14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Jaswanto by Jaswanto
August 4, 2025
in Kuliner
Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Ayam bakar taliwang lengkap dengan pelecing kangkung dan beberuk terong di Taliwang Bersaudara | Foto: tatkala.co'Jaswanto

SAYA sengaja membubuhkan kata “enak” dalam judul tulisan sederhana ini. Selain, tentu saja, supaya Anda tertarik membaca dan syukur-syukur setelah itu tergerak untuk mencobanya, juga karena itu kesan kejujuran saya—sebenarnya ini soal selera dan setiap orang memiliki preferensi rasa yang berbeda—setelah menyantap seporsi ayam bakar taliwang di Taliwang Bersaudara.

Bisa saja menurut saya enak—bahkan enak sekali—tapi belum tentu bagi lidah Anda. Tetapi bagaimana bisa Anda mengatakan ayam bakar taliwang rumah makan Taliwang Bersaudara enak atau tidak kalau Anda belum mencicipinya? Untuk itulah saya sarankan Anda mencobanya terlebih dahulu.

Sebelum saya membicarakan soal rasa, suasana tempat, dan bagaimana kita dilayani, saya beritahu lokasi rumah makannya terlebih dahulu. Taliwang Bersaudara dibangun di pinggir Jl. Baturiti Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, tepatnya di sebelah barat restoran Nasi Tempong Indra. Jika Anda dari arah Singaraja menuju Denpasar, Taliwang Bersaudara terketak setelah jalan shotcut Bedugul. Saat sampai di titik itu, coba pelankan kendaraan Anda—dan tengoklah kanan-kiri jalan—supaya tidak terlewat.

Plang Taliwang Bersaudara yang terpampang di pinggir Jl. Baturiti Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Taliwang Bersaudara baru saja dibuka sekira lima bulan yang lalu. Tapi resep ayam bakarnya sudah diwariskan turun-temurun. “Dari nenek,” ucap Dicky Danuarta, owner Taliwang Bersaudara kepada saya. Keluarga Dicky memang asli Lombok, tempat ayam bakar taliwang dilahirkan. Pada masa Orde Baru, keluarga Dicky hijrah ke Bedugul juga karena ayam taliwang. Jadi, bisa dibilang, keluarga ini memiliki ikatan yang kuat dengan ayam bakar taliwang. Itu adalah kisah manis di balik sebuah restoran.

Restoran Taliwang Bersaudara memiliki suasana Sembalun yang sejuk dan menyenangkan, dan saya akan senang jika itu menjadi bagian dari lingkungan saya. Sebagaimana diketahui banyak orang, udara di Bedugul semacam mengandung sesuatu yang lain memang—yang kadang membuat Anda menggigil, tapi tak jarang pula membuat Anda merasa nyaman dan ketagihan ingin merasaknnya kembali.

Dengan konsep rumah joglo yang terbuka, membuat Taliwang Bersaudara kaya akan sirkulasi udara, tidak pengap, dan Anda dapat melihat geliat sekitar dengan leluasa. Ini pilihan yang tepat, menurut saya, sebab berada di Bedugul. Kalau saja Taliwang Bersaudara berdiri di pinggir jalan besar di Surabaya atau di Denpasar—yang berdebu dan ramai, bising—saya akan berpikir berulang kali untuk mengunjunginya.

Restoran ini setidaknya memiliki tiga perpaduan yang kentara. Bentuk bangunannya diadopsi dari Jawa (joglo), menunya dari Lombok, dan dibangun di Bedugul, Bali—yang memiliki suasana mirip-mirip seperti Sembalun di Lombok Timur. Ini penting saya tekankan karena Anda akan merasakan sensasi menyantap ayam bakar taliwang di tempat asalnya sendiri: Nusa Tenggara Barat.

Nah, pesanan saya sudah dihidangkan. Mari menikmatinya. Ya, pelayanan di rumah makan Taliwang Bersaudara memang cepat, sat-set, tak pakai lama. Saya jamin Anda tidak akan protes soal ini.

Lihatlah. Di depan saya sudah terhidang seekor ayam bakar taliwang lengkap dengan pelecing kangkung dan beberuk terong—ayam bakar taliwang disajikan dengan dua jenis sambal: pelecing kangkung dan beberuk (lebih mudahnya sebut saja pelecing terong bulat)—yang terlihat segar dan menggairahkan: keduanya menawan untuk dilihat dan disantap. Ukuran ayam yang saya pesan cukup untuk berdua (paket 1), tak kecil pun tak besar, tanggung, sedang saja.

