2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 4, 2025
in Panggung
Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Balawan di Sthala Ubud Village Jazz Festival (2/8)│Foto: tatkala.co/Dede

BARANGKALI, selama dua hari perhelatan Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025, inilah pertunjukan paling ramai dan semarak. Bukan karena bintang jazz luar negeri yang tampil, tetapi karena hadirnya seorang musisi Bali yang telah melanglang buana di panggung internasional. Ia adalah I Wayan Balawan, musisi jazz asal Batuan, Sukawati, Gianyar, yang dikenal piawai memadukan jazz dengan gamelan Bali—jazz fusion.

Kala itu, Sabtu, 2 Agustus 2025, saat waktu menunjukkan pukul 18.30 Wita, para penonton sudah ramai memadati Subak Stage, sebagian dari mereka menanti pertunjukan yang sejak awal sudah mereka tandai dalam agenda UVJF 2025, yaitu penampilan dari Balawan.

Balawan lahir pada 9 September 1973 di tengah keluarga seniman tradisional Bali. Dari kecil, gamelan sudah menjadi bagian hidupnya. Namun pada usia delapan tahun, arah hidupnya mulai bergeser ketika belajar gitar. Ketertarikan pada musik modern, terutama rock, membawanya membentuk band bernama Maxel saat berusia 12 tahun. Di era 1980-an, Maxel cukup dikenal di Bali dan tampil sejajar dengan band-band rock besar kala itu, seperti Harley Angels—pemenang Festival Rock Indonesia I yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour pada tahun 1984 di Surabaya.

Balawan di Sthala Ubud Village Jazz Festival│Foto: tatkala.co/Dede

Singkat cerita, setelah lulus dari SMAN 1 Denpasar, Balawan melanjutkan pendidikannya di Australian Institute of Music pada 1993 lewat program beasiswa. Di sana ia mendalami musik jazz dan berbagai teknik permainan gitar, termasuk teknik tapping—cara bermain gitar menggunakan kedua tangan di atas fretboard layaknya bermain piano.

Ia kemudian mengembangkan teknik ini menjadi eight-finger tapping, memungkinkan dirinya memainkan melodi dan harmoni secara bersamaan dengan delapan jari, bahkan di atas gitar double-neck. Karena itu pula, ia menjadi gitaris Asia pertama yang mampu memainkan tapping delapan jari pada gitar jenis double-neck secara bersamaan.

Sekembalinya ke Bali, Balawan membentuk Batuan Ethnic Fusion, proyek yang menggabungkan gitar, bass, piano, drum dengan gamelan Bali. Tentu saja, menggabungkan jazz dengan gamelan Bali bukan perkara mudah.

Jazz umumnya berbasis diatonik dan bisa dimainkan dalam berbagai tempo, sedangkan gamelan Bali berbasis pentatonik dan cenderung cepat. Tantangan terbesar adalah menyamakan tempo dan menyatukan sistem tangga nada yang berbeda. Namun, Balawan berhasil menemukan jalan tengah, yaitu dengan memasukkan unsur jazz ke dalam gamelan, dan sebaliknya, tanpa kehilangan karakter keduanya.

Balawan memainkan harmonika di hadapan penonton│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi ke UVJF 2025, penampilan Balawan malam itu membuktikan semuanya. Kecepatan jari-jari, ketepatan nada, dan keharmonisan dengan gamelan membuat penonton terkesima.

Tak heran jika penampilan Balawan menjadi yang paling padat penonton di Subak Stage sepanjang dua hari perhelatan festival. Sorak sorai dan standing applause mengiringi tiap akhir lagu, menandakan apa yang mereka saksikan bukan sekadar konser, melainkan pengalaman musikal yang langka.

“Balawan, it’s a great performance, I like your show,” ujar seorang penonton asing sambil menyalami sang gitaris selepas tampil.

Seperti aliran Sungai Wos yang mengalir tanpa sekat di bawah Subak Stage, begitu pula permainan Balawan malam itu—mengalir, luwes, dan hidup. Nada-nada gitar selaras menyatu dengan gending gamelan, menciptakan dialog musik yang tak banyak bisa ditiru oleh musisi lain.

