23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara

Son Lomri by Son Lomri
June 4, 2025
in Panggung
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara

Adegan dalam film AI'r | Foto: Singaraja Menonton

ADA enam flm pendek produksi devisi film Mahima Institute Indonesia (Komunitas Mahima) diputar di Kedai Kopi Dekakiang dengan tema “BERTUMBUH”,  Senin malam, 2 Juni 2025. Film-film itu meliputi jenis film dokumenter dan fiksi.

Untuk film berjenis dokumenter, antara lain; “Rita” (2018) garapan Eka Prasetya, “Tirta Peneduh Gumi” (2020) digarap oleh Kardian Narayana, dan “Belajar Pada Pandemi” (2021) digarap bersama Kardian dan Eka.

Sementara pada jenis film fiksi; “Ai’r” (2023) dan “Renjana” (2023) digarap oleh Dian Suryantini, dan “STORY” (2019) oleh Eka Prasetya.

Acara itu diinisiasi oleh Komunitas Singaraja Menontondalam acara “Layar Kolektif Bali Utara” 2025.

Adegan dalam film Story | Foto: Singaraja Menonton

Di film “STORY”, Eka Prasetya membawa fenomena yang sedang musim ketika itu, 2019, yang mungkin juga sangat musim tahun sekarang, 2025, yaitu fenomena orang-orang membagikan cerita pribadinya di media sosial Instagram terkait sembahyang.

Baik itu cerita ketika hendak sembahyang, setelah sembahyang, atau saat sembahyang sekalipun. Dalam film itu, peran utama dimainkan Ni Made Celin Darayani sebagai Celin, yang membagikan ceritanya ketika hendak melukat bersama satu temannya yang juga perempuan.

Celin seakan menikmati ketika semua berhasil diperlihatkan melalui media sosial, dan juga beberapa cerita kesehariannya.

Dengan cara stalking, seorang pria di sebuah kedai, menonton diam-diam tentang keseharian Celin melalui layar hape.

Suasana menonton di Kedai Dekakiang | Foto: Singaraja Menonton

Baik sambil duduk di kedai, atau di toilet sambil pegang hape—buka instagram, teknologi seakan menyediakan kemudahan tanpa tembok yang panjang dan besar untuk saling tahu satu sama lain. Yang penting tidak malas scroll saja, dan saling mengikuti di media sosial.

Tapi, perlukah hubungan dengan Tuhan (urusan vertikal) secara pribadi, mesti diketahui banyak orang? Jika memang perlu, di mana letak kesunyian doa sekarang?

Tapi akhir-akhir ini, barangkali hal semacam itu memang sudah bukan lagi sebuah fenomena yang ganjil.

Suasana menonton di Kedai Dekakiang | Foto: Singaraja Menonton

Sehingga seorang teman menimpali soal itu, bisa sakit kepala manusia modern jika tak unjuk gigi; punya cerita (dalam bentuk foto atau video saat pergi kemana) tapi tidak di up di media sosial.

Lebih parah lagi jika tak ada postingan apapun di instagram, orang-orang bisa saja mengira orang itu nolep, dan lebih parah lagi bisa dianggap sudah mati.

Melalui film itu, Eka Prasetya sebagai sutradara, seakan mencurigai ruang privat manusia sudah mulai tak dianggap penting. Ketika manusia sudah mengumbar semua apa yang ia punya atau lakukan, sebagai bentuk “keberadaan” dirinya untuk sebuah citra, yang semakin ke sini, keasliannya mesti diragukan.

Sehingga dari citra yang dibangun melalui media sosial, bisa saja setiap orang menjadi penipu di akhir pekan.

Adegan dalam film Story | Foto: Singaraja Menonton

Satu perempuan bernama Celin, upload story dirinya sedang bersama temannya itu, halo kita mau melukat, setelah dijumpai di rumahnya oleh lelaki yang kepo tadi, ternyata ia baru saja bangun tidur dengan rambut belum disisir sambil pegang hape di beranda rumah.

Tapi, apa yang menjadi daya dorong manusia modern melakukannya?

Kemarau Panjang di Seluruh Pelosok Mata Petani

Berbeda dengan film “Ai’r” garapan Dian Suryantini tahun 2023, walaupun tetap mencolek (pengaruh) teknologi pada manusia, tapi yang ini terkait Artificial Intelegen, lebih edan lagi soal kecanggihannya.

Artificial Intelegen, atawa AI, adalah mesin berfikir yang bisa diperintah manusia. AI tahu banyak hal, dan bisa mau melakukan apa saja yang penting perintahnya jelas.

