2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 29, 2022
in Esai
Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Ida Betara Tedun di Desa Ketewel. [Dok. Puri Agung Ubud]

Pada hari Senin tanggal 21 Maret tahun 2022 menjadi momentum bersejarah terkait Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud ke Pura Payogan Agung Ketewel, Sukawati. Peristiwa ini merupakan kali pertama kalau dilihat dari histori Pura Payogan Agung Ketewel dalam menghelat upacara yadnya dengan lingkup Panca Wali Krama yang melibatkan “penodya” dari Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud.

Konon upacara seperti ini dilakukan terakhir sekitar 200 tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan atas konsepsi pemulian air dalam konteks aliran sungai Oos sebagai apparatus pokok pengairan subak dari Oos Ulu (dari Pura Gunung Lebah Campuhan Ubud ke utara) dan Oos Teben yang meliputi wilayah Sukawati.

Tedun Saking Gedong Batu. [Dok. Puri Agung Ubud]

Petedunan ini tidak semata dimaknai sebagai sebuah prosesi ritual, namun lebih jauh ini sebagai refleksi mengenai hubungan sosio-kultural imanen-transenden bagaimana manusia mengharap kemakmuran dari tata air sebagai sumber penghidupan mereka dan melalui simbol Pura sebagai prahyangan, Ida Sang Hyang Widhi dengan manifestasi sebagai Ida Betara Gunung Lebah dan Ida Betara di Payogan Agung menganugrahi keberlimpahan air melalui daerah aliran Sungai atau Tukad Oos.

Menurut Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, salah satu putra dari penglingsir Puri Agung Ubud yang sangat aktif dalam kegiatan kebudayaan dan adat menuturkan bahwa “Sepetedun Ida Betara ini merupakan sebagai sebuah ciri wujud bhakti terkait krama subak dan masyarakat luas terkait Pura Gunung Lebah Campuhan sebagai uluning Oos yaitu sumber kamertaning jagat melalui aliran sungai yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah”.

Jong Pari, Sebuah Kreativitas Mudra Suara

Masih dalam wacana pemaknaan sapatedun pamikeling pemuliaan Sungai/tukad Oos ini, Cokorda Gde Bayu Putra, beliau seorang penggiat sastra dan dosen di UNHI Denpasar menambahkan sajak terkait hubungan patedunan kali ini yang beliau kutip dari punggelan Gita Bali Tatwa karya Ida Putu Maron (Ki Purwa Patra) yaitu: “muŋgwiŋ aran naḍī karwa, uwos kawan uwos kaŋin, dadi pamṛtaniŋ sawah sawĕŋkuniŋ sukāhati, tan doh sakiŋ ubud.…”, yang artinya: “Nama kedua sungai, adalah Uwos Kawan Uwos Kangin, menjadi sumber air bagi sawah yang di ada kawasan Sukawati, tak jauh dari Ubud”.

Berkah perjalanan air sebagai sumber kehidupan tersebut kemudian disimbolisasikan dengan sebuah prosesi sapatedunan Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud Pretime Ida Betara Gunung Lebah dan Ida Betara Bayu (wujud wayang wong Hanoman) diringi pula oleh pengabih (pendamping) berwujud Ratu Lingsir (berwujud barong ket). Punggelan sajak tersebut ditembangkan oleh Ida Bagus Manobawa pada saat Ida Betara katuran Pesegeh Agung.

Ida Betara Tedun di Desa Ketewel. [Dok. Puri Agung Ubud]

Jika dicermati lebih dalam lagi, Sapetedun Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud secara fisik adalah dengan prosesi membawa wujud pralingga pretima (wujud dan simbol Ida Sang Hyang Widhi Wasa) berupa Gedong Kunci dengan Arca Bethara Bethari Pura Gunung Lebah, pralingga wayang wong berwujud Hanoman yang disucikan dengan gelar Ida Bethara Bayu serta pelawatan barong ket yang disebut dengan Ratu Lingsir. Antara Pretima Arca dalam Gedong Kunci dengan pralingga Ida Bethara Bayu hingga Ratu Lingsir adalah sebuah tatanan struktur hierarki.

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Struktur dari tatatan tertinggi yaitu Arca dalam Gedong Kunci sebagai sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bethara Bayu sebagai pengabih (pendaming) dan Ratu Lingsir sebagai pepatih atau patih. Dalam ruang transendental hierarki ini yang mengatur vibrasi dan energi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam prabawa sebagai Ida Bethara Gunung Lebah melimpahkan segala anugerah pada umatnya.

Sedangkan dalam konteks imanen, hierarki ini adalah tatanan mulai dari pemerintah administratif sebagai pucuk pengelolaan regulasi, puri-puri sebagai pendamping/pengabih serta membantu pemerintah bertugas menjaga tatanan adat dan budaya, terakhir masyarakat umum sebagai ujung tombak dari pelaksana dari segala regulasi dan sistem yang telah ditentukan.

Ida Betara Katuran dan disambut Baris Rejang Jong Pari. [Dok. Tim Dokumentasi Desa Ketewel]

Selain itu juga terefleksi dari aktualisasi konsep “Manunggaling Kawula Gusti” dalam petedunan ini. Masyarakat Desa Ketewel dalam menyelenggarakan Yadnya Agung dengan lingkup “Panca Wali Krama” di Pura Payogan Agung pada kesempatan kali ini nuwur Ida Betara Gunung Lebah Campuhan untuk ngrajeg karya merupakan bentuk rasa syukur atas limpahan air dalam wujud aliran sungai Oos yang telah mengairi sawah-sawah disepanjang daerah Sukawati termasuk Desa Ketewel. Ucapan syukur dan bhakti masyarakat inilah yang sejatinya menjadi sinergi yang sangat penting antara energi transenden dan imanen, sekala niskala.

Dalam sapatedun Ida Betara Gunung Lebah Campuhan Ubud ke Pura Payogan Agung Ketewel disertai oleh krama Desa Adat Ubud, Penestanan, Bentuyung Sakti, Taman Kelod, Payogan, Subak DAM Ubud dan krama lainnya. Ketika Ida Betara katuran pemendak juga ditarikan tari Baris Jong Lelandep dan Rejang Jajar Pari oleh ST. Udyana Taman Kelod atas inisiasi dari Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, Ba.Horns, MM. [T]

Megargitan | Ritual Makan Bersama Pada Piodalan di Pura Panataran Keloncing Padangtegal
Tags: filosofifilosofi baliPura Gunung LebahUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi HUT ke-418 Kota Singaraja: Bangkit Berseri, Laju, Lajulah Pembangunan

Next Post

Aneka Pilihan Baju Tunik untuk Lebaran Lebih Cantik

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Aneka Pilihan Baju Tunik untuk Lebaran Lebih Cantik

Aneka Pilihan Baju Tunik untuk Lebaran Lebih Cantik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co