24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan

tatkala by tatkala
August 6, 2025
in Panggung
Salukat dan Yuganada di Festival Mi-Reng 2025: Dua Poros Inovasi Gamelan

Yuganada dan Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

FESTIVAL Mi-Reng: New Music for Gamelan 2025 hari keempat, Selasa malam, 5 Agustus 2025, di Gedung Kompas Gramedia Ketewel (Open Stage), Ketewel, Gianyar, Bali, diisi oleh dua ansambel gamelan yang dikenal sebagai pelopor inovasi dalam ranah eksplorasi kontemporer, yakni Gamelan Salukat dan Gamelan Yuganada.

Keduanya hadir membawa pendekatan artistik yang berbeda, namun berangkat dari semangat yang sama: perayaan penciptaan bunyi yang berakar  pada tradisi namun berdedikasi cipta meraih cakrawala ekspresi baru; kesinambungan sekaligus melampaui segala sesuatu yang baku dan mapan.

Concert Series Mi-Reng dibuka oleh Gamelan Yuganada, kelompok yang dipimpin dan dibentuk oleh I Wayan Sudirana. Melalui dua komposisi bertajuk Banang I dan Banang II, Yuganada memadukan prinsip matematis fraktal dengan pola-pola ritmis gamelan Bali.

“Saya tertarik pada bagaimana struktur gamelan bisa berkembang secara rekursif, seperti fraktal yang terus berulang namun selalu menghadirkan bentuk baru,” ujar Sudirana.

Sudirana menegaskan bahwa eksplorasi ini tidak dimaksudkan untuk meninggalkan tradisi, melainkan mencari ruang-ruang refleksi baru di dalamnya.

Yuganada di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Sudirana, seorang komponis dan etnomusikolog, memadukan struktur tradisional gamelan dengan prinsip-prinsip matematis fraktal, mencipta pola bunyi yang berkembang secara rekursif.

Ia belum lama ini  menorehkan pencapaian penting dengan meraih Piala Citra FFI 2025 sebagai Penata Musik Terbaik lewat film Samsara karya Garin Nugroho. Ini melanjutkan rekam jejaknya di Seoul, Melbourne, dan Kuala Lumpur sebagai salah satu representasi kebaruan dalam kekinian gamelan Bali.

Sebagai puncak Ritus Cipta ini, Gamelan Salukat tampil membawakan empat komposisi terpilih dari Dewa Alit, yakni Likad, Siklus, Ngejuk Memedi, dan yang terkini Baur Bentur. Salukat, yang berdiri sejak 2007, dikenal sebagai ensambel yang menggunakan sistem pelarasan dan instrumen hasil rancangan Dewa Alit sendiri.

“Bagi saya, gamelan bukan sekadar alat musik, tetapi medan ide di mana kita bisa melahirkan bahasa bunyi yang baru tanpa tercerabut dari akar,” kata Dewa Alit.

Karya Likad, misalnya, lahir dari keresahan sosial selama masa pandemi, diolah melalui struktur matra dan ritme yang terus bergerak. Siklus merefleksikan pola hidup agraris Bali yang berkesinambungan, sementara Ngejuk Memedi mengangkat ketegangan antara kepercayaan primitif dan modernitas. Pertunjukan ditutup dengan Baur Bentur, kolaborasi gamelan Salukat Remaja dengan pianist Sri Hanuraga, menciptakan dialog bunyi antara pelarasan gamelan dan piano modern.

Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Gamelan Salukat dirancang sebagai medium kelahiran kembali gamelan (evolusi), dengan sistem pelarasan dan instrumen baru yang sepenuhnya diciptakan oleh Dewa Alit sendiri. Dikenal secara internasional sebagai komposer klasik kontemporer, Dewa Alit merumuskan pendekatan radikal yang tetap menghormati nilai-nilai tradisi Bali. Karya-karyanya sering tampil di berbagai festival musik dunia, seperti Roskilde Festival (Denmark), Rewire Festival (Belanda), dan Borealis Festival (Norwegia), menjadikan Salukat sebagai representasi paling progresif dari gamelan Bali masa kini.

