22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 29, 2022
in Esai
Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Ida Betara Tedun di Desa Ketewel. [Dok. Puri Agung Ubud]

Pada hari Senin tanggal 21 Maret tahun 2022 menjadi momentum bersejarah terkait Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud ke Pura Payogan Agung Ketewel, Sukawati. Peristiwa ini merupakan kali pertama kalau dilihat dari histori Pura Payogan Agung Ketewel dalam menghelat upacara yadnya dengan lingkup Panca Wali Krama yang melibatkan “penodya” dari Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud.

Konon upacara seperti ini dilakukan terakhir sekitar 200 tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan atas konsepsi pemulian air dalam konteks aliran sungai Oos sebagai apparatus pokok pengairan subak dari Oos Ulu (dari Pura Gunung Lebah Campuhan Ubud ke utara) dan Oos Teben yang meliputi wilayah Sukawati.

Tedun Saking Gedong Batu. [Dok. Puri Agung Ubud]

Petedunan ini tidak semata dimaknai sebagai sebuah prosesi ritual, namun lebih jauh ini sebagai refleksi mengenai hubungan sosio-kultural imanen-transenden bagaimana manusia mengharap kemakmuran dari tata air sebagai sumber penghidupan mereka dan melalui simbol Pura sebagai prahyangan, Ida Sang Hyang Widhi dengan manifestasi sebagai Ida Betara Gunung Lebah dan Ida Betara di Payogan Agung menganugrahi keberlimpahan air melalui daerah aliran Sungai atau Tukad Oos.

Menurut Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, salah satu putra dari penglingsir Puri Agung Ubud yang sangat aktif dalam kegiatan kebudayaan dan adat menuturkan bahwa “Sepetedun Ida Betara ini merupakan sebagai sebuah ciri wujud bhakti terkait krama subak dan masyarakat luas terkait Pura Gunung Lebah Campuhan sebagai uluning Oos yaitu sumber kamertaning jagat melalui aliran sungai yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah”.

Jong Pari, Sebuah Kreativitas Mudra Suara

Masih dalam wacana pemaknaan sapatedun pamikeling pemuliaan Sungai/tukad Oos ini, Cokorda Gde Bayu Putra, beliau seorang penggiat sastra dan dosen di UNHI Denpasar menambahkan sajak terkait hubungan patedunan kali ini yang beliau kutip dari punggelan Gita Bali Tatwa karya Ida Putu Maron (Ki Purwa Patra) yaitu: “muŋgwiŋ aran naḍī karwa, uwos kawan uwos kaŋin, dadi pamṛtaniŋ sawah sawĕŋkuniŋ sukāhati, tan doh sakiŋ ubud.…”, yang artinya: “Nama kedua sungai, adalah Uwos Kawan Uwos Kangin, menjadi sumber air bagi sawah yang di ada kawasan Sukawati, tak jauh dari Ubud”.

Berkah perjalanan air sebagai sumber kehidupan tersebut kemudian disimbolisasikan dengan sebuah prosesi sapatedunan Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud Pretime Ida Betara Gunung Lebah dan Ida Betara Bayu (wujud wayang wong Hanoman) diringi pula oleh pengabih (pendamping) berwujud Ratu Lingsir (berwujud barong ket). Punggelan sajak tersebut ditembangkan oleh Ida Bagus Manobawa pada saat Ida Betara katuran Pesegeh Agung.

Ida Betara Tedun di Desa Ketewel. [Dok. Puri Agung Ubud]

Jika dicermati lebih dalam lagi, Sapetedun Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud secara fisik adalah dengan prosesi membawa wujud pralingga pretima (wujud dan simbol Ida Sang Hyang Widhi Wasa) berupa Gedong Kunci dengan Arca Bethara Bethari Pura Gunung Lebah, pralingga wayang wong berwujud Hanoman yang disucikan dengan gelar Ida Bethara Bayu serta pelawatan barong ket yang disebut dengan Ratu Lingsir. Antara Pretima Arca dalam Gedong Kunci dengan pralingga Ida Bethara Bayu hingga Ratu Lingsir adalah sebuah tatanan struktur hierarki.

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Struktur dari tatatan tertinggi yaitu Arca dalam Gedong Kunci sebagai sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bethara Bayu sebagai pengabih (pendaming) dan Ratu Lingsir sebagai pepatih atau patih. Dalam ruang transendental hierarki ini yang mengatur vibrasi dan energi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam prabawa sebagai Ida Bethara Gunung Lebah melimpahkan segala anugerah pada umatnya.

Sedangkan dalam konteks imanen, hierarki ini adalah tatanan mulai dari pemerintah administratif sebagai pucuk pengelolaan regulasi, puri-puri sebagai pendamping/pengabih serta membantu pemerintah bertugas menjaga tatanan adat dan budaya, terakhir masyarakat umum sebagai ujung tombak dari pelaksana dari segala regulasi dan sistem yang telah ditentukan.

Ida Betara Katuran dan disambut Baris Rejang Jong Pari. [Dok. Tim Dokumentasi Desa Ketewel]

Selain itu juga terefleksi dari aktualisasi konsep “Manunggaling Kawula Gusti” dalam petedunan ini. Masyarakat Desa Ketewel dalam menyelenggarakan Yadnya Agung dengan lingkup “Panca Wali Krama” di Pura Payogan Agung pada kesempatan kali ini nuwur Ida Betara Gunung Lebah Campuhan untuk ngrajeg karya merupakan bentuk rasa syukur atas limpahan air dalam wujud aliran sungai Oos yang telah mengairi sawah-sawah disepanjang daerah Sukawati termasuk Desa Ketewel. Ucapan syukur dan bhakti masyarakat inilah yang sejatinya menjadi sinergi yang sangat penting antara energi transenden dan imanen, sekala niskala.

Dalam sapatedun Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud ke Pura Payogan Agung Ketewel disertai oleh krama Desa Adat Ubud, Penestanan, Bentuyung Sakti, Taman Kelod, Payogan, Subak DAM Ubud dan krama lainnya. Ketika Ida Betara katuran pemendak juga ditarikan tari Baris Jong Lelandep dan Rejang Jajar Pari oleh ST. Udyana Taman Kelod atas inisiasi dari Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, Ba.Horns, MM. [T]

Megargitan | Ritual Makan Bersama Pada Piodalan di Pura Panataran Keloncing Padangtegal
Tags: filosofifilosofi baliPura Gunung LebahUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi HUT ke-418 Kota Singaraja: Bangkit Berseri, Laju, Lajulah Pembangunan

Next Post

Aneka Pilihan Baju Tunik untuk Lebaran Lebih Cantik

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Aneka Pilihan Baju Tunik untuk Lebaran Lebih Cantik

Aneka Pilihan Baju Tunik untuk Lebaran Lebih Cantik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co