2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Julio Saputra by Julio Saputra
December 31, 2021
in Khas
Gerakan Gigi Bali Sehat: “Satu Sikat Gigi Berarti”

Memperagakan cara menyikat gigi lewat alat peraga. | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Hawa dingin yang terasa semakin menusuk akhirnya membangunkan saya dari tidur yang lelap. Saya mengucek-ngucek mata, mencoba merontokan rasa kantuk yang masih bertengger di mata kiri dan kanan, kemudian merenggangkan badan sedikit agar tidak terasa kaku. Saya melirik jam di layar ponsel. Ternyata sudah pukul 09.00 WITA. Namun matahari belum menunjukan senyumnya yang hangat. Sedari subuh hujan turun dengan sangat deras. Sesekali angin juga bertiup sangat kencang. Menjadikan suasana pagi di hari Rabu, 29 Desember 2021 di Tabanan, Bali nampak sedikit kelabu. Meski begitu, semanagtorang-orang untuk menjalani aktivitas tidak beku begitu saja. Dari balik jendela kamar kost, saya lihat para tetangga kost yang rata-rata adalah anak-anak SMK sibuk berpergian ke sana kemari. Rupanya mereka sedang mengurus berkas-berkas untuk magang di suatu tempat tertentu.

Saya pun beranjak dari atas tempat tidur, bergegas menuju wastafel. Di sana, keran yang bentuknya seperti setir kapal bajak laut saya putar pelan-pelan ke kanan. Air dingin pun mengalir dengan bebas tanpa hambatan. Dengan kedua telapak tangan, saya membasuh muka secara menyeluruh, dari pipi kanan sampai pipi kiri, dari dagu sampai dahi, kemudian saya membuka rak yang menempel di dinding, mengambil sikat dan pasta gigi, megoleskan pasta gigi di atas sikatnya, berkumur sebentar, kemudian mulai menggosok gigi dengan gerakan maju mundur atas bawah depan belakang. Setelahnya saya berkumur. Di depan cermin saya tersenyum, memamerkan deretan gigi yang saya miliki. Dalam benak hati, saya bergumam “Ya, beginilah seharusnya semua anak Indonesia tersenyum”.

Saya kemudian mengambil laptop di atas meja, menyiapkan link google meet lalu saya teruskan ke salah seorang kenalan, Komang Ayu Sri Widyasanthi namanya. Ia adalah seorang dokter gigi muda dari Karangasem, Bali. Usianya baru 26 tahun di bulan Juni lalu. Saya dan Ayu berjanji untuk mengobrol jam 10.00 WITA. Janji kami tersebut bermula dari ketertarikan saya terhadap Gerakan Gigi Bali Sehat yang ia bentuk, yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu pemenang Satu Indonesia Award Astra 2021 dalam bidang Kesehatan bersama Gerakan Gigi Bali Sehat.

Secara pribadi, saya sangat tertarik untuk mengobrol lebih dalam tentang gerakan tersebut. Sepengalaman saya dulu, saat saya masih kecil, saya sangat sering merasa tidak percaya diri untuk tersenyum. Kata orang-orang, gigi saya waktu itu tidak sehat. Ada beberapa gigi yang berlubang dan berwarna hitam. Sehingga, ketika sedang berada di acara keluarga, entah ulang tahun sepupu atau tradisi sembahyang tahunan, sebisa mungkin saya akan minggep, tidak menunjukan gigi sama sekali, meski orang tua, kakek nenek, paman bibi, dan yang lain meminta saya untuk tersenyum sambil unjuk gigi. Tentu saya tidak mau pengalaman itu dirasakan oleh orang lain, siapapun itu, dan saat saya tahu bahwa Ayu memiliki sebuah gerakan yang berkaitan dengan gigi sehat, saya langsung menghubunginya lewat Whatsapp, mengutarakan maksud dan tujuan saya dan sebagainya. Ia juga menyambut baik maksud saya. Wah, senangnya.

Hari itu juga, saya dan Ayu akhirnya mengobrol dan berdiskusi 30 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Di menit-menit pertama, kami masih membicarakan hal yang ringan, seperti kabar masing-masing, kondisi cuaca di tempatnya dan tempat saya, juga bagaimana dulu di tahun 2019 untuk pertama kalinya kami bertemu di sebuah acara kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. Ketika membahas tentang Gerakan Gigi Bali Sehat, barulah kami agak serius, tapi tetap santai, seperti obrolan di warung kopi.

