12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Jaswanto by Jaswanto
August 4, 2025
in Kuliner
Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Ayam bakar taliwang lengkap dengan pelecing kangkung dan beberuk terong di Taliwang Bersaudara | Foto: tatkala.co'Jaswanto

SAYA sengaja membubuhkan kata “enak” dalam judul tulisan sederhana ini. Selain, tentu saja, supaya Anda tertarik membaca dan syukur-syukur setelah itu tergerak untuk mencobanya, juga karena itu kesan kejujuran saya—sebenarnya ini soal selera dan setiap orang memiliki preferensi rasa yang berbeda—setelah menyantap seporsi ayam bakar taliwang di Taliwang Bersaudara.

Bisa saja menurut saya enak—bahkan enak sekali—tapi belum tentu bagi lidah Anda. Tetapi bagaimana bisa Anda mengatakan ayam bakar taliwang rumah makan Taliwang Bersaudara enak atau tidak kalau Anda belum mencicipinya? Untuk itulah saya sarankan Anda mencobanya terlebih dahulu.

Sebelum saya membicarakan soal rasa, suasana tempat, dan bagaimana kita dilayani, saya beritahu lokasi rumah makannya terlebih dahulu. Taliwang Bersaudara dibangun di pinggir Jl. Baturiti Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, tepatnya di sebelah barat restoran Nasi Tempong Indra. Jika Anda dari arah Singaraja menuju Denpasar, Taliwang Bersaudara terketak setelah jalan shotcut Bedugul. Saat sampai di titik itu, coba pelankan kendaraan Anda—dan tengoklah kanan-kiri jalan—supaya tidak terlewat.

Plang Taliwang Bersaudara yang terpampang di pinggir Jl. Baturiti Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Taliwang Bersaudara baru saja dibuka sekira lima bulan yang lalu. Tapi resep ayam bakarnya sudah diwariskan turun-temurun. “Dari nenek,” ucap Dicky Danuarta, owner Taliwang Bersaudara kepada saya. Keluarga Dicky memang asli Lombok, tempat ayam bakar taliwang dilahirkan. Pada masa Orde Baru, keluarga Dicky hijrah ke Bedugul juga karena ayam taliwang. Jadi, bisa dibilang, keluarga ini memiliki ikatan yang kuat dengan ayam bakar taliwang. Itu adalah kisah manis di balik sebuah restoran.

Restoran Taliwang Bersaudara memiliki suasana Sembalun yang sejuk dan menyenangkan, dan saya akan senang jika itu menjadi bagian dari lingkungan saya. Sebagaimana diketahui banyak orang, udara di Bedugul semacam mengandung sesuatu yang lain memang—yang kadang membuat Anda menggigil, tapi tak jarang pula membuat Anda merasa nyaman dan ketagihan ingin merasaknnya kembali.

Dengan konsep rumah joglo yang terbuka, membuat Taliwang Bersaudara kaya akan sirkulasi udara, tidak pengap, dan Anda dapat melihat geliat sekitar dengan leluasa. Ini pilihan yang tepat, menurut saya, sebab berada di Bedugul. Kalau saja Taliwang Bersaudara berdiri di pinggir jalan besar di Surabaya atau di Denpasar—yang berdebu dan ramai, bising—saya akan berpikir berulang kali untuk mengunjunginya.

Restoran ini setidaknya memiliki tiga perpaduan yang kentara. Bentuk bangunannya diadopsi dari Jawa (joglo), menunya dari Lombok, dan dibangun di Bedugul, Bali—yang memiliki suasana mirip-mirip seperti Sembalun di Lombok Timur. Ini penting saya tekankan karena Anda akan merasakan sensasi menyantap ayam bakar taliwang di tempat asalnya sendiri: Nusa Tenggara Barat.

Nah, pesanan saya sudah dihidangkan. Mari menikmatinya. Ya, pelayanan di rumah makan Taliwang Bersaudara memang cepat, sat-set, tak pakai lama. Saya jamin Anda tidak akan protes soal ini.

Lihatlah. Di depan saya sudah terhidang seekor ayam bakar taliwang lengkap dengan pelecing kangkung dan beberuk terong—ayam bakar taliwang disajikan dengan dua jenis sambal: pelecing kangkung dan beberuk (lebih mudahnya sebut saja pelecing terong bulat)—yang terlihat segar dan menggairahkan: keduanya menawan untuk dilihat dan disantap. Ukuran ayam yang saya pesan cukup untuk berdua (paket 1), tak kecil pun tak besar, tanggung, sedang saja.

