14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 4, 2025
in Panggung
Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Balawan di Sthala Ubud Village Jazz Festival (2/8)│Foto: tatkala.co/Dede

BARANGKALI, selama dua hari perhelatan Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025, inilah pertunjukan paling ramai dan semarak. Bukan karena bintang jazz luar negeri yang tampil, tetapi karena hadirnya seorang musisi Bali yang telah melanglang buana di panggung internasional. Ia adalah I Wayan Balawan, musisi jazz asal Batuan, Sukawati, Gianyar, yang dikenal piawai memadukan jazz dengan gamelan Bali—jazz fusion.

Kala itu, Sabtu, 2 Agustus 2025, saat waktu menunjukkan pukul 18.30 Wita, para penonton sudah ramai memadati Subak Stage, sebagian dari mereka menanti pertunjukan yang sejak awal sudah mereka tandai dalam agenda UVJF 2025, yaitu penampilan dari Balawan.

Balawan lahir pada 9 September 1973 di tengah keluarga seniman tradisional Bali. Dari kecil, gamelan sudah menjadi bagian hidupnya. Namun pada usia delapan tahun, arah hidupnya mulai bergeser ketika belajar gitar. Ketertarikan pada musik modern, terutama rock, membawanya membentuk band bernama Maxel saat berusia 12 tahun. Di era 1980-an, Maxel cukup dikenal di Bali dan tampil sejajar dengan band-band rock besar kala itu, seperti Harley Angels—pemenang Festival Rock Indonesia I yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour pada tahun 1984 di Surabaya.

Balawan di Sthala Ubud Village Jazz Festival│Foto: tatkala.co/Dede

Singkat cerita, setelah lulus dari SMAN 1 Denpasar, Balawan melanjutkan pendidikannya di Australian Institute of Music pada 1993 lewat program beasiswa. Di sana ia mendalami musik jazz dan berbagai teknik permainan gitar, termasuk teknik tapping—cara bermain gitar menggunakan kedua tangan di atas fretboard layaknya bermain piano.

Ia kemudian mengembangkan teknik ini menjadi eight-finger tapping, memungkinkan dirinya memainkan melodi dan harmoni secara bersamaan dengan delapan jari, bahkan di atas gitar double-neck. Karena itu pula, ia menjadi gitaris Asia pertama yang mampu memainkan tapping delapan jari pada gitar jenis double-neck secara bersamaan.

Sekembalinya ke Bali, Balawan membentuk Batuan Ethnic Fusion, proyek yang menggabungkan gitar, bass, piano, drum dengan gamelan Bali. Tentu saja, menggabungkan jazz dengan gamelan Bali bukan perkara mudah.

Jazz umumnya berbasis diatonik dan bisa dimainkan dalam berbagai tempo, sedangkan gamelan Bali berbasis pentatonik dan cenderung cepat. Tantangan terbesar adalah menyamakan tempo dan menyatukan sistem tangga nada yang berbeda. Namun, Balawan berhasil menemukan jalan tengah, yaitu dengan memasukkan unsur jazz ke dalam gamelan, dan sebaliknya, tanpa kehilangan karakter keduanya.

Balawan memainkan harmonika di hadapan penonton│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi ke UVJF 2025, penampilan Balawan malam itu membuktikan semuanya. Kecepatan jari-jari, ketepatan nada, dan keharmonisan dengan gamelan membuat penonton terkesima.

Tak heran jika penampilan Balawan menjadi yang paling padat penonton di Subak Stage sepanjang dua hari perhelatan festival. Sorak sorai dan standing applause mengiringi tiap akhir lagu, menandakan apa yang mereka saksikan bukan sekadar konser, melainkan pengalaman musikal yang langka.

“Balawan, it’s a great performance, I like your show,” ujar seorang penonton asing sambil menyalami sang gitaris selepas tampil.

Seperti aliran Sungai Wos yang mengalir tanpa sekat di bawah Subak Stage, begitu pula permainan Balawan malam itu—mengalir, luwes, dan hidup. Nada-nada gitar selaras menyatu dengan gending gamelan, menciptakan dialog musik yang tak banyak bisa ditiru oleh musisi lain.

