3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon

Chusmeru by Chusmeru
June 12, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

SIAPA yang tidak tertarik dengan wanita muda dan cantik? Tubuhnya atletis. Penampilannya selalu necis. Pendidikannya magister. Itulah Mira Yasinta, wanita muda yang sudah tiga tahun menjadi  dosen di salah satu perguruan tinggi di Purwokerto.

Sebagai dosen muda dan mengutamakan penampilan, gaji Mira Yasinta sebulan lebih dari cukup bila hanya untuk biaya hidup dan perawatan tubuh. Maklum ia masih  tinggal bersama kedua orang tuanya. Mira Yasinta juga masih sendiri, belum menikah. Hari-harinya selain mengajar di kampus,  dihabiskannya dengan bercanda bersama kucing kesayangannya yang berwarna kembang asem.

Sudah cukup lama Mira Yasinta menjomblo. Sementara usianya akan menginjak 29 tahun di bulan Oktober tahun ini. Usia yang masuk kategori rawan bagi wanita yang masih jomblo. Teman-teman kuliahnya sebagian besar sudah menikah dan punya anak.

Sebenarnya Mira bukannya menikmati kesendiriannya. Ia juga ingin punya pendamping hidup, suami yang menyayanginya, lelaki yang dapat memanjakannya. Namun keinginan itu selalu dipertimbangkan dengan matang. Mira tak mau luka lama kembali mengoyak hidupnya.

Entah sudah berapa kali Mira jatuh dalam lubang yang sama, gagal dalam menjalin hubungan dengan pacarnya. Selalu saja karena masalah yang sama. Mira diselingkuhi oleh kekasihnya. Padahal Mira sudah berusaha mempertahankan hubungan dengan tetap setia. Namun kekasihnya selalu menduakan dengan berbagai dalih yang sekadar pembenaran.

Trauma diselingkuhi lagi membuat Mira enggan untuk mencari kekasih baru. Mira mungkin bisa  merasa nyaman-nyaman saja dengan kesendiriannya. Namun tidak dengan kedua orang tuanya. Mereka berharap Mira segera menikah dan punya anak. Menimang cucu adalah dambaan setiap orang tua. Atas pertimbangan itulah Mira kembali berpikir untuk memiliki kekasih.

Ternyata tidak mudah memiliki kekasih di usianya itu. Kebanyakan laki-laki rekan kerjanya yang usianya di atas 30 tahun sudah menikah. Sedangkan untuk mendapatkan kekasih yang lebih muda darinya, Mira kurang suka. Ia lebih suka lelaki yang lebih tua darinya. Meskipun itu tidak menjamin kedewasaan laki-laki.

Tidak sedikit teman Mira yang ikut membantu menemukan jodoh untuknya. Tetapi sampai saat ini belum membuahkan hasil. Pernah rekan kerjanya Alfa Rosdiana mengenalkan seorang lelaki kepada Mira. Namun Mira kurang tertarik. Lelaki itu memang berlimpah materi, tetapi di mata Mira tidak cukup itu saja. Lelaki itu tampak kurang matang dalam pendirian dan sedikit kurang macho.

Mira Yasinta tetap membuka diri bagi kehadiran lelaki. Berbagai ikhtiar juga dilakukan. Melalui teman-teman kuliahnya maupun melalui media sosial miliknya. Kadang ia unggah berbagai kegiatan di kampus maupun di rumah ke media sosial miliknya. Banyak cerita teman-temannya yang mendapatkan jodoh dari berkenalan di media sosial.

***

Mira Yasinta dikejutkan oleh usulan teman kerjanya, Alfa Rosdiana. Usulan Alfa bagi Mira tampak tidak masuk akal. Alfa menyarankan Mira untuk mendatangi Eyang Brojo, seorang paranormal dan pelaku kebatinan yang terkenal di kota Purwokerto. Eyang Brojo banyak dimintai tolong orang yang memiliki masalah di bidang karir maupun jodoh. Banyak yang terkabul permintaannya.

“Ini kan ikhtiar juga Mira..,” kata Alfa meyakinkan ketika Mira kurang setuju.

“Tapi kenapa harus ke paranormal?” protes Mira.

“Paranormal kan hanya perantara saja Mir. Dia tetap memohon kepada Tuhan,” kata Alfa kembali meyakinkan.

Mira berpikir cukup lama sebelum akhirnya ia setuju pada usulan Alfa. Mereka berdua mendatangi padepokan Eyang Brojo yang terletak di sebelah utara kota, tak jauh dari kampus. Seperti sudah paham maksud kedatangan mereka, Eyang Brojo segera bertanya sambil tersenyum.

“Siapa yang belum berjodoh?” tanya paranormal itu.

Mira tertunduk malu, kemudian berkata, “Saya, Eyang!”

