15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Gus Surya Bharata by Gus Surya Bharata
October 30, 2021
in Opini
“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Foto ilustrasi: Jayen Photography

Pernahkah terpikirkan oleh kita saat ini kalau 9 tahun lagi kita sudah memasuki bonus demografi? Sesuai Siaran Pers Bappenas bahwa pada tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

Data kependudukan Kabupaten Buleleng tahun 2016 menunjukkan jumlah penduduk Buleleng tercatat sebanyak 807.884 jiwa yang terdiri dari 404.870 laki-laki dan 403.014 perempuan. Dari jumlah tersebut, usia penduduk Buleleng yang akan memasuki masa bonus demografi dapat diperkirakan sekitar 64%. Jika usia penduduk Buleleng di tahun 2016 berusia 0 – 4 tahun maka saat di tahun 2030 akan memasuki usia kisaran 15 tahun atau di tahun 2045 akan berusia 30 tahun, begitu seterusnya. Maka dari itu, jika Buleleng ingin dapat memenangkan bonus demografi di masa “Kejayaan Indonesia” (sebuah optimisme untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka), sudah terbayang apa yang harus dan akan dilakukan untuk generasi Buleleng yang ada saat ini.

Saat ini bonus demografi menjadi isu strategis yang dibahas diberbagai negara. Ada negara yang kehilangan kesempatan meraih bonus demografinya akibat ketidaksiapan memasuki masa dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Untuk meraih bonus demografi di masa yang akan datang diperlukan strategi mengawal generasi muda agar tidak kehilangan kesempatan menikmati masa kesejahteraan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi fenomena bonus demografitidaklah mudah. Menurutnya, proporsi populasi anak muda yang besar dalam populasi masyarakat Indonesia bisa menjadi tonik sekaligus toksik.

Jika melirik visi pembangunan Buleleng 2017-2022 yang merupakan kelanjutan dari visi pembangunan dari 2012-2017, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Buleleng Yang Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing Berlandaskan Tri Hita Karana,” khususnya pada misi ketiga, yaitu “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Profesional, Berbudaya dan Berintegritas” merupakanupaya membangun pondasi yang kokoh untuk kemajuan Buleleng ke depan. Untuk dapat memenangkan bonus demografi, penduduk Buleleng harus memiliki daya saing yang baik, dan harus mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia-nya. Jika kita cermati kembali data kependudukan di atas maka, saat inilah merupakan masa mengawal generasi Buleleng untuk yang mewujudkan Generasi Juara “Champion Generation” di masa Bonus Demografi.

 Sebuah konsep pembangunan kepemudaan yang nantinya dapat dijadikan strategi atau resep menjadikan pemuda Buleleng Generasi Juara untuk memenangkan Bonus Demografi adalah “Yuwana ASRI.” Istilah ini diambil dari nama sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Banyuasi, Buleleng. Nama ini ditata dan dimaknai sebagai perpaduan kata Yuwana yang berarti Muda atau Pemuda dan Asri yang artinya Indah atau sedap dipandang mata. Selanjutnya kata Asri dibuat akronim “ASRI” yang diambil dari istilah bahasa Inggris Active, Smart, Responsible, Independent yang berarti Aktif, Cerdas, Bertanggungjawab/Berkarakter, Mandiri. Jadi Yuwana ASRI dapat diartikan sebagai Pemuda yang Aktif, Cerdas, Bertanggung Jawab dan Mandiri.

Yuwana ASRI Strategi Pembangunan Kepemudaan

Upaya mengawal pembangunan kepemudaan menjadi hal penting untuk dilakukan. Lalu, siapakah pemuda itu? Sesuai UU 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Mereka adalah generasi kita yang mulai berusia saat sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah atas atau sederajat. Mereka juga yang sudah berkeluarga namun usianya belum mencapai 30 tahun.

Yuwana ASRI sebagai strategi pendekatan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng nantinya dapat lebih mudah dikenal, diingat dan diimplementasikan. Yuwana ASRI diperkenalkan sebagai strategi pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng, dengan harapan generasi muda Buleleng memiliki arah yang jelas dalam masa mudanya, yaitu Yuwana ASRI, Pemuda yang Active, Smart, Responsible, Independent.

Pemuda Active adalah generasi muda yang aktif. Mereka mendapatkan penyadaran dalam artian lebih awal sadar bahwa dirinya saat ini adalah pemuda, yaitu warga negara yang sudah berusia 16 tahun. Mereka akan diarahkan aktif untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi kepemudaan baik di sekolah maupun di masyarakat.

