29 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Julio Saputra by Julio Saputra
December 31, 2021
in Khas
Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Memperagakan cara menyikat gigi lewat alat peraga. | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Hawa dingin yang terasa semakin menusuk akhirnya membangunkan saya dari tidur yang lelap. Saya mengucek-ngucek mata, mencoba merontokan rasa kantuk yang masih bertengger di mata kiri dan kanan, kemudian merenggangkan badan sedikit agar tidak terasa kaku. Saya melirik jam di layar ponsel. Ternyata sudah pukul 09.00 WITA. Namun matahari belum menunjukan senyumnya yang hangat. Sedari subuh hujan turun dengan sangat deras. Sesekali angin juga bertiup sangat kencang. Menjadikan suasana pagi di hari Rabu, 29 Desember 2021 di Tabanan, Bali nampak sedikit kelabu. Meski begitu, semanagtorang-orang untuk menjalani aktivitas tidak beku begitu saja. Dari balik jendela kamar kost, saya lihat para tetangga kost yang rata-rata adalah anak-anak SMK sibuk berpergian ke sana kemari. Rupanya mereka sedang mengurus berkas-berkas untuk magang di suatu tempat tertentu.

Saya pun beranjak dari atas tempat tidur, bergegas menuju wastafel. Di sana, keran yang bentuknya seperti setir kapal bajak laut saya putar pelan-pelan ke kanan. Air dingin pun mengalir dengan bebas tanpa hambatan. Dengan kedua telapak tangan, saya membasuh muka secara menyeluruh, dari pipi kanan sampai pipi kiri, dari dagu sampai dahi, kemudian saya membuka rak yang menempel di dinding, mengambil sikat dan pasta gigi, megoleskan pasta gigi di atas sikatnya, berkumur sebentar, kemudian mulai menggosok gigi dengan gerakan maju mundur atas bawah depan belakang. Setelahnya saya berkumur. Di depan cermin saya tersenyum, memamerkan deretan gigi yang saya miliki. Dalam benak hati, saya bergumam “Ya, beginilah seharusnya semua anak Indonesia tersenyum”.

Saya kemudian mengambil laptop di atas meja, menyiapkan link google meet lalu saya teruskan ke salah seorang kenalan, Komang Ayu Sri Widyasanthi namanya. Ia adalah seorang dokter gigi muda dari Karangasem, Bali. Usianya baru 26 tahun di bulan Juni lalu. Saya dan Ayu berjanji untuk mengobrol jam 10.00 WITA. Janji kami tersebut bermula dari ketertarikan saya terhadap Gerakan Gigi Bali Sehat yang ia bentuk, yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu pemenang Satu Indonesia Award Astra 2021 dalam bidang Kesehatan bersama Gerakan Gigi Bali Sehat.

Secara pribadi, saya sangat tertarik untuk mengobrol lebih dalam tentang gerakan tersebut. Sepengalaman saya dulu, saat saya masih kecil, saya sangat sering merasa tidak percaya diri untuk tersenyum. Kata orang-orang, gigi saya waktu itu tidak sehat. Ada beberapa gigi yang berlubang dan berwarna hitam. Sehingga, ketika sedang berada di acara keluarga, entah ulang tahun sepupu atau tradisi sembahyang tahunan, sebisa mungkin saya akan minggep, tidak menunjukan gigi sama sekali, meski orang tua, kakek nenek, paman bibi, dan yang lain meminta saya untuk tersenyum sambil unjuk gigi. Tentu saya tidak mau pengalaman itu dirasakan oleh orang lain, siapapun itu, dan saat saya tahu bahwa Ayu memiliki sebuah gerakan yang berkaitan dengan gigi sehat, saya langsung menghubunginya lewat Whatsapp, mengutarakan maksud dan tujuan saya dan sebagainya. Ia juga menyambut baik maksud saya. Wah, senangnya.

Hari itu juga, saya dan Ayu akhirnya mengobrol dan berdiskusi 30 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Di menit-menit pertama, kami masih membicarakan hal yang ringan, seperti kabar masing-masing, kondisi cuaca di tempatnya dan tempat saya, juga bagaimana dulu di tahun 2019 untuk pertama kalinya kami bertemu di sebuah acara kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. Ketika membahas tentang Gerakan Gigi Bali Sehat, barulah kami agak serius, tapi tetap santai, seperti obrolan di warung kopi.

