23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan

tatkala by tatkala
August 6, 2025
in Panggung
Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan

Yuganada dan Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

FESTIVAL Mi-Reng: New Music for Gamelan 2025 hari keempat, Selasa malam, 5 Agustus 2025, di Gedung Kompas Gramedia Ketewel (Open Stage), Ketewel, Gianyar, Bali, diisi oleh dua ansambel gamelan yang dikenal sebagai pelopor inovasi dalam ranah eksplorasi kontemporer, yakni Gamelan Salukat dan Gamelan Yuganada.

Keduanya hadir membawa pendekatan artistik yang berbeda, namun berangkat dari semangat yang sama: perayaan penciptaan bunyi yang berakar  pada tradisi namun berdedikasi cipta meraih cakrawala ekspresi baru; kesinambungan sekaligus melampaui segala sesuatu yang baku dan mapan.

Concert Series Mi-Reng dibuka oleh Gamelan Yuganada, kelompok yang dipimpin dan dibentuk oleh I Wayan Sudirana. Melalui dua komposisi bertajuk Banang I dan Banang II, Yuganada memadukan prinsip matematis fraktal dengan pola-pola ritmis gamelan Bali.

“Saya tertarik pada bagaimana struktur gamelan bisa berkembang secara rekursif, seperti fraktal yang terus berulang namun selalu menghadirkan bentuk baru,” ujar Sudirana.

Sudirana menegaskan bahwa eksplorasi ini tidak dimaksudkan untuk meninggalkan tradisi, melainkan mencari ruang-ruang refleksi baru di dalamnya.

Yuganada di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Sudirana, seorang komponis dan etnomusikolog, memadukan struktur tradisional gamelan dengan prinsip-prinsip matematis fraktal, mencipta pola bunyi yang berkembang secara rekursif.

Ia belum lama ini  menorehkan pencapaian penting dengan meraih Piala Citra FFI 2025 sebagai Penata Musik Terbaik lewat film Samsara karya Garin Nugroho. Ini melanjutkan rekam jejaknya di Seoul, Melbourne, dan Kuala Lumpur sebagai salah satu representasi kebaruan dalam kekinian gamelan Bali.

Sebagai puncak Ritus Cipta ini, Gamelan Salukat tampil membawakan empat komposisi terpilih dari Dewa Alit, yakni Likad, Siklus, Ngejuk Memedi, dan yang terkini Baur Bentur. Salukat, yang berdiri sejak 2007, dikenal sebagai ensambel yang menggunakan sistem pelarasan dan instrumen hasil rancangan Dewa Alit sendiri.

“Bagi saya, gamelan bukan sekadar alat musik, tetapi medan ide di mana kita bisa melahirkan bahasa bunyi yang baru tanpa tercerabut dari akar,” kata Dewa Alit.

Karya Likad, misalnya, lahir dari keresahan sosial selama masa pandemi, diolah melalui struktur matra dan ritme yang terus bergerak. Siklus merefleksikan pola hidup agraris Bali yang berkesinambungan, sementara Ngejuk Memedi mengangkat ketegangan antara kepercayaan primitif dan modernitas. Pertunjukan ditutup dengan Baur Bentur, kolaborasi gamelan Salukat Remaja dengan pianist Sri Hanuraga, menciptakan dialog bunyi antara pelarasan gamelan dan piano modern.

Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Gamelan Salukat dirancang sebagai medium kelahiran kembali gamelan (evolusi), dengan sistem pelarasan dan instrumen baru yang sepenuhnya diciptakan oleh Dewa Alit sendiri. Dikenal secara internasional sebagai komposer klasik kontemporer, Dewa Alit merumuskan pendekatan radikal yang tetap menghormati nilai-nilai tradisi Bali. Karya-karyanya sering tampil di berbagai festival musik dunia, seperti Roskilde Festival (Denmark), Rewire Festival (Belanda), dan Borealis Festival (Norwegia), menjadikan Salukat sebagai representasi paling progresif dari gamelan Bali masa kini.

Kedua kelompok ini, meskipun menempuh jalur penciptaan yang berbeda—Salukat dengan penciptaan sistem gamelan baru dan Yuganada dengan rekonstruksi pola ritmis berbasis fraktal—sama-sama menunjukkan bagaimana gamelan dapat menjadi medium terbuka bagi eksplorasi bunyi yang kontekstual dan relevan dengan semangat zaman.

Festival Mi-Reng, yang berlangsung sejak 2 hingga 6 Agustus 2025 di Ketewel, Gianyar, digagas sebagai ruang bagi musisi dan komposer untuk mendekonstruksi sekaligus merekonstruksi gamelan dalam wujud-wujud baru. Didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui Dana Indonesiana dan LPDP, festival ini mengusung tema “Mendengar Dalam Diam”, sebuah ajakan untuk menyimak ulang gamelan dengan kesadaran penuh terhadap keberanian mencipta.

Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Dengan menampilkan Salukat dan Yuganada, hari keempat Festival Mi-Reng menjadi ruang bagi publik untuk menyaksikan dua pendekatan inovasi yang lahir dari pemahaman mendalam terhadap tradisi. Sebuah peristiwa musikal di mana gamelan tidak hanya didengarkan, tetapi juga direnungkan sebagai wacana yang terus hidup dan berkembang.

Dukungan dan Kolaborasi

Festival Mi-Reng 2025 diselenggarakan oleh Mi-Reng Festival dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta  LPDP melalui Dana Indonesiana. Festival ini juga menjalin kerja sama dengan Museum Wiswakarma, Bentara Budaya Bali, dan berbagai komunitas seni di Bali.

Pada Concert Series Mi-Reng 2025 tampil 11 ensemble terpilih, antara lain CIRAT, Gamelan Nata Swara, Gamelan Salukat, Gamelan Yuganada, [HA] N.N, KADAPAT, LAS Ensemble, Linggar Prakerti, Palwaswari, Roras Ensemble, dan Sekaa Black Kobra.

Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Yuganada di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Masing-masing kelompok menampilkan karya-karya baru yang menjelajahi pelarasan, tata bentuk, hingga pendekatan interdisipliner. Sejumlah grup memadukan instrumen gamelan dengan elektroakustik dan sintesis digital. Gamelan diposisikan bukan sebagai “alat”, melainkan sistem musikal dan spasial yang terbuka untuk diurai ulang dan dibangun kembali dalam Kekinian yang menawarkan Kebaruan.

Festival Mi-Reng: New Music for Gamelan resmi dimulai pada 2 Agustus petang hari  di Kompas Gramedia Ketewel, diawali dengan sebuah persembahan khusus bertajuk “Tribute to I Gusti Putu Made Geria (1906–1983)”, seorang maestro gamelan Bali modern yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini, baik di ranah praktik maupun akademik.

Acara pembuka MI-RENG merupakan bagian dari  Ritus Cipta menghadirkan pertunjukan karya-karya gamelan terkini selama lima hari (2–6 Agustus 2025). Dalam pembukaan tampil Sekaa Gamelan Linggar Prakerti,  Kaliungu Kaja, Denpasar. [T]

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan
Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia — Strategi Pemanggungan Seni Pertunjukan (Gamelan Kontemporer) Kelas Dunia
Menyurat yang Silam, Menggurat yang Datang — Sambutan Artistik Pekan Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram

Tags: festival mi-renggamelanGamelan Salukatgamelan yuganadaseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Next Post

Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co