24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

tatkala by tatkala
August 21, 2025
in Panggung
Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Inkubasi juga membuka ruang pertemuan lintas batas, dengan menghadirkan narasumber internasional secara daring untuk memperkaya perspektif seniman | Foto: Adi Pirmansyah

SETELAH sukses dengan penyelenggaraan perdana pada tahun 2024, Terap Festival kembali hadir dengan edisi keduanya. Terap Festival #2 (Festival Teater Ruang Publik) akan berlangsung pada 23–30 Agustus 2025 di kawasan Dago dan Braga, Bandung. Tahun ini festival mengusung tema “Caang Mumbul Dina Batok (Terang Melambung Dalam Tempurung)”, sebuah metafora yang menyoroti bagaimana cahaya kehidupan warga kota tetap melambung meski sering tertutup oleh tempurung pembangunan, gentrifikasi, dan homogenisasi ruang.

Festival yang dirancang dan diarahkan oleh Sahlan Mujtaba (Direktur Festival), Riyadhus Shalihin (Direktur Artistik), serta kurator Ferial Afiff dan Trianzani Sulshi, menghadirkan rangkaian program berupa inkubasi, pertunjukan, diskusi, dan workshop. Melalui pendekatan artistik yang berakar pada ruang hidup warga, Terap Festival mengajak publik untuk melihat kota sebagai panggung bersama, sekaligus ruang dialog yang inklusif dan berkeadilan.

Para seniman peserta Terap Festival #2 bersama narasumber memulai sesi inkubasi dengan menjelajahi ruang kota—membaca lanskap Bandung sebagai panggung hidup | Foto: Adi Pirmansyah

Suasana diskusi hangat di salah satu sesi inkubasi, ketika seniman dan narasumber membicarakan hubungan antara tubuh, ruang, dan pengalaman warga. | Foto: Adi Pirmansyah

Direktur Festival, Sahlan Mujtaba, menekankan bahwa keberadaan festival ini berangkat dari keresahan atas ruang kota yang semakin menyisihkan warganya. “Kami ingin festival ini menjadi cara untuk menyalakan kembali cahaya yang sering terhalang oleh tembok pembangunan. Di balik gang-gang sempit, pasar yang riuh, hingga jalanan kota, ada kehidupan warga yang perlu didengar. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui festival ini,” ujarnya.

Kurator Ferial Afiff dan Trianzani Sulshi dalam Catatan Kuratorial menuliskan refleksi mendalam tentang lanskap Dago dan Coblong yang terus berubah. “Pertunjukan di ruang publik bukanlah panggung mewah, melainkan cara bertanya dan mengingat. Tubuh menjadi pengingat; ruang menjadi peristiwa. Dengan tema Caang Mumbul Dina Batok, kami ingin menegaskan bahwa cahaya itu ada, dan ia selalu mencari jalan untuk menyinari kota,” tutur mereka.

Sementara itu, Riyadhus Shalihin, selaku Direktur Artistik, melihat festival sebagai ruang eksperimentasi artistik yang tak terpisahkan dari etika kolaborasi. “Melalui inkubasi, kami menekankan bahwa teater bukan hanya ekspresi individual, melainkan kerja sosial yang berakar pada solidaritas. Setiap pertunjukan adalah dialog dengan ruang dan relasi sosial di sekitarnya. Inilah cara kami mengembalikan teater sebagai praktik bersama warga, bukan sekadar tontonan,” jelasnya.

Program Festival

Terap Festival #2 menyajikan beragam pertunjukan site-specific yang tersebar di ruang publik kawasan Dago dan Braga. Tahun ini, enam seniman, baik individu maupun kolektif, hadir melalui jalur open call, undangan, karya berkelanjutan, hingga main performance internasional.

Percakapan intens antara seniman dan narasumber di ruang terbuka, merumuskan bagaimana praktik teater dapat bersentuhan langsung dengan ekologi sosial dan lingkungan. | Foto: Adi Pirmansyah

Presentasi gagasan seniman dalam sesi inkubasi di ruang galeri, sebagai bagian dari proses merangkai ide pertunjukan site-specific di kota Bandung | Foto: Adi Pirmansyah

Dari hasil open call, Panca Lintang Dyah Paramitha akan berkolaborasi dengan warga dan komunitas ibu-ibu di Sekeloa melalui pertunjukan intim di rumah warga. Sementara Kolektif Bawah Meja akan bekerja sama dengan ekskul Cakra, Secret, dan Teater AH Smansa Dago di SMA Negeri 1 (Smansa), menghadirkan teater sebagai alat pembongkar relasi antara tubuh muda, disiplin sekolah, dan arsitektur institusi pendidikan.

Dari jajaran undangan, Teater Samana akan menghidupkan ruang hijau Babakan Siliwangi—menandai tubuh sebagai bagian dari ekologi yang terancam gentrifikasi—sedangkan seniman Taiwan Chao Man Chun akan menyusuri ruang-ruang pasar Simpang Dago, menegaskan pasar sebagai infrastruktur tubuh kolektif yang menolak untuk direduksi sekadar komoditas.

Dalam kategori karya berkelanjutan, Ganda Swarna kembali menghadirkan eksplorasi Gerilya Bunyi—yang pada edisi pertama berpijak sebagai interupsi akustik—kini diproyeksikan ulang di Jalan Braga melalui karya Resep Umur Panjang; menghadirkan instalasi warung di tengah Braga yang membawa rekaman suara ibu-ibu kampung memasak—termasuk kisah Mak Ira yang berusia seratus tahun—sebagai arsip hidup tentang perawatan, kebersamaan, dan kepedulian warga, sekaligus undangan bagi audiens untuk merasakan makanan bukan sekadar menu wisata, melainkan pengetahuan kolektif tentang bagaimana umur panjang dirawat bersama.

