3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
December 31, 2021
in Esai
Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Naga Puspa

Sarana upakara berwujud ular naga dengan gagah dan berwibawa yang dihiasi ornamen berwarna emas “melinggih” di bale pawedan Pura Taman Tanjung, Desa Budakeling, Karangasem. Di hadapan naga yang anggun tersebut, Ida Sang Wiku Sulinggih melantunkan puja pengastawa  kehadapan para Bethara-Bethari, Bethara Astapaka dan Hyang Begawan Wiswakarma atas anugerah yang telah diturunkan dalam wujud upakara naga tersebut.

Upakara tersebut bernama Naga Puspa. Naga Puspa adalah sebuah sarana upakara untuk menyertai “Pelebon/Pratiwan” Sulinggih dengan gelar “Abhra”. Naga Puspa dari segi bentuk dan fungsi hampir sama dengan Naga Banda. Namun, Naga Banda diperuntukkan kepada Sang Angawa Rat (Raja) atau pemimpin Puri dari golongan Ksatrya yang sudah melewati proses Abhiseka Ratu.

Antara Naga Puspa dan Naga Banda memiliki fungsi yang sama yaitu melepaskan ikatan keduniawian agar sang roh dan atman sang palatra dapat dengan lapang menuju pada Brahman Hyang Tunggal.

Figure 1. Naga Puspa. Dok: I Wayan Diana Putra

Naga Puspa dan Naga Banda ini erat kaitannya dengan bhisama dari Bethara Astapaka terhadap keturunan Dalem merujuk dari kisah pada zaman Ida Dalem Waturenggong di Gelgel. Dalam ceritanya, Bethara Astapaka ketika tedun ke Istana Gelgel diuji ‘kewaskitan” beliau dengan cara memasukkan angsa pada lubang sumur yang telah ditutup dengan dedaunan.

Di hadapan paseban Ida Dalem dan petinggi kerajaan Gelgel, Bethara Astapaka diuji dengan meminta menebak suara yang muncul dari dalam lubang sumur yang telah dimasukkan angsa tersebut. Dengan penuh ketenangan Bethara Astapaka menjawab, bahwa suara yang muncul dari dalam lubang sumur tersebut tidak lain tidak bukan adalah suara naga.

Mendengar jawaban dari Maha Wiku, sontak Ida Dalem beserta para petinggi kerajaan tersenyum sinis, mengingat Ida Dalem dan para petinggi istana lainnya dengan yakin telah memasukkan seekor angsa ke dalam lubang sumur tersebut. Mengingat Bethara Astapaka adalah pendeta dengan tingkat sprititual yang tinggi maka ketika beliau menyuruh para abdi istana membuka daun-daun penutup lubang tersebut, tidak disangka keluarlah sesosok naga. Sontak Ida Dalem dan seisi istana Gelgel gempar seraya mengakui tingkat kewaskitan Bethara Astapaka.

Dari peristiwa itulah, Bethara Astapaka mengeluarkan Bhisama kepada Ida Dalem dan keturunannya agar ketika menuju alam Nirwana disertai dengan upakara Naga yang disebut Naga Banda. Sedangkan Naga Puspa adalah persembahan dari trah Dalem (Ksatrya) kedapa Brahmana yang telah Medwi Jati.

Mengingat hakekat Sang Medwi Jati (Sulinggih) dan Sang Angawa Rat (Raja) sama-sama memikul beban untuk membawa masyarakat menuju pada kemaslahatan rohani dan jasmani. Sang Sulinggih menuntun masyarakat pada aspek rohani dan spiritual, sedangkan raja menata kehidupan masyarakat agar dapat mewujudkan ketentraman dan kemakmuran jasmani.

Naga Puspa yang dipelaspas oleh Ida Sulinggih Siwa-Budha dan dihadirkan di Desa Budakeling adalah untuk menyertai upakara upacara Pelebon Ida Pedanda Gde Jelantik Karang, Grya Karang, Desa Budakeling, Karangasem pada Rahina Sukra Umanis Merakih, tanggal 31 Desember 2021.

Naga Puspa ini dipersembahkan oleh Grya Budha Gunung Sari Peliatan, Ubud serta dikerjakan oleh Undagi dari Puri Peliatan yaitu Cokorda Bagus Wiranatha yang juga sangat mahir dalam membuat dan menarikan barong. Naga Puspa sendiri dikerjakan dengan memperhitungkan hari suci, bahan pilihan dan dengan proses yang sakral pula.

Seperti yang disampaikan oleh Yayasan Puspita Mahidhara Peliatan, bahwa proses niyasa dari Naga Puspa ini diawali dengan ritual nuasen dan ngendag. Adapun ritual ngendag Naga Puspa ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wayan Demung pada Rahina Soma, tanggal 1 November 2021 bertempat di Grya Karang, Desa Budakeling, Karangasem.

Figure 2. Naga Puspa Memargi. Dok: I Wayan Diana

Dalam perjalanannya dari Pura Taman Tanjung yang dahulunya merupakan Grya Bethara Astapaka menuju Grya Karang, Naga Puspa dipundut dengan iringan Baleganjur dan Gong Suling. Setelah sampai di depan Kori Pemedal Grya Karang,

Naga Puspa di-pendak dengan upacara mesegeh. Dalam upacara mesegeh ini juga disertai dengan sebuah drama tari sederhana yang menceritakan mengenai kedatangan trah Dalem (Ksatrya) untuk menghaturkan persembahan suci berupa Naga Puspa kepada Sang Wiku (Sulinggih) Lepas agar Ida dapat nyujur Sunia Loka dengan penuh kedamaian.

Drama tari ini diiringi oleh Gending Gong Suling yang digarap khusus oleh Yayasan Puspita Mahidhara Peliatan, Sekaa Teruna Udyana Banjar Taman Kelod, Ubud dan Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, FSP, ISI Denpasar yaitu I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn untuk persembahan Naga Puspa. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Next Post

Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Ruang Pariwisata dan Ruang Air di Nusa Penida

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co