Eyang Brojo memandangi Mira, seolah sedang membaca aura dalam diri Mira. Sejenak Eyang Brojo memejamkan mata. Menerawang masa depan kehidupan Mira. Eyang Brojo menghela nafas. Kali ini wajahnya tampak serius.

“Jodohmu sudah dekat. Tapi kamu harus mandi kembang dulu,” kata Eyang Brojo.

“Mandi kembang..?” tanya Mira kaget. Ia tak paham apa yang dimaksud Eyang Brojo.

“Iya.. mandi kembang malam Selasa Kliwon,” jawab Eyang Brojo.

Mira masih belum mengerti. Eyang Brojo pun menjelaskan, bahwa Mira harus mandi kembang catur warna atau empat jenis kembang, yaitu mawar, cempaka, kenanga, dan melati. Air untuk mandi juga harus berupa catur toya atau air yang bersumber dari empat mata air. Kemudian membakar dupa papat atau empat. Semua serba empat, yang bermakna berkat dan dapat.

Menurut Eyang Brojo, mandi kembang adalah ikhtiar untuk mendekatkan jodoh Mira. Semua sarana untuk mandi, baik berupa kembang, dupa, maupun airnya sudah disiapkan Eyang Brojo. Di rumah Mira hanya tinggal melakukan ritual mandi kembang yang harus dikerjakan pada pukul 00.00 atau tepat tengah malam, menjelang Selasa Kliwon. Malam Selasa Kliwon di Jawa disebut juga Anggoro Kasih, malam yang tepat untuk ritual berkaitan dengan asmara.

“Bagaimana? Sanggup?” tanya Eyang Brojo ketika melihat Mira tampak ragu.

“Saya coba, Eyang..,” jawab Mira.

“Nanti setelah mandi kamu akan bermimpi ketemu jodohmu,” tambah Eyang Brojo.

Mira hanya mengangguk saja. Ia belum bisa membayangkan bagaimana harus mandi kembang di tengah malam yang keramat. Sebagai dosen sebenarnya ia agak kurang percaya pada ritual seperti itu. Namun ia juga tidak memungkiri adanya ikhtiar yang dapat ditempuh dengan banyak cara.

***

Hari yang dinanti tiba. Malam Selasa Kliwon. Mira Yasinta menyiapkan perlengkapan mandi kembang. Hening tengah malam membuat Mira merasa merinding. Apalagi saat ia membakar empat dupa. Asap dan aroma dupa menjadikan suasana malam kian mencekam. Semua Mira lakukan dengan harapan jodohnya semakin dekat, sehingga ia tak lagi menyandang status jomblo.

Ritual mandi kembang berakhir pukul 01.00 dini hari. Mira merasa mengantuk berat. Matanya tak bisa diajak kompromi. Setelah mengeringkan rambutnya, Mira segera beranjak tidur. Suasana mencekam masih ia rasakan saat perlahan ia terlelap.

Mimpi seperti yang disampaikan Eyang Brojo terbukti. Mira bertemu dengan seorang lelaki tampan yang memperkenalkan diri sebagai Dino Bastian. Pertemuan itu terjadi di sebuah pantai di Thailand. Dino Bastian adalah seorang pengusaha muda pemilik tambang batubara di berbagai daerah di Indonesia.

Mira Yasinta dan Dino Bastian berlayar menuju Hong Kong dengan menggunakan yacht. Laut lepas menjadi saksi kisah cinta mereka. Suasana romantis mengundang mereka untuk berkencan di atas perahu yacht itu. Penuh mesra Dino Bastian memeluk dan mencium Mira Yasinta. Namun ada yang janggal dirasakan Mira. Ciuman Dino terasa sangat dingin di bibir Mira, sedingin air dari dalam lemari es.

Mira tak sempat menanyakan kepada Dino. Ia keburu bangun tidur. Hari sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Mira bangun kesiangan. Mimpi itu begitu nyata. Bibir Mira masih terasa dingin. “Apakah aku akan bertemu dengan lelaki bernama Dino Bastian itu?” tanya Mira dalam hati.

Bukan hanya muncul dalam mimpi. Saat berada di kampus, Mira dikejutkan oleh kehadiran Dino Bastian yang memandangnya dari kaca di luar pintu ruang kerjanya. Dino tersenyum sangat menawan. Namun ketika Mira hendak menghampirinya, Dino mendadak menghilang. Mira kaget. Ia sedang tidak bermimpi. Baru saja ia melihat Dino. Mengapa menghilang?

Mira merinding. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya semalam lantas muncul di kampus, dan tiba-tiba menghilang. Mira penasaran. Ia segera membuka mesin pencarian di laptopnya. Diketiknya nama Dino Bastian. Betapa terkejut Mira. Muncul beberapa berita online yang mengabarkan kematian pengusaha batubara bernama Dino Bastian.

