14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas

Chusmeru by Chusmeru
June 5, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

TAHUN anggaran ini fakultas menerima lima pegawai baru. Mereka adalah Pawit, Hendra, Yitno, Ranto, dan Didin. Sebetulnya fakultas mengajukan sepuluh calon pegawai. Namun karena kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran, hanya lima orang yang disetujui.

Penambahan pegawai baru itu terkait dengan volume pekerjaan di fakultas yang semakin bertambah. Apalagi kini fakultas memiliki beberapa gedung baru, sehingga memerlukan tambahan pegawai. Jumlah pegawai yang ada saat ini tidak lagi mampu menanggung beban kerja yang terlalu berat.

Pembagian kerja terhadap kelima pegawai baru segera dilakukan. Mereka semua lulusan SMA dan SMK sehingga ditempatkan di bagian administrasi dan teknisi. Pawit, Hendra, dan Yitno di bagian perlengkapan. Sedangkan Ranto dan Didin di bagian teknik.

Meskipun mempunyai bidang kerja yang berbeda, kelima pegawai baru itu menempati ruang yang sama di sebelah timur gedung utama di lantai satu. Maka tidak heran jika mereka hampir setiap hari bertemu dan mengobrol saat istirahat.

Tempat favorit bagi mereka untuk bertemu adalah di pantry, tempat yang difungsikan dan dianggap oleh para pegawai dengan sebutan dapur. Padahal pantry dan dapur merupakan dua hal yang berbeda.

Pantry merupakan ruangan atau lemari yang digunakan untuk menyimpan makanan, minuman, dan perlengkapan masak. Pantry dapat ditemukan di rumah, kantor, hotel, dan rumah sakit. Biasanya berada dekat dapur atau  sederet dengan dapur.

Di kantor, pantry digunakan karyawan untuk bersantai, berkumpul sejenak sesama karyawan sambil berbincang ringan, serta menyiapkan makan. Biasanya hanya sekadar memanaskan makanan atau membuat makanan dan minuman instan.

Begitu pun pantry di fakultas. Beberapa pegawai nongkrong, ngobrol sambil mengopi dan merokok di depan pantry. Kadang pegawai juga memasak mi instan, menanak nasi, atau membuat rica-rica ayam di dapur yang menyatu dengan pantry.  Kebetulan terdapat pintu keluar, sehingga bisa dibuka ketika ada pegawai yang merokok. Bukan hanya pegawai, beberapa dosen yang baru selesai mengajar kadang juga duduk sambil merokok.

Fakultas menyediakan perlengkapan memasak yang komplet. Karenanya pegawai merasa nyaman saat bekerja. Jika ingin membuat kopi panas telah tersedia kompor gas dan panci untuk memasak air. Jia pegawai belum sarapan, mereka dapat memasak nasi dengan lauk telor ceplok. Biasanya pegawai iuran tiap bulan untuk keperluan masak-memasak di dapur.

***

Ruangan kelima pegawai baru fakultas tidak terlalu jauh dari pantry, hanya berkisar sepuluh meter. Pawit, Hendra, dan Yitno menempati ruang di sebelah kiri pantry, sedangkan Ranto dan Didin di sebelah kanan. Jarak yang dekat dari dapur dan pantry membuat ruangan mereka sering tercium aroma makanan yang sedang dimasak.

Apalagi jika suasana fakultas sedang sepi atau saat sore hari, aroma masakan sangat terasa dari ruang mereka. Terlebih jika malam hari. Mereka memang terbiasa bekerja lembur sampai sore, bahkan malam hari. Menjelang yudisium dan pelepasan mahasiswa atau acara-acara seperti dies natalis fakultas membuat mereka harus kerja lembur menyiapkan perlengkapan kegiatan esok harinya.

Hari ini mereka kembali bekerja hingga sore menjelang malam. Pawit dan Hendra menata kursi di dalam aula fakultas yang akan digunakan acara yudisium besok. Ranto dan Didin sedang mempersiapkan mikrofon yang kadang ngadat ketika digunakan. Di tengah kesibukan Ranto dan Didin di ruangan kerja mereka, tercium bau gosong dari arah pantry.

“Bau gosong.. siapa yang memasak di dapur?” tanya Ranto.

