23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 2, 2025
in Panggung
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’

Penampilan Jazz Steps di Subak Stage, UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

MENJELANG pukul 19.15, Jumat, 1 Agustus 2025, suasana di kawasan Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) mulai berubah. Seusai pertunjukan di Giri Stage, penonton perlahan berdatangan, mencari tempat duduk terbaik untuk menikmati penampilan selanjutnya. Di antara gemericik air sungai dan redup cahaya lampu taman, atmosfer terasa teduh dan intim, layaknya sebuah ruang dengar terbuka yang mengajak siapa pun untuk larut dalam ketenangan.

Di atas panggung kecil yang sederhana, dua sosok bersiap dengan tenang. Mereka tak membawa banyak peralatan, hanya saksofon dan kontrabas. Tapi dari kedua instrumen itu, mengalir alunan nada yang merasuk pelan, sekaligus memukau. Duo itu adalah Jazz Steps, kelompok jazz asal Vietnam yang dikenal karena eksplorasi mereka pada improvisasi dengan sentuhan musik rakyat Vietnam.

Tanpa banyak basa-basi, mereka memulai pertunjukan. Musik mereka seolah berbicara lebih dari cukup. Setiap nada yang dimainkan Quyen Thien Dac pada saksofonnya, selaras menyatu dengan petikan kontrabas dari Dao Minh Pha. Penonton terdiam, larut dalam pertunjukan yang tak mengandalkan gimmick panggung, melainkan kejujuran musikalitas.

Penampilan Jazz Steps di UVJF 2025 bersama Yuri Mahatma (gitar) dan Gustu Brahmanta (drum) │Foto: tatkala.co/Dede

Jazz Steps adalah proyek musik yang dibangun atas semangat ‘jazz untuk semua’. Mereka ingin membawa jazz keluar dari ruang-ruang konser formal ataupun kelas elit, membawanya ke komunitas-komunitas lokal, hingga ke masyarakat pelosok yang tak bisa menikmati musik jazz. Tanpa panggung tinggi, tanpa sekat antara pemain dan penonton. Musik, bagi mereka, harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dari desa hingga sekolah, dari taman kota hingga festival lintas budaya, seperti Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF).

Mengutip dari situs Daidoanket, Quyen Thien Dac adalah putra dari pemain saksofon legendaris Vietnam, Quyen Van Minh. Ia mulai belajar klarinet sejak usia 11 tahun di Konservatori Musik Hanoi, lalu beralih ke saksofon di bawah bimbingan langsung ayahnya. Pada tahun 1995, ia menjadi musisi termuda yang pernah tampil bersama Orkes Simfoni Nasional Vietnam.

Namun, tak hanya memainkan jazz bergaya Barat, Quyen Thien Dac juga mengeksplorasi dan menyerap unsur musik tradisional Vietnam ke dalam karyanya. Ia meneliti berbagai instrumen dan gaya lokal seperti musik tuồng, chèo, dan kèn khas daerah pegunungan untuk menciptakan identitas jazz yang ‘berbahasa Vietnam’. Baginya, jazz adalah ‘kunci pembuka ruang-ruang kreatif baru’. Ia ingin membawa jazz lebih dekat ke masyarakat, bukan hanya di konser resmi, tetapi juga di ruang publik, sekolah, hingga permukiman, agar semua orang bisa merasakan semangat jazz.

Penampilan Jazz Steps di Subak Stage, UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Dao Minh Pha adalah pemain kontrabas dan pendidik yang punya semangat sosial kuat. Dikutip dari Tienphong, ia pernah mengajar anak-anak tunanetra di panti sosial di Ho Chi Minh City. Pada tahun 2018, Dao Minh Pha bahkan sempat berencana melakukan tur keliling desa-desa menggunakan mobil jeep bersama Jazz Steps, membawakan musik secara langsung ke komunitas-komunitas terpencil. Selain itu, ia juga dikenal lewat proyek uniknya, yaitu pembuatan piringan hitam solo jazz untuk kontrabas.

Sejak awal, Quyen Thien Dac dan Dao Minh Pha membangun Jazz Steps bukan hanya sebagai proyek musik, tapi juga sebagai gerakan budaya kecil: membawa jazz ke ruang-ruang yang lebih hidup, tak terduga, dan tak terjamah musik jazz.

Jazz Steps hadir untuk siswa di Tuong Duong, Nghe An │ Sumber foto: situs Tienphong

Penampilan mereka malam itu di UVJF 2025 membuktikan bahwa musik bisa melampaui batas bangsa dan budaya. Setiap kali satu lagu selesai dimainkan, riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton memenuhi Subak Stage. Beberapa tampak berseru saat mendengar nada-nada minor yang terselip dalam rangkaian nada yang dimainkan. Jazz Steps tampil efisien dan fokus, tanpa banyak basa-basi, mereka membiarkan musik yang berbicara.

“Tampil di sini (UVJF) adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Semoga ke depannya kami bisa berpartisipasi kembali di tahun-tahun berikutnya,” ujar Dao Minh Pha, saat ditemui seusai pertunjukan.

Quyen Thien Dac menambahkan, eksistensi jazz di Vietnam tak jauh berbeda dengan di Indonesia. “Di sana belum terlalu banyak peminatnya, tapi ada klub-klub dan komunitas yang membuat jazz tetap bertahan dan hidup.”

Menurut Yuri Mahatma ─ gitaris jazz sekaligus co-founder UVJF, kehadiran perdana Jazz Steps ini adalah salah satu hal yang spesial dari perhelatan UVJF 2025. “Selain mainnya unik dan asyik, mereka di Vietnam juga aktivis jazz. Jadi mereka memperjuangkan jazz di sana. Sama lah perjuangannya, ada chemistry yang berkaitan dengan semangat festival ini.”

Dari kiri ke kanan: Yuri Mahatma, Dao Minh Pha, Quyen Thien Dac, Gustu Brahmanta│Foto: tatkala.co/Dede

Ia menambahkan, ekosistem jazz di Vietnam serupa dengan di Indonesia: hidup dari cafe ke cafe, hotel ke hotel, tapi tetap disokong komunitas. Menariknya, baik Quyen Thien Dac maupun Dao Minh Pha juga aktif sebagai dosen atau pengajar musik di suatu institusi pendidikan di Vietnam. Jadi, bisa dikatakan, musik sudah menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Yuri Mahatma juga sempat berkolaborasi di atas panggung bersama Jazz Steps, ditemani Gustu Brahmanta (drummer sekaligus perkusionis asal Bali). Meski tanpa latihan sebelumnya, kolaborasi itu tetap mengalir mulus. “Tadi luar biasa, mereka asyik. Dan, nggak ada latihan sama sekali,” ujarnya sembari tertawa ringan.

Malam itu, di UVJF 2025, Jazz Steps bukan hanya menampilkan musik, mereka juga membawa misi, semangat, dan harapan. Bahwa jazz, dengan segala improvisasinya masih bisa menyentuh hati dan menyatukan banyak suara. Dari Vietnam sampai Ubud, untuk dunia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Dialog dalam Nada di Panggung Lintas Benua
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Lampion-lampion Harapan dari Nara Devintha dan Nadin di UVJF 2024
Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”
Tags: festival musik jazzjazzmusikmusik jazzUbudUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelusuri “Jejak Sunyi-Petualangan Puitis” Umbu Landu Paranggi dari Karya-karyanya

Next Post

Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Yang (Mungkin) Luput dari Film Dokumenter “Sanghyang Dedari” Karya Olin Monteiro

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co