1 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal

Chusmeru by Chusmeru
July 17, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

OLAHRAGA kini bukan hanya menjadi tren bagi anak muda, tetapi hampir menjadi kebutuhan dalam kehidupan. Banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan, mulai dari yang gratis, murah, hingga yang memerlukan biaya jutaan.

Jalan dan lari termasuk olahraga yang gratis dan murah. Meski demikian, jalan dan lari bisa juga menelan biaya hingga puluhan juta. Mahalnya bukan pada aktivitas fisik berjalan atau berlari, tetapi pada kalcer-nya. Peralatan, pakaian, dan asesori untuk jalan dan lari itu yang bisa menjadikannya mahal.

Bagi mahasiswa, olahraga hanya dilakukan untuk kebugaran dan mengisi waktu luang. Kegiatan perkuliahan yang padat membuat mahasiswa berolahraga sesuai kesempatan. Bisa dilakukan pagi hari, siang, hingga sore dan malam hari. Semua tergantung jadwal kuliah. Yang pasti hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur yang sering dimanfaatkan untuk olahraga.

Banyak pilihan olahraga bagi mahasiswa, baik olahraga permainan maupun ketangkasan. Sarana olahraga di kampus juga cukup banyak. Biasanya mahasiswa ikut olahraga yang ada dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) di fakultas maupun universitas.

Bagi Hendra Pradipta, mahasiswa Fisip,  olahraga adalah hobi. Oleh karena itu ia memilih futsal sebagai upaya menjaga kebugaran sekaligus menyalurkan hobinya. Kebetulan banyak temannya yang memiliki hobi sama, sehingga ia memiliki klub untuk latihan secara rutin. Futsal tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, tetapi asyik karena bisa bermain di siang maupun malam hari.

Banyak lapangan futsal di sekitaran kampus. Futsal sendiri kabarnya berasal dari bahasa Spanyol, yaitu futbol dan sala, yang artinya sepak bola di dalam ruangan. Lapangan futsal berada di dalam gedung atau ruangan. Para pemain akan membayar biaya sewa gedung untuk bermain futsal dalam hitungan menit atau jam.

Bukan hanya laki-laki, mahasiswa perempuan juga banyak yang menyukai futsal. Olahraga ini cukup menguras keringat, tetapi santai karena para pemain bisa sambil bercanda. Lapangan yang tidak terlalu luas membuat olahraga futsal banyak diminati mahasiswa.

Futsal juga sering dipertandingkan di kampus. Setiap acara dies natalis fakultas maupun universitas biasanya diadakan pertandingan futsal. Acara akan berlangsung seru, karena suporter dari masing-masing fakultas akan meramaikan lapangan sebagaimana pertandingan sepak bola. Meski demikian para pendukung futsal lebih tertib dibanding sepakbola. Jarang terjadi kerusuhan dalam pertandingan futsal.

***

Dies natalis universitas kali ini mengadakan pertandingan futsal antarfakultas. Hendra Pradipta didapuk menjadi kapten tim futsal Fisip. Ia memiliki tim yang terdiri dari sepuluh pemain yang berasal dari semua jurusan yang ada di fakultas. Mereka rutin latihan setiap minggu. Tak heran jika tim futsal Fisip selalu menjadi juara pertama dalam setiap ajang dies natalis.

Sebenarnya tim futsal fakultas lain juga hebat. Fakultas ekonomi dan fakultas hukum merupakan saingan berat Fisip. Selain materi pemain yang bagus, kedua fakultas itu memiliki suporter yang sangat fanatik. Setiap fakultasnya bermain, suporter akan memadati lapangan dengan poster, spanduk, dan yel-yel.

Putaran pertama, tim Fisip berhadapan dengan tim fakultas pertanian. Hendra Pradipta bermain bersama Agus, Wily, Robert, dan Dino. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Robert sudah berhasil mencetak gol. Tepuk tangan meriah dari suporter, termasuk dari Triasih Wulan, Wakil Dekan bidang kemahasiswaan.

