2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
August 4, 2025
in Khas
Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Barong macan, sesuhunan Desa Adat Kebon, Tegallalang | Foto: Desa Adat Padangtegal

SAMPAI detik ini antara masyarakat Desa Adat Kebon, Tegalalang dan Desa Adat Padangtegal, Ubud, Gianyar, Bali, masih menyimpan keyakinan yang dituturkan secara oral tradisi mengenai peristiwa barong macan dibelit ratusan ular. Peristiwa ini diyakini pernah terjadi di Pura Pucak Unggaran yang sekarang menjadi Pura Dalem Agung Desa Adat Padangtegal.

Barong Macan yang dibelit oleh ratusan ular merupakan barong sakral atau yang disebut Ratu Kompyang sungsungan Desa Adat Kebon yang sedang beristirahat (mesanekan) sehabis melakukan kegiatan ngelawang. Akibat peristiwa itu konon barong macan yang disebut Ratu Kompyang tetap berada di Pura Pucak Pura Dalem Agung Desa Adat Padangtegal hingga saat ini yang kemudian bergelar Ida Ratu Lingsir.

Ilustrasi Barong Macan di belit ular | Ilustrasi oleh Pratdika

Berpijak dari keyakinan peristiwa itu, maka pada saat Desa Adat Kebon nangun (membangun kembali) sesuhunan barong macan beserta barong bangkal, masyarakat Desa Adat Kebon itu kembali nunas (memohon) taru/kayu sebagai bahan pembuatan prerai (wajah) barong di Desa Adat Padangtegal, tepatnya pada pengulun setra. Sehingga hubungan niskala dan sekala antara Desa Adat Kebon, Tegalalang, dan Desa Adat Padangtegal kembali terjalin dan terajut.

Kemudian atas asal muasal taru dari sesuhunan barong macan serta barong bangkal yang bergelar Ratu Gede dan Ratu Alit, maka setiap digelar upacara Pedudusan Alit di Pura Dalem Agung Padangtegal, barong macan dan barong bangkal dari Desa Adat Kebon itu tedun untuk katuran wali penganyaran. Namun petedunan pada rangkaian upacara Pedudusan Alit di Pura Dalem Agung Padangtegal tepatnya pada tanggal 27 Juli 2025 ini, sesuhunan Desa Adat Kebon selain tedun katuran wali penganyaran juga mesolah. Mesolah pada tahun ini menjadi momen yang bersejarah, karena ini adalah pertama kali sesuhunan Desa Adat Kebon, Tegalalang mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal tempat asal muasal taru prerainya.

Hal menarik yang terjadi adalah, selain mesolah, untuk pertama kalinya juga ini menjadi momentum pengingat dahulu sesolahan barong macan dari Desa Kebon terhenti karena barongnya terbelit ratusan ular di Pura Dalem Agung Padangtegal, dan saat ini kembali mesolah di tempat yang sama.

Dari peristiwa itu kita diajarkan sebuah rahasia alam yang luar biasa, Pura Dalem sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa-Uma-Durga dengan manifestasinya sebagai pelebur sepertinya berfungsi secara alami dan nyata. Melalui lokus  Pura Dalem Agung Desa Adat Padangtegal tradisi ngelawang barong Desa Kebon diputus untuk kemudian membuat rajutan baru yang kelak menjadi ikatan sekala-niskala antara kedua desa adat tersebut.

Perlu dicatat tahun lalu pada tahun 2023 pertama kalinya Ratu Lingsir tedun ke Desa Adat Kebon dan kemudian setahun berselang Ratu Gede-Ratu Alit Desa Adat Kebon pertama kali juga mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal.

Pangrencana Mesolah

Malam itu, Kamis tanggal 24 Juli 2025, setelah upacara melasti serangkaian upacara Pedudusan Alit di Pura Dalem Agung Padangtegal, juga dilaksanakan kegiatan mereraosan (rapat) dengan para yowana dari Desa Adat Keliki Kawan, Desa Adat Kebon, Desa Adat Taman Kaja, Desa Adat Nyuh Kuning, Banjar Teruna, Peliatan dan Banjar Padangtegal Tengah terkait menyongsong upacara Pedudusan Agung yang akan digelar di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padangtegal.

Setelah kegiatan mereraosan usai, saya yang kebetulan menjadi koordinator seksi dekorasi bersama Jro Bendesa dan Kelihan Adat Tempekan Bale Agung Desa Adat Padangtegal melakukan perbincangan ringan mengenai persiapan upacara Pedudusan Agung.

