7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 28, 2025
in Panggung
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia

BAGI penggemar jazz sudah saatnya merayakan budaya paling dinamis melalui Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF). Festival jazz internasional yang memasuki penyelenggaraan ke-12 bakal digelar selama dua hari, yakni pada 1-2 Agustus 2025. Artistic Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025 mengangkat “Bumi dan Langit” yang menegaskan posisinya sebagai salah satu perayaan budaya paling dinamis di Indonesia.

“Ubud Village Jazz Festival 2025 bajal berlangsung di tengah alam Ubud yang hijau dan kembali digelar di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, UVJF 2025 mengundang para pencinta music JAZZ dari berbagai penjuru dunia untuk menikmati dua hari pertunjukan jazz kelas dunia, kolaborasi seni, dan pertemuan lintas budaya,” kata ⁠Heru Djatmiko, UVJF Head of Ticketing saat konferensi pers di Teroemboe Restaurant di Sanur, Jumat 25 Juli 2025.

⁠Yuri Mahatma, co-founder UVJF mengatakan, sebagai bagian dari program UVJF 2025, akan diselenggarakan rangkaian Pre- dan Post-Event showcase di sejumlah lokasi mitra, seperti The Apurva Kempinski Nusa Dua, The Meru Sanur, Bumi Kinar Ubud, dan Samasta Lifestyle Village Jimbaran.

Saat ini, UVJF berdiri sebagai panggung jazz berskala global—berkat dukungan berkelanjutan dari berbagai kedutaan, lembaga kebudayaan, dan kolaborasi lintas negara. “Pertumbuhan festival ini adalah hasil dari lebih dari satu dekade dedikasi dan kepercayaan yang telah terbangun dengan komunitas lokal maupun internasional,” lanjut Yuri.

Setiap tahunnya, Ubud Village Jazz Festival tidak hanya dikurasi melalui musik, tetapi juga diwujudkan secara visual dan spasial—berkat visi kreatif dari Diana Surya dan Putu Klick Swantara dari Archimetriz Architect, yang bekerja sama dengan Saung Construction.

“Untuk UVJF 2025, narasi arsitektural mereka mengambil inspirasi dari udara terbuka dan ritme kontemplatif dalam musik jazz. Tema desain tahun ini, “Ruang Udara: The Space We Breathe” dan “The Space Between Sounds,” mencerminkan dua sisi dari esensi jazz—kehadiran dan hening, nafas dan jeda,” papar Putu Klick.

Dengan pendekatan puitis dan desain yang reflektif, diharapkan menjadi ruang festival menjadi bagian dari pengalaman musikal itu sendiri—bergerak bebas, melayang ringan, dan menyatukan elemen suara, langit, dan jiwa. “Dari awal, menghadirkan jazz saja, sekala internasional melibatkan beberapa negara, pemilihan artis menghadirkan musisir lokal Indonesia,” paparnya.

Anom Darsana, sound engineer profesional sekaligus Co-Founder UVJF memaparkan, Jazz, yang berakar dari improvisasi dan kekuatan bercerita secara musikal, telah lama menjadi jembatan antara generasi dan budaya. UVJF dengan bangga menjaga semangat ini—menjadi panggung pertemuan musisi Indonesia dan internasional dalam semangat kreativitas, spontanitas, dan kebersamaan.

“Seperti pada gelaran sebelumnya, edisi tahun ini kembali akan digelar di Sthala, yang sejak 2023 telah menjadi mitra yang secara konsisten mendukung kami. Tahun ini, kami menyesuaikan diri dengan dinamika global. Ini adalah keputusan yang disusun dengan matang—untuk menciptakan pengalaman yang lebih optimal bagi musisi dan penonton, serta menghadirkan ruang yang lebih lapang dan atmosfer yang lebih intim,” ujar Anom Darsana.

Seorang musisi, Bogie Prasetyo dari Jazz Traveller mengaku senang kembali bisa main dalam UVJF 2025. Sebelumnya, telah memerihakan ajang musik ini pada tahun 2014. “Sebagai musisi Indonesia, saya bangga bisa ikut andil dalam perhelatan jazz festival di Bali. Buat saya UVJF ini salah satu ajang yang dilaksanakan dengan komitmen, idealis, dan konsisten,” ujar Bogie Prasetyo yang sudah sejak 25 tahun main jazz ini.

⁠Berbeda halnya dengan Diah Gayatri, dari Gayatri Quartet Diah Gayatri, setelah menggeluti muysik jazz selama 12 tahun baru dapat tampil di UVJF 2025 ini.

General Manager Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Lasta Arimbawa Sthala Ubud mengatakan, Teroemboe Restaurant di Sanur, Bali, telah terpilih oleh panitia sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Pers untuk Sthala UVJF 2025. Suasana terbuka dan pemandangan alam yang menakjubkan, area yang luas, akses mudah, serta pilihan kuliner yang beragam, menikmati hidangan di Teroemboe Restaurant adalah pengalaman yang memanjakan semua indera dan telah menjadi salah satu destinasi kuliner terkemuka di Bali.

