5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

tatkala by tatkala
August 4, 2025
in Panggung
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Pembukaan Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan | Foto: Dok. panitia

FESTIVAL Mi-Reng: New Music for Gamelan resmi dimulai pada Sabtu, 2 Agustus 2025 petang hari  di Gedung Unit 1 Kompas Gramedia, Ketewel, Gianyar, Bali, diawali dengan sebuah persembahan khusus bertajuk Tribute to I Gusti Putu Made Geria (1906–1983), seorang maestro gamelan Bali modern yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini, baik di ranah praktik maupun akademik.

Acara pembuka ini merupakan bagian dari  Ritus Cipta Mi-Reng, menghadirkan pertunjukan karya-karya gamelan terkini selama lima hari (2–6 Agustus 2025). Tampil sebagai pentas pembuka, Sekaa Gamelan Linggar Prakerti dari Kaliungu Kaja, Denpasar, membawakan tiga karya yang merentang dari masa ke masa. Selain menghadirkan karya Sang Maestro yang berjudul “Sekar Genotan”, dialunkan juga “Hibrida Sekar Ginotan”, karya komposer Wayan Gde Yudane, berikut “Etude” buah cipta Made Adi Sedana.

Kurator Wayan Gde Yudane menyebut, “Pemikiran Geria adalah landasan penting dalam memahami gamelan bukan hanya sebagai praktik seni, tapi sebagai sistem pengetahuan dan spiritualitas. Karya saya, Hibrida Sekar Ginotan, adalah percakapan lintas waktu dengan beliau.”

Pembukaan Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan | Foto: Dok. panitia

Mi-Reng berasal dari kosakata Bali dan Jawa yang berarti “mendengar dengan saksama”—menjadi semacam kredo yang menandai pendekatan festival ini. Dalam konteksnya sebagai festival musik, Mi-Reng bukan sekadar mengajak pendengar untuk menikmati bunyi, tetapi untuk menyimak ulang gamelan sebagai medan penciptaan, sistem terbuka, dan sumber daya artistik yang bergema lintas masa.

Dari Lokacipta ke Lokawacana

Festival ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak awal 2025. Dimulai dengan Lokacipta (April 2025)—sebuah masterclass intensif selama lima sesi di Gedung Kompas Gramedia Ketewel—yang mempertemukan 20 peserta dari bidang musik, tari, teater, sastra, dan seni rupa. Mereka mengeksplorasi pelarasan mikrotonal, teknik rekaman lapangan, alih-media, hingga struktur komposisi gamelan hibrida. Di sinilah ragam metode dan semangat baru bersemi, yang kemudian diwujudkan dalam karya-karya panggung Mi-Reng.

Berikutnya, Sarasehan Mi-Reng digelar selama dua hari di Museum Wiswakarma, Batubulan (Mei 2025). Forum ini menghadirkan pemikir lintas bidang, seperti Christopher J. Miller (Cornell University), Gema Swaratyagita, Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Putu Arya Deva Suryanegara, Zachary Hejny, dan Wayan Sudirana, yang berbicara tentang “Mi-Reng” bukan hanya sebagai sebuah terminologi, tetapi paradigma penciptaan.

Mereka mengulas gamelan dalam konteks ekologi suara, kelindan tubuh dan teknologi, hingga jejaring global dari sudut pandang interdisipliner. Etnomusikolog Cornell University, Christopher J. Miller, menyebut bahwa pendekatan Mi-Reng dapat dibaca sebagai bentuk “pemikiran gamelan baru” yang tidak terjebak pada dikotomi antara tradisi dan kontemporer.

Kurator Wayan Gde Yudane dan Warih Wisatsana | Foto: Dok. panitia

Menurut kurator Mi-Reng Warih Wisatsana, “New Music for Gamelan bukan soal menyikapi tradisi secara kreatif, melainkan memperluas semestanya—melalui pelarasan, orkestrasi, atau perangkat yang terbuka bagi kebaruan. Dari sinilah Mi-Reng tumbuh sebagai ruang yang bukan hanya musikal, tapi juga filosofis.”

