2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Jaswanto by Jaswanto
August 4, 2025
in Kuliner
Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Ayam bakar taliwang lengkap dengan pelecing kangkung dan beberuk terong di Taliwang Bersaudara | Foto: tatkala.co'Jaswanto

SAYA sengaja membubuhkan kata “enak” dalam judul tulisan sederhana ini. Selain, tentu saja, supaya Anda tertarik membaca dan syukur-syukur setelah itu tergerak untuk mencobanya, juga karena itu kesan kejujuran saya—sebenarnya ini soal selera dan setiap orang memiliki preferensi rasa yang berbeda—setelah menyantap seporsi ayam bakar taliwang di Taliwang Bersaudara.

Bisa saja menurut saya enak—bahkan enak sekali—tapi belum tentu bagi lidah Anda. Tetapi bagaimana bisa Anda mengatakan ayam bakar taliwang rumah makan Taliwang Bersaudara enak atau tidak kalau Anda belum mencicipinya? Untuk itulah saya sarankan Anda mencobanya terlebih dahulu.

Sebelum saya membicarakan soal rasa, suasana tempat, dan bagaimana kita dilayani, saya beritahu lokasi rumah makannya terlebih dahulu. Taliwang Bersaudara dibangun di pinggir Jl. Baturiti Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, tepatnya di sebelah barat restoran Nasi Tempong Indra. Jika Anda dari arah Singaraja menuju Denpasar, Taliwang Bersaudara terketak setelah jalan shotcut Bedugul. Saat sampai di titik itu, coba pelankan kendaraan Anda—dan tengoklah kanan-kiri jalan—supaya tidak terlewat.

Plang Taliwang Bersaudara yang terpampang di pinggir Jl. Baturiti Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Taliwang Bersaudara baru saja dibuka sekira lima bulan yang lalu. Tapi resep ayam bakarnya sudah diwariskan turun-temurun. “Dari nenek,” ucap Dicky Danuarta, owner Taliwang Bersaudara kepada saya. Keluarga Dicky memang asli Lombok, tempat ayam bakar taliwang dilahirkan. Pada masa Orde Baru, keluarga Dicky hijrah ke Bedugul juga karena ayam taliwang. Jadi, bisa dibilang, keluarga ini memiliki ikatan yang kuat dengan ayam bakar taliwang. Itu adalah kisah manis di balik sebuah restoran.

Restoran Taliwang Bersaudara memiliki suasana Sembalun yang sejuk dan menyenangkan, dan saya akan senang jika itu menjadi bagian dari lingkungan saya. Sebagaimana diketahui banyak orang, udara di Bedugul semacam mengandung sesuatu yang lain memang—yang kadang membuat Anda menggigil, tapi tak jarang pula membuat Anda merasa nyaman dan ketagihan ingin merasaknnya kembali.

Dengan konsep rumah joglo yang terbuka, membuat Taliwang Bersaudara kaya akan sirkulasi udara, tidak pengap, dan Anda dapat melihat geliat sekitar dengan leluasa. Ini pilihan yang tepat, menurut saya, sebab berada di Bedugul. Kalau saja Taliwang Bersaudara berdiri di pinggir jalan besar di Surabaya atau di Denpasar—yang berdebu dan ramai, bising—saya akan berpikir berulang kali untuk mengunjunginya.

Restoran ini setidaknya memiliki tiga perpaduan yang kentara. Bentuk bangunannya diadopsi dari Jawa (joglo), menunya dari Lombok, dan dibangun di Bedugul, Bali—yang memiliki suasana mirip-mirip seperti Sembalun di Lombok Timur. Ini penting saya tekankan karena Anda akan merasakan sensasi menyantap ayam bakar taliwang di tempat asalnya sendiri: Nusa Tenggara Barat.

Nah, pesanan saya sudah dihidangkan. Mari menikmatinya. Ya, pelayanan di rumah makan Taliwang Bersaudara memang cepat, sat-set, tak pakai lama. Saya jamin Anda tidak akan protes soal ini.

Lihatlah. Di depan saya sudah terhidang seekor ayam bakar taliwang lengkap dengan pelecing kangkung dan beberuk terong—ayam bakar taliwang disajikan dengan dua jenis sambal: pelecing kangkung dan beberuk (lebih mudahnya sebut saja pelecing terong bulat)—yang terlihat segar dan menggairahkan: keduanya menawan untuk dilihat dan disantap. Ukuran ayam yang saya pesan cukup untuk berdua (paket 1), tak kecil pun tak besar, tanggung, sedang saja.