Para penonton yang menyaksikan Balawan di UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Kolaborasi Balawan bersama Jiyestha di UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Tak hanya asyik tampil bersama timnya, Balawan juga turut mengajak anaknya, Jiyestha, naik ke panggung dan menyumbangkan suara dalam beberapa lagu. Ibarat pepatah lama, ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’, kolaborasi ayah dan anak itu menambah kehangatan malam yang telah penuh semangat. Salah satu lagu enerjik yang dibawakan Jiyestha adalah “I Feel Good” dari James Brown, membuat semua penonton turut berjoget dari masing-masing tempat duduk. Barangkali dalam hati mereka ada perasaan ingin berjingkrak-jingkrak, namun mereka tetap menjaga batasan, mengingat ini adalah festival jazz.

Meski terdengar sempurna, Balawan mengaku tak banyak melakukan persiapan. Sehari sebelumnya, ia baru saja tampil di Bandung bersama Trisum, trio gitaris jazz Indonesia bersama Dewa Budjana dan Tohpati. Tapi karena lagu-lagu yang ia bawakan sudah sering ditampilkan di berbagai panggung, Balawan mengaku tidak ada hambatan untuk tampil di UVJF.

Di tengah pertunjukan, ia juga melibatkan penonton lewat candaan dan sesi interaktif. Setelah menyetel auto-tune, ia mengajak penonton bernyanyi, menjawab pertanyaan seputar asal-usul, makanan kesukaan, hingga hal-hal sederhana lainnya. Cara ini menunjukkan bahwa jazz bukan hanya musik yang serius tetapi bisa cair, inklusif, dan menyenangkan.

Balawan ketika melibatkan penonton dalam repertoarnya│Foto: tatkala.co/Dede

“Sekarang kita harus pintar, apalagi pasar jazz tidak terlalu banyak. Jadi kita harus pintar menunjukkan ke orang bahwa jazz tidak hanya ribet, tapi juga punya sisi entertain atau menghibur. Kita harus terus belajar, bahkan saya pun masih belajar,” ujar Balawan dengan rendah hati.

Menurutnya, apresiasi penonton yang sebagian besar adalah wisatawan asing terasa tinggi dan tulus. “Senang ya, karena di sini orang banyak yang ingin menonton jazz. Audience-nya juga 90 persen orang luar. Jadi saya rasa apresiasinya lebih tinggi, istilahnya, mereka menanti apa yang akan ditampilkan di hadapan mereka.”

Balawan ketika melibatkan penonton dalam repertoarnya│Foto: tatkala.co/Dede

Balawan juga turut menyampaikan pesan dan harapan bagi masa depan festival jazz di Indonesia, khususnya UVJF: “Yang jelas harus seimbang. Selain menghibur, juga harus mengedukasi. Membuat masyarakat yang belum tahu menjadi tahu. Makanya di Bali itu ada Dewi Saraswati (Dewi ilmu pengetahuan), membawa gitar. Jadi di musik itu, ‘the more you learn, the more you know anything’. Musik itu terus berkembang, dan kita harus mengikutinya,” tandasnya.

Penampilan Balawan malam itu menegaskan bahwa jazz bukan hanya milik satu bangsa, satu warna kulit, ataupun satu aliran. Jazz pada dasarnya adalah perlawanan dan kebebasan, ia bisa berdialog dengan siapa dan apapun, termasuk gamelan Bali. Dan malam itu, di UVJF 2025, sebagian orang telah melihat bentuk jazz yang paling jujur dari Balawan: eksploratif, inklusif, dan berakar.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Mahanada di UVJF 2025: Bukan Sekadar Anak Muda Bernyanyi Jazz, Tapi Generasi Penerus Jazz
Santai, Tapi Menggoda, Jazz Intim Smokey Chamber Trio di UVJF 2025
Jazz Jadi Milik Semua: Malam East West European Jazz Orchestra dan Dian Pratiwi di Sthala UVJF 2025
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’
Tags: I Wayan BalawanUbud Village Jazz FestivalUVJF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater sebagai Liturgi Sosial (Perspektif Sosiologis-Filosofis)

Next Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co