Sebagai sajian utama, festival menghadirkan Port-B, kelompok teater internasional yang disutradarai Akira Takayama (Jepang), dengan dua karya—Travel Agency dan Board Game. Bertempat di sebuah kafe di kawasan Braga, karya ini membuka dialog lintas budaya tentang kota, mobilitas, dan ruang bersama; menguji bagaimana konsumsi ruang kafe sebagai arsitektur kapital dapat dibalik menjadi ruang percakapan politik.

Selain pertunjukan, Terap Festival #2 juga menyelenggarakan dua diskusi publik yang berfokus pada relasi teater, ruang kota, hak mobilitas, dan hak atas kota. Diskusi pertama bertema Inkubasi dan Riset—sebuah upaya mengembalikan dan menjahit gagasan dari pengalaman yang terurai dalam proses artistik seniman. Digelar pada 23 Agustus 2025 di Gedung Indonesia Menggugat, forum ini menghadirkan topik “Tubuh, Mobilitas, dan Performatifitas Ruang Kota”—menyoal bagaimana tubuh warga bernegosiasi dengan infrastruktur, serta bagaimana seni pertunjukan dapat menjadi alat untuk menantang logika tata ruang yang menyingkirkan.

Inkubasi juga membuka ruang pertemuan lintas batas, dengan menghadirkan narasumber internasional secara daring untuk memperkaya perspektif seniman | Foto: Adi Pirmansyah

Diskusi kedua bertema “Merebut Ruang: Teater, Partisipasi, dan Hak Atas Kota Dalam Perspektif Perempuan” akan berlangsung pada 25 Agustus 2025, juga di Gedung Indonesia Menggugat. Sesi ini membuka pembicaraan tentang bagaimana pengalaman perempuan dalam ruang publik kerap dipinggirkan, dan bagaimana teater dapat menjadi praktik partisipatif untuk merebut akses, menuntut kesetaraan, dan merayakan kota sebagai milik bersama.

Sebelum fase pertunjukan, festival diawali dengan program inkubasi seniman. Di sini, para peserta tidak hanya mempelajari teknik artistik, tetapi juga riset bersama warga. Trianzani Sulshi, dalam salah satu sesi, menegaskan bahwa kota harus dilihat bukan sekadar latar, melainkan panggung hidup itu sendiri. Ia menulis: “Kota bukan hanya latar, melainkan pertunjukan hidup yang terus berlangsung. Tubuh warga adalah aktor, dan interaksi sehari-hari mereka adalah naskah yang selalu diperbarui.”

Kolaborasi Warga dan Kota

Berakar di Bandung, festival ini menyoroti Dago dan Braga sebagai ruang yang sarat memori, tetapi juga arena pertarungan modernisasi. Braga—dengan jejak kolonial dan sejarah panjangnya—bertemu dengan Dago—dengan lanskap sosial yang berlapis antara nostalgia, kos-kosan, pasar, hingga hutan kota. Keduanya menghadirkan medan di mana arsitektur tidak netral, melainkan penuh tegangan antara kapital, negara, dan warga.

Sesi fasilitasi inkubasi seniman: ruang berbagi pengetahuan, menggali pertanyaan kritis, sekaligus membangun etika kolaborasi yang menjadi dasar festival | Foto: Adi Pirmansyah

Terap Festival menolak sekadar menjadi tontonan; ia memanggil warga untuk terlibat aktif sebagai kolaborator dan audiens partisipatif. Semangat ini menegaskan: ruang publik bukan sekadar infrastruktur kota, melainkan arena perjumpaan, ingatan, dan perjuangan kolektif.

Terap Festival #2 terselenggara berkat dukungan Djarum Bakti Budaya Foundation, Japan Foundation Jakarta, serta Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Kementerian Kebudayaan—namun lebih dari itu, festival ini berdiri karena warga, komunitas lokal, dan institusi pendidikan di Bandung yang menjadi bagian integral dari penciptaan. Dengan demikian, festival ini bukan hanya soal seni, melainkan upaya membayangkan ulang kota sebagai komune yang hidup.

Informasi Lebih Lanjut

  • Website: www.terapfestival.com
  • Instagram: @terapfestival

Narahubung:

  • Telp/WA: 087823454010 (Agni Ekayanti)
  • Email: jalanteaterindonesia@gmail.com

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Wayan Balawan Gelar “Bali Banjar Music Festival 2025”: Kolaborasi Musik Tradisi-Modern Sebagai Jembatan Musik Lokal dan Internasional
Mendengar dalam Diam: Menyimak Gema yang Tak Usai — Catatan dari Penutupan Festival Mi-Reng 2025
Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025
Tags: bandungBraga BandungSeniTerap Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [29]: Tangis Wanita di Studio Podcast

Next Post

Hindu Towani  Tolotang di Sulawesi Selatan, Wajah Hindu Nusantara Berbalut Adat Bugis Kuno

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
0
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

Read moreDetails

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
0
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

Read moreDetails

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

Read moreDetails

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

Read moreDetails

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah...

Read moreDetails

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu...

Read moreDetails

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
0
Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

Read moreDetails

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
0
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

Read moreDetails

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
0
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

Read moreDetails

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

by Ingga Adelia
June 15, 2026
0
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

Read moreDetails
Next Post
Hindu Towani  Tolotang di Sulawesi Selatan, Wajah Hindu Nusantara Berbalut Adat Bugis Kuno

Hindu Towani  Tolotang di Sulawesi Selatan, Wajah Hindu Nusantara Berbalut Adat Bugis Kuno

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co