Didin bergegas menuju ke dapur untuk melihat masakan apa yang gosong. Namun sampai di dapur ia tak melihat siapa pun sedang memasak. Didin juga tidak melihat ada bekas masakan di atas kompor.

“Nggak ada siapa-siapa,” kata Didin pada Ranto.

“Sekarang malam Jumat Kliwon..,” kata Ranto membuat Didin ketakutan.

Bau gosong yang tercium di malam Jumat Kliwon sering diartikan sebagai hadirnya makhluk halus di sekitar tempat itu. Ranto dan Didin saling pandang. Belum lama ia bekerja sudah harus berhadapan dengan peristiwa aneh di kampus. Mereka cepat-cepat keluar dari ruangan dan berkumpul dengan pegawai lain yang sedang menghias aula.

Kejadian serupa dialami Pawit dan Hendra. Hari yang sama, Kamis Wage malam Jumat Kliwon. Pawit dan Hendra bekerja lembur hingga malam untuk persiapan dies natalis pada dua hari ke depan. Saat itu mereka sedang menyiapkan spanduk untuk dipasang di aula.

Malam yang dingin membuat mereka lapar. Hendra minta kepada Pawit untuk membuat mi instan setelah urusan spanduk selesai. Belum lagi Pawit beranjak ke dapur, mereka mencium bau terasi digoreng. Tercium jelas di hudung mereka yang hanya berjarak lima meter dari arah pantry dan dapur. Padahal mereka tidak melihat seseorang melintas ke pantry.

“Siapa yang menggoreng terasi malam-malam?” tanya Hendra kepada Pawit.

“Coba aku lihat,” kata Pawit sambil berjalan menuju ke dapur.

Pawit sangat terkejut. Ia menghentikan langkahnya menuju dapur. Terlihat sosok perempuan sedang berada di depan kompor. Berambut hitam keriting, perempuan itu memakai daster putih. Pawit tak melihat wajah perempuan itu, karena menghadap kompor. Pawit pun tak meneruskan langkahnya. Siapakah perempuan itu? Apakah dia hantu? Begitu pikir Pawit.

Pawit memutuskan untuk kembali menemui Hendra. Ia tidak ingin hantu perempuan itu membalikkan badan dan melihatnya. Pawit menduga wajah hantu perempuan itu pasti menyeramkan. Apalagi di malam Jumat Kliwon.

“Siapa yang di dapur?” tanya Hendra.

“Hantu..,” jawab Pawit sedikit ketakutan.

“Ah.. yang benar saja…?” Hendra seakan tak percaya.

“Iya.. hantu perempuan!” Pawit meyakinkan Hendra.

Hendra terdiam. Mulutnya terkatup. Tampak wajahnya juga ketakutan. Namun seolah ia tak percaya ada hantu di pantry. Berjingkat ia berjalan menuju dapur. Tidak dilihatnya siapa pun. Hendra tidak melihat hantu perempuan seperti yang dikatakan Pawit. Namun bau terasi goreng masih tercium di sekitar pantry. Merinding juga Hendra.

Munculnya sosok hantu perempuan di pantry fakultas menjadi bahan perbincangan di kalangan pegawai dan dosen. Ada yang percaya, ada pula yang tidak. Tetapi bagi Pawit hantu perempuan itu memang dilihatnya. Terserah bila orang lain tak percaya.

***

Bagi Yitno, cerita teman-teman pegawai tentang hantu perempuan sungguh menciutkan nyalinya untuk bekerja di kampus hingga larut malam. Apalagi bila sendirian. Yitno dikenal sebagai penakut. Jangankan malam hari, siang hari pun jika sedang sendirian ia akan mencari teman lain untuk mengobrol. Oleh karenanya, cerita tentang hantu perempuan yang muncul di pantry membuatnya takut jika berada sendiri di ruang kerjanya.

Namun sial tak bisa ditolak. Ia harus melakukan rekapitulasi barang-barang inventaris fakultas sendirian hingga malam. Ia harus mengerjakan laporan itu di komputer sendirian. Hendra dan Pawit sudah melakukan cek fisik barang inventaris sejak pagi hingga sore. Yitno mendapat tugas menginput data di komputer. Tugas yang rumit, karena harus detail data spesifikasi barang yang diinput.

