17 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Julio Saputra by Julio Saputra
December 31, 2021
in Khas
Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Memperagakan cara menyikat gigi lewat alat peraga. | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Hawa dingin yang terasa semakin menusuk akhirnya membangunkan saya dari tidur yang lelap. Saya mengucek-ngucek mata, mencoba merontokan rasa kantuk yang masih bertengger di mata kiri dan kanan, kemudian merenggangkan badan sedikit agar tidak terasa kaku. Saya melirik jam di layar ponsel. Ternyata sudah pukul 09.00 WITA. Namun matahari belum menunjukan senyumnya yang hangat. Sedari subuh hujan turun dengan sangat deras. Sesekali angin juga bertiup sangat kencang. Menjadikan suasana pagi di hari Rabu, 29 Desember 2021 di Tabanan, Bali nampak sedikit kelabu. Meski begitu, semanagtorang-orang untuk menjalani aktivitas tidak beku begitu saja. Dari balik jendela kamar kost, saya lihat para tetangga kost yang rata-rata adalah anak-anak SMK sibuk berpergian ke sana kemari. Rupanya mereka sedang mengurus berkas-berkas untuk magang di suatu tempat tertentu.

Saya pun beranjak dari atas tempat tidur, bergegas menuju wastafel. Di sana, keran yang bentuknya seperti setir kapal bajak laut saya putar pelan-pelan ke kanan. Air dingin pun mengalir dengan bebas tanpa hambatan. Dengan kedua telapak tangan, saya membasuh muka secara menyeluruh, dari pipi kanan sampai pipi kiri, dari dagu sampai dahi, kemudian saya membuka rak yang menempel di dinding, mengambil sikat dan pasta gigi, megoleskan pasta gigi di atas sikatnya, berkumur sebentar, kemudian mulai menggosok gigi dengan gerakan maju mundur atas bawah depan belakang. Setelahnya saya berkumur. Di depan cermin saya tersenyum, memamerkan deretan gigi yang saya miliki. Dalam benak hati, saya bergumam “Ya, beginilah seharusnya semua anak Indonesia tersenyum”.

Saya kemudian mengambil laptop di atas meja, menyiapkan link google meet lalu saya teruskan ke salah seorang kenalan, Komang Ayu Sri Widyasanthi namanya. Ia adalah seorang dokter gigi muda dari Karangasem, Bali. Usianya baru 26 tahun di bulan Juni lalu. Saya dan Ayu berjanji untuk mengobrol jam 10.00 WITA. Janji kami tersebut bermula dari ketertarikan saya terhadap Gerakan Gigi Bali Sehat yang ia bentuk, yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu pemenang Satu Indonesia Award Astra 2021 dalam bidang Kesehatan bersama Gerakan Gigi Bali Sehat.

Secara pribadi, saya sangat tertarik untuk mengobrol lebih dalam tentang gerakan tersebut. Sepengalaman saya dulu, saat saya masih kecil, saya sangat sering merasa tidak percaya diri untuk tersenyum. Kata orang-orang, gigi saya waktu itu tidak sehat. Ada beberapa gigi yang berlubang dan berwarna hitam. Sehingga, ketika sedang berada di acara keluarga, entah ulang tahun sepupu atau tradisi sembahyang tahunan, sebisa mungkin saya akan minggep, tidak menunjukan gigi sama sekali, meski orang tua, kakek nenek, paman bibi, dan yang lain meminta saya untuk tersenyum sambil unjuk gigi. Tentu saya tidak mau pengalaman itu dirasakan oleh orang lain, siapapun itu, dan saat saya tahu bahwa Ayu memiliki sebuah gerakan yang berkaitan dengan gigi sehat, saya langsung menghubunginya lewat Whatsapp, mengutarakan maksud dan tujuan saya dan sebagainya. Ia juga menyambut baik maksud saya. Wah, senangnya.

Hari itu juga, saya dan Ayu akhirnya mengobrol dan berdiskusi 30 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Di menit-menit pertama, kami masih membicarakan hal yang ringan, seperti kabar masing-masing, kondisi cuaca di tempatnya dan tempat saya, juga bagaimana dulu di tahun 2019 untuk pertama kalinya kami bertemu di sebuah acara kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. Ketika membahas tentang Gerakan Gigi Bali Sehat, barulah kami agak serius, tapi tetap santai, seperti obrolan di warung kopi.

