26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [29]: Tangis Wanita di Studio Podcast

Chusmeru by Chusmeru
August 21, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

WAJAH gembira tak dapat disembunyikan Isnaeni. Sebagai Kepala Laboratorium Komunikasi, Isnaeni baru saja mendapat kabar menyenangkan. Dana hibah dari pemerintah atas usulan yang dibuatnya telah turun. Kini laboratorium yang dikelolanya memiliki studio podcast.

Kabar gembira itu disambut antusias seluruh dosen, pegawai, dan mahasiswa. Sudah lama semua berharap memiliki studio podcast yang kini diminati banyak orang, baik tokoh maupun selebritis. Dengan memiliki studio, beragam siaran audio maupun visual dapat dilakukan di laboratorium. Ini akan menjadi nilai tambah program studi; dan tentu saja Isnaeni sebagai Kepala Laboratorium.

Tanpa menunda waktu, Isnaeni segera membentuk tim pengelola podcast. Ia ingin melibatkan semua civitas dalam pengelolaan podcast, mulai dari dosen, pegawai, dan mahasiswa. Harapannya, studio podcast itu nanti akan menghasilkan produk-produk komunikasi digital yang dapat dinikmati masyarakat.

 Isnaeni sendiri menjadi podcaster, orang yang paling bertanggung jawab atas pembuatan dan pengelolaan podcast. Sebagai produser, Isnaeni menunjuk dosen muda Mira Yasinta yang akan mengelola proses produksi, dari perencanaan hingga distribusi. Nikita Anjani dan Putra Permana mewakili mahasiswa sebagai host atau pemandu acara podcast.

 Proses pengeditan hasil rekaman diserahkan kepada pegawai, Wahyono sebagai editor. Dia pegawai yang menguasai teknik komputer. Wahyono diharapkan mampu mengantisipasi kesalahan dalam rekaman serta menambahkan efek suara maupun musik. Dengan kerjasama tim pengelola podcast diharapkan akan dihasilkan produk siaran yang bagus.

Setelah tim pengelola terbentuk, Isnaeni merencanakan untuk menyusun program acara podcast, mulai acara harian, mingguan, dan bulanan. Isnaeni berharap acara podcast bervariasi, mulai dari topik hingga narasumbernya, sehingga hasilnya tidak membosankan.

Untuk podcast harian akan diisi dengan narasumber mahasiswa. Banyak isu maupun aktivitas yang berkaitan dengan mahasiswa maupun remaja yang berkembang saat ini. Beberapa agenda isu, seperti FOMO, YOLO, Frugal Living, dan “Stecu “ mulai disusun untuk diskusi podcast.

Sedangkan program mingguan, Isnaeni akan mengundang narasumber dari jurusan, fakultas, dan universitas. Banyak dosen yang berprestasi di kampus Isnaeni. Beberapa dosen menyandang penghargaan dari luar negeri untuk riset maupun publikasi ilmiah. Gagasan-gagasan inovatif juga banyak dihasilkan dosen di kampusnya.

Program bulanan diharapkan menjadi agenda unggulan dari podcast yang dikelola Isnaeni. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Ia berencana untuk mendatangkan narasumber yang berkiprah di kancah nasional dan internasional serta sedang menjadi perhatian publik. Sesekai Isnaeni juga akan mengundang pelaku seni budaya dan tokoh politik nasional serta artis untuk mendongkrak popularitas podcastnya.

***

Uji coba podcast dilakukan Isnaeni dengan menghadirkan dua narasumber sekaligus, yaitu mahasiswa Aprilia Wijayanti dan dosen Ageng Nugraha. Topik yang dibahas terkait kesehatan mental generasi Z dan milenial menghadapi kompleksitas kehidupan. Kebetulan Ageng Nugraha mengajar mata kuliah Komunikasi Kesehatan.

Nikita Anjani menjadi host yang memandu acara podcast di sore hari. Semua kru sudah siap untuk memastikan podcast berjalan lancar. Suasana laboratorium tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang praktikum fotografi di ruang sebelah.

Saat podcast sudah mulai berjalan, terjadi keanehan. Tercium aroma kopi di ruang podcast. Padahal tak ada seorang pun yang membawa kopi ke dalam studio. Meskipun Ageng Nugraha termasuk penggemar berat kopi. Semua saling pandang. Aroma kopi kian menyengat dihidung. Suasana sedikit menegangkan.