Di tengah perbincangan ponsel Jro Bendesa berdering, rupanya yang menelepon adalah Jro Bendesa Desa Adat Kebon. Setelah tersambung kemudian terjadi percakapan via seluler antara kedua pemimpin adat tersebut. Dari percakapan tersebut saya dan Kelihan Adat Tempekan Bale Agung sudah menangkap maksud dari pembicaraannya serta tahu apa yang akan dilakukan untuk merespon hasil percakapan antara Jro Bendesa.

Begitu sambungan seluler ditutup, Jro Bendesa Desa Adat Padangtegal menyampaikan informasi bahwa selain tedun katuran wali sesuhunan Desa Adat Kebon juga akan mesolah. Kemudian karena pada saat itu saya selain menjadi koordinator seksi dekorasi juga sebagai bagian dari seksi kesenian diminta oleh Jro Bendesa menyiapkan teknis mesolah sesuhunan Desa Adat Kebon tersebut.

Patut disyukuri mengingat Desa Adat Padangtegal dianugrahi talenta penabuh dan penari yang mumpuni sehingga dalam tempo waktu 10 menit saya atas seizin Kelihan Adat Tempekan Bale Agung memastikan teknis bahwa Sesuhunan Desa Adat Kebon akan mesolah pada pertengahan drama tari Calonarang oleh Sekaa Gong Sandhi Swara, Padangtegal Kelod dengan penyaji tabuh yang dikoordinir oleh Dr. I Wayan Sudirana.

Kemudian penarinya adalah I Kadek Karyana, S.Sn dan I Kadek Widnyana. Lakon yang menjadi dasar mesolah sesuhunan Desa Adat Kebon menurut I Kadek Widnyana yang nyolahin (menarikan) Ratu Alit (barong bangkal) adalah cerita Dewa Wisnu dan Dewa Brahma dalam mencari ujung pangkal Lingga Yoni Dewa Siwa.

Persiapan Tedun | Dokumen Desa Adat Padangtegal

Setelah memantapkan teknis mesolah sesuhunan Desa Adat Kebon dan atas izin Jro Bendesa maka saat itu pula saya menghubungi Dr. I Wayan Sudirana untuk menyiapkan penabuh. Selain itu saya juga meminta salah seorang anggota seksi kesenian yaitu Eka Sutawan untuk segera pada malam itu untuk nguntap (memohon) I Kadek Karyana, S.Sn dan I Kadek Widnyana untuk dapat nyolahin (menarikan) sesuhunan Desa Adat Kebon.

Akhirnya pada malam itu juga semua perangkat yang dibutuhkan untuk sesuhunan mesolah telah lengkap, sehingga Jro Bendesa dengan lugas dan percaya diri mengontak kembali Jro Bendesa Desa Adat Kebon bahwa Desa Adat Padangtegal siap nyangra pengarsan krama Desa Adat Kebon.

Galah Mesolah

Sesuai dengan rencana sesuhunan Desa Adat Kebon mesolah, Minggu, 27 Juli 2025. Pukul 18.00 wita sesuhunan Desa Adat Kebon sudah rauh di Pura Dalem Agung Desa Adat Padangtegal. Sebelum melinggih di utamaning mandala Pura Dalem Agung, sesuhunan Desa Adat Kebon terlebih dahulu tangkil matur puining di Pura Prajapati tempat dimana asal muasal taru/kayu bahan prerai.

Desa Adat Kebon memiliki kebiasaan sebelum melinggih katuran wali di Pura Dalem Agung diawali dengan tangkil di Pura Prajapati dan juga pada saat budal pasti kembali tangkil untuk mepamit. Setelah tangkil di Pura Prajapati kemudian sesuhunan Desa Adat Kebon lunga ke Pura Dalem Agung untuk kemudian dihaturkan upakara penganyaran. Namun sebelum lungga dan melinggih di utamaning mandala, didahului dengan menghaturkan upakara segeh agung tepat di jaba sisi Pura Dalem Agung.

Setelah katuran segehan agung, sesuhunan Desa Adat Kebon langsung ngranjing (masuk) ke utamaning mandala Pura Dalem Agung dan melinggih di Bale Patokan. Kemudian dihaturkan upakara canang linggih dan dilanjutkan dengan melaksanakan bhakti penganyaran serangkaian Upacara Pedudusan Alit di Pura Dalem Agung Desa Adat Padangtegal.

Tepat pukul 20.30 bhakti penganyaran telah selesai dihaturkan, pada waktu yang sama Calonarang sebagai ilen-ilen serangkaian Ida Betara Napak Pertiwi Betari Ratu Sakti sudah dimulai bertempat di jaba sisi.

