28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 4, 2025
in Panggung
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Para tim UVJF 2025 saat closing ceremony (2/8)│Foto: tatkala.co/Dede

“JAZZ itu bukan sebatas aliran, tapi perlawanan dan kebebasan,” ujar seorang pria uzur sambil mengangguk pelan di Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025.

Selama dua hari perhelatannya, Jumat–Sabtu, 1–2 Agustus 2025, festival ini tidak menawarkan nama-nama besar, tidak ada panggung megah dengan tata cahaya dramatis, tidak ada gimmick panggung yang berlebihan, yang ada hanya musik, percakapan improvisasi antar-musisi, dan penonton yang datang bukan untuk bersorak, tapi untuk mendengarkan. Di sinilah, di UVJF 2025, saya menemukan sesuatu yang mulai langka: festival jazz yang benar-benar jazz.

Jazz memang lahir bukan dari kemewahan. Ia tumbuh pada awal abad ke-20 di New Orleans, sebagai percampuran budaya Afrika, Eropa, dan budaya rakyat Amerika. Improvisasi spontan, ritme swing, serta dialog musikal yang bebas namun disiplin adalah ciri khasnya. Dari bebop yang rumit hingga fusion yang berani menggabungkan rock dan elektronik, jazz terus berevolusi. Tapi satu hal yang tetap sama adalah semangat kebebasan, eksperimen, dan komunikasi antar-musisi—itulah napas jazz yang sesungguhnya.

Para penikmat jazz dari berbagai negeri di UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, banyak festival yang mengaku sebagai “festival jazz” justru kehilangan roh tersebut. Nama-nama populer yang bahkan tak bermain jazz dijadikan magnet utama. Musik jadi latar belakang, bukan pusat perhatian. Panggung dibangun besar, tata cahaya mencolok, dan di antara penonton, lebih banyak terlihat selfie dan sorakan daripada konsentrasi mendalam pada musik. Bukan berarti salah, festival memang butuh massa. Tapi pada titik tertentu, istilah ‘jazz’ seperti kehilangan makna, hanya menjadi label demi gengsi, agar terlihat acara berkelas.

Di tengah situasi seperti itu, UVJF memilih jalur berbeda. Sejak pertama kali dihelat pada 2013, festival ini memang tidak dirancang sebagai tontonan massal. Ia adalah ruang untuk mendengarkan, belajar, dan mengeksplorasi.

Tahun ini adalah kali ketiga UVJF dilaksanakan di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel by Marriott di Mawang, Lodtunduh, Ubud. Kapasitas maksimal hanya sekitar 2.500 orang per hari, tapi angka itu jarang tercapai. Tak banyak penonton lokal, kebanyakan adalah wisatawan asing, duduk santai di kursi plastik atau lesehan di tikar, mereka benar-benar menyimak, bukan sekadar hadir.

UVJF juga tidak dikurasi untuk selera pasar. Kuratornya adalah musisi jazz dan sound engineer andal—Yuri Mahatma dan Anom Darsana—yang sejak awal menanamkan semangat bahwa festival ini adalah ruang musik jazz lintas benua. Musisi yang tampil bukan selebritas, melainkan penekun jazz: mereka yang mungkin asing di telinga awam, tapi membawa suara jujur dari negeri asalnya. Salah satunya, duo Jazz Steps dari Vietnam yang memadukan jazz modern dengan warna musik rakyat mereka.

Penampilan Galaksi Big Band di Giri Stage (2/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Gustu Brahmanta (drum) saat berkolaborasi dengan Jazz Steps (1/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan idealis semacam itu tentu punya konsekuensi. Perhelatan UVJF sedari edisi awal nyaris tak menguntungkan secara finansial. Festival ini bisa dikatakan ‘besar pasak daripada tiang’. Tapi dorongan untuk menciptakan ruang yang setia pada semangat jazz tak pernah surut. Mereka terus bertahan bukan hanya untuk perayaan tahunan, tapi untuk menjaga ekosistem: memberi ruang pada pegiat, mempertemukan pecinta, dan memperkenalkan jazz pada telinga-telinga baru—hingga musik ini tumbuh sebagai budaya yang hidup, dinamis, dan terus relevan.

Di era ketika hampir semua hal dipoles demi tampil megah dan viral, UVJF terasa seperti antitesis yang menyejukkan. Ia kecil tapi dalam, sederhana tapi bermakna. Jazz di sini bukan sekadar genre, tapi cara memperlakukan musik: sebagai dialog, eksplorasi, dan kejujuran yang tak bisa dikompromikan. Mungkin karena itulah UVJF terasa sangat jazz—bukan jazz yang riuh atau artifisial, tapi jazz yang tumbuh pelan-pelan, di antara keteduhan Ubud dan penonton yang mendengarkan dengan hati terbuka.

Para tim UVJF 2025 saat closing ceremony (2/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Namun, sebagian orang turut mempertanyakan, sampai kapan idealisme tersebut bisa dipertahankan? Apakah UVJF akan terus menjadi festival dengan semangat benar-benar jazz? Ataukah pada akhirnya juga akan menyerah pada arus pasar dan menambah satu lagi festival dengan embel-embel jazz?

Perjalanan UVJF sampai pada perhelatan ke-12 ini tentu tidak mudah. Bukan soal teknis, bukan hanya soal biaya atau konsep acara. Tapi tentang bagaimana terus menjaga semangat, merawat ruang, menghidupkan musik, dan membuktikan bahwa jazz adalah musik untuk semua. Beberapa musisi jazz yang saya temui di UVJF berkata seragam: jazz akan terus bergerak, bertahan, dan berkembang, asal diberi ruang untuk tetap jujur.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di Antara Gending dan Tapping
Mahanada di UVJF 2025: Bukan Sekadar Anak Muda Bernyanyi Jazz, Tapi Generasi Penerus Jazz
Santai, Tapi Menggoda, Jazz Intim Smokey Chamber Trio di UVJF 2025
Jazz Jadi Milik Semua: Malam East West European Jazz Orchestra dan Dian Pratiwi di Sthala UVJF 2025
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’
Tags: Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025Ubud Village Jazz FestivalUVJF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Next Post

Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

by tatkala
October 28, 2026
0
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post
Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Sesuhunan Desa Adat Kebon-Tegallalang Mesolah di Pura Dalem Agung Padangtegal dan Cerita Barong Macan Dibelit Ular

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co