Menit ke lima, pemain dengan nomor punggung 18 mencetaki gol ke gawang fakultas pertanian. Hendra Pradipta kaget. Seingat dia, timnya tidak ada yang menggunakan jersey dengan nomor 18. Lalu siapakah dia? Hendra Pradipta menghitung timnya. Hanya berlima. Mengapa tadi ada pemain keenam di timnya?.

Memasuki babak kedua, suasana pertandingan menjadi tegang. Fakultas pertanian kembali kebobolan pada menit awal. Dan lagi-lagi yang memasukkan gol pemain dengan nomor punggung 18. Kapten dan manajer tim fakultas pertanian mengajukan protes, karena tim Fisip terdiri dari enam pemain. Anehnya, saat wasit mengecek, jumlah pemain futsal Fisip hanya lima.

Semua pemain bingung. Tiba-tiba angin bertiup di dalam lapangan. Bau wangi melati menyebar ke penjuru lapangan. Wasit dan para pemain merinding ketakutan. Siapakah pemain keenam Fisip yang bernomor 18 itu? Apakah dia hantu di lapangan futsal?

Kemenangan tim Fisip atas fakultas pertanian dengan skor 6-0 mengundang kontroversi. Meskipun tim fakultas pertanian memang lemah. Kehadiran pemain”keenam” di tim Fisip membuat curiga. Banyak yang menduga tim Fisip menggunakan dukun dalam pertandingan itu, sehingga ada pemain misterius yang mencetak gol.

Babak perdelapan final, tim Fisip bertemu dengan tim fakultas biologi. Di atas kertas Fisip akan memenangkan pertandingan, karena secara kualitas pemainnya lebih unggul dibanding biologi. Terbukti baru menit pertama Hendra mencetak gol. Skor tersebut berubah menjadi 2-0 saat Wily mencetak gol. Peristiwa misterius kembali terjadi. Pemain dengan nomor punggung 18 di Fisip mencetak gol ketiga ke gawang biologi pada menit ke tujuh. Skor 3-0 untuk Fisip.

Hendra terkejut. Ia bertanya pada Wily.

“Siapa yang barusan mencetak gol?”.

“Entahlah.., bukan kawan kita,” jawab Wily dengan wajah bingung.

Bukan hanya Hendra dan Wily yang melihat pemain nomor 18 mencetak gol. Wakil Dekan, Triasih Wulan juga melihat ada pemain “keenam” Fisip yang mencetak gol. Padahal saat dihitung pemain Fisip hanya lima orang. Pemain nomor 18 tak tampak. Semua heran, sekaligus merinding. Mengapa ada pemain misterius di tim Fisip.

Setelah istirahat turun minum, pertandingan dilanjutkan. Pemain misterius bernomor 18 muncul kembali. Ia mencetak tiga gol sekaligus. Hal ini membuat tim biologi protes kepada wasit, karena menelan kekalahan 6-0. Tim biologi menuding Fisip pakai dukun dengan mengundang pemain hantu. Namun wasit tidak mampu berbuat banyak. Semua pemain yang terdaftar sudah dihitung. Tidak ada pemain bernomor punggung 18. Kemenangan tim Fisip dianggap sah, meskipun empat gol dicetak oleh pemain “keenam”.

Kejadian serupa kembali terulang pada perempat final, ketika Fisip bertemu fakultas ekonomi. Di menit awal, ekonomi berhasil unggul dengan mencetak gol ke gawang Fisip. Sorak sorai suporter fakultas ekonomi gemuruh di dalam gedung futsal. Fisip tertinggal. Memang fakultas ekonomi memiliki pemain yang berkualitas.

Menit ke delapan, Hendra menyamakan kedudukan dengan tendangannya ke gawang ekonomi. Skor 1-1 hanya bertahan dua menit. Fakultas ekonomi kembali mencetak gol ke gawang Fisip. Ketinggalan 1-2 membuat supoter Fisip memberikan dukungan yel-yel. Tiba-tiba pemain misterius muncul di tim Fisip dan langsung mencetak dua gol di babak pertama.

