3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
December 31, 2021
in Esai
Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Naga Puspa

Sarana upakara berwujud ular naga dengan gagah dan berwibawa yang dihiasi ornamen berwarna emas “melinggih” di bale pawedan Pura Taman Tanjung, Desa Budakeling, Karangasem. Di hadapan naga yang anggun tersebut, Ida Sang Wiku Sulinggih melantunkan puja pengastawa  kehadapan para Bethara-Bethari, Bethara Astapaka dan Hyang Begawan Wiswakarma atas anugerah yang telah diturunkan dalam wujud upakara naga tersebut.

Upakara tersebut bernama Naga Puspa. Naga Puspa adalah sebuah sarana upakara untuk menyertai “Pelebon/Pratiwan” Sulinggih dengan gelar “Abhra”. Naga Puspa dari segi bentuk dan fungsi hampir sama dengan Naga Banda. Namun, Naga Banda diperuntukkan kepada Sang Angawa Rat (Raja) atau pemimpin Puri dari golongan Ksatrya yang sudah melewati proses Abhiseka Ratu.

Antara Naga Puspa dan Naga Banda memiliki fungsi yang sama yaitu melepaskan ikatan keduniawian agar sang roh dan atman sang palatra dapat dengan lapang menuju pada Brahman Hyang Tunggal.

Figure 1. Naga Puspa. Dok: I Wayan Diana Putra

Naga Puspa dan Naga Banda ini erat kaitannya dengan bhisama dari Bethara Astapaka terhadap keturunan Dalem merujuk dari kisah pada zaman Ida Dalem Waturenggong di Gelgel. Dalam ceritanya, Bethara Astapaka ketika tedun ke Istana Gelgel diuji ‘kewaskitan” beliau dengan cara memasukkan angsa pada lubang sumur yang telah ditutup dengan dedaunan.

Di hadapan paseban Ida Dalem dan petinggi kerajaan Gelgel, Bethara Astapaka diuji dengan meminta menebak suara yang muncul dari dalam lubang sumur yang telah dimasukkan angsa tersebut. Dengan penuh ketenangan Bethara Astapaka menjawab, bahwa suara yang muncul dari dalam lubang sumur tersebut tidak lain tidak bukan adalah suara naga.

Mendengar jawaban dari Maha Wiku, sontak Ida Dalem beserta para petinggi kerajaan tersenyum sinis, mengingat Ida Dalem dan para petinggi istana lainnya dengan yakin telah memasukkan seekor angsa ke dalam lubang sumur tersebut. Mengingat Bethara Astapaka adalah pendeta dengan tingkat sprititual yang tinggi maka ketika beliau menyuruh para abdi istana membuka daun-daun penutup lubang tersebut, tidak disangka keluarlah sesosok naga. Sontak Ida Dalem dan seisi istana Gelgel gempar seraya mengakui tingkat kewaskitan Bethara Astapaka.

Dari peristiwa itulah, Bethara Astapaka mengeluarkan Bhisama kepada Ida Dalem dan keturunannya agar ketika menuju alam Nirwana disertai dengan upakara Naga yang disebut Naga Banda. Sedangkan Naga Puspa adalah persembahan dari trah Dalem (Ksatrya) kedapa Brahmana yang telah Medwi Jati.

Mengingat hakekat Sang Medwi Jati (Sulinggih) dan Sang Angawa Rat (Raja) sama-sama memikul beban untuk membawa masyarakat menuju pada kemaslahatan rohani dan jasmani. Sang Sulinggih menuntun masyarakat pada aspek rohani dan spiritual, sedangkan raja menata kehidupan masyarakat agar dapat mewujudkan ketentraman dan kemakmuran jasmani.

Naga Puspa yang dipelaspas oleh Ida Sulinggih Siwa-Budha dan dihadirkan di Desa Budakeling adalah untuk menyertai upakara upacara Pelebon Ida Pedanda Gde Jelantik Karang, Grya Karang, Desa Budakeling, Karangasem pada Rahina Sukra Umanis Merakih, tanggal 31 Desember 2021.

Naga Puspa ini dipersembahkan oleh Grya Budha Gunung Sari Peliatan, Ubud serta dikerjakan oleh Undagi dari Puri Peliatan yaitu Cokorda Bagus Wiranatha yang juga sangat mahir dalam membuat dan menarikan barong. Naga Puspa sendiri dikerjakan dengan memperhitungkan hari suci, bahan pilihan dan dengan proses yang sakral pula.

Seperti yang disampaikan oleh Yayasan Puspita Mahidhara Peliatan, bahwa proses niyasa dari Naga Puspa ini diawali dengan ritual nuasen dan ngendag. Adapun ritual ngendag Naga Puspa ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayan Demung pada Rahina Soma, tanggal 1 November 2021 bertempat di Grya Karang, Desa Budakeling, Karangasem.

Figure 2. Naga Puspa Memargi. Dok: I Wayan Diana

Dalam perjalanannya dari Pura Taman Tanjung yang dahulunya merupakan Grya Bethara Astapaka menuju Grya Karang, Naga Puspa dipundut dengan iringan Baleganjur dan Gong Suling. Setelah sampai di depan Kori Pemedal Grya Karang,

Naga Puspa di-pendak dengan upacara mesegeh. Dalam upacara mesegeh ini juga disertai dengan sebuah drama tari sederhana yang menceritakan mengenai kedatangan trah Dalem (Ksatrya) untuk menghaturkan persembahan suci berupa Naga Puspa kepada Sang Wiku (Sulinggih) Lepas agar Ida dapat nyujur Sunia Loka dengan penuh kedamaian.

Drama tari ini diiringi oleh Gending Gong Suling yang digarap khusus oleh Yayasan Puspita Mahidhara Peliatan, Sekaa Teruna Udyana Banjar Taman Kelod, Ubud dan Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, FSP, ISI Denpasar yaitu I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn untuk persembahan Naga Puspa. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Next Post

Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co