3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Patung Bung Karno di Buleleng Menunjuk ke Timur? Jawabannya Bisa Puitis dan Bisa Logis

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
March 18, 2022
in Khas
Kenapa Patung Bung Karno di Buleleng Menunjuk ke Timur? Jawabannya Bisa Puitis dan Bisa Logis

Patung Bung Karno di RTH Bung Karno, Sukasada, Buleleng | Foto: Istimewa

Patung Bung Karno yang dipasang di sejumlah tempat di Indonesia dibuat dengan tangan menunjuk arah. Menunjuk dengan tangan sejajar, agak ke atas atau lurus ke atas.  Dan, sudah barang pasti, karakternya dibuat gagah, agak garang, dan kokoh.

Patung Bung Karno di luar negeri, seperti di Meksiko dan Aljazair, juga dibuat dengan postur yang gagah dengan tangan menunjuk ke atas. Yang dijadikan referensi, baik pembuatan patung di dalam negeri maupun di luar negeri, tentu saja foto-foto ketika Bung Karno sedang berpidato.  

Tahu sendirilah, bagaimana energiknya ketika Bung Karno berpidato. Diksinya terpilih, intonasinya terukur, dan suaranya menggelegar. Bahkan, hanya ketika kita mendengar suaranya saja, kita seakan tahu bagaimana grak tubuhnya, bagaimana ekspresi wajahnya, bagaimana mimik, dan bagaimana tangannya bergerak sejajar, agak ke atas atau ke atas.

Di Tabanan, tepatnya di simpang Jalan Raya Kediri-Tanah Lot, patung Bung Karno juga dibuat dengan tangan menunjuk ke arah tertentu. Patung itu tamppak gagah dengan postur meyakinkan sebagai seorang proklamator dan pemimpin bangsa, meski kadang muncul nada olok-olok kalau patung Bung Karno di simpang itu sedang menunjukkan jalan ke arah Beringkit.

Beringkit adalah sebuah desa terkenal di wilayah Mengwi, Badung, karena di situ ada pasar hewan yang besar. Dari patung Bung Karno di Kediri, lokasi Beringkit berada lurus di arah timur.

RTH Bung Karno di Buleleng

Di Buleleng, Patung Bung Karno yang baru berdiri akhir 2021 di Taman Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno di kawasan Kelurahan Sukasada, juga dibuat dengan tangan menunjuk sesuatu. Jika merunut pada arah, tangan kanan Bung Karno menunjuk ke arah timur. Apa artinya?

Dari keterangan yang diperoleh disebutkan bahwa pembuatan patung Bung Karno di RTH Sukasada itu melalui proses yang panjang, terukur dan penuh pertimbangan logika dan ilmiah dengan melibatkan seniman dan peneliti dari kalangan akademik.

“Patung Bung Karno itu dibuat dengan menggunakan skala, da nada miniaturnya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Gede Melandrat dalam satu kesempatan wawancara beberapa hari lalu.

BACA JUGA:

Lewati 3 Dinas 4 Kadis, Jalan Berliku Proyek Taman Bung Karno di Buleleng
Lewati 3 Dinas 4 Kadis, Jalan Berliku Proyek Taman Bung Karno di Buleleng

Menurut Melandrat, miniatur dibuat terlebih dulu, lalu miniature itulah kemudian diskalakan menjadi patung yang besar. “Lebar muka, besar dada, diukur semua,” kata Melandrat.

Miniatur itu dibuat melalui diskusi tokoh seni dan akademisi dari Undiksha. Setelah miniatur selesai, pematung tinggal membuat skala untuk membesarkan miniatur itu menjadi patung.

Yang menarik, patung Bung Karno di Sukasada itu tidak dibuat berdasarkan peristiwa tertentu. Misalnya peristiwa saat Bung Karno berpidato di suatu tempat di masa lalu. Gestur dan “gerak” patung dibuat berdasarkan imajinasi namun tidak keluar dari karakter gagah sosok Bung Karno saat sedang berdiri atau berpidato.

Sosok Bung Karno yang dipatungkan itu saat usia Sang Proklamator menginjak 45 tahun. Dibuat sedemikian rupa sehingga Bung Karno tampak jelas memiliki karisma, menunjuk ke arah timur dengan wajah agak galak sebagaimana wajah seorang orator dan motivator sejati. Penggambaran itu menunjukkan kalau Bung Karno selalu memberi spirit pada zaman ini dan selalu membangkitkan motivasi. Miniatur dibuat berdasarkan hasil diskusi dari tokoh seni dan akademisi dari Undiksha.

BACA JUGA:

HUT Kota Singaraja | Lomba Teater dan Fragmen Tari Tentang Rai Srimben Ibunda Bung Karno
HUT Kota Singaraja | Lomba Teater dan Fragmen Tari Tentang Rai Srimben Ibunda Bung Karno

Ngomong-ngomong, kenapa tangan Bung Karno dibuat menunjuk ke timur?

“Itu menunjuk arah matahari terbit,” kata Gede Melandrat.

Arah timur, matahari terbit, adalah simbol hari baru. Simbol dari dimulainya semangat baru untuk bekerja mewujudkan cita-cita personal maupun cita-cita bangsa. Arah timur adalah arah munculnya Sang Fajar. Dan, Bung Karno adalah Putra Sang Fajar.  Sungguh puitis dan masuk di nalar.

Yang lebih menarik, ada informasi menyebutkan bahwa awalnya patung Bung Karno itu dibuat dengan tangan menunjuk ke arah utara. Tujuannya sebagai simbol bahwa Bung Karno sedang menunjuk rumah ibunya, Rai Srimben, di Banjar Bale Agung, Singaraja. Bale Agung memang berada di sebelah utara, sekitar 500 meter dari lokasi patung itu dibuat.

Namun, patung Bung Karno dibuat menghadap ke timur. Dengan tubuh menghadap ke timur tentu sangat kesulitan jika Bung Karno dibuat menunjukkan tangan ke arah utara, atau menunjuk ke arah kiri.

Jika menunjuk dengan tangan kiri, sungguh tidak elok dan tampak aneh seorang yang gagah-berani menunjuk dengan tangan kiri. Sosok Bung Karno akan tampak lemah. Secara estetika juga tak bisa nyambung.

Jika menunjuk ke kiri dengan menggunakan tangan kanan, tentu akan tampak lebih aneh lagi. Tangan kanan akan tampak melintang di depan muka Sang Proklamator. Secara estetika akan tampak kacau dan tak sesuai logika gerak tubuh. Juga, tentu, tak enak dipandang.

Syukurlah, secara simbolis dan estetik, pilihan ke timur bisa menemukan logika dan nalar. Hidup, Putra Sang Fajar.  [T]

____

BACA ARTIKEL LAIN TENTANG BUNG KARNO

Necisme Bung Karno, Gerakan Busana Melawan Kolonialisme Barat
Tags: Bung KarnoproklamatorPutra Sang FajarTaman Bung Karno Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dilema SMA Bali Mandara | Ketika Marhaen Lupakan Kaum Marjinal

Next Post

Tiga Upaya yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Menyelamatkan Joged Bumbung Klasik

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Upaya yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Menyelamatkan Joged Bumbung Klasik

Tiga Upaya yang Sebaiknya Dilakukan Untuk Menyelamatkan Joged Bumbung Klasik

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co