2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
February 6, 2023
in Khas
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Sket ogoh-ogoh dan para Yowana Desa Adat Padangtegal, Ubud, sedang bekerja

Untuk menyambut Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945 Yowana Desa Adat Padangtegal, Ubud menginisiasi parade ogoh-ogoh setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19.  Adapun tema yang diangkat pada parade tahun ini adalah Jenggala Rupa, Transformasi Bhuta Rupa sebagai pijakan penggarapan karya seni ogoh-ogoh.

Dalam parade ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh empat sekeha teruna dari empat banjar dalam lingkup Desa Adat Padangtegal yaitu Sekeha Teruna Taruna Suka Duka Banjar Padangtegal Kaja, Sekeha Teruna Suka Duka Banjar Padangtegal Mekarsari, Sekeha Teruna Suka Duka Banjar Padangtegal Kelod dan Sekeha Teruna Padang Kencana dari Tempekan Dalem Alit.

Parade tahun ini juga diikuti oleh Sekeha Teruna Putra Maha Dipta Banjar Padangtegal Tengah, Desa Adat Peliatan yang secara teritori wilayahnya berada dalam lingkup Desa Adat Padangtegal.

Kelima ogoh-ogoh hasil karya dari para sekehe teruna tersebut akan dikemas dalam pertunjukan kolaboratif sesuai dengan tema yang diusung.

Foto: Rapat Kordinasi Dengan Kreator Ogoh-Ogoh

Tema Jenggala Rupa, Transformasi Bhuta Rupa dipilih berdasarkan gagasan Jenggala Rupa bermakna wajah ekspresi (rupa) dari seniman Desa Adat Padangtegal (jenggala). Jadi Jenggala Rupa bermakna bentuk ekspresi seni para seniman Desa Adat Padangtegal berdasarkan ciri khas dan keunggulan dari para mestro seni pendahulu seperti Nang Kranjit, I Made Kari, Betara Lepas Ida Pedanda Gde Manuaba, Ida Bagus Rai, Diara, Diari, I Wayan Kaji, I Nyoman Artana, I Ketut Budiana dan yang lainnya.

Bhuta Rupa kemudian dipilih menjadi stimulir kekaryaan ogoh-ogoh yang akan digarap. Dari Bhuta Rupa para kreator ogoh-ogoh dari masing-masing sekehe teruna diberikan stimulan dalam mewujudkan rupa ogoh-ogohnya.

Yowana Desa Adat Padangtegal selaku inisiator dan pelaksana parade ogoh-ogoh bahkan memberikan ruang eksplorasi bentuk, rupa, anatomi dan ornament ogoh-ogoh dengan mengamati patung hasil karya para maestro Desa Adat Padangtegal yang terpajang di Pura Dalem Agung Padangtegal. Hal ini dilakukan selain untuk mengapresiasi karya pendahulu juga memberikan ruang edukasi para seniman muda Padangtegal dalam berkarya kedepannya tidak hanya dalam konteks ogoh-ogoh saja.

Ogoh-ogoh dari masing-masing sekeha teruna akan dipentaskan dalam format pentas bersama. Masing-masing ogoh-ogoh dengan beraneka karakternya dalam merespon Bhuta Rupa diplot memulai dengan bersama kemudian dipecah menjadi bagian-bagian yang terjalin antara satu dengan yang laiinnya. Kemudian masing-masing ogoh-ogoh diberikan bagian dalam bentuk dialog gerak dengan teknis saling stimulus koreografi oleh penggotong dan penari yang melengkapi.

Pada akhir pementasan dilanjutkan dengan seluruh ogoh-ogoh mengitari wilayah Desa Adat Padangtegal yang kemudian mengakhiri parade di Setra Desa Adat Padangtegal yang sebelumnya dilakukan upacara Prelina.

Pelaksana teknis I Kadek Janurangga didampingi oleh Ketua Yowana Desa Padangtegal I Wayan Budi Santika menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan pementasan ogoh-ogoh pada saat menyambut Nyepi nanti.

Foto: Sket ogoh-ogoh Yowana Desa Adat Padangtegal, Ubud

Menurut Janurangga, parade kali ini akan dilaksanakan dengan sistem pertunjukan bersama. Sistem pertunjukan ini dilakukan dengan alasan ingin memberikan suatu suguhan pertunjukan yang lebih dapat dinikmati, lebih berkualitas, lebih tertata secara efisiensi waktu dan sistematis. Pertunjukan akan dilaksanakan dengan durasi keseluruhan kurang lebih 90 menit.

“Dengan meringkas pertunjukan menjadi satu kesatuan diharapkan mampu memberikan suguhan yang berkualitas tanpa mengurangi euphoria perayaan pengrupukan,” kata Janurangga.

Sistem itu dialkuakn, kata Janurangga,  mengingat seperti yang telah berlangsung di tahun-tahun sebelumnya, pertunjukan yang disajikan nampak belum mendapatkan ruang yang baik sebagai sajian seni pertunjukan.

Keterbatasan ruang serta banyaknya masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan menjadi bahan pertimbangan kami dalam memilih tema dan sistem pertunjukan dimana kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pemilihan ruang pertunjukan.

“Maka dari itu kami di Yowana berinisiasi ingin melaksanakan parade ogoh-ogoh yang berlokasi di depan Coco Mart yakni Pertigaan jalan Hanoman menuju jalan Monkeyforest,” katanya.

Lokasi untuk pertunjukan itu dipilih berdasarkan sistem pertunjukan pararel atau bersama serta untuk memberikan ruang yang layak bagi performance. Tidak hanya bagi arak-arakan ogoh-ogoh, tapi bagi pemeran yang terlibat dalam pertunjukan seperti penari, narator, dan musisi mendapat tempat yang layak untuk menampilkan kreativitasnya.

Maka dari itu untuk menunjang gagasan tersebut ruang yang luas diperlukan dengan pertimbangan sudut pandang ruang pertunjukan yang lebih layak dan juga memberi ruang tontonan yang baik bagi penikmat atau penonton.

Foto: Suasana Rapat Parade Ogoh-Ogoh Desa Adat Padangtegal

Parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh Yowana Desa Adat Padangtegal mendapat dukungan penuh dari perangkat adat dan dinas dari Desa Adat Padangtegal secara moril maupun materil.

Dukungan moril berupa regulasi seperti yang disampaikan oleh I Made Parmita selaku Bendesa Adat Padangtegal.

“Kami sangat mendukung sekali kegiatan Yowana untuk kembali menyelenggarakan pawai ogoh-ogoh, mengingat ini merupakan salah satu ajang yowana untuk berkreativitas, yang sebelumnya sempat terhenti akibat wabah Covid 19. Terlebih secara regulasi pemerintah telah mencabut PPKM sehingga menguatakan kami untuk dapat melaksanakan parade ogoh-ogoh kembali tahun ini,” kata Made Parmita.

 Selain itu, melalui kebijakan Bendesa Desa Adat Padangtegal memberikan subsidi dalam bentuk finansial yaitu sebesar Rp. 25.000.000 kepada setiap sekeha teruna dalam lingkup Desa Adat Padangtegal sebagai bentuk dukungan dalam berkreativitas. [T]

Sesolahan Ratu Paksi dalam Calonarang Bahula Duta di Catus Pata Ubud | Sebuah Sajian Tari Paksi Tunggal
Ida Ratu Lingsir Tedung Jagat Ubud
Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung
Tags: Desa Adat Padangtegalkesenian baliogoh-ogohUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

Next Post

Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co