3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Dialog dalam Nada di Panggung Lintas Benua

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 2, 2025
in Panggung
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Dialog dalam Nada di Panggung Lintas Benua

Seremoni pembukaan UVJF 2025 (1/8) │Foto: tatkala.co/Dede

“Jazz itu kayak ngobrol, tapi tanpa kata-kata,” ujar Wayan Putra, seorang pemuda asal Gianyar yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai koperasi.

Malam itu, ia berdiri di antara kerumunan, di Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025. Pandangannya tak lepas dari panggung Subak Stage. Di sana, Smokey Chamber Trio tengah memainkan komposisi orisinal yang belum pernah ia dengar. Tangannya tak henti mengikuti irama, meski wajahnya sesekali menyiratkan kebingungan.

“Saya nggak ngerti notasi, tapi rasanya kayak diajak ngobrol. Mungkin jazz memang begitu,” kata Wayan Putra. Pandangannya masih tetap, lurus ke panggung.

Untuk pertama kalinya, Wayan Putra memutuskan datang ke UVJF 2025 ─ gelaran musik tahunan yang sejak 2023 berpindah ke Sthala, a Tribute Portfolio Hotel by Marriott, di Mawang, Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali. Festival ini resmi dibuka untuk ke-12 kalinya pada Jumat, 1 Agustus 2025, dan dihelat sampai Sabtu, 2 Agustus 2025, dengan semangat yang sama: menghadirkan jazz sebagai ruang pertemuan lintas budaya dan benua.

Pembukaan UVJF 2025 berlangsung meriah namun tetap bersahaja, sebagaimana wajah Ubud yang riuh namun teduh. Sejumlah tokoh hadir memberikan sambutan. Heru Djatmiko (Head of Ticketing UVJF), Lasta Arimbawa (General Manager Sthala), Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace(Ketua PHRI dan perwakilan Puri Ubud), serta Ida Ayu Indah Yustikarini (Kepala Divisi Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali) yang turut hadir dan membuka festival secara resmi.

 

Bojan Cvetković Quartet di UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Dalam sambutannya, Cok Ace mengapresiasi penyelenggaraan UVJF yang tetap konsisten sampai saat ini. Ia menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan festival ini bagi ekosistem budaya dan pariwisata Bali.

“Musik jazz bisa masuk ke Ubud, dan ke depan, acara seperti ini harus selalu direncanakan dan dilanjutkan,” kata Cok Ace, disambut sorak sorai dan riuh tepuk tangan penonton.

Seremoni berlanjut ke momen simbolik, pembukaan bersama co-founder UVJF, Yuri Mahatma dan A.A. Anom Darsana, serta perwakilan Dinas Pariwisata Gianyar. Tanda dimulainya festival disambut dengan semarak oleh fanfare dari East West European Jazz Orchestra (EWEJO), kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama para tokoh dan tim UVJF.

Hari pertama UVJF menghadirkan delapan penampil dengan warna dan karakter beragam, tampil silih berganti di dua panggung utama, Subak Stage dan Giri Stage. Di Subak Stage, Smokey Chamber Trio ─ kelompok musisi Indonesia, membuka dengan komposisi orisinal seperti Kesari (Eko Sumarsano) dan Free Delivery (Yuri Mahatma). Penampilan mereka terasa intim, penuh kehangatan, seolah mengajak penonton masuk ke ruang percakapan musik yang dalam.

Para penonton di depan Giri Stage, UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Sementara di Giri Stage, SILK ─ band asal Jerman, membangkitkan suasana dengan lagu-lagu funk dan soul seperti Tiki Hut Strut (Cory Wong) hingga Boogie Down (Al Jarreau, Michael Omartian). Energi mereka membuat penonton bergerak, ada yang sekadar menganggukan kepala mengikuti irama, ada pula yang berdansa kecil bersama pasangan, semua hal itu tampak biasa, tapi membuat suasana menjadi hidup di tengah festival yang tenang.  

Puncak malam diwarnai oleh penampilan EWEJO. Dengan formasi big-band lengkap, mereka membawakan aransemen seperti Chega de Saudade (Carlos Jobim) dan Street Life (Joe Sample), berpadu dengan vokal memukau Dian Pratiwi yang kembali tampil di tanah air. UVJF 2025 juga menghadirkan keunikan musikal dari berbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah duo Jazz Steps asal Vietnam yang memperlihatkan kolaborasi unik antara jazz modern dan ritme tradisional Vietnam. Sedangkan New Centropezn Quartet dari Rusia membawa warna soul dan folk Armenia dalam setiap lagunya.

