12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 2, 2025
in Panggung
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’

Penampilan Jazz Steps di Subak Stage, UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

MENJELANG pukul 19.15, Jumat, 1 Agustus 2025, suasana di kawasan Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) mulai berubah. Seusai pertunjukan di Giri Stage, penonton perlahan berdatangan, mencari tempat duduk terbaik untuk menikmati penampilan selanjutnya. Di antara gemericik air sungai dan redup cahaya lampu taman, atmosfer terasa teduh dan intim, layaknya sebuah ruang dengar terbuka yang mengajak siapa pun untuk larut dalam ketenangan.

Di atas panggung kecil yang sederhana, dua sosok bersiap dengan tenang. Mereka tak membawa banyak peralatan, hanya saksofon dan kontrabas. Tapi dari kedua instrumen itu, mengalir alunan nada yang merasuk pelan, sekaligus memukau. Duo itu adalah Jazz Steps, kelompok jazz asal Vietnam yang dikenal karena eksplorasi mereka pada improvisasi dengan sentuhan musik rakyat Vietnam.

Tanpa banyak basa-basi, mereka memulai pertunjukan. Musik mereka seolah berbicara lebih dari cukup. Setiap nada yang dimainkan Quyen Thien Dac pada saksofonnya, selaras menyatu dengan petikan kontrabas dari Dao Minh Pha. Penonton terdiam, larut dalam pertunjukan yang tak mengandalkan gimmick panggung, melainkan kejujuran musikalitas.

Penampilan Jazz Steps di UVJF 2025 bersama Yuri Mahatma (gitar) dan Gustu Brahmanta (drum) │Foto: tatkala.co/Dede

Jazz Steps adalah proyek musik yang dibangun atas semangat ‘jazz untuk semua’. Mereka ingin membawa jazz keluar dari ruang-ruang konser formal ataupun kelas elit, membawanya ke komunitas-komunitas lokal, hingga ke masyarakat pelosok yang tak bisa menikmati musik jazz. Tanpa panggung tinggi, tanpa sekat antara pemain dan penonton. Musik, bagi mereka, harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dari desa hingga sekolah, dari taman kota hingga festival lintas budaya, seperti Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF).

Mengutip dari situs Daidoanket, Quyen Thien Dac adalah putra dari pemain saksofon legendaris Vietnam, Quyen Van Minh. Ia mulai belajar klarinet sejak usia 11 tahun di Konservatori Musik Hanoi, lalu beralih ke saksofon di bawah bimbingan langsung ayahnya. Pada tahun 1995, ia menjadi musisi termuda yang pernah tampil bersama Orkes Simfoni Nasional Vietnam.

Namun, tak hanya memainkan jazz bergaya Barat, Quyen Thien Dac juga mengeksplorasi dan menyerap unsur musik tradisional Vietnam ke dalam karyanya. Ia meneliti berbagai instrumen dan gaya lokal seperti musik tuồng, chèo, dan kèn khas daerah pegunungan untuk menciptakan identitas jazz yang ‘berbahasa Vietnam’. Baginya, jazz adalah ‘kunci pembuka ruang-ruang kreatif baru’. Ia ingin membawa jazz lebih dekat ke masyarakat, bukan hanya di konser resmi, tetapi juga di ruang publik, sekolah, hingga permukiman, agar semua orang bisa merasakan semangat jazz.

Penampilan Jazz Steps di Subak Stage, UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Dao Minh Pha adalah pemain kontrabas dan pendidik yang punya semangat sosial kuat. Dikutip dari Tienphong, ia pernah mengajar anak-anak tunanetra di panti sosial di Ho Chi Minh City. Pada tahun 2018, Dao Minh Pha bahkan sempat berencana melakukan tur keliling desa-desa menggunakan mobil jeep bersama Jazz Steps, membawakan musik secara langsung ke komunitas-komunitas terpencil. Selain itu, ia juga dikenal lewat proyek uniknya, yaitu pembuatan piringan hitam solo jazz untuk kontrabas.

Sejak awal, Quyen Thien Dac dan Dao Minh Pha membangun Jazz Steps bukan hanya sebagai proyek musik, tapi juga sebagai gerakan budaya kecil: membawa jazz ke ruang-ruang yang lebih hidup, tak terduga, dan tak terjamah musik jazz.

Jazz Steps hadir untuk siswa di Tuong Duong, Nghe An │ Sumber foto: situs Tienphong

Penampilan mereka malam itu di UVJF 2025 membuktikan bahwa musik bisa melampaui batas bangsa dan budaya. Setiap kali satu lagu selesai dimainkan, riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton memenuhi Subak Stage. Beberapa tampak berseru saat mendengar nada-nada minor yang terselip dalam rangkaian nada yang dimainkan. Jazz Steps tampil efisien dan fokus, tanpa banyak basa-basi, mereka membiarkan musik yang berbicara.

“Tampil di sini (UVJF) adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Semoga ke depannya kami bisa berpartisipasi kembali di tahun-tahun berikutnya,” ujar Dao Minh Pha, saat ditemui seusai pertunjukan.

Quyen Thien Dac menambahkan, eksistensi jazz di Vietnam tak jauh berbeda dengan di Indonesia. “Di sana belum terlalu banyak peminatnya, tapi ada klub-klub dan komunitas yang membuat jazz tetap bertahan dan hidup.”

Menurut Yuri Mahatma ─ gitaris jazz sekaligus co-founder UVJF, kehadiran perdana Jazz Steps ini adalah salah satu hal yang spesial dari perhelatan UVJF 2025. “Selain mainnya unik dan asyik, mereka di Vietnam juga aktivis jazz. Jadi mereka memperjuangkan jazz di sana. Sama lah perjuangannya, ada chemistry yang berkaitan dengan semangat festival ini.”

Dari kiri ke kanan: Yuri Mahatma, Dao Minh Pha, Quyen Thien Dac, Gustu Brahmanta│Foto: tatkala.co/Dede

Ia menambahkan, ekosistem jazz di Vietnam serupa dengan di Indonesia: hidup dari cafe ke cafe, hotel ke hotel, tapi tetap disokong komunitas. Menariknya, baik Quyen Thien Dac maupun Dao Minh Pha juga aktif sebagai dosen atau pengajar musik di suatu institusi pendidikan di Vietnam. Jadi, bisa dikatakan, musik sudah menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Yuri Mahatma juga sempat berkolaborasi di atas panggung bersama Jazz Steps, ditemani Gustu Brahmanta (drummer sekaligus perkusionis asal Bali). Meski tanpa latihan sebelumnya, kolaborasi itu tetap mengalir mulus. “Tadi luar biasa, mereka asyik. Dan, nggak ada latihan sama sekali,” ujarnya sembari tertawa ringan.

Malam itu, di UVJF 2025, Jazz Steps bukan hanya menampilkan musik, mereka juga membawa misi, semangat, dan harapan. Bahwa jazz, dengan segala improvisasinya masih bisa menyentuh hati dan menyatukan banyak suara. Dari Vietnam sampai Ubud, untuk dunia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Dialog dalam Nada di Panggung Lintas Benua
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Lampion-lampion Harapan dari Nara Devintha dan Nadin di UVJF 2024
Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”
Tags: festival musik jazzjazzmusikmusik jazzUbudUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelusuri “Jejak Sunyi-Petualangan Puitis” Umbu Landu Paranggi dari Karya-karyanya

Next Post

Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co