Mulut Mira menganga menahan histeris. Ia baca satu per satu berita itu. Dikabarkan Dino Bastian tewas setelah mengalami kecelakaan yacht saat liburan bersama kekasihnya di sebuah pantai di Thailand. Tubuh Mira lemas. Jadi lelaki tampan yang berkencan dengannya dalam mimpi ternyata sudah meninggal.

***

Mira Yasinta dan Alfa Rosdiana kembali mendatangi padepokan Eyang Brojo. Mira menceritakan segalanya. Ia sudah melakukan ritual mandi kembang malam Selasa Kliwon. Ia juga sudah bermimpi bertemu lelaki tampan bernama Dino Bastian. Tetapi ternyata lelaki itu telah meninggal dunia.

Eyang Brojo juga ikut terkejut. Ia tidak menduga dengan apa yang dialami Mira. Baru pertama kali Eyang Brojo mendapat cerita seperti ini dari orang-orang yang meminta pertolongannya. Karena itu Eyang Brojo kembali menerawang.

“Sepertinya ada yang keliru dari alur jodohmu,” kata Eyang Brojo kepada Mira.

“Maksudnya apa, Eyang?” tanya Mira.

“Itu bukan jodohmu. Kamu tersesat dalam mimpi yang salah,” jelas Eyang Brojo.

“Terus bagaimana, Eyang?” tanya Mira kebingungan.

“Kamu harus mengulang kembali mandi kembang malam Selasa Kliwon. Tapi sekarang dengan kembang panca warna,” kata Eyang Brojo.

“Hahh… mandi kembang lagi..?!” tanya Mira kaget.

Mira tak dapat berkutik. Ia sudah terlanjur masuk dalam dunia paranormal. Bulan berikutnya, di hari malam Selasa Kliwon, Mira kembali melakukan ritual mandi kembang. Kali ini ada tambahan bunga yang ia pakai mandi, yaitu bunga kamboja. Dupa yang ia bakar juga berubah menjadi lima buah. Air yang dipakai mandi berasal dari lima sumber mata air. Semua serba lima, yang bermakna peromohan diterima.

Bukan hanya itu. Mira juga mengajak sahabatnya, Alfa Rosdiana untuk menemani di rumahnya. Mira tak ingin berada dalam suasana mencekam sendirian. Ia takut mandi kembang yang kedua akan muncul kejadian yang menyeramkan.

Suasana menegangkan memang sempat terjadi ketika Mira membakar dupa dan mulai membasahi tubuhnya dengan kembang lima rupa. Namun semua Mira kerjakan dengan semangat menjemput jodoh. Mira yakin saran Eyang Brojo kali ini akan membuahkan hasil.

Sesaat setelah mandi kembang Mira tertidur. Mira terbangun pukul 06.00 pagi. Ia tidur begitu lelap. Tetapi ia tidak mimpi apa pun. Mira tidak mimpi bertemu lelaki. Apakah karena ia tidur ditemani Alfa? Atau apakah ada yang salah dalam ritual mandi kembang semalam? Mira hanya menebak-nebak saja.

Mira memang tidak bermimpi lagi. Ia kini berada di dunia nyata. Dalam acara yang diselenggarakan sebuah perusahaan di satu kafe, Mira bertemu dengan seorang lelaki. Galang Mahesa Yudha, begitu lelaki tampan dan kalem itu memperkenalkan diri. Mira seperti menemukan perpaduan dua artis  idolanya pada diri Galang Mahesa Yudha. Wajahnya mirip sekali dengan Harry Potter dan Justin Bieber.

Galang Mahesa Yudha seorang wirausaha muda. Dia sedang merintis usaha agrobisnis dan agrowisata. Galang bermaksud menjalin kerjasama dengan Mira yang punya kepakaran di bidang promosi dan pemasaran. Setelah dari kafe, hari-hari berikutnya Galang dan Mira sering bertemu untuk membahas bentuk kerjasama selanjutnya.

Berawal dari kerjasama itulah, Galang dan Mira melanjutkan kesepakatan untuk menjalin hubungan asmara. Tentu saja sukacita tumbuh di hati Mira. Meski mereka belum memutuskan untuk segera menikah. Mira berharap Galang bukan kekasih dalam sekejap. Mira juga berharap tidak akan jatuh di lubang yang sama untuk kesekian kalinya. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Kampusku Sarang Hantu [17]: Wanita Tua dari Jalur Kereta
Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus
Kampusku Sarang Hantu [15]: Memeluk Mayat di Kamar Jenazah
Kampusku Sarang Hantu [14]: Ayam Kampus Bersimbah Darah
Kampusku Sarang Hantu [13]: Cek Khodam Muncul Pocong
Kampusku Sarang Hantu [12]: Anak-Anak Bermain di Sungai Kecil
Kampusku Sarang Hantu [11]: Dosen Tak Kasat Mata
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apa yang Sedang Disulam Gus Ade? — Sebuah Refleksi Liar Atas Karya Gusti Kade

Next Post

LELUHUR JAGUNG

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

LELUHUR JAGUNG

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co