Isnaeni yang turut menyaksikan podcast memberi isyarat agar podcast dihentikan dulu. Ia memeriksa dapur laboratorium yang berdekatan dengan ruang podcast untuk memastikan apakah ada orang yang sedang membuat kopi. Ternyata tidak ada. Lalu dari mana aroma kopi di ruang podcast, pikir Isnaeni.

Podcast yang baru berjalan lima menit pun terhenti karena aroma kopi. Wahyono sebagai editor memutuskan untuk menyetel hasil rekaman. Betapa terkejut semua yang hadir di studio podcast. Suara tangis wanita terdengar selama perbincangan host dengan narasumber. Studio podcast berubah menjadi ruangan yang mencekam.

Suara tangis wanita dalam rekaman itu begitu jelas. Isnaeni meminta Wahyono untuk memastikan proses rekaman tidak mengalami gangguan, sehingga ada suara dari luar studio yang masuk. Wahyono memutar kembali sambil mengecek hasil rekaman. Suara tangis wanita itu sangat menyayat hati. Semua merinding. Proses rekaman dihentikan. Semua keluar dari studio podcast.

Isnaeni sebagai Kepala Laboratorium dan penanggung jawab podcast masih penasaran. Ia bertanya kepada mahasiswa yang ada di luar studio, apakah ada yang menangis? Semua menjawab tidak. Mahasiswa sedang mengerjakan tugas dengan serius di laboratorium. Bulu kuduk Isnaeni berdiri. Berarti tangisan itu adalah hantu penunggu kampus, pikirnya ketakutan.

Minggu berikutnya giliran Putra Permana menjadi host podcast yang mengangkat isu seni budaya. Ia ditemani Mira Yasinta, dosen yang juga produser podcast. Narasumber podcast adalah Wagirah, tokoh penari lengger Banyumas yang terkenal. Wagirah berhasil memajukan dan melestarikan kesenian lengger. Bahkan beberapa kali ia diundang untuk tampil ke luar negeri.

Saat wawancara sedang berlangsung, Putra Permana mencium aroma kopi. Ia memandang Mira Yasinta yang juga memberi isyarat mencium aroma kopi. Perbincangan dengan Wagirah tetap berlanjut, namun Putra Permana sudah kehilangan konsentrasi.

“Kok bau kopi yaa..,” celetuk Wagirah di tengah acara podcast masih berlangsung.

Tidak ada seorang pun yang memberi jawaban. Putra Permana, Mira Yasinta, dan Wahyono tampak ketakutan. Aroma kopi yang tercium saat podcast pertama, kini muncul lagi. Wagirah sebagai narasumber juga ikut menahan rasa takut. Sebagai penari lengger Wagirah memang suka minum kopi. Tetapi di studio podcast tidak ada yang membuatkannya kopi. Tentu saja Wagirah heran.

Proses rekaman podcast dihentikan, karena celetukan Wagirah. Wahyono harus mengedit hasil rekaman agar tidak muncul pertanyaan Wagirah tentang bau kopi. Mereka kembali dikagetkan oleh suara tangisan wanita dalam rekaman podcast. Isak tangis wanita itu membuat orang-orang yang berada di studio podcast merinding ketakutan.

Mendapat kabar tentang suara tangis wanita dalam hasil rekaman, Isnaeni memutuskan untuk menghentikan sementara waktu proses produksi podcast. Ia ingin Wahyono dan staf teknisi di kampus memeriksa semua peralatan podcast. Isnaeni masih agak ragu, apakah suara tangisan wanita itu karena gangguan teknis rekaman; ataukah memang ada hantu wanita di studio podcast.

***

Hampir satu bulan kegiatan podcast dihentikan. Wahyono dan teknisi kampus memastikan semua peralatan di studio tidak mengalami masalah. Berarti selama ini suara tangisan wanita di studio podcast adalah misteri. Meski demikian Isnaeni tetap melanjutkan program rekaman.

Kali ini podcast menghadirkan Joni Dirgantara, seorang alumni yang sudah sukses menjadi pengusaha di Jakarta. Berbagai kiat untuk menjadi pengusaha ingin digali dari Joni Dirgantara. Nikita Anjani menjadi host yang akan memandu perbincangan, ditemani seluruh pengelola podcast. Semua ingin memastikan bahwa tidak ada lagi gangguan dalam proses rekaman.

Sebagai alumni, Joni Dirgantara berbagi tips untuk memulai bisnis. Setiap lulusan sarjana di kampusnya diharapkan tidak hanya ingin menjadi pegawai negeri. Peluang usaha di luar instansi pemerintah begitu banyak. Terpenting harus berani merangkak dari bawah dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko.

