12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
February 6, 2023
in Khas
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Sket ogoh-ogoh dan para Yowana Desa Adat Padangtegal, Ubud, sedang bekerja

Untuk menyambut Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945 Yowana Desa Adat Padangtegal, Ubud menginisiasi parade ogoh-ogoh setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19.  Adapun tema yang diangkat pada parade tahun ini adalah Jenggala Rupa, Transformasi Bhuta Rupa sebagai pijakan penggarapan karya seni ogoh-ogoh.

Dalam parade ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh empat sekeha teruna dari empat banjar dalam lingkup Desa Adat Padangtegal yaitu Sekeha Teruna Taruna Suka Duka Banjar Padangtegal Kaja, Sekeha Teruna Suka Duka Banjar Padangtegal Mekarsari, Sekeha Teruna Suka Duka Banjar Padangtegal Kelod dan Sekeha Teruna Padang Kencana dari Tempekan Dalem Alit.

Parade tahun ini juga diikuti oleh Sekeha Teruna Putra Maha Dipta Banjar Padangtegal Tengah, Desa Adat Peliatan yang secara teritori wilayahnya berada dalam lingkup Desa Adat Padangtegal.

Kelima ogoh-ogoh hasil karya dari para sekehe teruna tersebut akan dikemas dalam pertunjukan kolaboratif sesuai dengan tema yang diusung.

Foto: Rapat Kordinasi Dengan Kreator Ogoh-Ogoh

Tema Jenggala Rupa, Transformasi Bhuta Rupa dipilih berdasarkan gagasan Jenggala Rupa bermakna wajah ekspresi (rupa) dari seniman Desa Adat Padangtegal (jenggala). Jadi Jenggala Rupa bermakna bentuk ekspresi seni para seniman Desa Adat Padangtegal berdasarkan ciri khas dan keunggulan dari para mestro seni pendahulu seperti Nang Kranjit, I Made Kari, Betara Lepas Ida Pedanda Gde Manuaba, Ida Bagus Rai, Diara, Diari, I Wayan Kaji, I Nyoman Artana, I Ketut Budiana dan yang lainnya.

Bhuta Rupa kemudian dipilih menjadi stimulir kekaryaan ogoh-ogoh yang akan digarap. Dari Bhuta Rupa para kreator ogoh-ogoh dari masing-masing sekehe teruna diberikan stimulan dalam mewujudkan rupa ogoh-ogohnya.

Yowana Desa Adat Padangtegal selaku inisiator dan pelaksana parade ogoh-ogoh bahkan memberikan ruang eksplorasi bentuk, rupa, anatomi dan ornament ogoh-ogoh dengan mengamati patung hasil karya para maestro Desa Adat Padangtegal yang terpajang di Pura Dalem Agung Padangtegal. Hal ini dilakukan selain untuk mengapresiasi karya pendahulu juga memberikan ruang edukasi para seniman muda Padangtegal dalam berkarya kedepannya tidak hanya dalam konteks ogoh-ogoh saja.

Ogoh-ogoh dari masing-masing sekeha teruna akan dipentaskan dalam format pentas bersama. Masing-masing ogoh-ogoh dengan beraneka karakternya dalam merespon Bhuta Rupa diplot memulai dengan bersama kemudian dipecah menjadi bagian-bagian yang terjalin antara satu dengan yang laiinnya. Kemudian masing-masing ogoh-ogoh diberikan bagian dalam bentuk dialog gerak dengan teknis saling stimulus koreografi oleh penggotong dan penari yang melengkapi.

Pada akhir pementasan dilanjutkan dengan seluruh ogoh-ogoh mengitari wilayah Desa Adat Padangtegal yang kemudian mengakhiri parade di Setra Desa Adat Padangtegal yang sebelumnya dilakukan upacara Prelina.

Pelaksana teknis I Kadek Janurangga didampingi oleh Ketua Yowana Desa Padangtegal I Wayan Budi Santika menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan pementasan ogoh-ogoh pada saat menyambut Nyepi nanti.

Foto: Sket ogoh-ogoh Yowana Desa Adat Padangtegal, Ubud

Menurut Janurangga, parade kali ini akan dilaksanakan dengan sistem pertunjukan bersama. Sistem pertunjukan ini dilakukan dengan alasan ingin memberikan suatu suguhan pertunjukan yang lebih dapat dinikmati, lebih berkualitas, lebih tertata secara efisiensi waktu dan sistematis. Pertunjukan akan dilaksanakan dengan durasi keseluruhan kurang lebih 90 menit.

“Dengan meringkas pertunjukan menjadi satu kesatuan diharapkan mampu memberikan suguhan yang berkualitas tanpa mengurangi euphoria perayaan pengrupukan,” kata Janurangga.

Sistem itu dialkuakn, kata Janurangga,  mengingat seperti yang telah berlangsung di tahun-tahun sebelumnya, pertunjukan yang disajikan nampak belum mendapatkan ruang yang baik sebagai sajian seni pertunjukan.

Keterbatasan ruang serta banyaknya masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan menjadi bahan pertimbangan kami dalam memilih tema dan sistem pertunjukan dimana kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pemilihan ruang pertunjukan.

“Maka dari itu kami di Yowana berinisiasi ingin melaksanakan parade ogoh-ogoh yang berlokasi di depan Coco Mart yakni Pertigaan jalan Hanoman menuju jalan Monkeyforest,” katanya.

Lokasi untuk pertunjukan itu dipilih berdasarkan sistem pertunjukan pararel atau bersama serta untuk memberikan ruang yang layak bagi performance. Tidak hanya bagi arak-arakan ogoh-ogoh, tapi bagi pemeran yang terlibat dalam pertunjukan seperti penari, narator, dan musisi mendapat tempat yang layak untuk menampilkan kreativitasnya.

Maka dari itu untuk menunjang gagasan tersebut ruang yang luas diperlukan dengan pertimbangan sudut pandang ruang pertunjukan yang lebih layak dan juga memberi ruang tontonan yang baik bagi penikmat atau penonton.

Foto: Suasana Rapat Parade Ogoh-Ogoh Desa Adat Padangtegal

Parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh Yowana Desa Adat Padangtegal mendapat dukungan penuh dari perangkat adat dan dinas dari Desa Adat Padangtegal secara moril maupun materil.

Dukungan moril berupa regulasi seperti yang disampaikan oleh I Made Parmita selaku Bendesa Adat Padangtegal.

“Kami sangat mendukung sekali kegiatan Yowana untuk kembali menyelenggarakan pawai ogoh-ogoh, mengingat ini merupakan salah satu ajang yowana untuk berkreativitas, yang sebelumnya sempat terhenti akibat wabah Covid 19. Terlebih secara regulasi pemerintah telah mencabut PPKM sehingga menguatakan kami untuk dapat melaksanakan parade ogoh-ogoh kembali tahun ini,” kata Made Parmita.

 Selain itu, melalui kebijakan Bendesa Desa Adat Padangtegal memberikan subsidi dalam bentuk finansial yaitu sebesar Rp. 25.000.000 kepada setiap sekeha teruna dalam lingkup Desa Adat Padangtegal sebagai bentuk dukungan dalam berkreativitas. [T]

Sesolahan Ratu Paksi dalam Calonarang Bahula Duta di Catus Pata Ubud | Sebuah Sajian Tari Paksi Tunggal
Ida Ratu Lingsir Tedung Jagat Ubud
Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung
Tags: Desa Adat Padangtegalkesenian baliogoh-ogohUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

Next Post

Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co