4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Gus Surya Bharata by Gus Surya Bharata
October 30, 2021
in Opini
“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Foto ilustrasi: Jayen Photography

Pernahkah terpikirkan oleh kita saat ini kalau 9 tahun lagi kita sudah memasuki bonus demografi? Sesuai Siaran Pers Bappenas bahwa pada tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

Data kependudukan Kabupaten Buleleng tahun 2016 menunjukkan jumlah penduduk Buleleng tercatat sebanyak 807.884 jiwa yang terdiri dari 404.870 laki-laki dan 403.014 perempuan. Dari jumlah tersebut, usia penduduk Buleleng yang akan memasuki masa bonus demografi dapat diperkirakan sekitar 64%. Jika usia penduduk Buleleng di tahun 2016 berusia 0 – 4 tahun maka saat di tahun 2030 akan memasuki usia kisaran 15 tahun atau di tahun 2045 akan berusia 30 tahun, begitu seterusnya. Maka dari itu, jika Buleleng ingin dapat memenangkan bonus demografi di masa “Kejayaan Indonesia” (sebuah optimisme untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka), sudah terbayang apa yang harus dan akan dilakukan untuk generasi Buleleng yang ada saat ini.

Saat ini bonus demografi menjadi isu strategis yang dibahas diberbagai negara. Ada negara yang kehilangan kesempatan meraih bonus demografinya akibat ketidaksiapan memasuki masa dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Untuk meraih bonus demografi di masa yang akan datang diperlukan strategi mengawal generasi muda agar tidak kehilangan kesempatan menikmati masa kesejahteraan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi fenomena bonus demografitidaklah mudah. Menurutnya, proporsi populasi anak muda yang besar dalam populasi masyarakat Indonesia bisa menjadi tonik sekaligus toksik.

Jika melirik visi pembangunan Buleleng 2017-2022 yang merupakan kelanjutan dari visi pembangunan dari 2012-2017, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Buleleng Yang Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing Berlandaskan Tri Hita Karana,” khususnya pada misi ketiga, yaitu “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Profesional, Berbudaya dan Berintegritas” merupakanupaya membangun pondasi yang kokoh untuk kemajuan Buleleng ke depan. Untuk dapat memenangkan bonus demografi, penduduk Buleleng harus memiliki daya saing yang baik, dan harus mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia-nya. Jika kita cermati kembali data kependudukan di atas maka, saat inilah merupakan masa mengawal generasi Buleleng untuk yang mewujudkan Generasi Juara “Champion Generation” di masa Bonus Demografi.

 Sebuah konsep pembangunan kepemudaan yang nantinya dapat dijadikan strategi atau resep menjadikan pemuda Buleleng Generasi Juara untuk memenangkan Bonus Demografi adalah “Yuwana ASRI.” Istilah ini diambil dari nama sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Banyuasi, Buleleng. Nama ini ditata dan dimaknai sebagai perpaduan kata Yuwana yang berarti Muda atau Pemuda dan Asri yang artinya Indah atau sedap dipandang mata. Selanjutnya kata Asri dibuat akronim “ASRI” yang diambil dari istilah bahasa Inggris Active, Smart, Responsible, Independent yang berarti Aktif, Cerdas, Bertanggungjawab/Berkarakter, Mandiri. Jadi Yuwana ASRI dapat diartikan sebagai Pemuda yang Aktif, Cerdas, Bertanggung Jawab dan Mandiri.

Yuwana ASRI Strategi Pembangunan Kepemudaan

Upaya mengawal pembangunan kepemudaan menjadi hal penting untuk dilakukan. Lalu, siapakah pemuda itu? Sesuai UU 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Mereka adalah generasi kita yang mulai berusia saat sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah atas atau sederajat. Mereka juga yang sudah berkeluarga namun usianya belum mencapai 30 tahun.

Yuwana ASRI sebagai strategi pendekatan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng nantinya dapat lebih mudah dikenal, diingat dan diimplementasikan. Yuwana ASRI diperkenalkan sebagai strategi pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng, dengan harapan generasi muda Buleleng memiliki arah yang jelas dalam masa mudanya, yaitu Yuwana ASRI, Pemuda yang Active, Smart, Responsible, Independent.

Pemuda Active adalah generasi muda yang aktif. Mereka mendapatkan penyadaran dalam artian lebih awal sadar bahwa dirinya saat ini adalah pemuda, yaitu warga negara yang sudah berusia 16 tahun. Mereka akan diarahkan aktif untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi kepemudaan baik di sekolah maupun di masyarakat.