Sementara Prof. I Made Bandem menelusuri sejarah panjang eksperimentasi gamelan sejak era kolonial, menggarisbawahi bahwa inovasi telah menjadi bagian inheren dari tradisi Bali. Seniman seperti Gema Swaratyagita memperkenalkan pendekatan “Tubuka” (tubuh–bunyi–kata), yang menempatkan gamelan dalam pertemuan tubuh dan bahasa. Pemaparan dari Zachary Hejny, Wayan Sudirana, dan Putu Arya Deva memperkaya perspektif dengan membahas lingkungan suara, gamelan dan kota, serta jaringan global gamelan sebagai ruang kolaborasi dan penciptaan. “Keberlanjutan gamelan bukan tergantung bentuknya, melainkan keberanian untuk terus mendengar dan mencipta dari akar yang hidup, “ ujar Yudane menutup sarasehan.

Jejak Panjang dan Capaian Eksperimen Estetik-StilistikRe

Pada Concert Series Mi-Reng 2025 akan tampil 11 ensemble terpilih, antara lain CIRAT, Gamelan Nata Swara, Gamelan Salukat, Gamelan Yuganada, [Ha] N.N, KADAPAT, LAS Ensemble, Linggar Prakerti, Palwaswari, Roras Ensemble, dan Sekaa Black Kobra.

Masing-masing kelompok menampilkan karya-karya baru yang menjelajahi pelarasan, tata bentuk, hingga pendekatan interdisipliner. Sejumlah grup memadukan instrumen gamelan dengan elektroakustik dan sintesis digital. Gamelan diposisikan bukan sebagai “alat”, melainkan sistem musikal dan spasial yang terbuka untuk diurai ulang dan dibangun kembali dalam Kekinian yang menawarkan Kebaruan.

Prof. Dr. I Made Bandem, MA | Foto: Dok. panitia

Festival Mi-Reng merupakan bagian dari program berkelanjutan New Music for Gamelan yang telah berjalan sejak 2011. Dimulai lewat Triple 2: A Tribute to Wayan Sadra, program ini telah melahirkan berbagai proyek penting, seperti Komponis Kini yang memberi penghormatan pada Wayan Lotring (2016) dan Wayan Beratha (2019), serta mendukung penampilan grup gamelan baru di panggung internasional, seperti Gamelan Salukat dan Gamelan Wrdhi Cwaram.

Jejak tersebut berlanjut ke ranah pencapaian individu. Komposer Wayan Sudirana, pendiri Gamelan Yuganada, baru saja meraih Piala Citra FFI 2025 untuk Penata Musik Terbaik lewat film Samsara karya Garin Nugroho. Sebelumnya ia telah tampil dan mengajar di berbagai kota dunia, dari Seoul hingga Melbourne.

New Music for Gamelan menjadi ruang estetik tempat gending baru lahir dari perangkat gamelan, namun dengan semangat bunyi yang baru pula—melampaui pelarasan konvensional, membuka orkestrasinya, dan menata ulang persepsi kita tentang waktu dan ruang.

Festival Mi-Reng 2025 diselenggarakan dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP melalui Dana Indonesiana. [T]

Jadwal Pertunjukan:

Sabtu, 2 Agustus 2025

  • LINGGAR PRAKERTI

Minggu, 3 Agustus 2025

  • Black Kobra
  • CIRAT
  • Palwaswari

Senin, 4 Agustus 2025

  • [HA] N.N
  • Gamelan Nata Swara
  • Kadapat

Selasa, 5 Agustus 2025

  • Gamelan Yuganada
  • Gamelan Salukat

Rabu, 6 Agustus 2025

  • Roras Ensemble
  • Las Ensemble

*

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Menuju Bali Sebagai Pusat Seni Kontemporer Dunia — Strategi Pemanggungan Seni Pertunjukan (Gamelan Kontemporer) Kelas Dunia
Menyurat yang Silam, Menggurat yang Datang — Sambutan Artistik Pekan Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram
Ekosistem Seni untuk Keragaman Identitas Pelaku Seni – Sambutan pada Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram  
Tags: festival mi-renggamelankarawitanmusiknew gamelan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Next Post

Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali

Konser Komponis Perempuan pada Festival Mi-Reng 2025: Medium Penguatan Gagasan dan Ekspresi Musikal Kreator Muda Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co