24 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
in Khas
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

iskusi Buku ‘Kènè Kèto Musik Pop Bali’ karya I Made Adnyana di Festival Seni Bali Jani 2026│Foto: FSBJ

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.”

Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Di saat kecerdasan buatan mulai mampu menulis lirik, menyusun aransemen, hingga membantu proses produksi musik, Adnyana justru mengingatkan bahwa ada satu unsur yang tak bisa diprogram oleh mesin, yaitu rasa manusia. 

Hari itu, Senin, 20 Juli 2026, di hadapan puluhan peserta, jurnalis sekaligus akademisi I Made Adnyana berbincang bersama moderator I Ketut Eriadi Ariana dalam diskusi yang diselenggarakan Beranda Pustaka pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026. Mengusung topik “Mengupas Dinamika dan Sejarah Industri Musik Pop Bali”, diskusi tersebut mengulas buku Kènè Kèto Musik Pop Bali karya I Made Adnyana yang diterbitkan oleh Mahima pada 2020.

Suasana diskusi berlangsung santai. Percakapan bergerak dari sejarah industri musik Bali, persoalan hak cipta, perubahan pola produksi, hingga pertanyaan yang kini menggelisahkan banyak pegiat musik: apakah musik Pop Bali akan memiliki masa depan yang sama gemilangnya seperti dahulu?

Diskusi Buku ‘Kènè Kèto Musik Pop Bali’ karya I Made Adnyana di Festival Seni Bali Jani 2026│Foto: FSBJ

Adnyana menyebut, Industri musik Bali tidak pernah benar-benar diam. Ia terus bergerak mengikuti zamannya. Dari era kaset, beralih ke VCD dan DVD, hingga kini memasuki ruang digital. Namun, di balik semua perubahan medium itu, musik Bali selalu menemukan cara untuk bertahan dan beradaptasi. 

Bagi Adnyana, perubahan teknologi bukan ancaman terbesar. Justru tantangan yang lebih mendasar adalah bagaimana para musisi menghargai karya mereka sendiri.

Saat Eriadi menyinggung persoalan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Adnyana mengungkapkan bahwa masih banyak musisi Bali yang menyesal karena tidak pernah mendaftarkan karya-karyanya. Selama ini, banyak seniman lebih memilih berkarya atas dasar kecintaan pada seni dan budaya, tanpa memikirkan perlindungan hukum atas ciptaan mereka.

“Hak cipta bukan sekadar pencatatan karya semata, tetapi bagaimana kita menghargai sekaligus mengamankan karya kita. Istilahnya, sedia payung sebelum hujan,” ujar Adnyana.

Diskusi Buku ‘Kènè Kèto Musik Pop Bali’ karya I Made Adnyana di Festival Seni Bali Jani 2026│Foto: FSBJ

Pembahasan kemudian bergeser pada perubahan yang paling terasa dalam industri musik Bali, yakni hilangnya dominasi label rekaman.

Pada masa keemasan label rekaman seperti Aneka Record, Bali Record, Canting Camplung, Maharani, Jayagiri, Pregina, hingga Januadi, musik Bali memiliki jalur kurasi yang jelas. Lagu-lagu yang beredar melewati proses seleksi, diproduksi secara profesional, diputar di radio, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kini, ketika siapa pun dapat merekam lagu dari rumah dan mengunggahnya langsung ke berbagai platform digital, pertanyaan tentang kualitas menjadi kian relevan. 

Merespons pernyataan itu, Adnyana menawarkan sudut pandang menarik. “Sekarang kurator itu bukan lagi label rekaman, tetapi masyarakat.”

Jawaban itu menjadi titik balik diskusi. Jika dahulu label menentukan lagu mana yang layak dipasarkan berdasarkan pertimbangan bisnis, kini masyarakatlah yang menentukan lagu mana layak didengar berdasarkan selera.

Perubahan itu membawa konsekuensi. Musik yang barangkali dianggap sederhana, bahkan dipandang kurang berkualitas oleh para kritikus atau pengamat musik, justru bisa menjadi sangat populer karena sesuai dengan selera publik. Sebaliknya, karya yang secara musikal lebih kompleks belum tentu mendapat tempat di pasar.

“Kalau label tentu punya style yang bisa bertahan lebih lama, sementara selera masyarakat memiliki masanya sendiri dan cenderung singkat,” tutur Adnyana.

