3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
June 4, 2025
in Kuliner
Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Crepes Lalapooh di Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Gangga

SORE menjelang malam di Pasar Senggol, di Pelabuhan Tua Buleleng, selalu tercium satu aroma khas yang menguar: adonan tipis berbahan tepung terigu yang dibalurkan mentega panas dan meleleh bersama cokelat, susu, atau keju. Di tengah gemerlap lampu-lampu tenda dan deru motor yang silih berganti, sebuah lapak sederhana bernama Crepes Lalapooh berdiri teguh.

Dijalankan oleh pasangan suami-istri, Jakaria dan Faridah, usaha ini tak sekadar tentang menjual makanan ringan, tetapi juga tentang bertahan hidup, membesarkan anak, dan menjaga mimpi tetap hidup meski dunia tak selalu ramah.

Plang masuk ke Pasar senggol, Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Gangga

Nama Lalapooh, sebagai ikon lapak itu, bukanlah sekadar tempelan. Ia lahir dari kenangan manis tentang anak-anak mereka yang dulu begitu gemar menonton Teletubbies—tokoh televisi anak-anak yang penuh warna dan tawa.

“Kami ingin nama yang dekat dengan anak-anak. Biar gampang diingat,” ujar Faridah sambil mengoleskan selai blueberry di atas adonan yang mulai mengering.

Usaha ini bukan datang secepat membalik telapak tangan. Mereka memulai perjalanan bisnis ini pada tahun 2010, dengan segala keterbatasan. Sebelum crepes, mereka sempat mencoba peruntungan dengan menjual rujak. Namun hidup berkata lain. Jalan membawa mereka pada sebuah restoran, tempat mereka bekerja selama beberapa tahun.

Lapak Crepes Lalapooh | Foto: Gangga

Di sana, di restoran itu, bukan hanya pengalaman yang mereka peroleh, melainkan juga warisan yang tak ternilai: sebuah resep crepes dari sang pemilik restoran, yang harus menutup usahanya karena berpindah profesi menjadi pegawai pemerintah. Resep inilah yang kini menjadi napas bagi Crepes Lalapooh.

Awal jualan? Jangan bayangkan gerobak permanen atau lapak beratap tenda. Mereka hanya bermodalkan sepeda motor dan semangat baja. Setiap pagi hingga sore, mereka menyusuri kota Singaraja, singgah dari satu sekolah ke sekolah lainnya: SMP Negeri 1 Singaraja, SD Negeri 1 Paket Agung, hingga SMP Negeri 2 Singaraja. Setiap anak yang pulang sekolah adalah potensi pembeli. Dan setiap sen yang terkumpul adalah langkah menuju cita-cita: menyekolahkan anak-anak mereka.

Kini, mereka berjualan di lokasi yang lebih tetap, Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng, setiap hari dari pukul 17.00 hingga 22.00 malam. Tak lagi berpindah-pindah, namun tak berarti perjuangan mereka berkurang. Dengan sabar, mereka melayani satu per satu pelanggan, membuat crepes pesanan dengan takaran yang presisi namun penuh kasih.

Jakaria sedang menyiapkan pesanan | Foto: Gangga

Menunya? Jangan remehkan warung kecil ini. Variannya nyaris seperti buku menu restoran.

Mulai dari Crepes Rp5.000 dengan rasa susu, cokelat, blueberry, stroberi, hingga nanas, hingga Crepes Rp7.000 yang lebih variatif dengan campuran seperti pisang cokelat, durian susu, hingga scallop dan sosis. Tak cukup sampai di sana, ada juga Crepes Rp10.000 dengan kombinasi “super” seperti Blueberry keju susu, Durian cokelat keju, Burger crepes, hingga Kacang cokelat susu. Dan kalau masih belum puas, mereka juga menawarkan varian Double Jumbo seharga Rp20.000, untuk penggemar berat crepes sejati.

Saat ditanya varian mana yang paling digemari, mereka serempak menjawab: “Cokelat Keju Susu”. Kombinasi yang seolah sudah jadi jodoh abadi dalam dunia kuliner kaki lima.

Namun hidup, seperti lapisan crepes yang dibakar panas, kadang juga terasa pahit dan renyah sekaligus. Mereka pernah dikejar Satpol PP karena berjualan di depan sekolah tanpa izin. Saat pandemi Covid-19 melanda, penjualan nyaris berhenti.

“Saat itu, tidak ada orang yang mau keluar rumah. Siapa juga yang mau jajan crepes?” kenang Jakaria.

Pelanggan sedang menunggu pesanan | Foto: Gangga

Namun mereka bertahan. Dengan tabungan seadanya, dengan doa yang tak henti, dan dengan keyakinan bahwa badai pasti berlalu.

Kini, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di Jalan Pulau Menjangan, Banyuning, Singaraja. Dari tempat itulah mereka berangkat setiap sore ke pasar. Di rumah itu pula mereka menyaksikan buah dari jerih payah mereka: dua anak perempuan kini menjadi perawat berstatus PNS, dan satu anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMP.

Bagi Jakaria dan Faridah, Crepes Lalapooh bukan hanya tempat mencari nafkah. Ini adalah wujud nyata dari ketekunan, kesetiaan, dan cinta. Mereka menyebutnya sebagai jalan sunyi yang akhirnya mengantar mereka ke titik damai. Titik di mana mereka bisa melihat anak-anaknya tumbuh sukses, sembari tetap melayani pelanggan yang datang membeli camilan manis di ujung malam.

Ketika ditanya pelajaran apa yang bisa diambil dari perjalanan mereka, Faridah menjawab pelan namun penuh makna, “Sabar. Jangan pernah menyerah. Jatuh itu biasa, bangkit itu wajib.” Sebuah filosofi hidup yang mereka jalani sejak awal memutar roda motor dan menjajakan crepes dari pinggir jalan.

Faridah menyiapkan pesanan | Foto: Gangga

Dalam dunia yang bergerak cepat dan serba instan, kisah pasangan ini seperti rem yang mengingatkan kita bahwa keberhasilan sering kali tumbuh dari proses yang panjang. Dari ketekunan. Dari peluh. Dari ketulusan menyajikan makanan seenak mungkin meski dengan alat seadanya.

Di balik selembar crepes yang dibungkus kertas, tersimpan cerita tentang cinta dua insan, tentang harapan yang digulung rapat bersama susu dan cokelat, dan tentang semangat hidup yang tak pernah lelah meski diterpa hujan, panas, dan ujian.

Di tengah riuh pasar malam, Crepes Lalapooh berdiri sebagai pengingat: bahwa mimpi itu bisa diraih siapa saja, asalkan ada keberanian untuk memulai dan kesabaran untuk bertahan. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Mengenal Singaraja Melalui Kulinernya
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Tags: bulelengkulinerPelabuhan Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara

Next Post

Menjaga Rasa, Menjaga Bangsa | Dari Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di Ubud Food Festival 2025

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Menjaga Rasa, Menjaga Bangsa | Dari Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di Ubud Food Festival 2025

Menjaga Rasa, Menjaga Bangsa | Dari Diskusi Buku “Ragam Resep Pangan Lokal” di Ubud Food Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co