25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi HUT ke-418 Kota Singaraja: Bangkit Berseri, Laju, Lajulah Pembangunan

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
March 29, 2022
in Khas
Refleksi HUT ke-418 Kota Singaraja: Bangkit Berseri, Laju, Lajulah Pembangunan

Pada tahun 2022, tepatnya 30 Maret, Kota Singaraja memasuki usianya yang ke-418 tahun. Sebuah usia yang sangat matang. Matangnya usia Kota Singaraja, dibuktikan dengan laju pembangunan yang berjalan dengan baik.

Meskipun terhambat atas dampak pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tetap mampu menjalankan pembangunan-pembangunan yang telah direncanakan. Semuanya berkat koordinasi yang harmonis dan kerja keras semua pihak serta pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan.

Menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana Suradnyana momentum HUT ke-418, prioritas yang utama adalah menjaga kota menjadi lebih bersih. “Menjaga bangunan-bangunan bersejarah. Sehingga bisa menjadi salah satu atraksi kebudayaan kedepannya,”ucapnya

Suradnyana menyadari bahwa masyarakat Kabupaten Buleleng menginginkan pariwisata lebih berkembang. Namun, dengan rencana pembangunan bandara yang masih diupayakan, alternatif lain coba dijalankan.

“Sambil menunggu, saya coba cari titik-titik yang bisa menunjang pembangunan. Orang melirik lingkungan dan sebagai destinasi di Buleleng. Maka dari itu mari kita jaga. Jangan dirusak. Malah kita dorong terus agar lebih baik lagi,” tegasnya.

Lewati 3 Dinas 4 Kadis, Jalan Berliku Proyek Taman Bung Karno di Buleleng

Atas komitmennya, dengan bangga, Pemkab Buleleng terus menjalankan laju pembangunan. Selain terus mendorong pembangunan di bidang pendidikan, teknologi dan komunikasi, revitalisasi pasar, pembangunan di bidang pertanian dan irigasi, Pemkab Buleleng juga melakukan pembangunan yang menunjang pariwisata, lingkungan, dan kebudayaan. Seperti Rumah Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, pembangunan infrastruktur seperti jembatan-jembatan, dan penguatan pelayanan kesehatan seperti ruang hemodialisa baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng.

Seluruhnya menunjukkan komitmen Pemkab Buleleng untuk terus melakukan pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dengan tidak mengesampingkan kelestarian lingkungan.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno

Duet kepemimpinan Putu Agus Suradnyana dan I Nyoman Sutjidra selalu berkomitmen akan pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen pasangan pimpinan daerah Kabupaten Buleleng ini telah meraih banyak pengakuan dan penghargaan atas keseriusannya yang selalu menyeimbangkan pelestarian lingkungan dalam pembangunan.

Buktinya, hingga 2021, Buleleng tiga kali meraih Green Leadership Nirwasita Tantra. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diberikan kepada kepala daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan. Wujud nyata atas komitmen menjaga keharmonisan pembangunan dan kelestarian lingkungan ialah dibangunnya RTH Bung Karno.

Kenapa Patung Bung Karno di Buleleng Menunjuk ke Timur? Jawabannya Bisa Puitis dan Bisa Logis

Dimulai sejak 2017, pengerjaan proyek RTH Bung Karno memasuki tahap penyelesaian pada tahun 2021. Dengan pembiayaan total sebesar 32,76 Miliar dan tahap penyelesaian akhir selama tujuh bulan. RTH Bung Karno yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Sukasada ini akhirnya rampung pada 27 Oktober 2021. Kemudian, diserahterimakan dari pelaksana ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng pada 6 Desember 2021.

RTH Bung Karno memiliki ikon patung Bung Karno setinggi delapan meter. Terpasang di atas pedestal setinggi enam meter yang berhiaskan relief berbahan perunggu. Relief tersebut menceritakan kisah cinta orang tua Bung Karno yakni Raden Soekemi Sosrodihardjo  dan Ni Nyoman Rai Srimben. Patung Bung Karno di RTH ini dibuat dengan posisi tangan kanan menunjuk ke depan dan tangan kiri memegang tongkat. Dipasang menghadap timur untuk menggambarkan julukan Soekarno sebagai Sang Fajar dari Timur.

Selain itu, RTH Taman Bung Karno juga dilengkapi dengan panggung terbuka yang luas berisikan patung Singa Ambara Raja dan ukiran khas Buleleng. Di bagian tenggara RTH Taman Bung Karno ada wantilan yang akan digunakan sebagai museum mini untuk memamerkan barang-barang yang berkaitan dengan Bung Karno. Didalamnya juga akan ditempatkan patung Bung Karno sungkem kepada Nyoman Rai Srimben, sang Ibunda yang merupakan perempuan asli Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng.

