22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal

Chusmeru by Chusmeru
July 17, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

OLAHRAGA kini bukan hanya menjadi tren bagi anak muda, tetapi hampir menjadi kebutuhan dalam kehidupan. Banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan, mulai dari yang gratis, murah, hingga yang memerlukan biaya jutaan.

Jalan dan lari termasuk olahraga yang gratis dan murah. Meski demikian, jalan dan lari bisa juga menelan biaya hingga puluhan juta. Mahalnya bukan pada aktivitas fisik berjalan atau berlari, tetapi pada kalcer-nya. Peralatan, pakaian, dan asesori untuk jalan dan lari itu yang bisa menjadikannya mahal.

Bagi mahasiswa, olahraga hanya dilakukan untuk kebugaran dan mengisi waktu luang. Kegiatan perkuliahan yang padat membuat mahasiswa berolahraga sesuai kesempatan. Bisa dilakukan pagi hari, siang, hingga sore dan malam hari. Semua tergantung jadwal kuliah. Yang pasti hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur yang sering dimanfaatkan untuk olahraga.

Banyak pilihan olahraga bagi mahasiswa, baik olahraga permainan maupun ketangkasan. Sarana olahraga di kampus juga cukup banyak. Biasanya mahasiswa ikut olahraga yang ada dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) di fakultas maupun universitas.

Bagi Hendra Pradipta, mahasiswa Fisip,  olahraga adalah hobi. Oleh karena itu ia memilih futsal sebagai upaya menjaga kebugaran sekaligus menyalurkan hobinya. Kebetulan banyak temannya yang memiliki hobi sama, sehingga ia memiliki klub untuk latihan secara rutin. Futsal tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, tetapi asyik karena bisa bermain di siang maupun malam hari.

Banyak lapangan futsal di sekitaran kampus. Futsal sendiri kabarnya berasal dari bahasa Spanyol, yaitu futbol dan sala, yang artinya sepak bola di dalam ruangan. Lapangan futsal berada di dalam gedung atau ruangan. Para pemain akan membayar biaya sewa gedung untuk bermain futsal dalam hitungan menit atau jam.

Bukan hanya laki-laki, mahasiswa perempuan juga banyak yang menyukai futsal. Olahraga ini cukup menguras keringat, tetapi santai karena para pemain bisa sambil bercanda. Lapangan yang tidak terlalu luas membuat olahraga futsal banyak diminati mahasiswa.

Futsal juga sering dipertandingkan di kampus. Setiap acara dies natalis fakultas maupun universitas biasanya diadakan pertandingan futsal. Acara akan berlangsung seru, karena suporter dari masing-masing fakultas akan meramaikan lapangan sebagaimana pertandingan sepak bola. Meski demikian para pendukung futsal lebih tertib dibanding sepakbola. Jarang terjadi kerusuhan dalam pertandingan futsal.

***

Dies natalis universitas kali ini mengadakan pertandingan futsal antarfakultas. Hendra Pradipta didapuk menjadi kapten tim futsal Fisip. Ia memiliki tim yang terdiri dari sepuluh pemain yang berasal dari semua jurusan yang ada di fakultas. Mereka rutin latihan setiap minggu. Tak heran jika tim futsal Fisip selalu menjadi juara pertama dalam setiap ajang dies natalis.

Sebenarnya tim futsal fakultas lain juga hebat. Fakultas ekonomi dan fakultas hukum merupakan saingan berat Fisip. Selain materi pemain yang bagus, kedua fakultas itu memiliki suporter yang sangat fanatik. Setiap fakultasnya bermain, suporter akan memadati lapangan dengan poster, spanduk, dan yel-yel.

Putaran pertama, tim Fisip berhadapan dengan tim fakultas pertanian. Hendra Pradipta bermain bersama Agus, Wily, Robert, dan Dino. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Robert sudah berhasil mencetak gol. Tepuk tangan meriah dari suporter, termasuk dari Triasih Wulan, Wakil Dekan bidang kemahasiswaan.

