13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Singaraja Melalui Kulinernya

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 21, 2023
in Kuliner
Mengenal Singaraja Melalui Kulinernya

Foto diolah dari berbagai sumber

SINGARAJA, pusat kota Kabupaten Buleleng, terkenal dengan Kota Pendidikan dan wisata alam yang memukau.

Sehingga tak heran jika kota kelahiran ibunda Soekarno ini menjadi daya tarik para wisatawan asing maupun lokal untuk berkunjung. Kota ini memiliki tempat pariwisata yang lengkap, mulai dari sejarah, pantai, air terjun, bukit, tempat menyelam, dan wisata alam lumba-lumba di Lovina.

Dan, selain wisata alam, budaya dan adat istiadat Singaraja yang memiliki keunikan tersendiri, di sini juga terdapat beberapa kuliner khas yang menjadi sorotan para wisatawan.

Wisata kuliner di kota ini tentu tidak kalah menarik dari wisata alam atau seni budayanya. Sebab, di Singaraja, banyak kuliner legendaris yang hanya bisa ditemukan di kota bekas pusat pemerintahan Sunda Kecil ini.

Artinya, meskipun bisa ditemukan di daerah lain, tentu cita rasanya akan berbeda. Nah, berikut ini makanan khas legendaris yang ada di Singaraja, yang ketika namanya disebutkan, maka teman-teman akan teringat langsung dengan kata Singaraja.

Siobak

Kuliner legendaris Singaraja yang menempati urutan pertama ini sudah tak asing lagi di telinga orang Bali. Ya, Siobak. Saking melekatnya nama kuliner ini, bahkan sampai ada istilah “Kalau belum mencicipi Siobak, artinya belum pernah ke Singaraja”.

Siobak merupakan kuliner dari hasil akulturasi budaya Cina-Singaraja. Meskipun, menurut Made Netha, salah satu tokoh masyarakat di Singaraja, yang dikutip dari salah satu artikel Bulelengpost.com, menyampaikan bahwa tidak ada catatan tertulis mengenai sejarah Siobak. Namun, pernyataan tersebut diperkuat dengan cerita turun-temurun mengenai peran penting warga Cina di Singaraja dalam menciptakan kuliner Siobak.

Ciri khas dari Siobak adalah kuahnya yang kental, cenderung ke rasa manis dan kaya akan rempah-rempah. Bahan utama dari makanan ini adalah daging babi.

Proses pembuatan Siobak memakan waktu yang cukup lama dan kesabaran yang tinggi, dengan teknik godok (resbus) kurang lebih selama 2 jam. Penggodokan dilakukan untuk menghilangkan bau amis dan melembutkan tekstur jeroan serta daging babi sehingga terasa empuk.

Rempah-rempah yang biasanya digunakan untuk membuat hidangan ini antara lain: cengkeh, bawang merah, kayu manis, bawang putih, lada, gula merah dan tauco.

Dalam satu porsi Siobak, biasanya berisi jeroan, daging babi, kerupuk kulit babi dan acar serta irisan cabai.

Salah satu rekomendasi tempat makan yang menyediakan siobak legendaris Singaraja adalah  Warung Siobak Khe Lok, yang cabangnya sudah banyak di Bali.

Sudang Lepet

Singaraja memiliki banyak pantai dan laut yang asri, sehingga sebagian penduduknya berprofesi sebagai nelayan, jadi tak heran banyak kuliner Singaraja yang berbahan dasar hasil laut. Salah satunya adalah Sudang Lepet.

Kata sudang lepet memiliki makna tersendiri di Bali, yaitu Sudang (ikan asin) dan Lepet (sial). Sekilas, Sudang Lepet mirip dengan ikan asin, namun keduanya memiliki rasa yang jauh berbeda. Cara pembuatan Sudang Lepet pun lebih rumit. Sudang Lepet terbuat dari ikan segar yang dikeringkan secara alami.