Hadiah sikat gigi dan pasta gigi untuk anak-anak | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Tahun 2018, Ayu sedang memasuki masa koas. Ia juga sedang dipusingkan dengan perkara mencari pasien dan lain-lain. Untuk me-recharge tubuh agar kembali bersemangat, ia kemudian memutuskan untuk turun melakukan aksi sosial bersama Komunitas Bali Baca Buku di sebuah sekolah dasar di tengah-tengah Desa Kintamani, Bali. Bagi Ayu, melakukan aksi sosial adalah sebuah penyegaran. Edukasi yang diberikan oleh Komunitas Bali Baca Buku dikemas dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan, seperti dengan permainan, yel-yel, dan sebagainya. Melihat anak-anak yang belajar dengan riang gembira dapat memberikan energi yang baik juga bagi dirinya. Nah, sebagai seorang mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Udayana, ia pun diminta untuk memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak di sana. Di saat menyampaikan edukasi tentang PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, ia sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh anak-anak.

Waktu itu Ayu bertanya kepada 15 orang anak yang mengikuti kelas sedukasi. “Siapa di sini yang tidak punya sikat gigi?”. Seketika semua anak di sana mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Awalnya Ayu mengira anak-anak tersebut mengangkat tangan agar mereka bisa mendapat hadiah dari kakak-kakak yang berkunjung. Ia akhirnya bertanya kembali. Semua anak ditanyakan satu per satu. Dari jawaban mereka, Ayu kemudian mengetahui hal yang lebih mengejutkan lagi. Ada beberapa anak yang mempunyai satu sikat gigi di rumahnya namun digunakan bereng-bareng bersama bapaknya, ibunya, kakaknya, dan anggota keluarga lain. Anak yang tidak punya sikat gigi menggunakan jari mereka untuk menyikat gigi. Parahnya, mereka tidak menggunakan pasta gigi, tapi menggunakan sabun mandi batangan. Ada juga yang menggunakan dedaunan untuk membersihkan gigi mereka. Ayu sendiri tidak menyangka salah satu kebutuhan primer tersebut tidak dimiliki oleh anak-anak di sana.

Foto bersama kakak-kakak Gigi Bali Sehat dan anak-anak di Kintamani | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Dari sanalah, Ayu kemudian berkeinginan untuk membuat gerakan yang bisa memfasilitasi dan mendukung kesehatan anak-anak. Di samping realita mengejutkan yang Ayu temui, ada alasan lain mengapa anak-anak menjai fokus dari gerakan yang ia buat. Bagi Ayu, anak-anak merupakan generasi penerus. Jika anak-anak sudah punya kebiasaan dan karakter sehat sejak dini, sudah pasti akan sangat berpengaruh pada kehidupannya, misal dalam pendidikan atau dalam sosial. Inilah yang kemudian menjadi titik awal Ayu bersama 4 orang temannya mendirikan sebuah gerakan atau komunitas yang diberi nama Gerakan Gigi Bali Sehat. Pertama-tama, mereka menggalang donasi dalam bentuk sikat gigi dan pasta gigi dari orang-orang terdekat, seperti anggota keluarga, sanak famili, teman-teman mahasiswa, bahkan beberapa dosen juga ada yang berdonasi. Dengan kempanye bertajuk “Satu Sikat Gigi Berarti”, Ayu dan teman-temannya berhasil mengumpulkan donasi seperti yang diharakan. Gerakan Gigi Bali Sehat pun melakukan aksi sosial perdananya di desa yang Ayu datangi sebelumnya. Gerakan Gigi Bali Sehat masih tetap bergandengan dengan Komunitas Bali Baca Buku.

Di sana, Gerakan Gigi Bali Sehat menyalurkan sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak yang membutuhkan. Tak hanya itu, mereka juga memberikan edukasi tentang bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ayu dan teman-temannya mengajarkan anak-anak bahwa sikat gigi sebaiknya dilakukan 2 kali sehari, yaitu di pagi saat baru bangun dan di malam hari sebelum tidur, pasta gigi sebaiknya digunakan sibiji jagung saja, dan berkumur sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali setelah gosok gigi agar zat flourin yang terkadung dalam pasta gigi tidak hilang. Anak-anak juga diajak untuk memperagakan cara menyikat gigi lewat alat peraga yang sudah disiapkan. Selain itu, ada juga kuis cepat tanggap lengkap dengan hadiah menarik yang diberikan bagi anak-anak yang menjawab dengan benar. Gerakan Gigi Bali Sehat melakukan aksi sosial perdananya dengan pengetahuan, keseruan, dan keceriaan.

Gerakan Gigi Bali Sehat kemudian memberikan donasi dan edukasi di berbagai daerah-daerah pelosok, seperti Kintamani, Manukaya, Desa Amed, Munti Gunung, Pemuteran, dan masih banyak lagi. Selama 3 tahun terkahir, gerakan ini sudah berbagi di hampir seluruh kabupaten yang ada di Bali, kecuali Kabupaten Jembrana. Bukan karena tidak ingin, tapi belum ada kesempatan.