Tak kalah mencuri perhatian, di Subak Stage, Astrid Sulaiman bersama Soukma dan Doni Wirandana menyuguhkan komposisi pribadi seperti Motherhood dan Midnight in Mumbul, serta lagu daerah Indonesia seperti Panon Hideung, yang dibalut dengan nuansa jazz harmonis dan mengalun lembut. Dari Serbia, Bojan Cvetković Quartet menambah dimensi musik dengan sentuhan Balkan yang khas dalam jazz modern ─ ritmis dan penuh ekspresi. Tak habis sampai di situ, penampilan Gayatri Quartet di Subak Stage, yang membawakan standar jazz dan lagu pop-soul seperti Desafinado (Antonio Carlos Jobim) hingga Black & Gold (Sam Sparro) menutup hari pertama dengan perpaduan klasik dan modern yang apik.

A.A. Anom Darsana, co-founder UVJF, mengatakan, “tahun ini, kami menyesuaikan diri dengan dinamika global. Ini adalah keputusan yang disusun dengan matang ─ untuk menciptakan pengalaman yang lebih optimal bagi musisi dan penonton, serta menghadirkan ruang yang lebih lapang dan atmosfer yang lebih intim,” ungkapnya.

Duo Jazz Steps saat berkolaborasi dengan Yuri Mahatma (gitar) dan Gustu Brahmanta (drum) di UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Yuri Mahatma, co-founder UVJF, membagikan pandangannya terhadap eksistensi jazz di tanah air. “Jazz di Indonesia memang nggak pernah populer, dari zaman dulu sampai sekarang tetap segmented. Untuk menikmati jazz, pertama harus punya level apresiasi ─ keterbukaan hati untuk menerima dan menghargai walaupun tidak mengerti. Setelah itu, baru bisa menikmati musiknya,” tuturnya, setelah tampil bersama duo Jazz Step dari Vietnam di Subak Stage.

Menurut Yuri, UVJF adalah salah satu medium untuk menyebarkan serta menularkan “virus jazz” ke masyarakat yang lebih luas, meskipun hingga saat ini, pengunjung UVJF tetap didominasi kalangan turis mancanegara.

“Jazz nggak akan pernah mati. Jazz itu eksklusif sekaligus inklusif. Eksklusif karena butuh perjuangan untuk menikmatinya, tapi juga inklusif karena siapapun bisa menikmati jazz, terbuka untuk mereka yang bisa menghargai. Bagi saya, jazz adalah demokrasi yang seutuhnya. Bebas, tapi tetap harus ada ilmunya. Kita bisa langsung main bersama, berdialog dengan nada, saling mendengarkan satu sama lain,” ucap Yuri.

Festival ini juga telah tumbuh menjadi panggung jazz berskala global, berkat dukungan berbagai kedutaan dan lembaga kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara. Yuri menambahkan, “pertumbuhan festival ini adalah hasil lebih dari satu dekade dedikasi dan kepercayaan yang terbangun dengan komunitas lokal maupun internasional,” katanya.

East West European Jazz Orchestra (EWEJO) di UVJF 2025│Foto: UVJF 2025

Wayan Putra, yang semula awam dengan jazz, hari itu datang dengan keberanian untuk mengenal jazz. Malam itu, ia pulang dengan perasaan berbeda. “Saya masih belum mengerti sepenuhnya, tapi untuk permulaan, saya merasa betah. Menyaksikan jazz, rasanya seperti diajak ngobrol, bukan pakai kata-kata, tapi lewat nada,” ujarnya.

Hari pertama Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025 berhasil menyuguhkan perjalanan musik yang beragam dan hidup. Di tengah suasana hangat dan lanskap alam Ubud yang tenang, penonton menikmati berbagai bentuk jazz, dari kamar musik intim hingga format big-band, dari nuansa Asia Tenggara hingga warna khas Eropa Timur. Festival ini menjadi ruang pertemuan musik dan budaya yang terbuka, dan sangat sesuai berada di Bali.

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Lampion-lampion Harapan dari Nara Devintha dan Nadin di UVJF 2024
Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”
Rason Wardjojo, Gitaris Cilik, dan Bagaimana Ia Mengenal Jazz
Tags: festival musik jazzjazzmusikUbudUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Data Sudah Ditransfer,  Merdeka!

Next Post

Lokakarya “Pewarna Alam pada Kain”: Cara Menyembuhkan Semesta dengan Pewarna Alami

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Lokakarya “Pewarna Alam pada Kain”: Cara Menyembuhkan Semesta dengan Pewarna Alami

Lokakarya “Pewarna Alam pada Kain”: Cara Menyembuhkan Semesta dengan Pewarna Alami

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co