2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

tatkala by tatkala
February 5, 2023
in Panggung
Bentuk Seni Pertunjukan Baru Itu Bernama “Sandhya Gita”

Sesolahan (Pergelaran) Sandhya Gita “Nawa Ruci” Sanggar Seni Kokar Bali, SMK 3 Sukawati, saat Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-5, Rabu 1 Februari 2023.

SEBAGAI BENTUK seni olah vokal ala Bali, sandhya gita sudah dikenal sejak tahun 1980-an. Saat itu, sandhya gita masih mirip seperti paduan suara yang diiringi musik gamelan Bali, secara umum gamelan gong kebyar.

Lambat laun, sandhya gita berkembang menjadi salah satu jenis seni pertunjukan. Para penyanyi—terdiri dari sederet penyanyi perempuan dan sederet lagi penyanyi laki-laki—naik panggung dengan performa yang lebih lengkap. Di atas panggung mereka tidak sekadar memperdengarkan suara merdu, namun juga mempertunjukkan seni gerak dengan segala komposisinya.

Sandhya Gita kini bukan pasif, hanya bernyanyi dengan gerak tangan seadanya. Sandhya Gita kini adalah bentuk seni pertunjukan baru, di dalamnya terdapat berbagai paduan seni, semisal musik, olah vokal, tari, dan teater.    

Setidaknya hal itu terlihat pada Sesolahan (Pergelaran) Sandhya Gita “Nawa Ruci” Sanggar Seni Kokar Bali, SMK 3 Sukawati, saat Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-5, Rabu 1 Februari 2023.

Unsur dasar, yakni vokal (lagu) dan karawitan, pada sandhya gita ini tetap menonjol, secara peforma para penyanyinya juga menari, bermain drama, sekaligus punya upaya untuk menampilkan cerita dan pesan-pesan. Semua itu tak sekadar saling menempel, melainkan terpadu hingga lebur jadi satu bentuk seni pertunjukan baru. Bahkan pada garapan itu diisi juga unsur digital, meski unsur yang satu ini masih terkesan sebagai pelengkap saja.

“Kita memadukan suasana kini dan nanti. Artinya, dari tradisi, ke inovatif bahkan modern atau digital karena ada unsur teknologi juga,” kata penggarap tabuh dalam garapan sandhya gita itu, I Made Subandi.

Garapan berjudul “Nawa Ruci” ini mengangkat kisah perjalanan Bima mencari Tirta Ameta ke tengah laut.  Sesunguhnya Bima dibohongi, namun karena setia pada Sang Guru Drona, ia melakukan tugas itu. Padahal, Kunti, ibunya, tak mengizinkan, karena merasakan firasat yang tidak baik. Karena ketulusan Bima, tirta amerta yang sesungguhnya tidak ada, akhirnya dianugerahkan juga oleh Dewa Siwa kepada Bima.

Garapan ini diawali dengan tembang yang selama ini seakan menjadi uger-uger dari sandhya gita, yakni menggunakan tembang sekar alit, sekar madya dan sekar agung.

Sambil matembang, para penyanyi melakukan olah gerak tradisi yang didominasi dengan gerak tangan. Setiap pergantian komposisi dibarengi dengan sajian gerak yang berbeda.

Pada satu adegan, komposisi garapan seperti paduan suara, dan pada adegan yang lain tampil seperti dramatari arja, menari sambil matembang.

Di bagian berikutnya, tiba-tiba muncul nuansa lagu-lagu pop Bali, seperti yang disajikan para artis Bali di atas panggung. Pemain membawakan tembang-tembang penuh suka cita diiringi karawitan Bali dengan model musik modern. Liriknya, mengajak generasi muda dan semua orang untuk menyayangi dan menjaga laut.

Ketika memasuki babak inti, babak yang membeber kisah, suasana pun berubah menjadi sajian sendratari. Tokoh Bima, Kunti, rakyat (nelayan) dan Dewa Siwa mengekspresikan kisah melalui gerak tari. Adegan-adegan itu dibarengi dengan tampilan video melalui layar di atas panggung.  

Ketika para nelayan mengisahkan mencari ikan di laut, penari itu keluar stage lalu mucul di layar dengan suasana laut. Demikian, pula ketika Bima mencari tirta amerti di dasar laut, Bima masuk ke dasar laut yang penuh dengan beraneka ikan. Demikian pula, ketika Dewa Siwa menghidupan Bima kembali dari layar, yang langsung kontak dengan Bima diatas stage.

Made Subandi menegaskan, walau ada unsur teknologi, tetapi garapan ini tetap mengacu pada seni tradisi seperti, menyajikan sekar alit, sekar madia dan sekar agung. Tradisi sebagai acuan, namun dalam penyajiannya beberapa unsur sudah diolah dengan rasa kekinian.

Tradisi dan inovasi sebagai gambaran kini dan nanti, sebagai bukti seni tradisi itu tidak alergi dengan dunia sekarang. “Artinya, dari segi penyajian garapan ini tetap kuat dengan tradisi, namun bisa diterima di jaman sekarang, dan disaksikan oleh siapa saja,” kata Subandi.

Secara umum garapan sandhya gita tidaklah bisa disebut sebagai seni vokal saja. Keseimbangan semua unsur seni diperhitungkan secara ketat. Misalnya vokal tidak ditutupi oleh musik atau usur, musik juga bukan hanya berlaku sebagai pengiring vokal.  

Vocal juga tidak sebagi objek penderita, karena itu musik kelihatan juga. Dalam garapan ini, juga tidak ada yang memonopoli, masing-masing instrument, individdu menunjukan skill dan indentitas dalam garapan itu. Semua instrumen itu padu, dan masing-masing instrumen itu digarap secara apik.

“Seperti membuat candi. Bahannya dari batu padas dan bata, tetapi bagaiman cara menyusunnya, sehingga menjadi baik dan indah. Artinya, format lagu itu yang penting,” lanjut Subandi.

Penggarap tari, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra menambahkan, garapan sandhya gita ini memang padu dengan sendratari, namun dalam pengemasannya tetap menonjolkan sandhya gita.

Dalam garapan sandhya gita ini, jelas Agung Giri Putra, porsi gerak tari tetap lebih sedikit karena harus menonjolkan suara, sehingga kekhasan dari sandhya gita tidak ilang.

“Kami sedikit keluar dari pakem Sandhya Gita sebelumnya, terutama dalam penampilan yang seperti paduan suara itu. Kami mengembangkan sedikit dengan pola gerak, khususnya dalam posisi diam, sehingga tidak membosankan,” kata Agung Giri.

Gerak pemain, mengacu pada gerak tari dari tradisi yang lebih disederhanakan. Hal itu dilakukan, karena tempo lagu yang dinyanyikan sambil bergerak. Untuk memberikan penekanan suasana, garapan ini menggunakan property kober, tedung, gebogan untuk adegan melasti, naga dan kipas untuk adegan saat Bima mati di dasar laut.

“Untuk seniman yang tampil dalam sandhy gita, ini kami awali dengan menyeleksi para siswa, sehingga bisa mendapatkan seniman yang bisa matembang dan menari,” ujar Agung Giri. [T][Pan]

Kecak Perkusi Sebagai Seni Pertunjukan Bali dalam Kemasan Pariwisata
Seniman Bali Mesti Berani Garap Sastra Modern jadi Seni Pertunjukan
Tubuh Tradisi dalam Pertunjukan Teater Mini
Tags: Bulan Bahasa Balikesenian baliKokar Baliseni pertunjukanSMKN 3 Sukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Hindu dan Muslim Berbaur dalam Lomba Menggambar “Satua Bali”

Next Post

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co