Aroma bunga melati menebar ke penjuru lapangan dan ke tribun supoter di babak kedua pertandingan. Beberapa pemain saling pandang. Sebagian penonton juga terkejut dengan aroma melati. Suasana pertandingan menjadi mencekam. Pemain “keenam” muncul kembali mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang ekonomi.

Kedudukan berakhir 6-2 untuk kemenangan Fisip. Para pemain dan manajer tim fakultas ekonomi heran, mengapa Fisip tiba-tiba mampu mencetak enam gol. Dugaan bermain dukun kembali dialamatkan kepada Fisip. Namun tidak ada seorang pun yang bisa membuktikannya.

***

Fisip akan bertemu fakultas hukum di babak final. Pertandingan yang menarik dan klasik, karena kedua tim sudah sering bertemu di final. Masing-masing optimis akan merebut juara pertama. Hendra Pradipta sangat yakin akan menang, meskipun tanpa kehadiran pemain hantu nomor 18.

Manajer tim fakultas hukum menduga ada sesuatu yang tidak beres pada tim Fisip yang selalu menang dengan skor banyak. Apalagi peristiwa menyeramkan selalu terjadi saat Fisip bertanding. Aroma bunga melati dan kehadiran pemain “keenam” menambah kecurigaan tim fakultas hukum.

Diam-diam manajer tim fakultas hukum mendatangi pengelola lapangan futsal. Mereka ingin melihat rekaman kamera CCTV untuk melihat permainan tim Fisip. Betapa terkejut mereka saat melihat ada pemain “keenam” bernomor punggung 18 selalu ikut bermain saat tim Fisip bertanding. Manajer tim fakultas hukum menanyakan kepada pengelola tentang pemain misterius itu.

“Wajahnya mirip dengan pemain futsal yang dulu meninggal di lapangan,” kata pengelola futsal.

“Haaahh…! Bagaimana kejadiannya?” tanya manajer tim fakultas hukum.

“Tahun lalu ada pemain futsal bernomor 18 yang tewas di pinggir lapangan. Hasil diagnosis dokter, terkena serangan jantung,” jelas pengelola futsal.

Manajer tim fakultas hukum dan beberapa pemain yang ikut menonton CCTV itu kaget. Ternyata selama ini tim Fisip bertanding dengan bantuan pemain “keenam”, arwah pemain futsal nomor 18 yang tewas di lapangan. Anehnya, ketika CCTV itu diputar ulang untuk dokumentasi, pemain “keenam” itu tidak lagi kelihatan.

Mengantisipasi kejadian hadirnya pemain “keenam” terulang kembali, pihak pengelola membuatkan jersey bernomor 18 dan dipasang di tembok pinggir lapangan. Jersey itu juga sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemain nomor 18 di pinggir lapangan setahun yang lalu. Dengan harapan arwahnya tenang di alam baka dan tidak ikutan bermain futsal di lapangan.

Babak final berlangsung sangat ketat. Tim Fisip dan fakultas hukum memiliki kekuatan yang seimbang. Supoter kedua tim juga sama-sama bersemangat. Disaksikan Rektor, pertandingan dua tim yang selalu jadi langganan final itu sangat seru, saling jual beli serangan.

Tidak tercipta banyak gol dalam laga final. Fisip hanya menang tipis 2-1 atas fakultas hukum. Tidak tampak lagi pemain “keenam” yang ikut menceatk gol. Namun bukan berarti kemenangan Fisip selama ini karena bantuan pemain “keenam” itu. Kekompakan dan kualitas para pemain, dan kepemimpinan tim di bawah kapten Hendra Pradipta adalah kunci kemenangan.  [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

Next Post

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

by Chusmeru
August 6, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

Read moreDetails

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki...

by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding
Khas

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

by Dian Suryantini
September 1, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co