Yitno baru sadar bahwa hari ini adalah malam Jumat Kliwon, ketika tak sengaja ia melihat kalender yang terpajang di tembok. Sudah pasti Yitno terbayang cerita teman-temannya, sosok hantu perempuan di pantry. Yitno hendak mengakhiri saja pekerjaannya. Ia akan lanjutkan besok saja.

Belum sempat mematikan komputer, Yitno dikejutkan oleh suara orang memasak di dapur fakultas. Terdengar suara spatula yang bergesekan dengan wajan, seolah ada orang yang sedang memasak sayur tumis. Yitno langsung gemetaran. Ini pasti hantu perempuan itu, pikirnya.

Suara gesekan spatula itu semakin keras terdengar. Anehnya, Yitno  mencium bau sayur yang gosong. Padahal belum ada lima menit ia dengar suara orang memasak. Yitno jadi penasaran. Mengapa orang memasak sayur sampai gosong. Rasa takut dan rasa ingin tahunya berbaur yang membuatnya tergerak untuk menuju dapur.

Perlahan Yitno berjalan ke pantry. Ia ingin mengintip terlebih dahulu siapa yang sedang memasak di dapur. Dari balik tembok matanya tertuju ke dapur. Terkejut Yitno ketika terlihat sosok perempuan sedang memasak sayuran. Tangannya gemetaran sambil bersandar di tembok. Dan, ketika perempuan itu tiba-tiba membalikkan badan, detak jantung Yitno seakan berhenti. Wajah perempuan itu rusak, begitu menyeramkan. Keringat dingin bercucuran. Yitno serasa mau pingsan.

Ketakutan Yitno terbawa hingga ke rumah. Badannya menggigil. Perutnya terasa mual. Ia hendak muntah, tapi tak ada yang dimuntahkan. Ia berbaring di tempat tidur. Wajah perempuan yang rusak dan menyeramkan itu masih terbayang. Yitno menyelimuti tubuhnya.

Orang tua Yitno terkejut melihat anaknya pulang kerja dengan badan menggigil. Mereka pikir Yitno terserang demam. Ayah Yitno memegang kening anaknya. Tidak begitu panas. Ia bertanya pada Yitno apa yang terjadi. Yitno pun menceritakan tentang sosok perempuan menyeramkan di dapur fakultas.

Ayah Yitno tidak terkejut. Ia tahu persis seperti apa kampus tempat anaknya bekerja di masa lalu. Kampus yang sekarang berdiri megah gedung-gedung baru, dahulu adalah sawah di dalam hutan. Ayah Yitno sering bermain ke hutan itu untuk mencari kayu bakar dan berburu burung. Hutan itu dikenal angker, banyak dihuni makhluk halus dengan berbagai bentuk.

Ayah Yitno menyarankan agar di pantry dipasang Gunungan wayang kulit. Gunungan dalam pewayangan Jawa digambarkan sebagai hutan belantara dan seisinya sebagai simbol kehidupan. Harapannya, hantu perempuan yang ada di kampus kembali ke alam masa lalunya, di hutan belantara melalui simbol Gunungan.

Esoknya, para pegawai baru di fakultas iuran untuk membeli dua Gunungan dari seorang perajin wayang kulit. Gunungan itu dipasang di tembok kiri dan kanan antara pantry dan pintu masuk dapur. Sepintas memang aneh, Gunungan wayang kulit dipajang di tembok dapur.

Tetapi begitulah. Saran ayah Yitno yang paham tentang simbol-simbol pewayangan dan dunia gaib terbukti. Sejak terpasang Gunungan tidak tercium lagi bau gosong dari arah pantry. Tidak tampak hantu perempuan memasak di dapur. Ia telah kembali ke belantara, ke alam tempatnya bermukim di masa lalu. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Kampusku Sarang Hantu [14]: Ayam Kampus Bersimbah Darah
Kampusku Sarang Hantu [13]: Cek Khodam Muncul Pocong
Kampusku Sarang Hantu [12]: Anak-Anak Bermain di Sungai Kecil
Kampusku Sarang Hantu [11]: Dosen Tak Kasat Mata
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tidak Ada Definisi untuk Anak Pertama Saya

Next Post

Kopernik dan Jejak Timor di Ubud Food Festival 2025

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Bermain dengan Jin Tengah Malam

by Chusmeru
May 7, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails
Next Post
Kopernik dan Jejak Timor di Ubud Food Festival 2025

Kopernik dan Jejak Timor di Ubud Food Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co