Ayam bakar taliwang makan Taliwang Bersaudara, Bedugul | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tapi juga ada paket family untuk 5 orang. Ayamnya lebih besar dan nasinya sebakul. Jika Anda datang ramai-ramai, saya sarankan pesan paket family saja—tentu dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada paket yang lain. Dan jangan khawatir, jika Anda sendirian, dan takut tak bisa menghabiskan seekor utuh, Anda bisa memesan paket hemat—yang berisi sebuah paha, tempe, tahu, sambal, pelecing kangkung, dan sepotong nanas segar.

Setelah beberapa saat saya habiskan untuk mengaguminya, kini saya benar-benar mencicipinya. Saat itulah ooh dan aah berubah menjadi hemm. Dan abaikan saja peralatan makan. Ini adalah pekerjaan untuk jari tangan.

Dan, ya Tuhan, beberuk terong Taliwang Bersaudara jangan sekali-kali Anda lupakan. Jika diminta untuk memilih antara pelecing kangkung atau beberuk terongnya, tanpa berpikir panjang saya akan katakan: beberuk terong—bahkan saya bisa memakannya tanpa nasi. Pedas cabai, bawang merah, asam tomat dan perasan jeruk limau sangat cocok dengan terong bulat mentah yang segar. Sebuah menu santap siang yang mengesankan.

Hidangan ayam bakar taliwang ini bagaikan paduan serat dan protein berwarna menggairahkan yang berkelas, dan saya melahapnya seperti labrador yang memamahhabis kibble-nya. Sebagai orang yang tidak terlalu suka daging ayam (Anda bisa menanyakan hal ini kepada istri saya), saya membuat pengecualian untuk ayam bakar taliwang di rumah makan Taliwang Bersaudara ini.

Ciri khas ayam bakar taliwang adalah ayam kampung muda yang diramu dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga memberi rasa gurih, pedas—cita rasa bumbu yang kuat. Begitu pula yang saya rasakan saat mengunyah dan menelan ayam bakar taliwang di rumah makan Taliwang Bersaudara.

beberuk terong dan pelecing kangkung rumah makan Taliwang Bersaudara, Bedugul | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Daging ayam di Taliwang Bersaudara tak alot seperti kebanyakan produk ayam bakar taliwang di tempat lain, dan tak gosong, kulitnya coklat karat dan matang. Membakar ayam seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan dengan tangan Anda di rumah. Dibutuhkan pengalaman untuk memastikannya tidak mengeras saat dibakar.

“Ini melalui tiga proses. Pertama ayam dibakar dengan baluran bumbu [rahasia], lalu disimpan di mesin pendingin. Kalau ada orang pesan, ayam tadi digoreng sebentar kemudian dibakar dan dilumuri bumbu lagi, baru dihidangkan,” terang Dicky. Dicky mengatakan kepada saya, sebagaimana sudah saya sampaikan di atas, bahwa resep ayam bakar taliwangnya ia dapat dari neneknya—yang akan saya sebut resep keotentikan Lombok.

Sebagai penutup, cobalah singgah kalau Anda tidak percaya. Rasakanlah betapa capat pelayanannya. Sisirlah menu-menu menariknya. Dan Anda akan merasakan perasaan bahwa Anda sedang duduk di tiga tempat sekaligus: Jawa, Lombok, dan Bali.

Cobalah ayam bakar taliwangnya, semangkuk pelecing kangkung, dan beberuk terong yang lezat; nikmati makan siang Anda dengan suasana yang berbeda. Saat saya hendak kembali ke Singaraja, beberapa keluarga datang berduyun memasuki Taliwang Bersaudara. Artinya, Taliwang Bersaudara benar-benar layak untuk dikunjungi.

Sekadar informasi, selain ayam bakar taliwang, di Taliwang Bersaudara juga menyediakan hidangan lainnya seperti gurami goreng, bebek (bakar dan goreng) taliwang, sop iga sapi, dan beberapa menu lainnya.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali
Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng
Sariasih dan Manisnya Jaja Sengait Gula Pedawa 
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Tags: ayam bakar taliwangbaliBedugulLombokTaliwang Bersaudara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Next Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails
Next Post
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co