13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

tatkala by tatkala
February 5, 2023
in Panggung
Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

Sesolahan (Pergelaran) Sandhya Gita “Nawa Ruci” Sanggar Seni Kokar Bali, SMK 3 Sukawati, saat Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-5, Rabu 1 Februari 2023.

SEBAGAI BENTUK seni olah vokal ala Bali, sandhya gita sudah dikenal sejak tahun 1980-an. Saat itu, sandhya gita masih mirip seperti paduan suara yang diiringi musik gamelan Bali, secara umum gamelan gong kebyar.

Lambat laun, sandhya gita berkembang menjadi salah satu jenis seni pertunjukan. Para penyanyi—terdiri dari sederet penyanyi perempuan dan sederet lagi penyanyi laki-laki—naik panggung dengan performa yang lebih lengkap. Di atas panggung mereka tidak sekadar memperdengarkan suara merdu, namun juga mempertunjukkan seni gerak dengan segala komposisinya.

Sandhya Gita kini bukan pasif, hanya bernyanyi dengan gerak tangan seadanya. Sandhya Gita kini adalah bentuk seni pertunjukan baru, di dalamnya terdapat berbagai paduan seni, semisal musik, olah vokal, tari, dan teater.    

Setidaknya hal itu terlihat pada Sesolahan (Pergelaran) Sandhya Gita “Nawa Ruci” Sanggar Seni Kokar Bali, SMK 3 Sukawati, saat Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-5, Rabu 1 Februari 2023.

Unsur dasar, yakni vokal (lagu) dan karawitan, pada sandhya gita ini tetap menonjol, secara peforma para penyanyinya juga menari, bermain drama, sekaligus punya upaya untuk menampilkan cerita dan pesan-pesan. Semua itu tak sekadar saling menempel, melainkan terpadu hingga lebur jadi satu bentuk seni pertunjukan baru. Bahkan pada garapan itu diisi juga unsur digital, meski unsur yang satu ini masih terkesan sebagai pelengkap saja.

“Kita memadukan suasana kini dan nanti. Artinya, dari tradisi, ke inovatif bahkan modern atau digital karena ada unsur teknologi juga,” kata penggarap tabuh dalam garapan sandhya gita itu, I Made Subandi.

Garapan berjudul “Nawa Ruci” ini mengangkat kisah perjalanan Bima mencari Tirta Ameta ke tengah laut.  Sesunguhnya Bima dibohongi, namun karena setia pada Sang Guru Drona, ia melakukan tugas itu. Padahal, Kunti, ibunya, tak mengizinkan, karena merasakan firasat yang tidak baik. Karena ketulusan Bima, tirta amerta yang sesungguhnya tidak ada, akhirnya dianugerahkan juga oleh Dewa Siwa kepada Bima.

Garapan ini diawali dengan tembang yang selama ini seakan menjadi uger-uger dari sandhya gita, yakni menggunakan tembang sekar alit, sekar madya dan sekar agung.

Sambil matembang, para penyanyi melakukan olah gerak tradisi yang didominasi dengan gerak tangan. Setiap pergantian komposisi dibarengi dengan sajian gerak yang berbeda.

Pada satu adegan, komposisi garapan seperti paduan suara, dan pada adegan yang lain tampil seperti dramatari arja, menari sambil matembang.

Di bagian berikutnya, tiba-tiba muncul nuansa lagu-lagu pop Bali, seperti yang disajikan para artis Bali di atas panggung. Pemain membawakan tembang-tembang penuh suka cita diiringi karawitan Bali dengan model musik modern. Liriknya, mengajak generasi muda dan semua orang untuk menyayangi dan menjaga laut.

Ketika memasuki babak inti, babak yang membeber kisah, suasana pun berubah menjadi sajian sendratari. Tokoh Bima, Kunti, rakyat (nelayan) dan Dewa Siwa mengekspresikan kisah melalui gerak tari. Adegan-adegan itu dibarengi dengan tampilan video melalui layar di atas panggung.  

Ketika para nelayan mengisahkan mencari ikan di laut, penari itu keluar stage lalu mucul di layar dengan suasana laut. Demikian, pula ketika Bima mencari tirta amerti di dasar laut, Bima masuk ke dasar laut yang penuh dengan beraneka ikan. Demikian pula, ketika Dewa Siwa menghidupan Bima kembali dari layar, yang langsung kontak dengan Bima diatas stage.

Made Subandi menegaskan, walau ada unsur teknologi, tetapi garapan ini tetap mengacu pada seni tradisi seperti, menyajikan sekar alit, sekar madia dan sekar agung. Tradisi sebagai acuan, namun dalam penyajiannya beberapa unsur sudah diolah dengan rasa kekinian.

Tradisi dan inovasi sebagai gambaran kini dan nanti, sebagai bukti seni tradisi itu tidak alergi dengan dunia sekarang. “Artinya, dari segi penyajian garapan ini tetap kuat dengan tradisi, namun bisa diterima di jaman sekarang, dan disaksikan oleh siapa saja,” kata Subandi.

Secara umum garapan sandhya gita tidaklah bisa disebut sebagai seni vokal saja. Keseimbangan semua unsur seni diperhitungkan secara ketat. Misalnya vokal tidak ditutupi oleh musik atau usur, musik juga bukan hanya berlaku sebagai pengiring vokal.  

Vocal juga tidak sebagi objek penderita, karena itu musik kelihatan juga. Dalam garapan ini, juga tidak ada yang memonopoli, masing-masing instrument, individdu menunjukan skill dan indentitas dalam garapan itu. Semua instrumen itu padu, dan masing-masing instrumen itu digarap secara apik.

“Seperti membuat candi. Bahannya dari batu padas dan bata, tetapi bagaiman cara menyusunnya, sehingga menjadi baik dan indah. Artinya, format lagu itu yang penting,” lanjut Subandi.

Penggarap tari, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra menambahkan, garapan sandhya gita ini memang padu dengan sendratari, namun dalam pengemasannya tetap menonjolkan sandhya gita.

Dalam garapan sandhya gita ini, jelas Agung Giri Putra, porsi gerak tari tetap lebih sedikit karena harus menonjolkan suara, sehingga kekhasan dari sandhya gita tidak ilang.

“Kami sedikit keluar dari pakem Sandhya Gita sebelumnya, terutama dalam penampilan yang seperti paduan suara itu. Kami mengembangkan sedikit dengan pola gerak, khususnya dalam posisi diam, sehingga tidak membosankan,” kata Agung Giri.

Gerak pemain, mengacu pada gerak tari dari tradisi yang lebih disederhanakan. Hal itu dilakukan, karena tempo lagu yang dinyanyikan sambil bergerak. Untuk memberikan penekanan suasana, garapan ini menggunakan property kober, tedung, gebogan untuk adegan melasti, naga dan kipas untuk adegan saat Bima mati di dasar laut.

“Untuk seniman yang tampil dalam sandhy gita, ini kami awali dengan menyeleksi para siswa, sehingga bisa mendapatkan seniman yang bisa matembang dan menari,” ujar Agung Giri. [T][Pan]

Kecak Perkusi Sebagai Seni Pertunjukan Bali dalam Kemasan Pariwisata
Seniman Bali Mesti Berani Garap Sastra Modern jadi Seni Pertunjukan
Tubuh Tradisi dalam Pertunjukan Teater Mini
Tags: Bulan Bahasa Balikesenian baliKokar Baliseni pertunjukanSMKN 3 Sukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Hindu dan Muslim Berbaur dalam Lomba Menggambar “Satua Bali”

Next Post

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
0
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

Read moreDetails
Next Post
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co