23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Babi Guling Vs Babi Genyol, Siapa Pemenangnya?

Dian Ayu Lestari by Dian Ayu Lestari
March 26, 2023
in Kuliner
Babi Guling Vs Babi Genyol, Siapa Pemenangnya?

Porsi babi genyol Mendarta | Foto Dian Ayu

BILA SAYA HARUS bertanya, Babi Guling atau Babi Genyol, apa pilihan anda? Dan bila pertanyaan itu hadir kepada saya, maka jawaban saya adalah: tidak ada.

Wah, wah, tolong normalkan kembali kedua alis anda yang mengkerut, atau garis bibir anda yang sedang berlekuk karena mungkin tengah meboya membaca kalimat pertama di atas. Saya tidak salah menyantumkan pernyataan. Hanya saja, saya memang belum memberi penjelasan yang bisa membuktikan ke-semeton-an saya sebagai warga Bali. Ngok.. ngok.. ngok..

Pernah suatu kali saya menyimak review jujur, akurat, terpercaya, dan tentunya bikin ngiler tentang kedahsyatan nasi babi genyol Men Darta dari Pak Ole (baca: Made Adnyana Ole, pimred tatkala.co). Saya selalu ingat bagaimana detail beliau menjelaskan kenikmatan sepiring nasi babi genyol sambil menelan ludah berkali-kali. Dan ajaibnya, saya juga ikut gelek-gelek walau hanya mendengar cerita saja.

Perasaan ingin mencoba akhirnya muncul. Lama saya simpan perasaan itu walau sudah saya lewati warung Men Darta berkali-kali. Hingga akhirnya, saya dengan kebetulan mengadakan kesempatan untuk mencobanya.

Tepatnya di suatu siang menuju sore di hari Jumat, di minggu ketiga bulan Maret tahun 2023. Situasi pada saat itu, saya tengah gebug hujan sedari saya masih di jalur Gitgit yang mengular hingga sampai di daerah Baturiti yang lurus mulus. Saya kedinginan, perut ikut keroncongan. Begitulah, tiba-tiba motor saya langsung terparkir di bawah plang bertuliskan “Babi Genyol Men Darta”.

Tidak terlalu lama, sekitar kurang dari lima menit menunggu, seporsi Babi Genyol sudah tersedia di hadapan saya. Itu poin plus. Secawan jukut balung, dan sepiring nasi berisi sate lilit, lawar, paru, gorengan daging, kerupuk babi, sambel, dan tentu saja bintang utamanya sepotong babi genyol terpampang di paling atas antara lauk lainnya. Nasi babi genyol Men Darta adalah nasi babi genyol pertama bagi saya. Benar, sebelumnya saya tidak pernah mencoba nasi babi genyol sama sekali.

Saya tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan seporsi hidangan itu. Saya penasaran pada rasa dari semua jenis lauk yang dihadirkan. Kepala saya terkadang manggut-manggut, alis saya kadang terlalu mengkerut, juga bahu saya terkadang luruh seperti tidak punya tenaga yang cukup untuk menahannya tetap tegak. Lalu saat hanya tulang-tulang balung saja yang terisa, saya setuju nasi babi genyol Men Darta itu enak. Walau bagi saya, ya, tidak ada hal yang terlalu istimewa kecuali kulit babi genyolnya yang meleleh walau tidak saya kunyah dengan tenaga. Itu highlight dari saya.

Porsi babi genyol Men Darta | Foto Dian Ayu

Setelah melepas rasa penasaran terhadap nasi babi genyol, saya lanjutkan perjalan menuju Denpasar. Dalam jarak yang tidak terlalu jauh, saya melewati warung nasi babi guling Men Janji. Memori ketika saya mencoba seporsi nasi di sana terkuar kembali, dan secara tidak sengaja langsung membandingkan dengan seporsi nasi babi genyol yang baru saja saya nikmati.

Pada umumnya, bumbu dasar babi guling dan babi genyol itu tidak jauh berbeda. Keduanya menggunakan base genep, sebagai ciri dari olahan khas orang Bali. Pelengkap yang ada juga serupa:  jukut balung, lawar, sambel, dan gorengan.Harga yang ditawarkan untuk seporsinya  juga sama, yaitu Rp. 25.000 saja. Kalau begitu, apa yang bisa kita bandingkan dari kedua makanan terpapan atas itu?