“Ini adalah kali ketiga bagi Sthala Ubud Bali menjadi lokasi penyelenggaraan Sthala Ubud Village Jazz Festival. Sthala, a Tribute Portfolio Hotel di Ubud, Bali, oleh Marriott International, adalah sebuah hotel yang terletak di tengah-tengah nuansa hijau dan aliran Sungai Wos. Mereka juga menawarkan berbagai paket untuk menjadikan pengalaman liburan yang semakin berkesan,” bebernya.

Dirinya mengaku sangat gembira dapat terus menjadi mitra hotel resmi untuk acara kelas dunia ini, Sthala Ubud Village Jazz Festival. Acara ini telah menjadi salah satu destinasi acara jazz yang paling digemari. “Sebagai bagian dari hotel Marriott Bonvoy, kami secara konsisten berupaya menciptakan pengalaman acara yang unik dan kaya akan budaya, dan Sthala Ubud Village Jazz Festival ini adalah sesuatu yang dapat dinikmati oleh seluruh member Marriott Bonvoy kami selama berada di Bali,” ujar Lasta Arimbawa yang Multi-property General Manager hotel tersebut.

Acara ini bertujuan untuk menciptakan momen tak terlupakan bagi setiap tamu. Pengalaman kuliner serta keramahan di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali dan Teroemboe Restaurant memainkan peran penting dalam mencapai hal ini. “Kami percaya bahwa makanan istimewa, dikombinasikan dengan keramahan khas Bali dan keindahan alam yang menakjubkan, benar-benar menjadikan kami berbeda dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Festival ini juga menghadirkan lebih dari 30 booth makanan dan minuman dari pelaku UMKM Bali. Para pengunjung dapat menjelajahi ragam cita rasa lokal yang menggambarkan kekayaan kuliner dan semangat wirausaha Bali—sejalan dengan misi UVJF untuk mendukung industri kreatif melalui pengalaman festival yang multisensori. “Dengan perpaduan khas antara musikalitas, keramahan, dan inovasi, UVJF 2025 siap menghadirkan pengalaman jazz yang tak terlupakan—di bawah bintang-bintang, di tengah alam, dan dalam semangat kebersamaan,” sebutnya. [T/*]

Line-Up UVJF 2025
● Makoto Kuriya Trio (Jepang) – Pianis jazz-fusion kenamaan yang memadukan improvisasi penuh emosi dengan sensibilitas pop global.
● Balawan Trio feat. Jiyestha (Indonesia) – Kuartet dipimpin oleh gitaris virtuoso asal Bali, Balawan, dengan gaya jazz-rock yang berpadu gamelan tradisional.
● ROUGE (Prancis) – Trio piano yang menghadirkan jazz modern bernuansa sinematik dan sentuhan klasik kontemporer.
● Jazz Steps (Vietnam) – Duo jazz modern yang mengeksplorasi improvisasi dengan sentuhan musik rakyat Vietnam.
● Bojan Cvetković Quartet (Serbia) – Kuartet piano yang menggabungkan ritme Balkan dengan gaya jazz modern.
● SILK (Jerman) – Band funk-jazz beranggotakan delapan orang dengan aransemen penuh energi dan brass section yang dinamis.
● East West European Jazz Orchestra (Jerman-Ceko-Serbia) – Big band Eropa Timur yang menampilkan swing, soul, dan nuansa musik rakyat.
● Galaxy Big Band (Indonesia) – Big band dari Jakarta dengan warna jazz klasik yang dikemas secara modern dan enerjik.
● Astrid Sulaiman (Indonesia) – Pianis dan komposer dengan formasi Quartet bersama vokalis Soukma dan Doni Wirandana, finalis Voice Of Germany dalam nuansa jazz melodius.
● Dizzy & Wicked (Indonesia) – Grup jazz elektronik yang memadukan groove halus dan elemen jazz modern.
● Gayatri Quartet (Indonesia) – Kuartet vokal dengan kombinasi swing, bossa nova, dan jazz klasik bernuansa lembut.
● Jazz Traveller (Indonesia) – Proyek dari drummer Bogie Prasetyo dengan warna bossa nova dan jazz kontemporer yang ritmis.
● Mahanada (Indonesia) – Vokalis muda berbakat yang menampilkan interpretasi emosional dari standar-standar jazz klasik.
● New Centropezn Jazz Quartet (Rusia) – Grup asal Rostov-on-Don yang memadukan soul, jazz New Orleans, dan elemen kontemporer.
● Smokey Chamber Trio (Indonesia) – Trio kamar yang menyuguhkan aransemen intim khas Bali, dipimpin oleh Yuri Mahatma.

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”
Rason Wardjojo, Gitaris Cilik, dan Bagaimana Ia Mengenal Jazz
Merayakan Jazz, Mencipta Kenangan, dan Mendengar Rasa dalam Bahasa Suara
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Tags: festival musik jazzjazzUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Megatruh, Pergelaran Teater Legion 28 Tasikmalaya di Festival Seni Bali Jani 2025

Next Post

Emoni Bali Bikin Penonton Festival Bali Jani Teringat Masa Kecil

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails
Next Post
Emoni Bali Bikin Penonton Festival Bali Jani Teringat Masa Kecil

Emoni Bali Bikin Penonton Festival Bali Jani Teringat Masa Kecil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co