22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pawodakan Ida Ratu Lingsir di Padangtegal: Tetap Gunakan Warna Bali dari Tulang, Tanduk dan Batu-batuan

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 1, 2023
in Khas
Pawodakan Ida Ratu Lingsir di Padangtegal: Tetap Gunakan Warna Bali dari Tulang, Tanduk dan Batu-batuan

Prerai Ida Ratu Lingsir di Desa Adat Padangtegal, Ubud, Ubud, Gianyar, Setelah Diwarnai Warna Bali

SENIMAN DESA ADAT PADANGTEGAL, Ubud, Gianyar, dalam ngayah pawodakan Ida Ratu Lingsir teguh memegang prinsip menggunakan warna Bali dalam proses pewarnaan prerai (topeng) Ida Ratu Lingsir. Penggunaan warna Bali dipilih dengan beberapa pertimbangan walaupun saat ini sudah tersedia warna akrilik (acrylic) yang memiliki kandungan polymer.

Warna Bali adalah warna yang berbahan dari elemen-elemen alami dari tulang, batu-batuan dan cairan susu. Kemudian warna akrilik terbuat dari pigmen yang tersuspensi dalam emulsi polimer. Warna Bali dengan bahan alami serta proses pengolahan secara alamiah pula menjadikannya terpilih sebagai bahan pewarnaan dalam konteks sakral.

Foto 1. Proses Pembuatan Warna Merah dari Kencu

I Ketut Budiana seorang maestro lukis dan patung sekaligus sebagai koordinator seniman pengayah pawodakan mengatakan, warna Bali adalah warna yang sesuai dengan konsep pengider-ider (konsepsi arah dalam kosmologi) di Bali.

Warna yang sesuai pengider-ider yang dimaksud adalah warna hitam sebagai representasi Dewa Wisnu sebagai penguasa arah utara, warna putih sebagai representasi Dewa Iswara dari arah timur, Dewa Brahma sebagai penguasa arah selatan direpresentasikan pada warna merah, warna kuning di arah barat sebagai representasi Dewa Mahadewa dan kemudian warna manca (lima) warna di tengah sebagai simbol Dewa Siwa.

“Kelima warna ini yang menjadi dasar dari harmoni pewarnaan prerai Ida Ratu Lingsir yang sangat disakralkan,” kata Budiana.

Kelima warna sesuai dengan konsep pengider-pengider tersebut berasal dari bahan dari alam. Warna merah yang disebut dengan Kencu berbahan dari bebatuan yang berasal dari Cina. Atal sebagai bahan warna kuning juga berasal dari bebatuan. Warna putih dihasilkan dari tulang dan tanduk hewan.

Warna hitam yang disebut dengan Mangsi dihasilkan dari arang proses perapian lampu tradisional yang disaring dengan menggunakan kukusan bambu. Mangsi juga dapat dihasilkan dari bebatuan yang berasal dari Cina.

Selain itu sebagai perekat yang berfungsi sebagai pengikat warna bernama Ancur. Ancur ini menurut seniman pembuat barong dari Banjar Puaya yaitu I Nyoman Selamet berasal dari susu, sedangkan terdapat Ancur yang berbahan dari urat atau babad jeroan dari hewan. Seluruh bahan-bahan tersebut diolah secara tradisonal dengan tangan.

Foto 2. Warna Mangsi (Hitam)

Kelima warna tersebut diolah dengan cara ditumbuk pada piringan keramik khusus dengan tekstur tidak terlalu licin agar dapat dilakukan proses penumbukan dengan baik. Seluruh warna yang berbahan dari tulang dan batu pertama-tama dihaluskan dengan cara ditumbuk secara perlahan-lahan, kemudian diulek dengan gerakan ulekan searah menggunakan ulekan dari batu atau pelepah kelapa yang disebut dengan paang.

Setelah menjadi bubuk halus kemudian sedikit demi sedikit dituangkan air. Air yang digunakan haruslah air dengan tingkat kejernihan yang bening, hal ini bertujuan agar tidak mengontaminasi kualitas warna yang dibuat.

Dalam konteks nilai spiritual air yang digunakan untuk mencampur bubuk warna tersebut menggunakan air yang bersumber dari mata air suci. Dalam pawodakan Ida Ratu Lingsir kali ini menggunakan air (toya) suci dari Beji Pura Dalem Agung Padangtegal.

Foto 3. Proses Pembuatan Warna Putih dari tulang

Setelah dimasukkan air secara perlahan dan warna mulai tercampur, selanjutnya dimasukkan Ancur sedikit demi sedikit agar sari-sari dari serbuk warna menyatu dengan air dengan kuat. Hal ini bertujuan ketika dipoles pada prerai warna dapat terserap pada pori-pori kayu dengan kuat.

Jika dalam proses pengulekan warna Bali yang telah tercampur dengan air serta Ancur mengeluarkan buih-buih, maka buih-buih tersebut harus dihilangkan dengan menggunakan lembaran daun Sirih. Satu lembar dauh Sirih disapukan dengan halus pada buih-buih yang muncul pada permukaan warna, sehingga warna menjadi bersih.

Teknik memoles warna Bali ini tidak boleh sembarangan, arah polesan kuas harus searah. Tidak boleh menyapu kuas dengan arah bolak balik, hal ini untuk menjaga tekstur serta warna agar tidak melekat secara tumpang tindih. Selain itu proses penyusunan warnanya dilakukan secara bertahap dengan memoles dari warna dengan tingkat kekentalan yang paling tipis. Hal ini dilakukan agar tekstur warna tidak retak dan tersusun dengan mulus.

Proses pengeringan warnanya pun tidak boleh terkena sinar matahari yang terlalu terik dan juga tidak boleh terkena hawa lembab. Warna Bali ini tidak dapat bertahan lama, jika dibiarkan maka akan menjadi basi dan tidak dapat digunakan kembali. Maka dari itu proses pembuatan dan pewarnaan Bali ini harus dilakukan secara telaten dan penuh penghayatan. Sehingga sangat cocok digunakan untuk pewarnaan benda sakral seperti prerai (topeng) dari Ida Ratu Lingsir.

Penggunaan warna Bali dengan prosesnya yang tradisonal berbasis alami menjadi sebuah keunikan sendiri untuk dikembangkan bahkan diedukasi dikalangan seniman Padangtegal.

Pawodakan ini juga dimaknai sebagai sebuah ruang aktualisasi, edukasi serta regenerasi mengenai penerapan warna Bali untuk pewarnaan prerai (topeng) Ida Ratu Lingsir. Sehingga usaha untuk mempertahankan kekhasan Padangtegal dapat berkesinambungan dari masa ke masa. [T]

Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”
Tags: baliDesa Adat Padangtegalkesenian baliUbudwarna bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Happy Salma: “Saya Bangga Disandingkan dengan Para Maestro Seni dari Bali”

Next Post

Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co