Menit ke lima, pemain dengan nomor punggung 18 mencetaki gol ke gawang fakultas pertanian. Hendra Pradipta kaget. Seingat dia, timnya tidak ada yang menggunakan jersey dengan nomor 18. Lalu siapakah dia? Hendra Pradipta menghitung timnya. Hanya berlima. Mengapa tadi ada pemain keenam di timnya?.

Memasuki babak kedua, suasana pertandingan menjadi tegang. Fakultas pertanian kembali kebobolan pada menit awal. Dan lagi-lagi yang memasukkan gol pemain dengan nomor punggung 18. Kapten dan manajer tim fakultas pertanian mengajukan protes, karena tim Fisip terdiri dari enam pemain. Anehnya, saat wasit mengecek, jumlah pemain futsal Fisip hanya lima.

Semua pemain bingung. Tiba-tiba angin bertiup di dalam lapangan. Bau wangi melati menyebar ke penjuru lapangan. Wasit dan para pemain merinding ketakutan. Siapakah pemain keenam Fisip yang bernomor 18 itu? Apakah dia hantu di lapangan futsal?

Kemenangan tim Fisip atas fakultas pertanian dengan skor 6-0 mengundang kontroversi. Meskipun tim fakultas pertanian memang lemah. Kehadiran pemain”keenam” di tim Fisip membuat curiga. Banyak yang menduga tim Fisip menggunakan dukun dalam pertandingan itu, sehingga ada pemain misterius yang mencetak gol.

Babak perdelapan final, tim Fisip bertemu dengan tim fakultas biologi. Di atas kertas Fisip akan memenangkan pertandingan, karena secara kualitas pemainnya lebih unggul dibanding biologi. Terbukti baru menit pertama Hendra mencetak gol. Skor tersebut berubah menjadi 2-0 saat Wily mencetak gol. Peristiwa misterius kembali terjadi. Pemain dengan nomor punggung 18 di Fisip mencetak gol ketiga ke gawang biologi pada menit ke tujuh. Skor 3-0 untuk Fisip.

Hendra terkejut. Ia bertanya pada Wily.

“Siapa yang barusan mencetak gol?”.

“Entahlah.., bukan kawan kita,” jawab Wily dengan wajah bingung.

Bukan hanya Hendra dan Wily yang melihat pemain nomor 18 mencetak gol. Wakil Dekan, Triasih Wulan juga melihat ada pemain “keenam” Fisip yang mencetak gol. Padahal saat dihitung pemain Fisip hanya lima orang. Pemain nomor 18 tak tampak. Semua heran, sekaligus merinding. Mengapa ada pemain misterius di tim Fisip.

Setelah istirahat turun minum, pertandingan dilanjutkan. Pemain misterius bernomor 18 muncul kembali. Ia mencetak tiga gol sekaligus. Hal ini membuat tim biologi protes kepada wasit, karena menelan kekalahan 6-0. Tim biologi menuding Fisip pakai dukun dengan mengundang pemain hantu. Namun wasit tidak mampu berbuat banyak. Semua pemain yang terdaftar sudah dihitung. Tidak ada pemain bernomor punggung 18. Kemenangan tim Fisip dianggap sah, meskipun empat gol dicetak oleh pemain “keenam”.

Kejadian serupa kembali terulang pada perempat final, ketika Fisip bertemu fakultas ekonomi. Di menit awal, ekonomi berhasil unggul dengan mencetak gol ke gawang Fisip. Sorak sorai suporter fakultas ekonomi gemuruh di dalam gedung futsal. Fisip tertinggal. Memang fakultas ekonomi memiliki pemain yang berkualitas.

