4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

tatkala by tatkala
August 21, 2025
in Panggung
Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Inkubasi juga membuka ruang pertemuan lintas batas, dengan menghadirkan narasumber internasional secara daring untuk memperkaya perspektif seniman | Foto: Adi Pirmansyah

SETELAH sukses dengan penyelenggaraan perdana pada tahun 2024, Terap Festival kembali hadir dengan edisi keduanya. Terap Festival #2 (Festival Teater Ruang Publik) akan berlangsung pada 23–30 Agustus 2025 di kawasan Dago dan Braga, Bandung. Tahun ini festival mengusung tema “Caang Mumbul Dina Batok (Terang Melambung Dalam Tempurung)”, sebuah metafora yang menyoroti bagaimana cahaya kehidupan warga kota tetap melambung meski sering tertutup oleh tempurung pembangunan, gentrifikasi, dan homogenisasi ruang.

Festival yang dirancang dan diarahkan oleh Sahlan Mujtaba (Direktur Festival), Riyadhus Shalihin (Direktur Artistik), serta kurator Ferial Afiff dan Trianzani Sulshi, menghadirkan rangkaian program berupa inkubasi, pertunjukan, diskusi, dan workshop. Melalui pendekatan artistik yang berakar pada ruang hidup warga, Terap Festival mengajak publik untuk melihat kota sebagai panggung bersama, sekaligus ruang dialog yang inklusif dan berkeadilan.

Para seniman peserta Terap Festival #2 bersama narasumber memulai sesi inkubasi dengan menjelajahi ruang kota—membaca lanskap Bandung sebagai panggung hidup | Foto: Adi Pirmansyah

Suasana diskusi hangat di salah satu sesi inkubasi, ketika seniman dan narasumber membicarakan hubungan antara tubuh, ruang, dan pengalaman warga. | Foto: Adi Pirmansyah

Direktur Festival, Sahlan Mujtaba, menekankan bahwa keberadaan festival ini berangkat dari keresahan atas ruang kota yang semakin menyisihkan warganya. “Kami ingin festival ini menjadi cara untuk menyalakan kembali cahaya yang sering terhalang oleh tembok pembangunan. Di balik gang-gang sempit, pasar yang riuh, hingga jalanan kota, ada kehidupan warga yang perlu didengar. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui festival ini,” ujarnya.

Kurator Ferial Afiff dan Trianzani Sulshi dalam Catatan Kuratorial menuliskan refleksi mendalam tentang lanskap Dago dan Coblong yang terus berubah. “Pertunjukan di ruang publik bukanlah panggung mewah, melainkan cara bertanya dan mengingat. Tubuh menjadi pengingat; ruang menjadi peristiwa. Dengan tema Caang Mumbul Dina Batok, kami ingin menegaskan bahwa cahaya itu ada, dan ia selalu mencari jalan untuk menyinari kota,” tutur mereka.

Sementara itu, Riyadhus Shalihin, selaku Direktur Artistik, melihat festival sebagai ruang eksperimentasi artistik yang tak terpisahkan dari etika kolaborasi. “Melalui inkubasi, kami menekankan bahwa teater bukan hanya ekspresi individual, melainkan kerja sosial yang berakar pada solidaritas. Setiap pertunjukan adalah dialog dengan ruang dan relasi sosial di sekitarnya. Inilah cara kami mengembalikan teater sebagai praktik bersama warga, bukan sekadar tontonan,” jelasnya.

Program Festival

Terap Festival #2 menyajikan beragam pertunjukan site-specific yang tersebar di ruang publik kawasan Dago dan Braga. Tahun ini, enam seniman, baik individu maupun kolektif, hadir melalui jalur open call, undangan, karya berkelanjutan, hingga main performance internasional.

Percakapan intens antara seniman dan narasumber di ruang terbuka, merumuskan bagaimana praktik teater dapat bersentuhan langsung dengan ekologi sosial dan lingkungan. | Foto: Adi Pirmansyah

Presentasi gagasan seniman dalam sesi inkubasi di ruang galeri, sebagai bagian dari proses merangkai ide pertunjukan site-specific di kota Bandung | Foto: Adi Pirmansyah

Dari hasil open call, Panca Lintang Dyah Paramitha akan berkolaborasi dengan warga dan komunitas ibu-ibu di Sekeloa melalui pertunjukan intim di rumah warga. Sementara Kolektif Bawah Meja akan bekerja sama dengan ekskul Cakra, Secret, dan Teater AH Smansa Dago di SMA Negeri 1 (Smansa), menghadirkan teater sebagai alat pembongkar relasi antara tubuh muda, disiplin sekolah, dan arsitektur institusi pendidikan.

Dari jajaran undangan, Teater Samana akan menghidupkan ruang hijau Babakan Siliwangi—menandai tubuh sebagai bagian dari ekologi yang terancam gentrifikasi—sedangkan seniman Taiwan Chao Man Chun akan menyusuri ruang-ruang pasar Simpang Dago, menegaskan pasar sebagai infrastruktur tubuh kolektif yang menolak untuk direduksi sekadar komoditas.

Dalam kategori karya berkelanjutan, Ganda Swarna kembali menghadirkan eksplorasi Gerilya Bunyi—yang pada edisi pertama berpijak sebagai interupsi akustik—kini diproyeksikan ulang di Jalan Braga melalui karya Resep Umur Panjang; menghadirkan instalasi warung di tengah Braga yang membawa rekaman suara ibu-ibu kampung memasak—termasuk kisah Mak Ira yang berusia seratus tahun—sebagai arsip hidup tentang perawatan, kebersamaan, dan kepedulian warga, sekaligus undangan bagi audiens untuk merasakan makanan bukan sekadar menu wisata, melainkan pengetahuan kolektif tentang bagaimana umur panjang dirawat bersama.