Para penonton yang menyaksikan Balawan di UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Kolaborasi Balawan bersama Jiyestha di UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Tak hanya asyik tampil bersama timnya, Balawan juga turut mengajak anaknya, Jiyestha, naik ke panggung dan menyumbangkan suara dalam beberapa lagu. Ibarat pepatah lama, ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’, kolaborasi ayah dan anak itu menambah kehangatan malam yang telah penuh semangat. Salah satu lagu enerjik yang dibawakan Jiyestha adalah “I Feel Good” dari James Brown, membuat semua penonton turut berjoget dari masing-masing tempat duduk. Barangkali dalam hati mereka ada perasaan ingin berjingkrak-jingkrak, namun mereka tetap menjaga batasan, mengingat ini adalah festival jazz.

Meski terdengar sempurna, Balawan mengaku tak banyak melakukan persiapan. Sehari sebelumnya, ia baru saja tampil di Bandung bersama Trisum, trio gitaris jazz Indonesia bersama Dewa Budjana dan Tohpati. Tapi karena lagu-lagu yang ia bawakan sudah sering ditampilkan di berbagai panggung, Balawan mengaku tidak ada hambatan untuk tampil di UVJF.

Di tengah pertunjukan, ia juga melibatkan penonton lewat candaan dan sesi interaktif. Setelah menyetel auto-tune, ia mengajak penonton bernyanyi, menjawab pertanyaan seputar asal-usul, makanan kesukaan, hingga hal-hal sederhana lainnya. Cara ini menunjukkan bahwa jazz bukan hanya musik yang serius tetapi bisa cair, inklusif, dan menyenangkan.

Balawan ketika melibatkan penonton dalam repertoarnya│Foto: tatkala.co/Dede

“Sekarang kita harus pintar, apalagi pasar jazz tidak terlalu banyak. Jadi kita harus pintar menunjukkan ke orang bahwa jazz tidak hanya ribet, tapi juga punya sisi entertain atau menghibur. Kita harus terus belajar, bahkan saya pun masih belajar,” ujar Balawan dengan rendah hati.

Menurutnya, apresiasi penonton yang sebagian besar adalah wisatawan asing terasa tinggi dan tulus. “Senang ya, karena di sini orang banyak yang ingin menonton jazz. Audience-nya juga 90 persen orang luar. Jadi saya rasa apresiasinya lebih tinggi, istilahnya, mereka menanti apa yang akan ditampilkan di hadapan mereka.”

Balawan ketika melibatkan penonton dalam repertoarnya│Foto: tatkala.co/Dede

Balawan juga turut menyampaikan pesan dan harapan bagi masa depan festival jazz di Indonesia, khususnya UVJF: “Yang jelas harus seimbang. Selain menghibur, juga harus mengedukasi. Membuat masyarakat yang belum tahu menjadi tahu. Makanya di Bali itu ada Dewi Saraswati (Dewi ilmu pengetahuan), membawa gitar. Jadi di musik itu, ‘the more you learn, the more you know anything’. Musik itu terus berkembang, dan kita harus mengikutinya,” tandasnya.

Penampilan Balawan malam itu menegaskan bahwa jazz bukan hanya milik satu bangsa, satu warna kulit, ataupun satu aliran. Jazz pada dasarnya adalah perlawanan dan kebebasan, ia bisa berdialog dengan siapa dan apapun, termasuk gamelan Bali. Dan malam itu, di UVJF 2025, sebagian orang telah melihat bentuk jazz yang paling jujur dari Balawan: eksploratif, inklusif, dan berakar.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Mahanada di UVJF 2025: Bukan Sekadar Anak Muda Bernyanyi Jazz, Tapi Generasi Penerus Jazz
Santai, Tapi Menggoda, Jazz Intim Smokey Chamber Trio di UVJF 2025
Jazz Jadi Milik Semua: Malam East West European Jazz Orchestra dan Dian Pratiwi di Sthala UVJF 2025
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’
Tags: I Wayan BalawanUbud Village Jazz FestivalUVJF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater sebagai Liturgi Sosial (Perspektif Sosiologis-Filosofis)

Next Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails
Next Post
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co