Dan beberapa tahun ke belakang memang sedang musim orang-orang menggunakannya. AI biasa digunakan oleh orang yang mandek soal ide dan pengetahuan, biasanya digunakan oleh orang dewasa ketika hidupnya ngebut soal kerja—tapi malas berfikir, atau tak ada waktu untuk berfikir dan mencari ide.

Dengan kecanggihan zaman, orang-orang tak mesti pergi ke orang pintar, ia akan menghubungi AI secepat kilat. Kelar semua urusan.

Adegan dalam film AI’r | Foto: Singaraja Menonton

Tapi, ada banyak alasan mengapa orang menggunakan AI sebagai teman kemudahan saat genting. Salah satunya seperti pada seorang bocah dalam film “AI’r” itu, diperankan oleh Kadek Kayu Hujan, yang ingin tahu bagaimana caranya bertani, menjadi petani seperti kakeknya.

Ia ngebet sekali pengen jadi petani, pengen tahu soal cara bertani seperti yang dilakukan kakeknya di kampung.

Karena jarak rumahnya dengan rumah si kakeknya itu jauh, sehingga tidak bisa bertanya secara langsung, maka bocah itu berdayakan AI sebagai media belajar.

“AI, gimana caranya jadi petani seperti kakek?” Begitu kira-kira pertanyaan bocah itu dengan AI.

“Harus punya cangkul dulu dan arit. Lalu pergi elu ke ladang.” jawab AI kepada bocah itu (saya tidak ingat bagaimana isi kalimat sebenarnya, tapi kira-kira demikianlah isi percakapan mereka).

Maka, setelah mendapat ilmu baru dari AI, bocah dengan wajahnya yang unyu itu, polos, segera pergi ke ladang membawa cangkul dan arit. Setelah di ladang, ia tampak sekali kebingungan. Padahal arit dan cangkul sudah ditangannya siap digunakan.

Bocah itu, dengan kira-kira umurnya masih sembilan tahun, ia terdiam sejenak, mengulum kebingungan; setelah ini ngapain, ya? Lantas ia lari ke rumahnya, duduk di sofa, menghadap tablet sebesar talenan. Segera bocah itu rewel–bertanya lagi pada AI dengan cara mengetik.

Di proses pertanyaan itu dan setelah dijawab si mesin pintar, bocah itu mendapatkan segudang ilmu tentang ilmu bertani, bahwa, salah satunya ladang harus cukup air. Tidak boleh kering.

Nyali si bocah seolah semakin kenceng dan semangatnya dalam bertani siap tempur. Lantas ia pergi ke ladang yang lebih luas.

Adegan dalam film AI’r | Foto: Singaraja Menonton

Sesampainya di sana, hanya ada ladang luas–kering bocah itu temukan. Ia melihat pohon undis dengan batang kering dan buahnya yang kering.

Sambil menatap ladang yang kering itu, buah undis ia mainkan di pohonnya yang mati, terdengar bunyi biji kering di buahnya ketika tergoyang.

Terbayang oleh bocah itu jika seseorang sedang gagal panen setelah ladangnya dihantam kering air.

Harusnya, di ladang itu, musim itu, petani panen raya buah-buah undis. Tapi ketidakpastian musim, jadinya petani hanya memanen kesedihan sendiri pada ladangnya yang kering.

Tahun 2023, fenomena kekeringan memang menjadi fenomena gigit jari bagi seluruh petani di dunia. Tidak sedikit yang ampun-ampunan soal kerugian mereka karena gagal panen akibat kekeringan itu di tanah ladang, atau sawah-sawah.

Para ahli menyebut fenomena ketika itu adalah Elnino, yaitu pemanasan suhu muka laut di atas normal di Samudra pasifik (bagian tengah dan timur) yang menyebabkan kemarau panjang di seluruh pelosok mata para petani.

Ladang yang kering dengan batang pohon dan gulma yang kering ditatap bocah itu, maka bertanya ia pada AI sepulang dari ladang, “bagaimana perasaan si kakek kalo gagal panen?”

“Pasti sedih!” jawab AI.

Lantas bocah itu bertanya lagi, bagaimana caranya menjadi petani agar sukses?

Dengan penuh menggurui dan sangat yakin AI menjawab, “Kerja keras!”

Di situ saya greget. AI brengsek! Tak ada petani yang tidak bekerja keras di dunia ini. Tapi justru, ulah siapa jika iklim selalu tidak memberi kepastian pada petani? [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Eternals, “Aum” yang Menghenyakkan Jiwa pada Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana
Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Harapan itu Bernama Jumbo!
Tags: filmfilm pendekSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lawan Sastra Ngesti Mulya

Next Post

Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co