Hadiah sikat gigi dan pasta gigi untuk anak-anak | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Tahun 2018, Ayu sedang memasuki masa koas. Ia juga sedang dipusingkan dengan perkara mencari pasien dan lain-lain. Untuk me-recharge tubuh agar kembali bersemangat, ia kemudian memutuskan untuk turun melakukan aksi sosial bersama Komunitas Bali Baca Buku di sebuah sekolah dasar di tengah-tengah Desa Kintamani, Bali. Bagi Ayu, melakukan aksi sosial adalah sebuah penyegaran. Edukasi yang diberikan oleh Komunitas Bali Baca Buku dikemas dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan, seperti dengan permainan, yel-yel, dan sebagainya. Melihat anak-anak yang belajar dengan riang gembira dapat memberikan energi yang baik juga bagi dirinya. Nah, sebagai seorang mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Udayana, ia pun diminta untuk memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak di sana. Di saat menyampaikan edukasi tentang PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, ia sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh anak-anak.

Waktu itu Ayu bertanya kepada 15 orang anak yang mengikuti kelas sedukasi. “Siapa di sini yang tidak punya sikat gigi?”. Seketika semua anak di sana mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Awalnya Ayu mengira anak-anak tersebut mengangkat tangan agar mereka bisa mendapat hadiah dari kakak-kakak yang berkunjung. Ia akhirnya bertanya kembali. Semua anak ditanyakan satu per satu. Dari jawaban mereka, Ayu kemudian mengetahui hal yang lebih mengejutkan lagi. Ada beberapa anak yang mempunyai satu sikat gigi di rumahnya namun digunakan bereng-bareng bersama bapaknya, ibunya, kakaknya, dan anggota keluarga lain. Anak yang tidak punya sikat gigi menggunakan jari mereka untuk menyikat gigi. Parahnya, mereka tidak menggunakan pasta gigi, tapi menggunakan sabun mandi batangan. Ada juga yang menggunakan dedaunan untuk membersihkan gigi mereka. Ayu sendiri tidak menyangka salah satu kebutuhan primer tersebut tidak dimiliki oleh anak-anak di sana.

Foto bersama kakak-kakak Gigi Bali Sehat dan anak-anak di Kintamani | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Dari sanalah, Ayu kemudian berkeinginan untuk membuat gerakan yang bisa memfasilitasi dan mendukung kesehatan anak-anak. Di samping realita mengejutkan yang Ayu temui, ada alasan lain mengapa anak-anak menjai fokus dari gerakan yang ia buat. Bagi Ayu, anak-anak merupakan generasi penerus. Jika anak-anak sudah punya kebiasaan dan karakter sehat sejak dini, sudah pasti akan sangat berpengaruh pada kehidupannya, misal dalam pendidikan atau dalam sosial. Inilah yang kemudian menjadi titik awal Ayu bersama 4 orang temannya mendirikan sebuah gerakan atau komunitas yang diberi nama Gerakan Gigi Bali Sehat. Pertama-tama, mereka menggalang donasi dalam bentuk sikat gigi dan pasta gigi dari orang-orang terdekat, seperti anggota keluarga, sanak famili, teman-teman mahasiswa, bahkan beberapa dosen juga ada yang berdonasi. Dengan kempanye bertajuk “Satu Sikat Gigi Berarti”, Ayu dan teman-temannya berhasil mengumpulkan donasi seperti yang diharakan. Gerakan Gigi Bali Sehat pun melakukan aksi sosial perdananya di desa yang Ayu datangi sebelumnya. Gerakan Gigi Bali Sehat masih tetap bergandengan dengan Komunitas Bali Baca Buku.

Di sana, Gerakan Gigi Bali Sehat menyalurkan sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak yang membutuhkan. Tak hanya itu, mereka juga memberikan edukasi tentang bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ayu dan teman-temannya mengajarkan anak-anak bahwa sikat gigi sebaiknya dilakukan 2 kali sehari, yaitu di pagi saat baru bangun dan di malam hari sebelum tidur, pasta gigi sebaiknya digunakan sibiji jagung saja, dan berkumur sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali setelah gosok gigi agar zat flourin yang terkadung dalam pasta gigi tidak hilang. Anak-anak juga diajak untuk memperagakan cara menyikat gigi lewat alat peraga yang sudah disiapkan. Selain itu, ada juga kuis cepat tanggap lengkap dengan hadiah menarik yang diberikan bagi anak-anak yang menjawab dengan benar. Gerakan Gigi Bali Sehat melakukan aksi sosial perdananya dengan pengetahuan, keseruan, dan keceriaan.

Gerakan Gigi Bali Sehat kemudian memberikan donasi dan edukasi di berbagai daerah-daerah pelosok, seperti Kintamani, Manukaya, Desa Amed, Munti Gunung, Pemuteran, dan masih banyak lagi. Selama 3 tahun terkahir, gerakan ini sudah berbagi di hampir seluruh kabupaten yang ada di Bali, kecuali Kabupaten Jembrana. Bukan karena tidak ingin, tapi belum ada kesempatan.