Pemuda yang Smart adalah generasi muda yang cerdas. Dari aktif mengikuti berbagai kegiatan konstruktif tentunya mereka akan semakin cerdas akibat pengalaman-pengalam yang diperoleh melalui organisasi atau komunitas yang diikuti. Mereka akan dapat belajar dari senior-senior dan mentor-mentor dalam organisasi atau komunitasnya. Naluri kepemudaan mereka akan terasah untuk menentukan mana yang baik untuk diikuti dan mana yang kurang baik.

Pemuda yang Responsible adalah generasi muda yang bertanggung jawab. Mereka dapat aktif mengikuti berbagai aktivitas dan cerdas dalam melangkah, namun mereka harus dapat bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat. Mereka disadarkan akan apa akan yang dilakukan  tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Tanggung jawab di sini berarti lebih pada sisi pembangunan karakter.

Pemuda yang Independent adalah generasi muda yang mandiri. Dengan berbekal tiga sikap tersebut, yaitu aktif, cerdas dan bertanggung jawab maka pemuda akan menjadi pemuda yang mandiri. Mereka akan matang secara emosional dan mewarisi semangat-semangat patriotik para pemimpin terdahulu yang mampu mengantarkan kemerdekaan bangsa ini di usia muda.

Implementasi Yuwana ASRI Menuju Generasi Juara Menangkan Bonus Demografi

Implementasi strategi Yuwana ASRI dapat dilakukan menetapkan Yuwana ASRI sebagai strategi pendekatan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng. Dengan demikian terjadi sosialisasi masif dari sisi kesepahaman akan pentingnya mengawal generasi muda Buleleng menjadikan Generasi Juara dan memenangkan Bonus Demografi. Hal ini tidak merubah konsep pembangunan Kabupaten Buleleng yang seudah berjalan, justru hal ini akan mempermudah dan memperkuat rencana pembangunan daerah khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Yuwana ASRI dapat ditetapkan sebagai target pembangunan kepemudaan jangka menengah dan jangka panjang dalam pembangunan daerah. Dalam hal mengawal pencapaian bonus demografi dapat ditetapkan target jangka menengah yaitu 100 Tahun Hari Sumpah Pemuda (100 HSP) pada tahun 2028, dan jangka panjang 100 Tahun Indonesia Merdeka (100 INA) pada tahun 2045 yang mampu mengantarkan pemuda Buleleng mencapai sukses di usia muda, yaitu sebelum usia 30 tahun (SB 30).  Secara sederhana dapat dilihat dalam Recognation of Success and Chalange dari Implementasi Yuwana ASRI dapat dilihat dalam ilustrasi berikut:

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Yuwana ASRI dapat digunakan sebagai strategi pembangunan kepemudaan daerah dalam mewujudkan Generasi Juara Memenangkan Bonus Demografi yang mudah dikenal, dipahami dan dilaksanakan. Implementasi Yuwana ASRI dalam pembangunan untuk menuju Generasi Juara Memenangkan Bonus Demografi dapat dilaksanakan dengan penetapan Yuwana ASRI sebagai arah kebijakan strategi pendekatan pembangunan kepemudaan.

Dari penetapan tersebut nantinya maka pembangunan pelayanan kepemudaan dalam mengawal pencapaian bonus demografi akan dapat diwujudkan melalui koordinasi lintas sektoral. Pemerintah Daerah nantinya memiliki arah kebijakan pembangunan pelayanan kepemudaan secara lebih jelas, terukur dan terintegrasi dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia di daerahnya dalam meraih bonus demografi.

Di sisi lain masyarakat akan mendapatkan pemahaman secara lebih awal terkait arah kebijakan pembangunan kepemudaan di daerah. Sehingga tumbuh kesadaran untuk turut serta mengawal arah kebijakan serta dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal pembangunan daerah memenangkan bonus demografi.

Sementara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan memiliki referensi dalam berkinerja lebih baik dalam menyusun perencanaan kebijakan maupun rencana realisasi program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian strategi pendekatan Yuwana ASRI yaitu Pemuda Active, Smart, Responsible, Independent sebagai pendekatan pembangunan pelayanan kepemudaan dapat diimplementasikan untuk mengawal generasi muda Buleleng dalam meraih Bonus Demografi saat 100 Tahun Indonesia Merdeka, yaitu tahun 2045.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 93 Tahun 2021.

Tags: bulelengsumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Sandi dari Siakin | Kesetiaan Membuat Bedeg Hingga Masa Tua

Next Post

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Gus Surya Bharata

Gus Surya Bharata

Bertugas di Dinas Pendidikan Buleleng

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co