23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Patung Bung Karno di Buleleng Menunjuk ke Timur? Jawabannya Bisa Puitis dan Bisa Logis

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
March 18, 2022
in Khas
Kenapa Patung Bung Karno di Buleleng Menunjuk ke Timur? Jawabannya Bisa Puitis dan Bisa Logis

Patung Bung Karno di RTH Bung Karno, Sukasada, Buleleng | Foto: Istimewa

Patung Bung Karno yang dipasang di sejumlah tempat di Indonesia dibuat dengan tangan menunjuk arah. Menunjuk dengan tangan sejajar, agak ke atas atau lurus ke atas.  Dan, sudah barang pasti, karakternya dibuat gagah, agak garang, dan kokoh.

Patung Bung Karno di luar negeri, seperti di Meksiko dan Aljazair, juga dibuat dengan postur yang gagah dengan tangan menunjuk ke atas. Yang dijadikan referensi, baik pembuatan patung di dalam negeri maupun di luar negeri, tentu saja foto-foto ketika Bung Karno sedang berpidato.  

Tahu sendirilah, bagaimana energiknya ketika Bung Karno berpidato. Diksinya terpilih, intonasinya terukur, dan suaranya menggelegar. Bahkan, hanya ketika kita mendengar suaranya saja, kita seakan tahu bagaimana grak tubuhnya, bagaimana ekspresi wajahnya, bagaimana mimik, dan bagaimana tangannya bergerak sejajar, agak ke atas atau ke atas.

Di Tabanan, tepatnya di simpang Jalan Raya Kediri-Tanah Lot, patung Bung Karno juga dibuat dengan tangan menunjuk ke arah tertentu. Patung itu tamppak gagah dengan postur meyakinkan sebagai seorang proklamator dan pemimpin bangsa, meski kadang muncul nada olok-olok kalau patung Bung Karno di simpang itu sedang menunjukkan jalan ke arah Beringkit.

Beringkit adalah sebuah desa terkenal di wilayah Mengwi, Badung, karena di situ ada pasar hewan yang besar. Dari patung Bung Karno di Kediri, lokasi Beringkit berada lurus di arah timur.

RTH Bung Karno di Buleleng

Di Buleleng, Patung Bung Karno yang baru berdiri akhir 2021 di Taman Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno di kawasan Kelurahan Sukasada, juga dibuat dengan tangan menunjuk sesuatu. Jika merunut pada arah, tangan kanan Bung Karno menunjuk ke arah timur. Apa artinya?

Dari keterangan yang diperoleh disebutkan bahwa pembuatan patung Bung Karno di RTH Sukasada itu melalui proses yang panjang, terukur dan penuh pertimbangan logika dan ilmiah dengan melibatkan seniman dan peneliti dari kalangan akademik.

“Patung Bung Karno itu dibuat dengan menggunakan skala, da nada miniaturnya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Gede Melandrat dalam satu kesempatan wawancara beberapa hari lalu.

BACA JUGA:

Lewati 3 Dinas 4 Kadis, Jalan Berliku Proyek Taman Bung Karno di Buleleng
Lewati 3 Dinas 4 Kadis, Jalan Berliku Proyek Taman Bung Karno di Buleleng

Menurut Melandrat, miniatur dibuat terlebih dulu, lalu miniature itulah kemudian diskalakan menjadi patung yang besar. “Lebar muka, besar dada, diukur semua,” kata Melandrat.

Miniatur itu dibuat melalui diskusi tokoh seni dan akademisi dari Undiksha. Setelah miniatur selesai, pematung tinggal membuat skala untuk membesarkan miniatur itu menjadi patung.

Yang menarik, patung Bung Karno di Sukasada itu tidak dibuat berdasarkan peristiwa tertentu. Misalnya peristiwa saat Bung Karno berpidato di suatu tempat di masa lalu. Gestur dan “gerak” patung dibuat berdasarkan imajinasi namun tidak keluar dari karakter gagah sosok Bung Karno saat sedang berdiri atau berpidato.

Sosok Bung Karno yang dipatungkan itu saat usia Sang Proklamator menginjak 45 tahun. Dibuat sedemikian rupa sehingga Bung Karno tampak jelas memiliki karisma, menunjuk ke arah timur dengan wajah agak galak sebagaimana wajah seorang orator dan motivator sejati. Penggambaran itu menunjukkan kalau Bung Karno selalu memberi spirit pada zaman ini dan selalu membangkitkan motivasi. Miniatur dibuat berdasarkan hasil diskusi dari tokoh seni dan akademisi dari Undiksha.

BACA JUGA:

HUT Kota Singaraja | Lomba Teater dan Fragmen Tari Tentang Rai Srimben Ibunda Bung Karno
HUT Kota Singaraja | Lomba Teater dan Fragmen Tari Tentang Rai Srimben Ibunda Bung Karno

Ngomong-ngomong, kenapa tangan Bung Karno dibuat menunjuk ke timur?

“Itu menunjuk arah matahari terbit,” kata Gede Melandrat.

Arah timur, matahari terbit, adalah simbol hari baru. Simbol dari dimulainya semangat baru untuk bekerja mewujudkan cita-cita personal maupun cita-cita bangsa. Arah timur adalah arah munculnya Sang Fajar. Dan, Bung Karno adalah Putra Sang Fajar.  Sungguh puitis dan masuk di nalar.

Yang lebih menarik, ada informasi menyebutkan bahwa awalnya patung Bung Karno itu dibuat dengan tangan menunjuk ke arah utara. Tujuannya sebagai simbol bahwa Bung Karno sedang menunjuk rumah ibunya, Rai Srimben, di Banjar Bale Agung, Singaraja. Bale Agung memang berada di sebelah utara, sekitar 500 meter dari lokasi patung itu dibuat.

Namun, patung Bung Karno dibuat menghadap ke timur. Dengan tubuh menghadap ke timur tentu sangat kesulitan jika Bung Karno dibuat menunjukkan tangan ke arah utara, atau menunjuk ke arah kiri.

Jika menunjuk dengan tangan kiri, sungguh tidak elok dan tampak aneh seorang yang gagah-berani menunjuk dengan tangan kiri. Sosok Bung Karno akan tampak lemah. Secara estetika juga tak bisa nyambung.

Jika menunjuk ke kiri dengan menggunakan tangan kanan, tentu akan tampak lebih aneh lagi. Tangan kanan akan tampak melintang di depan muka Sang Proklamator. Secara estetika akan tampak kacau dan tak sesuai logika gerak tubuh. Juga, tentu, tak enak dipandang.

Syukurlah, secara simbolis dan estetik, pilihan ke timur bisa menemukan logika dan nalar. Hidup, Putra Sang Fajar.  [T]

____

BACA ARTIKEL LAIN TENTANG BUNG KARNO

Necisme Bung Karno, Gerakan Busana Melawan Kolonialisme Barat
Tags: Bung KarnoproklamatorPutra Sang FajarTaman Bung Karno Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dilema SMA Bali Mandara | Ketika Marhaen Lupakan Kaum Marjinal

Next Post

Tiga Upaya yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Menyelamatkan Joged Bumbung Klasik

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Upaya yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Menyelamatkan Joged Bumbung Klasik

Tiga Upaya yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Menyelamatkan Joged Bumbung Klasik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co