25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Gus Surya Bharata by Gus Surya Bharata
October 30, 2021
in Opini
“Yuwana Asri” | Strategi Kepemudaan Menangkan Bonus Demografi di Buleleng

Foto ilustrasi: Jayen Photography

Pernahkah terpikirkan oleh kita saat ini kalau 9 tahun lagi kita sudah memasuki bonus demografi? Sesuai Siaran Pers Bappenas bahwa pada tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.

Data kependudukan Kabupaten Buleleng tahun 2016 menunjukkan jumlah penduduk Buleleng tercatat sebanyak 807.884 jiwa yang terdiri dari 404.870 laki-laki dan 403.014 perempuan. Dari jumlah tersebut, usia penduduk Buleleng yang akan memasuki masa bonus demografi dapat diperkirakan sekitar 64%. Jika usia penduduk Buleleng di tahun 2016 berusia 0 – 4 tahun maka saat di tahun 2030 akan memasuki usia kisaran 15 tahun atau di tahun 2045 akan berusia 30 tahun, begitu seterusnya. Maka dari itu, jika Buleleng ingin dapat memenangkan bonus demografi di masa “Kejayaan Indonesia” (sebuah optimisme untuk 100 Tahun Indonesia Merdeka), sudah terbayang apa yang harus dan akan dilakukan untuk generasi Buleleng yang ada saat ini.

Saat ini bonus demografi menjadi isu strategis yang dibahas diberbagai negara. Ada negara yang kehilangan kesempatan meraih bonus demografinya akibat ketidaksiapan memasuki masa dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Untuk meraih bonus demografi di masa yang akan datang diperlukan strategi mengawal generasi muda agar tidak kehilangan kesempatan menikmati masa kesejahteraan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi fenomena bonus demografitidaklah mudah. Menurutnya, proporsi populasi anak muda yang besar dalam populasi masyarakat Indonesia bisa menjadi tonik sekaligus toksik.

Jika melirik visi pembangunan Buleleng 2017-2022 yang merupakan kelanjutan dari visi pembangunan dari 2012-2017, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Buleleng Yang Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing Berlandaskan Tri Hita Karana,” khususnya pada misi ketiga, yaitu “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Profesional, Berbudaya dan Berintegritas” merupakanupaya membangun pondasi yang kokoh untuk kemajuan Buleleng ke depan. Untuk dapat memenangkan bonus demografi, penduduk Buleleng harus memiliki daya saing yang baik, dan harus mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia-nya. Jika kita cermati kembali data kependudukan di atas maka, saat inilah merupakan masa mengawal generasi Buleleng untuk yang mewujudkan Generasi Juara “Champion Generation” di masa Bonus Demografi.

 Sebuah konsep pembangunan kepemudaan yang nantinya dapat dijadikan strategi atau resep menjadikan pemuda Buleleng Generasi Juara untuk memenangkan Bonus Demografi adalah “Yuwana ASRI.” Istilah ini diambil dari nama sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Banyuasi, Buleleng. Nama ini ditata dan dimaknai sebagai perpaduan kata Yuwana yang berarti Muda atau Pemuda dan Asri yang artinya Indah atau sedap dipandang mata. Selanjutnya kata Asri dibuat akronim “ASRI” yang diambil dari istilah bahasa Inggris Active, Smart, Responsible, Independent yang berarti Aktif, Cerdas, Bertanggungjawab/Berkarakter, Mandiri. Jadi Yuwana ASRI dapat diartikan sebagai Pemuda yang Aktif, Cerdas, Bertanggung Jawab dan Mandiri.

Yuwana ASRI Strategi Pembangunan Kepemudaan

Upaya mengawal pembangunan kepemudaan menjadi hal penting untuk dilakukan. Lalu, siapakah pemuda itu? Sesuai UU 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Mereka adalah generasi kita yang mulai berusia saat sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah atas atau sederajat. Mereka juga yang sudah berkeluarga namun usianya belum mencapai 30 tahun.

Yuwana ASRI sebagai strategi pendekatan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng nantinya dapat lebih mudah dikenal, diingat dan diimplementasikan. Yuwana ASRI diperkenalkan sebagai strategi pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng, dengan harapan generasi muda Buleleng memiliki arah yang jelas dalam masa mudanya, yaitu Yuwana ASRI, Pemuda yang Active, Smart, Responsible, Independent.

Pemuda Active adalah generasi muda yang aktif. Mereka mendapatkan penyadaran dalam artian lebih awal sadar bahwa dirinya saat ini adalah pemuda, yaitu warga negara yang sudah berusia 16 tahun. Mereka akan diarahkan aktif untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi kepemudaan baik di sekolah maupun di masyarakat.