Barong macan, sesuhunan Desa Adat Kebon Tegallalang | Foto: Desa Adat Padangtegal

Antusias krama Desa Adat Kebon begitu tinggi untuk menyambut peristiwa bersejarah ini, terlihat dengan sigapnya para krama tersebut menyongsong petedunan sesuhunan Desa Adat Kebon. Saya dan beberapa rekan seksi kesenian mulai sibuk mengatur dan berkordinasi dengan tim di kalangan untuk memastikan timing mesolah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Mengingat mesolah ini melibatkan benda sakral dan sungsungan desa adat maka semua teknis harus diperhitungkan dengan cermat dan matang sesuai etika dan kepatutan. Pukul 20.45 saya mendapat kontak melalui sambungan handy talky bahwa waktu untuk mesolah sudah tiba, sehingga kemudian saya menyampaikan pada seksi upacara-upakara untuk melaksanakan upacara penedunan dengan sarana bhakti prasantun/santun penedunan.

Kemudian setelah prasantun/santun penedunan dihaturkan maka selanjutnya dilakukan nedunan sesuhunan Desa Adat Kebon dari tempat melinggih di Bale Patok untuk selanjutnya matur puining di hadapan Ida Betari Dalem sebelum mesolah.

Tepat pukul 21.00 sesuhunan Desa Adat Kebon mesolah dengan disertai gamelan bebatelan. Diawali dengan gineman suling dan pocapan oleh penari yang mundut Ratu Alit yang berwujud barong bangkal disusul dengan bentuk gending batel. Pada saat mesolah yang menari terlebih dahulu adalah Ratu Alit berwujud barong bangkal dan kemudian disusul dengan Ratu Gede berwujud barong macan.

Selain menari, penari juga melantunkan pocapan. Teks dari pocapan berbasa kawi dengan narasi mengenai pertemuan Dewa Wisnu dan Dewa Brahma dalam mencari ujung pangkal lingga sebagai representasi Dewa Siwa. Sesuhunan Desa Adat Kebon mesolah dengan durasi 20 menit. Durasi 20 menit dapat dikatakan waktu yang sebentar dalam konteks pertunjukan, namun menjadi sesuatu yang lama jika dilihat dari waktu penantian mesolah. Waktu yang lama bagi krama Desa Adat Kebon untuk menantikan momen ini.

Barong bangkal, sesuhunan Desa Adat Kebon, Tegallalang | Foto: Desa Adat Padangtegal

Jika flashback pada peristiwa barong macan dibelit ratusan ular di tempat yang sama di Pura Dalem Agung Padangtegal hingga hari mesolah saat itu, mungkin sudah berjarak 105 tahun. Hitungan 105 tahun ini berdasarkan asumsi mengambil waktu tahun 1920 karena Desa Adat Padangtegal dengan segala perangkatnya baru diresmikan berdiri tahun 1925. Satu abad penantian untuk dapat mesolah kembali.

Pada satu abad silam alam berkehendak agar barong macan Desa Kebon dibelit ratusan ular sehingga menyebabkan sesuai keyakinan jenek menjadi Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal. Kemudian malam itu dengan begitu cepat, padu dan sigap antara krama serta prejuru antara Desa Adat Padangtegal dan Desa Adat Kebon menyongsong sesuhunan untuk mesolah.

Semoga antara krama kedua Desa Adat Padangtegal dan Desa Adat Kebon masih ingat ketika Ratu Lingsir budal dari Kebon, hujan deras melanda yang diakhiri dengan bintang gemintang. Pada saat menjelang selesai mesolah rintik hujan juga turun menyertai dan juga diakhiri dengan bintang gemintang.

Semoga tali silahturahmi antara Desa Adat Padangtegal dan Desa Adat Kebon semakin terjalin dengan erat secara sekala-niskala. [T]

Penulis : Wayan Diana Putra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Menggurat Ratu Kompyang, Memaknai Ida Ratu Lingsir: Catatan Pertalian Spiritual Melalui Media Pelawatan Barong Desa Adat Padangtegal dengan Desa Adat Kebon
Kesanga Menuju Kedasa dan dari Campuhan, Taman, Menuju Batur | Formulasi Proses Penciptaan Rejang Baris Jong Pari Dengan Prinsip Gadamerian
Pawodakan Ida Ratu Lingsir di Padangtegal: Tetap Gunakan Warna Bali dari Tulang, Tanduk dan Batu-batuan
Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”
Tags: BarongDesa Adat KebonDesa Adat PadangtegalTegallalangUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Next Post

Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Ada Ayam Bakar Taliwang Enak Sekali di Bedugul, Nama Restonya “Taliwang Bersaudara”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co