25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 6, 2025
in Panggung
Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

Wayang di ruang artistik Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 | Foto: Dok. UVJF 2025

SEORANG wisatawan asal Jerman berhenti sejenak di tengah jembatan kecil yang membentang di atas Sungai Wos. Ia menatap ke atas, seolah baru saja menemukan karya seni di tempat yang tak disangka. Di atas kepalanya, sebuah layangan barong tergantung diam, bergoyang pelan ditiup angin malam. Cahaya lampu menyorot tubuhnya yang berambut pirang, sementara wajahnya memantulkan kekaguman. Tak jauh dari sana, suara musik jazz mengalun lembut dari Subak Stage, menyatu dengan gemericik air dan suasana Ubud yang teduh.

Pemandangan serupa menghiasi berbagai sudut Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 yang digelar pada 1–2 Agustus di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel by Marriott, di Mawang, Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Di dekat Giri Stage, sebuah layangan janggan dipasang sebagai bagian dari instalasi seni festival, juga difungsikan sebagai layar proyeksi video, memperkuat pengalaman visual yang menyatu dengan pertunjukan musik. Sementara itu, di jalan menuju panggung atas, deretan layangan wayang terpasang dengan anggun. Di jembatan yang mengarah ke Subak Stage, sebuah layangan barong tergantung megah, menghubungkan lanskap seni, alam, dan suara.

Semua layangan itu tidak diterbangkan, melainkan dipasang sebagai instalasi artistik ─ bagian dari lanskap visual yang mempertemukan warisan budaya Bali dengan atmosfer jazz yang bebas, dialogis, dan kosmopolitan.

UVJF 2025 menyajikan dua ruang utama. Giri Stage, panggung besar yang menjadi pusat energi musikal, menampilkan dentuman big band dan harmoni berlapis. Sedangkan Subak Stage, yang terletak di tepi Sungai Wos adalah ruang kecil yang intim ─ tempat musik berpadu dengan gemericik air, suara alam, dan keteduhan Ubud, menciptakan pengalaman mendengarkan yang nyaris magis.

Ruang artistik Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 | Foto: Dok. UVJF 2025

Namun, UVJF bukan sekadar soal musik. Klick Swantara dan Diana Surya, sebagai arsitek festival, menggandeng seniman Kadek Armika dan Bali Indonesia Kite Community untuk menghadirkan layangan sebagai bagian dari arsitektur ruang festival. Layangan janggan, layangan wayang, hingga layangan barong membentuk lanskap visual yang memikat dan menjadi titik perhatian utama para pengunjung.

Lebih dari sekadar estetika, instalasi layangan ini juga membawa pesan. Tema besar UVJF tahun ini mengangkat soal ruang udara. “Ruang udara kita sekarang semakin sempit, yang akhirnya membatasi orang main layangan. Dari sisi budaya, perlahan kita akan tersingkir,” ujar Klick Swantara. Ia menambahkan, melalui kerja sama dengan Bali Indonesia Kite Community, UVJF menjadi salah satu wadah untuk menyuarakan kampanye ruang udara Bali ─ ruang yang selama ini dijaga oleh para rare angon (pecinta layangan) dan penggiat budaya lokal.

Ruang artistik Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 | Foto: Dok. UVJF 2025

Komitmen UVJF terhadap isu ekologi juga terus diperkuat. Tahun ini, sistem gelas deposit diterapkan: setiap pembeli minuman menyimpan gelas dengan deposit Rp10.000 yang bisa dikembalikan atau dibawa pulang sebagai suvenir. Air minum tidak lagi disediakan dalam kemasan sekali pakai, melainkan melalui galon isi ulang. Seluruh kebutuhan makan dan minum pun menggunakan peralatan yang dapat digunakan ulang.

Semangat menyatu dengan alam ini berakar pada filosofi Nyegara Gunung, kosmologi Bali yang memandang laut dan gunung sebagai satu kesatuan. Giri Stage yang berada di atas mewakili gunung, sementara Subak Stage di bawah merepresentasikan lembah dan air.

“Nyegara Gunung adalah konsep vertikal, yang bermakna bahwa UVJF menjangkau semua kalangan, dari kalangan elit hingga akar rumput. Jazz memang terkesan eksklusif, tapi kami ingin menjadikannya sesuatu yang bisa dinikmati siapa pun. Tampil dengan rendah hati dan membumi,” ujar Klick.

Selain musik dan visual, festival ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM, kuliner lokal, dan produk kreatif. Di sela-sela panggung, pengunjung bisa menjelajahi stan makanan, membeli merchandise, kerajinan, atau sekadar duduk di tanah beralaskan tikar sambil menyimak dialog musikal antar-musisi.

Layangan di ruang artistik Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025 | Foto: Dok. UVJF 2025

Sejak berpindah ke Sthala pada 2023, UVJF terus memperkuat identitasnya sebagai festival yang lebih dari sekadar pertunjukan musik. Ia adalah ruang budaya, tempat di mana jazz berdialog dengan angin, tanah, dan tradisi lokal. Suasana yang bersahaja namun sarat makna, menjadikan festival ini tetap setia pada semangat awalnya: jazz sebagai ruang pertemuan lintas budaya dan benua.

Menjelang akhir malam, wisatawan Jerman tadi kembali duduk di pinggir Subak Stage. Lampu-lampu mulai meredup, dan layangan barong masih tergantung di atas jembatan, diam, namun hidup dalam cahaya malam. Wisatawan Jerman itu menatap ke sekeliling dan berkata pelan, “It’s more than jazz. It’s like being inside a dream.” [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz
Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping
Mahanada di UVJF 2025: Bukan Sekadar Anak Muda Bernyanyi Jazz, Tapi Generasi Penerus Jazz
Santai, Tapi Menggoda, Jazz Intim Smokey Chamber Trio di UVJF 2025
Jazz Jadi Milik Semua: Malam East West European Jazz Orchestra dan Dian Pratiwi di Sthala UVJF 2025
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’
Tags: festival musik jazzjazzSeni RupaUbudUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan

Next Post

Siklus Hidup Warna Warni dalam Pertunjukkan Ayu Laksmi

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Siklus Hidup Warna Warni dalam Pertunjukkan Ayu Laksmi

Siklus Hidup Warna Warni dalam Pertunjukkan Ayu Laksmi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co