Saat perbincangan begitu asyik, tiba-tiba tercium aroma kopi. Kembali semua pengelola podcast terkejut. Joni Dirgantara bingung melihat perubahan wajah Nikita Anjani yang tampak seperti orang ketakutan.

“Ada apa mbak? Kok bau kopi ya..?” tanya Joni Dirgantara kepada Nikita Anjani

“Anu kak.. anuu.. eee…,” jawab Nikita Anjani terbata-bata, sulit untuk menjelaskan.

Belum lagi terjawab pertanyaan Joni Dirgantara, terdengar suara tangisan wanita. Kali ini tangisan itu bukan ada di hasil rekaman, tetapi terdengar di ruangan podcast. Semua kaget dan ketakutan. Joni Dirgantara menatap seisi ruangan, mencari asal suara tangisan. Namun ia tak menemukannya. Suara tangisan itu begitu pilu, menggema ke suluruh ruangan podcast.

Nikita Anjani yang sedang memandu podcast pun ketakutan. Tangannya begitu gemetaran saat melepas headset di kepalanya. Suasana ruangan menjadi tegang. Suara tangisan itu kian menyayat hati. Dan tiba-tiba lampu di studio podcast padam. Semua berhamburan keluar dari studio. Acara rekaman terhenti.

Isnaeni menyerah. Untuk kali ini ia percaya bahwa suara tangis wanita itu adalah hantu yang mendiami studio podcast. Jika memang hanya masalah teknis, suara tangis wanita itu hanya akan muncul di hasil rekaman. Namun ternyata tangisan itu juga terdengar keras saat acara podcast sedang berlangsung.

Kegembiraan Isnaeni sebagai Kepala Laboratorium pupus oleh peristiwa tangis wanita di studio podcast. Padahal ia sangat berharap dengan hadirnya podcast akan mampu mengangkat citra kampusnya, sekaligus sebagai sarana praktikum bagi mahasiswa.

Diceritakan kejadian di studio podcast kepada paman Isnaeni. Kebetulan pamannya seorang pelaku tradisi Kejawen yang paham tentang hal-hal gaib. Harapannya, tak lagi terdengar suara tangis wanita di studio, sehingga program podcast dapat terus terlaksana.

“Itu suara wanita yang salah pati, meninggal belum saatnya di masa lalu. Ia menghuni ruangan di kampus, karena hawanya yang sejuk,” jelas paman Isnaeni.

“Bagaimana agar suara tangisan itu tidak muncul lagi, Paman?” tanya Isnaeni.

“Wanita itu di masa lalunya memang suka minum kopi. Coba setiap ada acara di studio podcast, disediakan secangkir kopi pahit di meja. Mudah-mudahan tidak terdengar lagi suara tangis,” saran paman Isnaeni.

Mendengar penjelasan dan saran dari pamannya, Isnaeni sedikit lega. Paling tidak, Isnaeni jadi tahu bahwa suara tangisan itu memang berasal dari makhluk halus yang ada di studio podcast. Perkara wanita itu meninggal dengan cara yang salah atau belum waktunya, Isnaeni tak begitu tertarik untuk memikirkannya.

Secangkir kopi pahit telah tersaji di meja podcast ketika Gondo Siswono, seorang politisi yang dermawan dihadirkan dalam diskusi tentang perilaku politik Gen Z. Perbincangan berlangsung menarik, karena Gondo Siswono juga politisi muda dari kalangan milenial.

 Tidak terdengar suara tangis wanita selama diskusi berjalan. Putra Permana yang memandu diskusi tampak sumringah. Isnaeni dan para pengelola podcast juga penuh senyum mengikuti perbincangan. Kalau pun tercium aroma kopi, itu berasal dari secangkir kopi pahit yang disuguhkan di atas meja podcast. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kampusku Sarang Hantu [28]: Perpustakaan yang Menyeramkan
 Kampusku Sarang Hantu [27]: Taman Kampus, Taman Hantu
Kampusku Sarang Hantu [26]: Tamu Tak Diundang Tengah Malam
Kampusku Sarang Hantu [25]: Tangis Bayi di Tangga Kampus
Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal
Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Arjuna Wiwaha, Cerita Bersambung dalam Pameran “The Beauty of Wayang” di Pustaka Bali Seni Denpasar

Next Post

Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Kemping yang Mencekam

by Chusmeru
October 15, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails
Next Post
Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co