Pemuda yang Smart adalah generasi muda yang cerdas. Dari aktif mengikuti berbagai kegiatan konstruktif tentunya mereka akan semakin cerdas akibat pengalaman-pengalam yang diperoleh melalui organisasi atau komunitas yang diikuti. Mereka akan dapat belajar dari senior-senior dan mentor-mentor dalam organisasi atau komunitasnya. Naluri kepemudaan mereka akan terasah untuk menentukan mana yang baik untuk diikuti dan mana yang kurang baik.

Pemuda yang Responsible adalah generasi muda yang bertanggung jawab. Mereka dapat aktif mengikuti berbagai aktivitas dan cerdas dalam melangkah, namun mereka harus dapat bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat. Mereka disadarkan akan apa akan yang dilakukan  tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Tanggung jawab di sini berarti lebih pada sisi pembangunan karakter.

Pemuda yang Independent adalah generasi muda yang mandiri. Dengan berbekal tiga sikap tersebut, yaitu aktif, cerdas dan bertanggung jawab maka pemuda akan menjadi pemuda yang mandiri. Mereka akan matang secara emosional dan mewarisi semangat-semangat patriotik para pemimpin terdahulu yang mampu mengantarkan kemerdekaan bangsa ini di usia muda.

Implementasi Yuwana ASRI Menuju Generasi Juara Menangkan Bonus Demografi

Implementasi strategi Yuwana ASRI dapat dilakukan menetapkan Yuwana ASRI sebagai strategi pendekatan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Buleleng. Dengan demikian terjadi sosialisasi masif dari sisi kesepahaman akan pentingnya mengawal generasi muda Buleleng menjadikan Generasi Juara dan memenangkan Bonus Demografi. Hal ini tidak merubah konsep pembangunan Kabupaten Buleleng yang seudah berjalan, justru hal ini akan mempermudah dan memperkuat rencana pembangunan daerah khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Yuwana ASRI dapat ditetapkan sebagai target pembangunan kepemudaan jangka menengah dan jangka panjang dalam pembangunan daerah. Dalam hal mengawal pencapaian bonus demografi dapat ditetapkan target jangka menengah yaitu 100 Tahun Hari Sumpah Pemuda (100 HSP) pada tahun 2028, dan jangka panjang 100 Tahun Indonesia Merdeka (100 INA) pada tahun 2045 yang mampu mengantarkan pemuda Buleleng mencapai sukses di usia muda, yaitu sebelum usia 30 tahun (SB 30).  Secara sederhana dapat dilihat dalam Recognation of Success and Chalange dari Implementasi Yuwana ASRI dapat dilihat dalam ilustrasi berikut:

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Yuwana ASRI dapat digunakan sebagai strategi pembangunan kepemudaan daerah dalam mewujudkan Generasi Juara Memenangkan Bonus Demografi yang mudah dikenal, dipahami dan dilaksanakan. Implementasi Yuwana ASRI dalam pembangunan untuk menuju Generasi Juara Memenangkan Bonus Demografi dapat dilaksanakan dengan penetapan Yuwana ASRI sebagai arah kebijakan strategi pendekatan pembangunan kepemudaan.

Dari penetapan tersebut nantinya maka pembangunan pelayanan kepemudaan dalam mengawal pencapaian bonus demografi akan dapat diwujudkan melalui koordinasi lintas sektoral. Pemerintah Daerah nantinya memiliki arah kebijakan pembangunan pelayanan kepemudaan secara lebih jelas, terukur dan terintegrasi dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia di daerahnya dalam meraih bonus demografi.

Di sisi lain masyarakat akan mendapatkan pemahaman secara lebih awal terkait arah kebijakan pembangunan kepemudaan di daerah. Sehingga tumbuh kesadaran untuk turut serta mengawal arah kebijakan serta dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal pembangunan daerah memenangkan bonus demografi.

Sementara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan memiliki referensi dalam berkinerja lebih baik dalam menyusun perencanaan kebijakan maupun rencana realisasi program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian strategi pendekatan Yuwana ASRI yaitu Pemuda Active, Smart, Responsible, Independent sebagai pendekatan pembangunan pelayanan kepemudaan dapat diimplementasikan untuk mengawal generasi muda Buleleng dalam meraih Bonus Demografi saat 100 Tahun Indonesia Merdeka, yaitu tahun 2045.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 93 Tahun 2021.

Tags: bulelengsumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Sandi dari Siakin | Kesetiaan Membuat Bedeg Hingga Masa Tua

Next Post

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Gus Surya Bharata

Gus Surya Bharata

Bertugas di Dinas Pendidikan Buleleng

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Puisi-puisi Esa Bhaskara | Punggung Udang di Lingkar Piring

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co