Hadiah sikat gigi dan pasta gigi untuk anak-anak | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Tahun 2018, Ayu sedang memasuki masa koas. Ia juga sedang dipusingkan dengan perkara mencari pasien dan lain-lain. Untuk me-recharge tubuh agar kembali bersemangat, ia kemudian memutuskan untuk turun melakukan aksi sosial bersama Komunitas Bali Baca Buku di sebuah sekolah dasar di tengah-tengah Desa Kintamani, Bali. Bagi Ayu, melakukan aksi sosial adalah sebuah penyegaran. Edukasi yang diberikan oleh Komunitas Bali Baca Buku dikemas dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan, seperti dengan permainan, yel-yel, dan sebagainya. Melihat anak-anak yang belajar dengan riang gembira dapat memberikan energi yang baik juga bagi dirinya. Nah, sebagai seorang mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Udayana, ia pun diminta untuk memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak di sana. Di saat menyampaikan edukasi tentang PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, ia sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh anak-anak.

Waktu itu Ayu bertanya kepada 15 orang anak yang mengikuti kelas sedukasi. “Siapa di sini yang tidak punya sikat gigi?”. Seketika semua anak di sana mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Awalnya Ayu mengira anak-anak tersebut mengangkat tangan agar mereka bisa mendapat hadiah dari kakak-kakak yang berkunjung. Ia akhirnya bertanya kembali. Semua anak ditanyakan satu per satu. Dari jawaban mereka, Ayu kemudian mengetahui hal yang lebih mengejutkan lagi. Ada beberapa anak yang mempunyai satu sikat gigi di rumahnya namun digunakan bereng-bareng bersama bapaknya, ibunya, kakaknya, dan anggota keluarga lain. Anak yang tidak punya sikat gigi menggunakan jari mereka untuk menyikat gigi. Parahnya, mereka tidak menggunakan pasta gigi, tapi menggunakan sabun mandi batangan. Ada juga yang menggunakan dedaunan untuk membersihkan gigi mereka. Ayu sendiri tidak menyangka salah satu kebutuhan primer tersebut tidak dimiliki oleh anak-anak di sana.

Foto bersama kakak-kakak Gigi Bali Sehat dan anak-anak di Kintamani | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Dari sanalah, Ayu kemudian berkeinginan untuk membuat gerakan yang bisa memfasilitasi dan mendukung kesehatan anak-anak. Di samping realita mengejutkan yang Ayu temui, ada alasan lain mengapa anak-anak menjai fokus dari gerakan yang ia buat. Bagi Ayu, anak-anak merupakan generasi penerus. Jika anak-anak sudah punya kebiasaan dan karakter sehat sejak dini, sudah pasti akan sangat berpengaruh pada kehidupannya, misal dalam pendidikan atau dalam sosial. Inilah yang kemudian menjadi titik awal Ayu bersama 4 orang temannya mendirikan sebuah gerakan atau komunitas yang diberi nama Gerakan Gigi Bali Sehat. Pertama-tama, mereka menggalang donasi dalam bentuk sikat gigi dan pasta gigi dari orang-orang terdekat, seperti anggota keluarga, sanak famili, teman-teman mahasiswa, bahkan beberapa dosen juga ada yang berdonasi. Dengan kempanye bertajuk “Satu Sikat Gigi Berarti”, Ayu dan teman-temannya berhasil mengumpulkan donasi seperti yang diharakan. Gerakan Gigi Bali Sehat pun melakukan aksi sosial perdananya di desa yang Ayu datangi sebelumnya. Gerakan Gigi Bali Sehat masih tetap bergandengan dengan Komunitas Bali Baca Buku.

Di sana, Gerakan Gigi Bali Sehat menyalurkan sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak yang membutuhkan. Tak hanya itu, mereka juga memberikan edukasi tentang bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Ayu dan teman-temannya mengajarkan anak-anak bahwa sikat gigi sebaiknya dilakukan 2 kali sehari, yaitu di pagi saat baru bangun dan di malam hari sebelum tidur, pasta gigi sebaiknya digunakan sibiji jagung saja, dan berkumur sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali setelah gosok gigi agar zat flourin yang terkadung dalam pasta gigi tidak hilang. Anak-anak juga diajak untuk memperagakan cara menyikat gigi lewat alat peraga yang sudah disiapkan. Selain itu, ada juga kuis cepat tanggap lengkap dengan hadiah menarik yang diberikan bagi anak-anak yang menjawab dengan benar. Gerakan Gigi Bali Sehat melakukan aksi sosial perdananya dengan pengetahuan, keseruan, dan keceriaan.