Pembuatan Sudang Lepet memiliki 3 tahapan: pertama, ikan segar hasil tangkapan ditaburi garam dan dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari; selanjutnya, dilakukan tahap pemanggangan; dan terakhir, ikan akan dipukul-pukul supaya menjadi tipis dan lebar.

Sudang Lepet memiliki rasa yang sangat otentik, sangat cocok disajikan dengan nasi hangat dan Jukut Undis atau plecing kangkung, dijamin nasi dalam megicom ludes seketika.

Sudang Lepet banyak ditemukan di daerah Sangsit, yang menjadi tempat produksi Sudang Lepet dan juga pasar oleh-oleh Buleleng.

Tempat makan yang menyediakan hidangan Sudang Lepet di kawasan Singaraja, yaitu warung Sudang Lepet Jukut Undis yang beralamat di Jl. Pulau Komodo, Banyuning, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Jukut Undis

Makanan khas Singaraja yang berikutnya adalah Jukut Undis, yang terbuat dari kacang hitam dan di bumbui dengan basa genep (bumbu khas Bali), ditambah dengan daun/buah asem serta sereh yang digeprek. Undis (Kacang Gude) memiliki rasa yang enak dan gurih serta memiliki banyak kandungan gizi.

Jukut Undis memiliki ciri khas yang kuahnya berwarna hitam. Kuliner ini disajikan dengan dua cara: jukut undis kulitan dan jukut undis tanpa kulit. Jukut undis tanpa kulit biasanya dicampur dengan nangka muda dan juga labu siam. Masyarakat Buleleng biasanya memadukan Jukut Undis dengan hidangan Sudang Lepet atau pindang sambel tomat dan nasi hangat.

Rasanya sangat lezat, bahkan bisa menyaingi ayam goreng di restoran-restoran terkenal. Kuliner ini banyak ditemukan di warung-warung daerah Buleleng, salah satunya warung Sudang Lepet Jukut Undis yang beralamat di Jl. Pulau Komodo, Banyuning, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Warung Bik Juk (Warung Nasi Khadijah)

Warung Bik Juk, yang sudah berdiri sejak 1970-an, merupakan warung legendaris khas Singaraja. Rumah makan ini sudah tersohor hingga keluar Bali dan sangat di gandrungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan asing.

Menariknya, salah satu artis terkenal, Anang-Ahsanty, sudah pernah berkunjung ke rumah makan ini. Ketika menyebutkan nama warung Bik Juk, hal pertama yang terlintas adalah Singaraja.

Warung Bik Juk berlokasi di Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, kurang lebih 5 menit dari pusat kota Singaraja.

Dari luar, warung ini tampak biasa saja dan tidak terlalu besar, namun apabila teman-teman sudah mencicipi menu yang disediakan, maka dijamin teman-teman akan puas dan ingin memakan kembali hidangan tersebut.

Menu-menu yang disediakan rumah makan ini beragam, mulai dari nasi campur ayam atau nasi campur sapi sampai rawon yang sangat nikmat dengan bumbu khas yang kaya akan rempah-rempah.

Warung ini buka dari pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore. Jadi, bagi teman-teman yang berkunjung ke Singaraja, jangan pernah melewatkan rumah makan satu ini, ya—rumah makan legendaris yang rasanya masih sama hingga kini.

Nah, itu dia, rekomendasi kuliner khas Singaraja yang wajib teman-teman coba kalau berkunjung ke Singaraja. Selamat mencoba, dan semoga teman-teman lebih mengenal Singaraja setelah mencicipi beberapa kuliner khas di atas.[T]

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja
Babi Guling Vs Babi Genyol, Siapa Pemenangnya?
Babi Guling Tidak Boleh, Ayam Guling pun Jadi di Warung Mbok Eka Banyuning Singaraja
Tags: kulinerkuliner khas balikuliner legendariskuliner lokalSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maraknya Anjing Gila Menyerang Nyawa

Next Post

Diskusi Dini Hari Bersama Bang Onang

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Diskusi Dini Hari Bersama Bang Onang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co