7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Megatruh, Pergelaran Teater Legion 28 Tasikmalaya di Festival Seni Bali Jani 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 28, 2025
in Panggung
Megatruh, Pergelaran Teater Legion 28 Tasikmalaya di Festival Seni Bali Jani 2025

Megatruh, Pergelaran Teater Legion 28 Tasikmalaya di Bali Jani

“Megatruh” sajian Teater Legion 28 Tasikmalaya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-7, Sabtu 26 Juli 2025 sungguh memukau. Penonton yang hadir di Gedung Kesirarnawa Taman Budaya Bali, lebih banyak dari kalangan pecinta dan penggiat teater di Bali dan luar daerah, bahkan beberapa dari luar negari memberikan apresiasi yang positif. Mulai dari naskah, karakter, gaya akting, teknik olah tubuh, vokal, dan kemampuan berinteraksi dengan properti dan penonton yang sangat menarik.

Penulis naskah sekaligus sutradara, Bode Riswandi mengatakan, pementasan Megatruh ini menginduk pada tema Festival Seni Bali Jani, yakni Jagat Kerthi tentang keseimbangan manusia dengan lingkungan. Maka, naskah yang diangkat membicarakan keresahan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini bagus untuk perkembangan ekonomi, tetapi juga ada hal-hal yang kemudian luput dalam perbincangan umat manusia.

Kehadiran PSN, tak semestinya harus menghilangkan mereka yang sudah bertahun-tahun tinggal di situ, menghidupi tanahnya, namun harus digusur. Misalnya, tentang reaksi bagaimana kampung adat ini menjadi corongnya PSN itu, dan itu yang sedang terjadi di Indoensaia. Gunung, laut, tambang, danau dan lainnya semuanya dikeruk diambil tanpa memperlihatkan sisi kemanusian.

”Di situ, ada orang adat yang jauh sebelum kerakusan kakuasaan itu hadir. Mereka sudah sejak lama tinggal disitu, mereka yang merawat alam, mencintai alamnya, tetapi satu agenda proyek, alam dibabat habis dan seterusnya,” kata Bode Riswandi.

Orang-orang adat sangat percaya, bahwa alamlah yang memberi mereka kehidupan, sehingga mereka sangat menghargai harmoni hidupnya dengan alam. Seperti potret bagaimana masyarakat Bali yang begitu intimnya antara manusia dengan alam, juga dengan Tuhan. Semua itu hal-hal yang sangat penting. ”Itulah Megatruh yang mengangkat respon gejala sosial yang terjadi di tengah bertumbuhnya PSN dan berdampaknya bagi kehidupan masyarakat yang dihilangkan haknya,” jelas Bode Riswandi.

Semua itu kemudian disajikan dalam pertunjukan teater yang menggambarkan dua orang tua yang tersisa. Satu orang yang dulunya berjuang mempertahankan kampung adatnya agar tidak digusur. Satu orang tua lagi adalah mereka yang menajdi bagian dari kekuasaan yang menjalankan perintah negara membuat proyek agar lancar.

Dua orang tua ini saling tegang karena menyimpan dendam. Tetapi, mereka tidak sadar ternyata anak-anak mereka menjalin cinta. Ini sebagai gambaran, dendam itu akan selesai jika ada cinta diantara mereka. ”Jadi sumbu kedamaian dunia ini adalah cinta sesungguhnya. Kenapa kemarahan terjadi, kebencian terjadi, nafsu, kumat dendam terjadi, semua itu karena cintanya belum menyala di dalam hatinya. Itu pesan dari percakapan kedua orang tua itu,” jelasnya.

Lalu, patung yang yang diperankan sangat klasik dan memang mirip patung sungguhan, ternyata tanpa telinga. ”Itu semacam simbol, patung tanpa telinga, seperti bangsa kita sendiri sedang menacari telinganya sendiri. Bangsa yang seharusnya banyak mendengar, bukan harus banyak bicara. Kalau sudah terlalu banyak bicara, maka sulit untuk mendengar keluhan masyarakat,” paparnya.

Tampil di Bali kali ini, Teater Legion 28 Tasikmalaya, Jawa Barat didukung oleh 42 orang, terdiri dari pemain, stage crew dan lainnya. Teater ini sudah tampil di Bali sebanyak 6 kali, dan pada FSBJ tahun 2023, tampil dalam lomba Lautan Bernyanyi yang terpilih sebagai Juara I. Maka, penampilannya kali ini diundang khusus. ”Kami sangat bangga bisa ikut hadir di dalam persitiwa Bali Jani ini. Gaung Bali jani hingga nasional, bahkan internasional, maka kami bangga menjadi bagian dari festival itu,” ucapnya.

”Kami berterima kasih terhadap pemerintah Provinsi Bali, dan seluruh seniman di Bali atas apresiasi ini. Bali jani bisa menjadi rul model untuk festival hajatan kesenian di berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya. [T/*]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

“Semesta Suara Pujangga” di Festival Seni Bali Jani 2025: Ketika Puisi Jadi Panggung Merawat Harmoni
Musikalisasi Puisi di Festival Seni Bali Jani 2025: Bukan Sekadar Menambahkan Musik ke dalam Puisi
Keindahan Olahraga Keindahan Tarian pada Sajian Dancesport di Panggung Festival Seni Bali Jani 2025
Topeng dan Manusia yang Bersembunyi di Baliknya — Dari Sajian Teater Selem Putih di Festival Seni Bali Jani 2025
Parade Monolog dengan Refleksi Mendalam Tentang Ekologi, Budaya dan Nurani Manusia di Festival Seni Bali Jani 2025
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2025Teater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Klungkung di Tanah Blambangan

Next Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails
Next Post
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Salah Satu Perayaan Budaya Paling Dinamis di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co