Gerakan Gigi Bali Sehat kemudian memberikan donasi dan edukasi di berbagai daerah-daerah pelosok, seperti Kintamani, Manukaya, Desa Amed, Munti Gunung, Pemuteran, dan masih banyak lagi. Selama 3 tahun terkahir, gerakan ini sudah berbagi di hampir seluruh kabupaten yang ada di Bali, kecuali Kabupaten Jembrana. Bukan karena tidak ingin, tapi belum ada kesempatan.

Gerakan Gigi Bali Sehat juga secara konsisten memberikan edukasi di tempat-tempat yang sudah mereka kunjungi. Mereka memiliki kelas binaan, artinya edukasi diberikan tidak hanya sekali saja, tapi berkali-kali. Setiap dua minggu gerakan ini akan datang memberikan edukasi bukan hanya edukasi tentang kesehatan gigi saja, tapi juga tentang perilaku hidup sehat dan bersih lainnya. Sesekali mmeberikan pasta gigi baru kepada anak-anak jika pasta gigi sebelumnya sudah habis. Setiap 3 bulan mereka juga mengganti sikat gigi yang digunakan anak-anak. Harapan dari kelas binaan ini adalah agar anak-anak tersebut nantinya juga bisa menularkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang lain, seperti teman dan orang-orang terdekat.

Mengingat misi yang dijalankan berdampak banyak terhadap kesehatan anak baik kesehatan badan, gigi maupun lingkungan, Gerakan Gigi Bali Sehat pun mulai banyak diketahui orang. Tak jarang, Ayu dan teman-temannya mendapat undangan untuk berkolaborasi dalam kegiatan aksi sosial lyang diadakan oleh komunitas lain. Ada juga beberapa kelompok mahasiswa KKN yang mengajak bekerja sama untuk memberikan edukasi di desa tempat mereka melaksanakan KKN. Seiring berjalannya waktu, volunteer Gerakan Gigi Bali sehat pun semakin bertambah jumlahnya, Jika di awal-awal Ayu hanya berjalan bersama 4 orang temannya, namun saat ini sudah ada 75 orang yang akan mendukungnya di Gerakan Gigi Bali Sehat. 75 orang tersebut tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa kesehatan, tetapi ada juga orang dengan latar belakang pariwisata, manajemen, arsitek, dan masih banyak lagi. Gerakan Gigi Bali Sehat juga sudah memiliki beberapa donatur tetap.

Pembagian hadiah sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak | Foto: Dok Gigi Bali Sehat

Ke depannya, selain tetap memberikan donasi dan edukasi di kelas-kelas binaan yang mereka miliki, dan menerima dengan senang hati ajakan atau undangan kolaborasi, Gerakan Gigi Bali Sehat juga berharap dapat memberikan penanganan kepada anak-anak yang mengalami masalah pada gigi mereka, seperti gigi yang berlubang, gigi yang sudah goyah dan lain-lain. Menurut penuturan Ayu, hal tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus didukung dengan alat dan fasilitas yang menunjang. Ayu juga berharap ke depannya seluruh volunteer Gerakan Gigi Bali Sehat dapat berkumpul bersama semuanya dan bersama-sama melakukan kegiatan dan aksi sosial. Ayu berharap anak-anak tidak ada yang kekurangan fasilitas kesehatan, tidak ada lagi yang menggunakan sikat gigi bareng-bareng bersama bapaknya, ibunya, dan yang lainnya.

Tidak terasa saya dan Ayu sudah mengobrol selama 45 menit lebih. Pada akhirnya, obrolan saya dengan Ayu tentang Gerakan Gigi bali Sehat mengajak saya untuk membuat sebuah kesimpulan. Melakukan hal kecil dapat menjadi sangat berarti bagi orang lain. Seperti sikat gigi dan pasta gigi. Bagi sebagian orang bisa jadi kedua hal tersebut tidak terlalu penting, karena bisa didapatkan di banyak tempat, di took-toko, di warung-warung, dan sebagainya. Namun, bagi orang yang ekonominya tidak beruntung, donasi sikat gigi dan pasta gigi justru dapat menambah kebahagiaan mereka. Benar kata Ayu di akhir obrolan kami “Satu sikat gigi sangat berarti”. Satu kebaikan kecil akan berarti besar. Ayu mengingatkan saya untuk tetap menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. [T]

Tags: baligigikesehatankesehatan gigi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dengan Sinergi “Ex Situ Link to In Situ”, TNBB Sukses Lepasliarkan Burung Curik Bali

Next Post

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Naga Puspa, Persembahan Bhakti Pada Sang Wiku

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co