Kedua kelompok ini, meskipun menempuh jalur penciptaan yang berbeda—Salukat dengan penciptaan sistem gamelan baru dan Yuganada dengan rekonstruksi pola ritmis berbasis fraktal—sama-sama menunjukkan bagaimana gamelan dapat menjadi medium terbuka bagi eksplorasi bunyi yang kontekstual dan relevan dengan semangat zaman.

Festival Mi-Reng, yang berlangsung sejak 2 hingga 6 Agustus 2025 di Ketewel, Gianyar, digagas sebagai ruang bagi musisi dan komposer untuk mendekonstruksi sekaligus merekonstruksi gamelan dalam wujud-wujud baru. Didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui Dana Indonesiana dan LPDP, festival ini mengusung tema “Mendengar Dalam Diam”, sebuah ajakan untuk menyimak ulang gamelan dengan kesadaran penuh terhadap keberanian mencipta.

Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Dengan menampilkan Salukat dan Yuganada, hari keempat Festival Mi-Reng menjadi ruang bagi publik untuk menyaksikan dua pendekatan inovasi yang lahir dari pemahaman mendalam terhadap tradisi. Sebuah peristiwa musikal di mana gamelan tidak hanya didengarkan, tetapi juga direnungkan sebagai wacana yang terus hidup dan berkembang.

Dukungan dan Kolaborasi

Festival Mi-Reng 2025 diselenggarakan oleh Mi-Reng Festival dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta  LPDP melalui Dana Indonesiana. Festival ini juga menjalin kerja sama dengan Museum Wiswakarma, Bentara Budaya Bali, dan berbagai komunitas seni di Bali.

Pada Concert Series Mi-Reng 2025 tampil 11 ensemble terpilih, antara lain CIRAT, Gamelan Nata Swara, Gamelan Salukat, Gamelan Yuganada, [HA] N.N, KADAPAT, LAS Ensemble, Linggar Prakerti, Palwaswari, Roras Ensemble, dan Sekaa Black Kobra.

Salukat di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Yuganada di Festival Mi-Reng 2025 | Foto: Dok. Festival Mi-Reng 2025

Masing-masing kelompok menampilkan karya-karya baru yang menjelajahi pelarasan, tata bentuk, hingga pendekatan interdisipliner. Sejumlah grup memadukan instrumen gamelan dengan elektroakustik dan sintesis digital. Gamelan diposisikan bukan sebagai “alat”, melainkan sistem musikal dan spasial yang terbuka untuk diurai ulang dan dibangun kembali dalam Kekinian yang menawarkan Kebaruan.

Festival Mi-Reng: New Music for Gamelan resmi dimulai pada 2 Agustus petang hari  di Kompas Gramedia Ketewel, diawali dengan sebuah persembahan khusus bertajuk “Tribute to I Gusti Putu Made Geria (1906–1983)”, seorang maestro gamelan Bali modern yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini, baik di ranah praktik maupun akademik.

Acara pembuka MI-RENG merupakan bagian dari  Ritus Cipta menghadirkan pertunjukan karya-karya gamelan terkini selama lima hari (2–6 Agustus 2025). Dalam pembukaan tampil Sekaa Gamelan Linggar Prakerti,  Kaliungu Kaja, Denpasar. [T]

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan
Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia — Strategi Pemanggungan Seni Pertunjukan (Gamelan Kontemporer) Kelas Dunia
Menyurat yang Silam, Menggurat yang Datang — Sambutan Artistik Pekan Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram

Tags: festival mi-renggamelanGamelan Salukatgamelan yuganadaseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Next Post

Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

Barong, Wayang, Janggan dan Jazz yang Membumi di UVJF 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co