10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pawodakan Ida Ratu Lingsir di Padangtegal: Tetap Gunakan Warna Bali dari Tulang, Tanduk dan Batu-batuan

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 1, 2023
in Khas
Pawodakan Ida Ratu Lingsir di Padangtegal: Tetap Gunakan Warna Bali dari Tulang, Tanduk dan Batu-batuan

Prerai Ida Ratu Lingsir di Desa Adat Padangtegal, Ubud, Ubud, Gianyar, Setelah Diwarnai Warna Bali

SENIMAN DESA ADAT PADANGTEGAL, Ubud, Gianyar, dalam ngayah pawodakan Ida Ratu Lingsir teguh memegang prinsip menggunakan warna Bali dalam proses pewarnaan prerai (topeng) Ida Ratu Lingsir. Penggunaan warna Bali dipilih dengan beberapa pertimbangan walaupun saat ini sudah tersedia warna akrilik (acrylic) yang memiliki kandungan polymer.

Warna Bali adalah warna yang berbahan dari elemen-elemen alami dari tulang, batu-batuan dan cairan susu. Kemudian warna akrilik terbuat dari pigmen yang tersuspensi dalam emulsi polimer. Warna Bali dengan bahan alami serta proses pengolahan secara alamiah pula menjadikannya terpilih sebagai bahan pewarnaan dalam konteks sakral.

Foto 1. Proses Pembuatan Warna Merah dari Kencu

I Ketut Budiana seorang maestro lukis dan patung sekaligus sebagai koordinator seniman pengayah pawodakan mengatakan, warna Bali adalah warna yang sesuai dengan konsep pengider-ider (konsepsi arah dalam kosmologi) di Bali.

Warna yang sesuai pengider-ider yang dimaksud adalah warna hitam sebagai representasi Dewa Wisnu sebagai penguasa arah utara, warna putih sebagai representasi Dewa Iswara dari arah timur, Dewa Brahma sebagai penguasa arah selatan direpresentasikan pada warna merah, warna kuning di arah barat sebagai representasi Dewa Mahadewa dan kemudian warna manca (lima) warna di tengah sebagai simbol Dewa Siwa.

“Kelima warna ini yang menjadi dasar dari harmoni pewarnaan prerai Ida Ratu Lingsir yang sangat disakralkan,” kata Budiana.

Kelima warna sesuai dengan konsep pengider-pengider tersebut berasal dari bahan dari alam. Warna merah yang disebut dengan Kencu berbahan dari bebatuan yang berasal dari Cina. Atal sebagai bahan warna kuning juga berasal dari bebatuan. Warna putih dihasilkan dari tulang dan tanduk hewan.

Warna hitam yang disebut dengan Mangsi dihasilkan dari arang proses perapian lampu tradisional yang disaring dengan menggunakan kukusan bambu. Mangsi juga dapat dihasilkan dari bebatuan yang berasal dari Cina.

Selain itu sebagai perekat yang berfungsi sebagai pengikat warna bernama Ancur. Ancur ini menurut seniman pembuat barong dari Banjar Puaya yaitu I Nyoman Selamet berasal dari susu, sedangkan terdapat Ancur yang berbahan dari urat atau babad jeroan dari hewan. Seluruh bahan-bahan tersebut diolah secara tradisonal dengan tangan.

Foto 2. Warna Mangsi (Hitam)

Kelima warna tersebut diolah dengan cara ditumbuk pada piringan keramik khusus dengan tekstur tidak terlalu licin agar dapat dilakukan proses penumbukan dengan baik. Seluruh warna yang berbahan dari tulang dan batu pertama-tama dihaluskan dengan cara ditumbuk secara perlahan-lahan, kemudian diulek dengan gerakan ulekan searah menggunakan ulekan dari batu atau pelepah kelapa yang disebut dengan paang.

Setelah menjadi bubuk halus kemudian sedikit demi sedikit dituangkan air. Air yang digunakan haruslah air dengan tingkat kejernihan yang bening, hal ini bertujuan agar tidak mengontaminasi kualitas warna yang dibuat.

Dalam konteks nilai spiritual air yang digunakan untuk mencampur bubuk warna tersebut menggunakan air yang bersumber dari mata air suci. Dalam pawodakan Ida Ratu Lingsir kali ini menggunakan air (toya) suci dari Beji Pura Dalem Agung Padangtegal.

Foto 3. Proses Pembuatan Warna Putih dari tulang

Setelah dimasukkan air secara perlahan dan warna mulai tercampur, selanjutnya dimasukkan Ancur sedikit demi sedikit agar sari-sari dari serbuk warna menyatu dengan air dengan kuat. Hal ini bertujuan ketika dipoles pada prerai warna dapat terserap pada pori-pori kayu dengan kuat.

Jika dalam proses pengulekan warna Bali yang telah tercampur dengan air serta Ancur mengeluarkan buih-buih, maka buih-buih tersebut harus dihilangkan dengan menggunakan lembaran daun Sirih. Satu lembar dauh Sirih disapukan dengan halus pada buih-buih yang muncul pada permukaan warna, sehingga warna menjadi bersih.

Teknik memoles warna Bali ini tidak boleh sembarangan, arah polesan kuas harus searah. Tidak boleh menyapu kuas dengan arah bolak balik, hal ini untuk menjaga tekstur serta warna agar tidak melekat secara tumpang tindih. Selain itu proses penyusunan warnanya dilakukan secara bertahap dengan memoles dari warna dengan tingkat kekentalan yang paling tipis. Hal ini dilakukan agar tekstur warna tidak retak dan tersusun dengan mulus.

Proses pengeringan warnanya pun tidak boleh terkena sinar matahari yang terlalu terik dan juga tidak boleh terkena hawa lembab. Warna Bali ini tidak dapat bertahan lama, jika dibiarkan maka akan menjadi basi dan tidak dapat digunakan kembali. Maka dari itu proses pembuatan dan pewarnaan Bali ini harus dilakukan secara telaten dan penuh penghayatan. Sehingga sangat cocok digunakan untuk pewarnaan benda sakral seperti prerai (topeng) dari Ida Ratu Lingsir.

Penggunaan warna Bali dengan prosesnya yang tradisonal berbasis alami menjadi sebuah keunikan sendiri untuk dikembangkan bahkan diedukasi dikalangan seniman Padangtegal.

Pawodakan ini juga dimaknai sebagai sebuah ruang aktualisasi, edukasi serta regenerasi mengenai penerapan warna Bali untuk pewarnaan prerai (topeng) Ida Ratu Lingsir. Sehingga usaha untuk mempertahankan kekhasan Padangtegal dapat berkesinambungan dari masa ke masa. [T]

Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”
Tags: baliDesa Adat Padangtegalkesenian baliUbudwarna bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Happy Salma: “Saya Bangga Disandingkan dengan Para Maestro Seni dari Bali”

Next Post

Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co