Saya sebagai orang yang doyan makan, terbiasa mengategorikan makanan sebagai makanan yang enak banget atau enak aja. Dasar yang biasa saya gunakan adalah tampilan, aroma, rasa, dan tekstur dalam satu porsi sajian makanan. Dan inilah poin pentingnya dalam penilaian saya terhadap babi guling dan babi genyol.

Babi Guling dan Babi Genyol

Siapa yang tidak suka babi guling? Mungkin hanya sepersekian orang saja  yang bilang “Saya!”. Saya tidak menghakimi itu, tapi tentu banyak yang setuju dengan saya bahwa babi guling itu memang makanan kategori ‘enak banget loh gaesss.’

Saya tidak akan lagi membincangkan tentang base genep¸ karena kebanyakan dari kita sudah tahu tentang itu. Yang lebih menarik bagi saya adalah tentang jargon (sebut saja demikian) “Tes Kriuk”. Banyak orang membuat konten video atas kenyaringan kriukan kulit babi guling, dan ternyata banyak juga yang tertarik untuk menontonnya.

 Itu yang saya maksud tentang tekstur, suatu hal yang saya sebut ‘memikat’ ketika menyantap babi guling: perasaan bahagia mendengar suara ngeritik. Tidak jarang, orang rela membayar lebih mahal untuk mendapat potongan kulit garing yang lebih besar. Lantas menurut saya, di sanalah tekstur memegang kuasa yang cukup besar untuk memengaruhi penilaian terhadap suatu makanan. Dari poin ini, babi guling unggul sementara dari babi genyol.

Tetapi walau demikian, sudah tentu juga ada yang tidak begitu doyan dengan kritik be guling. Saya contohnya, hehehe. Saya salah seorang yang tidak bisa mengonsumsi kritik be guling dalam porsi yang banyak. Hanya sekali gigitan, sudah lebih dari cukup bagi saya. Perasaan eneg masih sering terasa.

Saya jauh lebih menyukai bila kulit babi guling itu direbus, dan disajikan dengan balung sebagai olahan jukut. Kulit babi guling yang direbus akan memiliki tekstur kenyal, atau yang sering saya sebut sebagai tekstur grenyel-grenyel, yang menurut saya sangat cocok dipadukan dengan kuah jukut base genep.

Sama seperti tekstur babi genyol. Daging babi akan dimasak dengan base genep dengan direbus dalam waktu tertentu, dan akan menghadirkan tekstur yang empuk dan kenyal. Terkhusus di bagian antara kulit dan lemaknya—yang bila dengan waktu yang pas, akan memberikan tekstur kenyal yang sempurna. Wah, sangat nikmat bila dimakan bersamaan dengan nasi hangat dan sambel sere.

Atas dasar itu, walaupun babi genyol tidaklah sepopuler babi guling, bagi saya sendiri, babi genyol memiliki kedudukan yang setara dengan babi guling. Keduanya memiliki poin memikat masing-masing dan tergantung dari preferensi kita pribadi sebagai penikmatnya. Babi guling dengan sensasi kulit ngeritik, dan babi genyol dengan sensai kulit yang kenyal-lumer.

Jadi, bila sekali lagi saya bertanya, teman-teman akan memilih berada di tim yang mana? [T]

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja
Babi Guling Tidak Boleh, Ayam Guling pun Jadi di Warung Mbok Eka Banyuning Singaraja
Tags: babi genyolbabi gulingkulinerkuliner khas balirefleksirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Jalanan: Penghubung atau Pemutus?

Next Post

Jejak Gde Dharmaja di Pemkab Buleleng: Dari Tukang Surat Hingga Perencana Pembangunan

Dian Ayu Lestari

Dian Ayu Lestari

Lahir di Singaraja, 22 Juni 2000 dan sedang menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja dengan prodi Manajemen. Kini aktif di Teater Kampus Seribu Jendela

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Jejak Gde Dharmaja di Pemkab Buleleng: Dari Tukang Surat Hingga Perencana Pembangunan

Jejak Gde Dharmaja di Pemkab Buleleng: Dari Tukang Surat Hingga Perencana Pembangunan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co