Sebagai sajian utama, festival menghadirkan Port-B, kelompok teater internasional yang disutradarai Akira Takayama (Jepang), dengan dua karya—Travel Agency dan Board Game. Bertempat di sebuah kafe di kawasan Braga, karya ini membuka dialog lintas budaya tentang kota, mobilitas, dan ruang bersama; menguji bagaimana konsumsi ruang kafe sebagai arsitektur kapital dapat dibalik menjadi ruang percakapan politik.

Selain pertunjukan, Terap Festival #2 juga menyelenggarakan dua diskusi publik yang berfokus pada relasi teater, ruang kota, hak mobilitas, dan hak atas kota. Diskusi pertama bertema Inkubasi dan Riset—sebuah upaya mengembalikan dan menjahit gagasan dari pengalaman yang terurai dalam proses artistik seniman. Digelar pada 23 Agustus 2025 di Gedung Indonesia Menggugat, forum ini menghadirkan topik “Tubuh, Mobilitas, dan Performatifitas Ruang Kota”—menyoal bagaimana tubuh warga bernegosiasi dengan infrastruktur, serta bagaimana seni pertunjukan dapat menjadi alat untuk menantang logika tata ruang yang menyingkirkan.

Inkubasi juga membuka ruang pertemuan lintas batas, dengan menghadirkan narasumber internasional secara daring untuk memperkaya perspektif seniman | Foto: Adi Pirmansyah

Diskusi kedua bertema “Merebut Ruang: Teater, Partisipasi, dan Hak Atas Kota Dalam Perspektif Perempuan” akan berlangsung pada 25 Agustus 2025, juga di Gedung Indonesia Menggugat. Sesi ini membuka pembicaraan tentang bagaimana pengalaman perempuan dalam ruang publik kerap dipinggirkan, dan bagaimana teater dapat menjadi praktik partisipatif untuk merebut akses, menuntut kesetaraan, dan merayakan kota sebagai milik bersama.

Sebelum fase pertunjukan, festival diawali dengan program inkubasi seniman. Di sini, para peserta tidak hanya mempelajari teknik artistik, tetapi juga riset bersama warga. Trianzani Sulshi, dalam salah satu sesi, menegaskan bahwa kota harus dilihat bukan sekadar latar, melainkan panggung hidup itu sendiri. Ia menulis: “Kota bukan hanya latar, melainkan pertunjukan hidup yang terus berlangsung. Tubuh warga adalah aktor, dan interaksi sehari-hari mereka adalah naskah yang selalu diperbarui.”

Kolaborasi Warga dan Kota

Berakar di Bandung, festival ini menyoroti Dago dan Braga sebagai ruang yang sarat memori, tetapi juga arena pertarungan modernisasi. Braga—dengan jejak kolonial dan sejarah panjangnya—bertemu dengan Dago—dengan lanskap sosial yang berlapis antara nostalgia, kos-kosan, pasar, hingga hutan kota. Keduanya menghadirkan medan di mana arsitektur tidak netral, melainkan penuh tegangan antara kapital, negara, dan warga.

Sesi fasilitasi inkubasi seniman: ruang berbagi pengetahuan, menggali pertanyaan kritis, sekaligus membangun etika kolaborasi yang menjadi dasar festival | Foto: Adi Pirmansyah

Terap Festival menolak sekadar menjadi tontonan; ia memanggil warga untuk terlibat aktif sebagai kolaborator dan audiens partisipatif. Semangat ini menegaskan: ruang publik bukan sekadar infrastruktur kota, melainkan arena perjumpaan, ingatan, dan perjuangan kolektif.

Terap Festival #2 terselenggara berkat dukungan Djarum Bakti Budaya Foundation, Japan Foundation Jakarta, serta Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Kementerian Kebudayaan—namun lebih dari itu, festival ini berdiri karena warga, komunitas lokal, dan institusi pendidikan di Bandung yang menjadi bagian integral dari penciptaan. Dengan demikian, festival ini bukan hanya soal seni, melainkan upaya membayangkan ulang kota sebagai komune yang hidup.

Informasi Lebih Lanjut

  • Website: www.terapfestival.com
  • Instagram: @terapfestival

Narahubung:

  • Telp/WA: 087823454010 (Agni Ekayanti)
  • Email: jalanteaterindonesia@gmail.com

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Wayan Balawan Gelar “Bali Banjar Music Festival 2025”: Kolaborasi Musik Tradisi-Modern Sebagai Jembatan Musik Lokal dan Internasional
Mendengar dalam Diam: Menyimak Gema yang Tak Usai — Catatan dari Penutupan Festival Mi-Reng 2025
Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025
Tags: bandungBraga BandungSeniTerap Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [29]: Tangis Wanita di Studio Podcast

Next Post

Hindu Towani  Tolotang di Sulawesi Selatan, Wajah Hindu Nusantara Berbalut Adat Bugis Kuno

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
0
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

Read moreDetails

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails
Next Post
Hindu Towani  Tolotang di Sulawesi Selatan, Wajah Hindu Nusantara Berbalut Adat Bugis Kuno

Hindu Towani  Tolotang di Sulawesi Selatan, Wajah Hindu Nusantara Berbalut Adat Bugis Kuno

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co