14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
December 31, 2021
in Esai
Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Naga Puspa

Sarana upakara berwujud ular naga dengan gagah dan berwibawa yang dihiasi ornamen berwarna emas “melinggih” di bale pawedan Pura Taman Tanjung, Desa Budakeling, Karangasem. Di hadapan naga yang anggun tersebut, Ida Sang Wiku Sulinggih melantunkan puja pengastawa  kehadapan para Bethara-Bethari, Bethara Astapaka dan Hyang Begawan Wiswakarma atas anugerah yang telah diturunkan dalam wujud upakara naga tersebut.

Upakara tersebut bernama Naga Puspa. Naga Puspa adalah sebuah sarana upakara untuk menyertai “Pelebon/Pratiwan” Sulinggih dengan gelar “Abhra”. Naga Puspa dari segi bentuk dan fungsi hampir sama dengan Naga Banda. Namun, Naga Banda diperuntukkan kepada Sang Angawa Rat (Raja) atau pemimpin Puri dari golongan Ksatrya yang sudah melewati proses Abhiseka Ratu.

Antara Naga Puspa dan Naga Banda memiliki fungsi yang sama yaitu melepaskan ikatan keduniawian agar sang roh dan atman sang palatra dapat dengan lapang menuju pada Brahman Hyang Tunggal.

Figure 1. Naga Puspa. Dok: I Wayan Diana Putra

Naga Puspa dan Naga Banda ini erat kaitannya dengan bhisama dari Bethara Astapaka terhadap keturunan Dalem merujuk dari kisah pada zaman Ida Dalem Waturenggong di Gelgel. Dalam ceritanya, Bethara Astapaka ketika tedun ke Istana Gelgel diuji ‘kewaskitan” beliau dengan cara memasukkan angsa pada lubang sumur yang telah ditutup dengan dedaunan.

Di hadapan paseban Ida Dalem dan petinggi kerajaan Gelgel, Bethara Astapaka diuji dengan meminta menebak suara yang muncul dari dalam lubang sumur yang telah dimasukkan angsa tersebut. Dengan penuh ketenangan Bethara Astapaka menjawab, bahwa suara yang muncul dari dalam lubang sumur tersebut tidak lain tidak bukan adalah suara naga.

Mendengar jawaban dari Maha Wiku, sontak Ida Dalem beserta para petinggi kerajaan tersenyum sinis, mengingat Ida Dalem dan para petinggi istana lainnya dengan yakin telah memasukkan seekor angsa ke dalam lubang sumur tersebut. Mengingat Bethara Astapaka adalah pendeta dengan tingkat sprititual yang tinggi maka ketika beliau menyuruh para abdi istana membuka daun-daun penutup lubang tersebut, tidak disangka keluarlah sesosok naga. Sontak Ida Dalem dan seisi istana Gelgel gempar seraya mengakui tingkat kewaskitan Bethara Astapaka.

Dari peristiwa itulah, Bethara Astapaka mengeluarkan Bhisama kepada Ida Dalem dan keturunannya agar ketika menuju alam Nirwana disertai dengan upakara Naga yang disebut Naga Banda. Sedangkan Naga Puspa adalah persembahan dari trah Dalem (Ksatrya) kedapa Brahmana yang telah Medwi Jati.

Mengingat hakekat Sang Medwi Jati (Sulinggih) dan Sang Angawa Rat (Raja) sama-sama memikul beban untuk membawa masyarakat menuju pada kemaslahatan rohani dan jasmani. Sang Sulinggih menuntun masyarakat pada aspek rohani dan spiritual, sedangkan raja menata kehidupan masyarakat agar dapat mewujudkan ketentraman dan kemakmuran jasmani.

Naga Puspa yang dipelaspas oleh Ida Sulinggih Siwa-Budha dan dihadirkan di Desa Budakeling adalah untuk menyertai upakara upacara Pelebon Ida Pedanda Gde Jelantik Karang, Grya Karang, Desa Budakeling, Karangasem pada Rahina Sukra Umanis Merakih, tanggal 31 Desember 2021.

Naga Puspa ini dipersembahkan oleh Grya Budha Gunung Sari Peliatan, Ubud serta dikerjakan oleh Undagi dari Puri Peliatan yaitu Cokorda Bagus Wiranatha yang juga sangat mahir dalam membuat dan menarikan barong. Naga Puspa sendiri dikerjakan dengan memperhitungkan hari suci, bahan pilihan dan dengan proses yang sakral pula.

Seperti yang disampaikan oleh Yayasan Puspita Mahidhara Peliatan, bahwa proses niyasa dari Naga Puspa ini diawali dengan ritual nuasen dan ngendag. Adapun ritual ngendag Naga Puspa ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayan Demung pada Rahina Soma, tanggal 1 November 2021 bertempat di Grya Karang, Desa Budakeling, Karangasem.

Figure 2. Naga Puspa Memargi. Dok: I Wayan Diana

Dalam perjalanannya dari Pura Taman Tanjung yang dahulunya merupakan Grya Bethara Astapaka menuju Grya Karang, Naga Puspa dipundut dengan iringan Baleganjur dan Gong Suling. Setelah sampai di depan Kori Pemedal Grya Karang,

Naga Puspa di-pendak dengan upacara mesegeh. Dalam upacara mesegeh ini juga disertai dengan sebuah drama tari sederhana yang menceritakan mengenai kedatangan trah Dalem (Ksatrya) untuk menghaturkan persembahan suci berupa Naga Puspa kepada Sang Wiku (Sulinggih) Lepas agar Ida dapat nyujur Sunia Loka dengan penuh kedamaian.

Drama tari ini diiringi oleh Gending Gong Suling yang digarap khusus oleh Yayasan Puspita Mahidhara Peliatan, Sekaa Teruna Udyana Banjar Taman Kelod, Ubud dan Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, FSP, ISI Denpasar yaitu I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn untuk persembahan Naga Puspa. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Next Post

Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co