Ayam bakar taliwang makan Taliwang Bersaudara, Bedugul | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tapi juga ada paket family untuk 5 orang. Ayamnya lebih besar dan nasinya sebakul. Jika Anda datang ramai-ramai, saya sarankan pesan paket family saja—tentu dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada paket yang lain. Dan jangan khawatir, jika Anda sendirian, dan takut tak bisa menghabiskan seekor utuh, Anda bisa memesan paket hemat—yang berisi sebuah paha, tempe, tahu, sambal, pelecing kangkung, dan sepotong nanas segar.

Setelah beberapa saat saya habiskan untuk mengaguminya, kini saya benar-benar mencicipinya. Saat itulah ooh dan aah berubah menjadi hemm. Dan abaikan saja peralatan makan. Ini adalah pekerjaan untuk jari tangan.

Dan, ya Tuhan, beberuk terong Taliwang Bersaudara jangan sekali-kali Anda lupakan. Jika diminta untuk memilih antara pelecing kangkung atau beberuk terongnya, tanpa berpikir panjang saya akan katakan: beberuk terong—bahkan saya bisa memakannya tanpa nasi. Pedas cabai, bawang merah, asam tomat dan perasan jeruk limau sangat cocok dengan terong bulat mentah yang segar. Sebuah menu santap siang yang mengesankan.

Hidangan ayam bakar taliwang ini bagaikan paduan serat dan protein berwarna menggairahkan yang berkelas, dan saya melahapnya seperti labrador yang memamahhabis kibble-nya. Sebagai orang yang tidak terlalu suka daging ayam (Anda bisa menanyakan hal ini kepada istri saya), saya membuat pengecualian untuk ayam bakar taliwang di rumah makan Taliwang Bersaudara ini.

Ciri khas ayam bakar taliwang adalah ayam kampung muda yang diramu dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga memberi rasa gurih, pedas—cita rasa bumbu yang kuat. Begitu pula yang saya rasakan saat mengunyah dan menelan ayam bakar taliwang di rumah makan Taliwang Bersaudara.

beberuk terong dan pelecing kangkung rumah makan Taliwang Bersaudara, Bedugul | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Daging ayam di Taliwang Bersaudara tak alot seperti kebanyakan produk ayam bakar taliwang di tempat lain, dan tak gosong, kulitnya coklat karat dan matang. Membakar ayam seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan dengan tangan Anda di rumah. Dibutuhkan pengalaman untuk memastikannya tidak mengeras saat dibakar.

“Ini melalui tiga proses. Pertama ayam dibakar dengan baluran bumbu [rahasia], lalu disimpan di mesin pendingin. Kalau ada orang pesan, ayam tadi digoreng sebentar kemudian dibakar dan dilumuri bumbu lagi, baru dihidangkan,” terang Dicky. Dicky mengatakan kepada saya, sebagaimana sudah saya sampaikan di atas, bahwa resep ayam bakar taliwangnya ia dapat dari neneknya—yang akan saya sebut resep keotentikan Lombok.

Sebagai penutup, cobalah singgah kalau Anda tidak percaya. Rasakanlah betapa capat pelayanannya. Sisirlah menu-menu menariknya. Dan Anda akan merasakan perasaan bahwa Anda sedang duduk di tiga tempat sekaligus: Jawa, Lombok, dan Bali.

Cobalah ayam bakar taliwangnya, semangkuk pelecing kangkung, dan beberuk terong yang lezat; nikmati makan siang Anda dengan suasana yang berbeda. Saat saya hendak kembali ke Singaraja, beberapa keluarga datang berduyun memasuki Taliwang Bersaudara. Artinya, Taliwang Bersaudara benar-benar layak untuk dikunjungi.

Sekadar informasi, selain ayam bakar taliwang, di Taliwang Bersaudara juga menyediakan hidangan lainnya seperti gurami goreng, bebek (bakar dan goreng) taliwang, sop iga sapi, dan beberapa menu lainnya.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali
Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng
Sariasih dan Manisnya Jaja Sengait Gula Pedawa 
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Tags: ayam bakar taliwangbaliBedugulLombokTaliwang Bersaudara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Next Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co