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co