Menit ke delapan, Hendra menyamakan kedudukan dengan tendangannya ke gawang ekonomi. Skor 1-1 hanya bertahan dua menit. Fakultas ekonomi kembali mencetak gol ke gawang Fisip. Ketinggalan 1-2 membuat supoter Fisip memberikan dukungan yel-yel. Tiba-tiba pemain misterius muncul di tim Fisip dan langsung mencetak dua gol di babak pertama.

Aroma bunga melati menebar ke penjuru lapangan dan ke tribun supoter di babak kedua pertandingan. Beberapa pemain saling pandang. Sebagian penonton juga terkejut dengan aroma melati. Suasana pertandingan menjadi mencekam. Pemain “keenam” muncul kembali mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang ekonomi.

Kedudukan berakhir 6-2 untuk kemenangan Fisip. Para pemain dan manajer tim fakultas ekonomi heran, mengapa Fisip tiba-tiba mampu mencetak enam gol. Dugaan bermain dukun kembali dialamatkan kepada Fisip. Namun tidak ada seorang pun yang bisa membuktikannya.

***

Fisip akan bertemu fakultas hukum di babak final. Pertandingan yang menarik dan klasik, karena kedua tim sudah sering bertemu di final. Masing-masing optimis akan merebut juara pertama. Hendra Pradipta sangat yakin akan menang, meskipun tanpa kehadiran pemain hantu nomor 18.

Manajer tim fakultas hukum menduga ada sesuatu yang tidak beres pada tim Fisip yang selalu menang dengan skor banyak. Apalagi peristiwa menyeramkan selalu terjadi saat Fisip bertanding. Aroma bunga melati dan kehadiran pemain “keenam” menambah kecurigaan tim fakultas hukum.

Diam-diam manajer tim fakultas hukum mendatangi pengelola lapangan futsal. Mereka ingin melihat rekaman kamera CCTV untuk melihat permainan tim Fisip. Betapa terkejut mereka saat melihat ada pemain “keenam” bernomor punggung 18 selalu ikut bermain saat tim Fisip bertanding. Manajer tim fakultas hukum menanyakan kepada pengelola tentang pemain misterius itu.

“Wajahnya mirip dengan pemain futsal yang dulu meninggal di lapangan,” kata pengelola futsal.

“Haaahh…! Bagaimana kejadiannya?” tanya manajer tim fakultas hukum.

“Tahun lalu ada pemain futsal bernomor 18 yang tewas di pinggir lapangan. Hasil diagnosis dokter, terkena serangan jantung,” jelas pengelola futsal.

Manajer tim fakultas hukum dan beberapa pemain yang ikut menonton CCTV itu kaget. Ternyata selama ini tim Fisip bertanding dengan bantuan pemain “keenam”, arwah pemain futsal nomor 18 yang tewas di lapangan. Anehnya, ketika CCTV itu diputar ulang untuk dokumentasi, pemain “keenam” itu tidak lagi kelihatan.

Mengantisipasi kejadian hadirnya pemain “keenam” terulang kembali, pihak pengelola membuatkan jersey bernomor 18 dan dipasang di tembok pinggir lapangan. Jersey itu juga sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemain nomor 18 di pinggir lapangan setahun yang lalu. Dengan harapan arwahnya tenang di alam baka dan tidak ikutan bermain futsal di lapangan.

Babak final berlangsung sangat ketat. Tim Fisip dan fakultas hukum memiliki kekuatan yang seimbang. Supoter kedua tim juga sama-sama bersemangat. Disaksikan Rektor, pertandingan dua tim yang selalu jadi langganan final itu sangat seru, saling jual beli serangan.

Tidak tercipta banyak gol dalam laga final. Fisip hanya menang tipis 2-1 atas fakultas hukum. Tidak tampak lagi pemain “keenam” yang ikut menceatk gol. Namun bukan berarti kemenangan Fisip selama ini karena bantuan pemain “keenam” itu. Kekompakan dan kualitas para pemain, dan kepemimpinan tim di bawah kapten Hendra Pradipta adalah kunci kemenangan.  [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

Next Post

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails
Next Post
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co