Pemuda yang Smart adalah generasi muda yang cerdas. Dari aktif mengikuti berbagai kegiatan konstruktif tentunya mereka akan semakin cerdas akibat pengalaman-pengalam yang diperoleh melalui organisasi atau komunitas yang diikuti. Mereka akan dapat belajar dari senior-senior dan mentor-mentor dalam organisasi atau komunitasnya. Naluri kepemudaan mereka akan terasah untuk menentukan mana yang baik untuk diikuti dan mana yang kurang baik.

Pemuda yang Responsible adalah generasi muda yang bertanggung jawab. Mereka dapat aktif mengikuti berbagai aktivitas dan cerdas dalam melangkah, namun mereka harus dapat bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat. Mereka disadarkan akan apa akan yang dilakukan  tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Tanggung jawab di sini berarti lebih pada sisi pembangunan karakter.

Pemuda yang Independent adalah generasi muda yang mandiri. Dengan berbekal tiga sikap tersebut, yaitu aktif, cerdas dan bertanggung jawab maka pemuda akan menjadi pemuda yang mandiri. Mereka akan matang secara emosional dan mewarisi semangat-semangat patriotik para pemimpin terdahulu yang mampu mengantarkan kemerdekaan bangsa ini di usia muda.

Implementasi Yuwana ASRI Menuju Generasi Juara Menangkan Bonus Demografi

Implementasi strategi Yuwana ASRI dapat dilakukan menetapkan Yuwana ASRI sebagai strategi pendekatan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng. Dengan demikian terjadi sosialisasi masif dari sisi kesepahaman akan pentingnya mengawal generasi muda Buleleng menjadikan Generasi Juara dan memenangkan Bonus Demografi. Hal ini tidak merubah konsep pembangunan Kabupaten Buleleng yang seudah berjalan, justru hal ini akan mempermudah dan memperkuat rencana pembangunan daerah khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Yuwana ASRI dapat ditetapkan sebagai target pembangunan kepemudaan jangka menengah dan jangka panjang dalam pembangunan daerah. Dalam hal mengawal pencapaian bonus demografi dapat ditetapkan target jangka menengah yaitu 100 Tahun Hari Sumpah Pemuda (100 HSP) pada tahun 2028, dan jangka panjang 100 Tahun Indonesia Merdeka (100 INA) pada tahun 2045 yang mampu mengantarkan pemuda Buleleng mencapai sukses di usia muda, yaitu sebelum usia 30 tahun (SB 30).  Secara sederhana dapat dilihat dalam Recognation of Success and Chalange dari Implementasi Yuwana ASRI dapat dilihat dalam ilustrasi berikut:

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Yuwana ASRI dapat digunakan sebagai strategi pembangunan kepemudaan daerah dalam mewujudkan Generasi Juara Memenangkan Bonus Demografi yang mudah dikenal, dipahami dan dilaksanakan. Implementasi Yuwana ASRI dalam pembangunan untuk menuju Generasi Juara Memenangkan Bonus Demografi dapat dilaksanakan dengan penetapan Yuwana ASRI sebagai arah kebijakan strategi pendekatan pembangunan kepemudaan.

Dari penetapan tersebut nantinya maka pembangunan pelayanan kepemudaan dalam mengawal pencapaian bonus demografi akan dapat diwujudkan melalui koordinasi lintas sektoral. Pemerintah Daerah nantinya memiliki arah kebijakan pembangunan pelayanan kepemudaan secara lebih jelas, terukur dan terintegrasi dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia di daerahnya dalam meraih bonus demografi.

Di sisi lain masyarakat akan mendapatkan pemahaman secara lebih awal terkait arah kebijakan pembangunan kepemudaan di daerah. Sehingga tumbuh kesadaran untuk turut serta mengawal arah kebijakan serta dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal pembangunan daerah memenangkan bonus demografi.

Sementara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan memiliki referensi dalam berkinerja lebih baik dalam menyusun perencanaan kebijakan maupun rencana realisasi program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian strategi pendekatan Yuwana ASRI yaitu Pemuda Active, Smart, Responsible, Independent sebagai pendekatan pembangunan pelayanan kepemudaan dapat diimplementasikan untuk mengawal generasi muda Buleleng dalam meraih Bonus Demografi saat 100 Tahun Indonesia Merdeka, yaitu tahun 2045.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 93 Tahun 2021.

Tags: bulelengsumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Sandi dari Siakin | Kesetiaan Membuat Bedeg Hingga Masa Tua

Next Post

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Gus Surya Bharata

Gus Surya Bharata

Bertugas di Dinas Pendidikan Buleleng

Related Posts

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co