Gerakan Gigi Bali Sehat juga secara konsisten memberikan edukasi di tempat-tempat yang sudah mereka kunjungi. Mereka memiliki kelas binaan, artinya edukasi diberikan tidak hanya sekali saja, tapi berkali-kali. Setiap dua minggu gerakan ini akan datang memberikan edukasi bukan hanya edukasi tentang kesehatan gigi saja, tapi juga tentang perilaku hidup sehat dan bersih lainnya. Sesekali mmeberikan pasta gigi baru kepada anak-anak jika pasta gigi sebelumnya sudah habis. Setiap 3 bulan mereka juga mengganti sikat gigi yang digunakan anak-anak. Harapan dari kelas binaan ini adalah agar anak-anak tersebut nantinya juga bisa menularkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang lain, seperti teman dan orang-orang terdekat.

Mengingat misi yang dijalankan berdampak banyak terhadap kesehatan anak baik kesehatan badan, gigi maupun lingkungan, Gerakan Gigi Bali Sehat pun mulai banyak diketahui orang. Tak jarang, Ayu dan teman-temannya mendapat undangan untuk berkolaborasi dalam kegiatan aksi sosial lyang diadakan oleh komunitas lain. Ada juga beberapa kelompok mahasiswa KKN yang mengajak bekerja sama untuk memberikan edukasi di desa tempat mereka melaksanakan KKN. Seiring berjalannya waktu, volunteer Gerakan Gigi Bali sehat pun semakin bertambah jumlahnya, Jika di awal-awal Ayu hanya berjalan bersama 4 orang temannya, namun saat ini sudah ada 75 orang yang akan mendukungnya di Gerakan Gigi Bali Sehat. 75 orang tersebut tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa kesehatan, tetapi ada juga orang dengan latar belakang pariwisata, manajemen, arsitek, dan masih banyak lagi. Gerakan Gigi Bali Sehat juga sudah memiliki beberapa donatur tetap.

Pembagian hadiah sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Ke depannya, selain tetap memberikan donasi dan edukasi di kelas-kelas binaan yang mereka miliki, dan menerima dengan senang hati ajakan atau undangan kolaborasi, Gerakan Gigi Bali Sehat juga berharap dapat memberikan penanganan kepada anak-anak yang mengalami masalah pada gigi mereka, seperti gigi yang berlubang, gigi yang sudah goyah dan lain-lain. Menurut penuturan Ayu, hal tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus didukung dengan alat dan fasilitas yang menunjang. Ayu juga berharap ke depannya seluruh volunteer Gerakan Gigi Bali Sehat dapat berkumpul bersama semuanya dan bersama-sama melakukan kegiatan dan aksi sosial. Ayu berharap anak-anak tidak ada yang kekurangan fasilitas kesehatan, tidak ada lagi yang menggunakan sikat gigi bareng-bareng bersama bapaknya, ibunya, dan yang lainnya.

Tidak terasa saya dan Ayu sudah mengobrol selama 45 menit lebih. Pada akhirnya, obrolan saya dengan Ayu tentang Gerakan Gigi bali Sehat mengajak saya untuk membuat sebuah kesimpulan. Melakukan hal kecil dapat menjadi sangat berarti bagi orang lain. Seperti sikat gigi dan pasta gigi. Bagi sebagian orang bisa jadi kedua hal tersebut tidak terlalu penting, karena bisa didapatkan di banyak tempat, di took-toko, di warung-warung, dan sebagainya. Namun, bagi orang yang ekonominya tidak beruntung, donasi sikat gigi dan pasta gigi justru dapat menambah kebahagiaan mereka. Benar kata Ayu di akhir obrolan kami “Satu sikat gigi sangat berarti”. Satu kebaikan kecil akan berarti besar. Ayu mengingatkan saya untuk tetap menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. [T]

Tags: baligigikesehatankesehatan gigi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dengan Sinergi “Ex Situ Link to In Situ”, TNBB Sukses Lepasliarkan Burung Curik Bali

Next Post

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026
Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali
Esai

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun...

by Dede Putra Wiguna
June 16, 2026
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik
Panggung

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca
Esai

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa....

by Ahmad Fatoni
June 15, 2026
Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng
Pemerintahan

Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi mengambil sumpah/janji serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi...

by tatkala
June 15, 2026
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

by Ingga Adelia
June 15, 2026
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif
Pendidikan

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I
Panggung

Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pemerintahan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati...

by tatkala
June 15, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Peed Aya PKB 2026, Seni Keberlanjutan

PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026
Ulas Pentas

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali
Ulas Rupa

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

by Oka Rusmini
June 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co