Diskusi Buku ‘Kènè Kèto Musik Pop Bali’ karya I Made Adnyana di Festival Seni Bali Jani 2026│Foto: FSBJ

Di tengah derasnya arus media sosial, fenomena lain juga menarik perhatian. Lagu-lagu lawas justru kembali hidup. Banyak generasi muda menggunakan lagu-lagu Bali lawas sebagai latar video maupun postingan foto, memperkenalkan kembali karya yang sempat tenggelam atau yang tak pernah populer kepada pendengar baru.

Bagi Adnyana, itu menunjukkan bahwa perjalanan sebuah karya seni tidak pernah benar-benar selesai.

“Karya seni itu abadi. Kalau sekarang tidak nge-top, bisa jadi nanti, atau di kemudian hari,” katanya. 

Optimisme itu sekaligus menjadi pengingat bahwa popularitas tidak selalu berjalan beriringan dengan kualitas. Ada faktor lain yang acap sukar dijelaskan.

“Tiap usaha apa pun itu, ada satu faktor yang tidak bisa diduga, yaitu keberuntungan. Seorang musisi bisa bertahun-tahun berkarya tanpa dikenal luas, sementara pendatang baru dengan lagu ‘sederhana’ justru mampu menarik perhatian publik. Begitulah dinamika industri kreatif bekerja,” jelas Adnyana.

Dari kiri ke kanan, I Made Adnyana (penulis), Wulan Dewi Saraswati (panitia), I Ketut Eriadi Ariana (moderator)│Foto: FSBJ

Ketika diskusi menyentuh perkembangan kecerdasan buatan yang kini mulai digunakan untuk membantu menciptakan lagu maupun menulis lirik, Adnyana kembali menegaskan batas yang menurutnya tidak akan pernah bisa ditembus teknologi.

“Satu yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.”

Pernyataan itu bukan penolakan terhadap teknologi. Sebaliknya, ia menjadi pengingat bahwa teknologi hanyalah alat. Di balik setiap lagu yang mampu bertahan lintas generasi, selalu ada pengalaman, kejujuran, dan emosi manusia yang menjadi ruh sebuah karya.

Adnyana sendiri bukan orang yang baru mengamati perkembangan musik Bali. Ketertarikannya pada dunia tulis-menulis telah tumbuh sejak duduk di bangku SMP, lalu membawanya masuk ke dunia jurnalistik sejak awal masa kuliah. Kariernya sebagai reporter dan redaktur bidang hiburan membuatnya lama bergelut dengan denyut musik, seni, dan film di Bali. 

Kepedulian itu kemudian melahirkan Bali Music Magazine, yang kini bertransformasi menjadi musikbali.com, sekaligus mendorongnya menggagas berbagai ajang apresiasi bagi insan musik Bali, seperti Gita Denpost Award dan Malam Anugerah Musik Bali. Atas konsistensinya mengawal ekosistem musik dan kritik seni, ia menerima penghargaan Bali Jani Nugraha pada 2019. Kini, di sela aktivitasnya sebagai dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), Adnyana tetap aktif mendokumentasikan perjalanan para seniman Bali melalui podcast di kanal YouTube Oke Made. 

Menjelang akhir diskusi, satu hal menjadi jelas. Teknologi akan terus berubah, begitu pula cara musik diproduksi dan didistribusikan. Namun, masa depan musik Pop Bali tetap ditentukan oleh karya yang jujur, masyarakat yang mengapresiasi, dan nurani yang menghidupkannya.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Beranda PustakaFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026I Made AdnyanaKènè Kèto Musik Pop Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Next Post

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

Read moreDetails

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
0
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

Read moreDetails

Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

LOMBA Menyanyi Lagu Pop Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 berlangsung bak "perang bintang". Hampir seluruh...

Read moreDetails

BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

 “Hari ini kalian mungkin berpikir narkoba itu urusan orang lain. Padahal, yang dibutuhkan pengedar hanya satu celah, yaitu rasa penasaran.”...

Read moreDetails

Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SORAK-sorai ratusan murid baru memenuhi Aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sesekali tepuk tangan bergemuruh tatkala acara diselingi penampilan...

Read moreDetails
Next Post
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis
Khas

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.
Ulas Rupa

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

by Angga Wijaya
July 24, 2026
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali
Khas

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu
Ulas Rupa

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

by Hartanto
July 24, 2026
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Panggung

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Malam Keakraban Berbuntut Teror

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

by Chusmeru
July 23, 2026
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin
Khas

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
Kosmologi Sulur Wayan Setem
Ulas Rupa

Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

by Hartanto
July 23, 2026
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma
Esai

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026
Ulas Pentas

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

by Chandra Manikan
July 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co