25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Jaswanto by Jaswanto
February 8, 2023
in Khas, Pilihan Editor
Pram dan Kaitannya Dengan Bali

Pendiri TBK Agung Alit dan pesepeda Made Wirya berpose dengan latar lukisan foto Pramoedya Ananta Toer di Taman Baca Kesiman, Denpasar. | Foto: Made Wirya

DI SEBUAH tembok pada teras Taman Baca Kesiman (TBK), Denpasar, terpampang lukisan foto Pramoedya Ananta Toer dengan ukuran besar.  Kalau tak salah lihat, di tempat itu tak ada lukisan lain sebesar lukisan foto Pram.

Atau, barangkali, tidak ada di tempat lain di Bali, lukisan foto Pram dipajang sebesar dan semenonjol di TBK. Alasannya mungkin karena Pram bukan tokoh Bali, bukan pula tokoh yang kerap diperkenalkan oleh guru-guru di sekolah.

Pram mungkin tak terkenal di Bali, kecuali di lingkungan sastra dan akademisi yang bergelut di bidang sastra. Namun  TBK, sebagai tempat berkumpulnya para intelektual muda di Bali, tentu punya alasan penting memperkenalkan sosok Pram kepada anak-anak muda Bali, atau kepada siapa pun yang datang ke TBK.    

TBK barangkali hendak menyampaikan pesan penting bahwa sosok Pram amat penting dikenal oleh orang Bali. Bukan hanya dikenal wajah Pram melalui foto, tapi juga dikenal pemikiran Pram melalui buku-buku dan diskusi. Buku tentang Pram, atau buku yang ditulis Pram, bisa dibaca di TBK.

Pram barangkali tidak punya kaitan langsung dengan Bali, tapi apa-apa yang ia pikirkan, dan apa-apa yang ia perjuangkan, penting diketahui oleh Bali.  Apalagi, untuk urusan-urusan sastra, Pram adalah tokoh yang mengenal Bali.

***

Bulan Februari ini orang-orang mengingat Pramoedya Ananta Toer. Ia sosok penting dalam sejarah sastra Indonesia. Ia  sastrawan besar dengan karya fenomenalnya, Tetralogi Pulau Buru: Bumi Manusia (1980), Anak Semua Bangsa (1980), Jejak Langkah (1985), dan Rumah Kaca (1988). Kakak kandung Soesilo Toer ini lahir pada 6 Februari 1925 dan berpulang pada 30 April 2006.

Ada fakta menarik, yang mungkin tak banyak orang tahu, tentang Pram. Fakta bahwa sosok Pram─sastrawan dengan corak realisme sosialis─ternyata memiliki ketertarikan dengan Bali. Ia mengaku kagum dengan Pandji Tisna dan Untung Surapati.

Kagum dengan novel Pandji Tisna

Made Sujaya, seorang Kritikus Sastra dari Bali sempat membeberkan pengetahuan tentang Pram dan keterkaitannya dengan Bali. 

Menurut Sujaya, Pram mengagumi salah satu novel Pandji Tisna, 𝘐 𝘚𝘸𝘢𝘴𝘵𝘢 𝘚𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘉𝘦𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶.

>>>

Sebagaimana dituangkan dalam buku 𝘉𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘒𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘗𝘰𝘭𝘪𝘵𝘪𝘬 (2008: 90), Pram menyebut novel Pandji Tisna itu berbeda dengan novel-novel Balai Pustaka lainnya. Jika novel-novel yang ditulis orang Melayu itu berkisah tentang kawin paksa, novel Pandji Tisna mengungkap tentang sikap ksatria dan patriotisme.

Wajar jika Pram kagum dengan novel 𝘐 𝘚𝘸𝘢𝘴𝘵𝘢 𝘚𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘉𝘦𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶. Pasalnya, menurut Sujaya, novel itu memang berkisah tentang perjuangan sosok seorang sudra yang dengan gagah berani dan mandiri mampu mencapai puncak sebagai orang kepercayaan raja. Satu prototipe tokoh yang disukai Pram.

Mengagumi Untung Surapati

Made Sujaya juga menyebut bahwa Pram mengagumi sosok pahlawan dari Bali, Untung Surapati.

Meski seorang budak, menurut Pram, Surapati cerdik dan berani. Kecerdikan dan keberaniannya itu membuatnya bisa membentuk pasukan dan menghalau kekuasaan kolonial Belanda.

Surapati, kata Pram sebagaimana dikutip Darma Putra dalam buku 𝘉𝘢𝘭𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘒𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘗𝘰𝘭𝘪𝘵𝘪𝘬, merupakan “orang bawah yang bisa mandiri […] bahwa dia kalah, memang zamannya zaman kemenangan penjajah.

 “Itu sebabnya, bagi Pram, Untung Surapati merupakan sumbangan Bali terhadap perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Masih menurut Pram, dalam perjuangan nasional melawan imperialisme-kolonialisme, rakyat Bali termasuk paling gigih,” kata Sujaya.

Menulis Calon Arang

Pram menulis tentang legenda Calon Arang dengan judul, Cerita Calon Arang: Simanis Bergigi Emas. Cerita Calon Arang adalah cerita yang sangat lekat dengan masyarakat Bali. Secara tidak langsung, cerita Calon Arang yang ditulis Pram bisa saja memiliki kaitan dengan filosofi kehidupan orang Bali, terutama dalam dunia seni dan sastra.

>>>

Di Bali, Calon Arang atau Calonarang diceritakan secara turun-temurun. Tidak jarang kisah Calon Arang dibawakan dalam drama maupun sendratari. Kisah Calon Arang memiliki hubungan dengan makhluk mitologi Leak. Bahkan dapat dikatakan kisah Calon Arang menjadi cerita asal-usul keberadaan Leak di Bali.

Untuk itulah, penting orang Bali untuk membaca Cerita Calon Arang: Simanis Bergigi Emas yang ditulis Pram. Siapa tahu dengan membaca cerita itu, kisah-kisah pencalonarangan di Bali bisa menjadi makin kaya. [T]

Mengenal Kembali Sosok Panji Tisna: Kaitan antara Biografi, Proses Kreatif, dan Karya-karyanya
Mengenang Pandji Tisna, Pujangga Besar yang Sepi dari Upacara Peringatan
Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi
Cita-cita Toya Bungkah, Cita-cita Kebudayaan Bangsa Indonesia
Tags: baliPramoedya Ananta ToersastraSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yowana Desa Adat Padangtegal Gagas Pawai Ogoh-Ogoh dengan Tema “Bhuta Rupa”

Next Post

Desa Wisata Pemuteran Raih Penghargaan dari ASEAN Tourism Standard

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails
Next Post
Desa Wisata Pemuteran Raih Penghargaan dari ASEAN Tourism Standard

Desa Wisata Pemuteran Raih Penghargaan dari ASEAN Tourism Standard

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co