Selain dihiasi dengan estetika bersejarah, RTH Bung Karno juga dilengkapi dengan air terjun menari warna warni yang menyegarkan bagi pengunjung yang datang. Lebih besar lagi, RTH Taman Bung Karno ini dipersiapkan sebagai salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) Sejarah Nasional.

Pembangunan Tiga Jembatan

Selain pembangunan yang bersifat monumental, pembangunan infrastruktur juga diperhitungkan dengan cermat. Pemkab Buleleng membangun tiga ruas jembatan untuk memperlancar dan membuat lebih nyaman mobilitas masyarakat Buleleng. Tiga Jembatan yakni Jembatan Tukad Buleleng, Jembatan Tukad Pangkung, dan Jembatan Daya.

Ketiga jembatan ini meliputi jembatan Tukad Buleleng tepatnya di ruas jalan ke Bakung dengan panjang 40 meter, Tukad Pangkung Dalem di ruas jalan Gitgit-Wanagiri dengan panjang 40 meter dan Jembatan Tukad Daya di Bungkulan dengan panjang 21 meter.

Nila Tak Hanya Nyatnyat, Lele Tak Hanya Pecel | Ini 5 Program Prioritas DKPP Buleleng untuk Cadangan Pangan

Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Buleleng Ketut Budiyasa, pembangunan ketiga jembatan tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 14,2 Miliar. Jembatan diharapkan akan rampung segera menjadi infrastruktur yang kokoh. Dengan demikian, masyarakat umum bisa menikmati fasilitas ini dengan aman dan nyaman.

Ruangan Hemodialisa Baru RSUD Buleleng

Pembangunan tidak berhenti pada RTH monumental dan infrastruktur yang mempermudah mobilitas masyarakat. Fasilitas kesehatan pun diperbaiki untuk memberikan pelayanan lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Buleleng. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui RSUD Kabupaten Buleleng menambah kapasitas ruangan hemodialisa atau ruang cuci darah.

Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD Buleleng menerima pasien dengan sistem rujukan berjenjang yang saat ini diberlakukan. Namun, salah satu layanan yang tidak termasuk dalam sistem tersebut adalah layanan hemodialisa atau cuci darah. Sebelumnya, RSUD Buleleng hanya memiliki kurang lebih 25 tempat tidur.

“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Dengan rata-rata jumlah tindakan 50 hingga 70 per harinya. Menurut Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, layanan yang demikian sejatinya tidak direkomendasikan. “Karena pasien banyak kita sampai tiga shift. Pelayanan demikian sebenarnya tidak direkomendasikan. Selain pasien tidak nyaman, tenaga Kesehatan (nakes) juga rawan kelelahan. Oleh karena itu, kapasitas hemodialisa kini ditambah,” ucapnya.

Dengan pembangunan ruang hemodialisa ini, RSUD Kabupaten Buleleng akan menambah kapasitas hingga dua kali lipat. Akan ada dua gedung yang masing-masing berkapasitas 30 tempat tidur. Sehingga total ada 60 tempat tidur.  Setiap alat idealnya bisa digunakan untuk dua kali tindakan dalam sehari.  Dengan begitu, maksimal 120 pasien gagal ginjal berat yang bisa ditangani setiap harinya. Pasien akan lebih nyaman dan tenaga kesehatan tidak kewalahan.

Semuanya akan dilakukan bertahap. Saat ini, satu gedung sudah beroperasi. Pada 1 April 2022 mendatang, akan ada tambahan 16 alat. Secara bertahap, dalam tahun ini 60 tempat tidur dan alat akan bisa dioperasikan. Hal ini merupakan upaya nyata Pemkab Buleleng melalui RSUD Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan kualitas secara umum. Khususnya kapasitas pasien hemodialisa yang mampu ditangani. Seluruhnya adalah upaya memberikan layanan kesehatan lebih baik kepada masyarakat. [T][*]

Tags: bulelengHUT Kota SingarajaPemkab BulelengSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membuat Canang, Membuat Klakat, dan Terpilihlah 10 Finalis Jegeg dan 10 Finalis Bagus Tabanan

Next Post

Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails
Next Post
Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Pemuliaan Air Sebagai Sumber Kehidupan: Sebuah Pemaknaan dari Sapatedun Ida Betara Gunung Lebah ke Pura Payogan Agung

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co