Gerakan Gigi Bali Sehat juga secara konsisten memberikan edukasi di tempat-tempat yang sudah mereka kunjungi. Mereka memiliki kelas binaan, artinya edukasi diberikan tidak hanya sekali saja, tapi berkali-kali. Setiap dua minggu gerakan ini akan datang memberikan edukasi bukan hanya edukasi tentang kesehatan gigi saja, tapi juga tentang perilaku hidup sehat dan bersih lainnya. Sesekali mmeberikan pasta gigi baru kepada anak-anak jika pasta gigi sebelumnya sudah habis. Setiap 3 bulan mereka juga mengganti sikat gigi yang digunakan anak-anak. Harapan dari kelas binaan ini adalah agar anak-anak tersebut nantinya juga bisa menularkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang lain, seperti teman dan orang-orang terdekat.

Mengingat misi yang dijalankan berdampak banyak terhadap kesehatan anak baik kesehatan badan, gigi maupun lingkungan, Gerakan Gigi Bali Sehat pun mulai banyak diketahui orang. Tak jarang, Ayu dan teman-temannya mendapat undangan untuk berkolaborasi dalam kegiatan aksi sosial lyang diadakan oleh komunitas lain. Ada juga beberapa kelompok mahasiswa KKN yang mengajak bekerja sama untuk memberikan edukasi di desa tempat mereka melaksanakan KKN. Seiring berjalannya waktu, volunteer Gerakan Gigi Bali sehat pun semakin bertambah jumlahnya, Jika di awal-awal Ayu hanya berjalan bersama 4 orang temannya, namun saat ini sudah ada 75 orang yang akan mendukungnya di Gerakan Gigi Bali Sehat. 75 orang tersebut tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa kesehatan, tetapi ada juga orang dengan latar belakang pariwisata, manajemen, arsitek, dan masih banyak lagi. Gerakan Gigi Bali Sehat juga sudah memiliki beberapa donatur tetap.

Pembagian hadiah sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Ke depannya, selain tetap memberikan donasi dan edukasi di kelas-kelas binaan yang mereka miliki, dan menerima dengan senang hati ajakan atau undangan kolaborasi, Gerakan Gigi Bali Sehat juga berharap dapat memberikan penanganan kepada anak-anak yang mengalami masalah pada gigi mereka, seperti gigi yang berlubang, gigi yang sudah goyah dan lain-lain. Menurut penuturan Ayu, hal tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus didukung dengan alat dan fasilitas yang menunjang. Ayu juga berharap ke depannya seluruh volunteer Gerakan Gigi Bali Sehat dapat berkumpul bersama semuanya dan bersama-sama melakukan kegiatan dan aksi sosial. Ayu berharap anak-anak tidak ada yang kekurangan fasilitas kesehatan, tidak ada lagi yang menggunakan sikat gigi bareng-bareng bersama bapaknya, ibunya, dan yang lainnya.

Tidak terasa saya dan Ayu sudah mengobrol selama 45 menit lebih. Pada akhirnya, obrolan saya dengan Ayu tentang Gerakan Gigi bali Sehat mengajak saya untuk membuat sebuah kesimpulan. Melakukan hal kecil dapat menjadi sangat berarti bagi orang lain. Seperti sikat gigi dan pasta gigi. Bagi sebagian orang bisa jadi kedua hal tersebut tidak terlalu penting, karena bisa didapatkan di banyak tempat, di took-toko, di warung-warung, dan sebagainya. Namun, bagi orang yang ekonominya tidak beruntung, donasi sikat gigi dan pasta gigi justru dapat menambah kebahagiaan mereka. Benar kata Ayu di akhir obrolan kami “Satu sikat gigi sangat berarti”. Satu kebaikan kecil akan berarti besar. Ayu mengingatkan saya untuk tetap menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. [T]

Tags: baligigikesehatankesehatan gigi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dengan Sinergi “Ex Situ Link to In Situ”, TNBB Sukses Lepasliarkan Burung Curik Bali

Next Post

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

Read moreDetails

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails
Next Post
Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali
Pendidikan

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik
Esai

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
Layar Redup, Pembelajaran Hidup
Esai

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”
Pameran

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka
Khas

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD
Pemerintahan

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

BULELENG | TATKALA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Gabungan Komisi bersama jajaran Eksekutif Pemerintah Kabupaten...

by tatkala
July 28, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Ulas Pentas

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja
Panggung

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

by Yahya Umar
July 28, 2026
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati
Ulas Rupa

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

by Angga Wijaya
July 28, 2026
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata
Khas

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
Rapat Bersama TAPD, Banggar DPRD Buleleng Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Penyehatan BUMD 
Pemerintahan

Rapat Bersama TAPD, Banggar DPRD Buleleng Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Penyehatan BUMD 

BULELENG | TATKALA.CO -- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten...

by tatkala
July 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co