Ayam bakar taliwang makan Taliwang Bersaudara, Bedugul | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tapi juga ada paket family untuk 5 orang. Ayamnya lebih besar dan nasinya sebakul. Jika Anda datang ramai-ramai, saya sarankan pesan paket family saja—tentu dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada paket yang lain. Dan jangan khawatir, jika Anda sendirian, dan takut tak bisa menghabiskan seekor utuh, Anda bisa memesan paket hemat—yang berisi sebuah paha, tempe, tahu, sambal, pelecing kangkung, dan sepotong nanas segar.

Setelah beberapa saat saya habiskan untuk mengaguminya, kini saya benar-benar mencicipinya. Saat itulah ooh dan aah berubah menjadi hemm. Dan abaikan saja peralatan makan. Ini adalah pekerjaan untuk jari tangan.

Dan, ya Tuhan, beberuk terong Taliwang Bersaudara jangan sekali-kali Anda lupakan. Jika diminta untuk memilih antara pelecing kangkung atau beberuk terongnya, tanpa berpikir panjang saya akan katakan: beberuk terong—bahkan saya bisa memakannya tanpa nasi. Pedas cabai, bawang merah, asam tomat dan perasan jeruk limau sangat cocok dengan terong bulat mentah yang segar. Sebuah menu santap siang yang mengesankan.

Hidangan ayam bakar taliwang ini bagaikan paduan serat dan protein berwarna menggairahkan yang berkelas, dan saya melahapnya seperti labrador yang memamahhabis kibble-nya. Sebagai orang yang tidak terlalu suka daging ayam (Anda bisa menanyakan hal ini kepada istri saya), saya membuat pengecualian untuk ayam bakar taliwang di rumah makan Taliwang Bersaudara ini.

Ciri khas ayam bakar taliwang adalah ayam kampung muda yang diramu dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga memberi rasa gurih, pedas—cita rasa bumbu yang kuat. Begitu pula yang saya rasakan saat mengunyah dan menelan ayam bakar taliwang di rumah makan Taliwang Bersaudara.

beberuk terong dan pelecing kangkung rumah makan Taliwang Bersaudara, Bedugul | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Daging ayam di Taliwang Bersaudara tak alot seperti kebanyakan produk ayam bakar taliwang di tempat lain, dan tak gosong, kulitnya coklat karat dan matang. Membakar ayam seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa Anda lakukan dengan tangan Anda di rumah. Dibutuhkan pengalaman untuk memastikannya tidak mengeras saat dibakar.

“Ini melalui tiga proses. Pertama ayam dibakar dengan baluran bumbu [rahasia], lalu disimpan di mesin pendingin. Kalau ada orang pesan, ayam tadi digoreng sebentar kemudian dibakar dan dilumuri bumbu lagi, baru dihidangkan,” terang Dicky. Dicky mengatakan kepada saya, sebagaimana sudah saya sampaikan di atas, bahwa resep ayam bakar taliwangnya ia dapat dari neneknya—yang akan saya sebut resep keotentikan Lombok.

Sebagai penutup, cobalah singgah kalau Anda tidak percaya. Rasakanlah betapa capat pelayanannya. Sisirlah menu-menu menariknya. Dan Anda akan merasakan perasaan bahwa Anda sedang duduk di tiga tempat sekaligus: Jawa, Lombok, dan Bali.

Cobalah ayam bakar taliwangnya, semangkuk pelecing kangkung, dan beberuk terong yang lezat; nikmati makan siang Anda dengan suasana yang berbeda. Saat saya hendak kembali ke Singaraja, beberapa keluarga datang berduyun memasuki Taliwang Bersaudara. Artinya, Taliwang Bersaudara benar-benar layak untuk dikunjungi.

Sekadar informasi, selain ayam bakar taliwang, di Taliwang Bersaudara juga menyediakan hidangan lainnya seperti gurami goreng, bebek (bakar dan goreng) taliwang, sop iga sapi, dan beberapa menu lainnya.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali
Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng
Sariasih dan Manisnya Jaja Sengait Gula Pedawa 
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Tags: ayam bakar taliwangbaliBedugulLombokTaliwang Bersaudara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Next Post

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

by Putu Ayu Ariani
October 16, 2025
0
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

DINI hari di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana masih diselimuti udara dingin. Namun di depan sebuah warung sederhana, cahaya api...

Read moreDetails
Next Post
Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Tribute to Maestro I Gusti Putu Made Geria pada Festival Mi-Reng 2025: New Music for Gamelan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co