2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara

Son Lomri by Son Lomri
June 4, 2025
in Panggung
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara

Adegan dalam film AI'r | Foto: Singaraja Menonton

ADA enam flm pendek produksi devisi film Mahima Institute Indonesia (Komunitas Mahima) diputar di Kedai Kopi Dekakiang dengan tema “BERTUMBUH”,  Senin malam, 2 Juni 2025. Film-film itu meliputi jenis film dokumenter dan fiksi.

Untuk film berjenis dokumenter, antara lain; “Rita” (2018) garapan Eka Prasetya, “Tirta Peneduh Gumi” (2020) digarap oleh Kardian Narayana, dan “Belajar Pada Pandemi” (2021) digarap bersama Kardian dan Eka.

Sementara pada jenis film fiksi; “Ai’r” (2023) dan “Renjana” (2023) digarap oleh Dian Suryantini, dan “STORY” (2019) oleh Eka Prasetya.

Acara itu diinisiasi oleh Komunitas Singaraja Menontondalam acara “Layar Kolektif Bali Utara” 2025.

Adegan dalam film Story | Foto: Singaraja Menonton

Di film “STORY”, Eka Prasetya membawa fenomena yang sedang musim ketika itu, 2019, yang mungkin juga sangat musim tahun sekarang, 2025, yaitu fenomena orang-orang membagikan cerita pribadinya di media sosial Instagram terkait sembahyang.

Baik itu cerita ketika hendak sembahyang, setelah sembahyang, atau saat sembahyang sekalipun. Dalam film itu, peran utama dimainkan Ni Made Celin Darayani sebagai Celin, yang membagikan ceritanya ketika hendak melukat bersama satu temannya yang juga perempuan.

Celin seakan menikmati ketika semua berhasil diperlihatkan melalui media sosial, dan juga beberapa cerita kesehariannya.

Dengan cara stalking, seorang pria di sebuah kedai, menonton diam-diam tentang keseharian Celin melalui layar hape.

Suasana menonton di Kedai Dekakiang | Foto: Singaraja Menonton

Baik sambil duduk di kedai, atau di toilet sambil pegang hape—buka instagram, teknologi seakan menyediakan kemudahan tanpa tembok yang panjang dan besar untuk saling tahu satu sama lain. Yang penting tidak malas scroll saja, dan saling mengikuti di media sosial.

Tapi, perlukah hubungan dengan Tuhan (urusan vertikal) secara pribadi, mesti diketahui banyak orang? Jika memang perlu, di mana letak kesunyian doa sekarang?

Tapi akhir-akhir ini, barangkali hal semacam itu memang sudah bukan lagi sebuah fenomena yang ganjil.

Suasana menonton di Kedai Dekakiang | Foto: Singaraja Menonton

Sehingga seorang teman menimpali soal itu, bisa sakit kepala manusia modern jika tak unjuk gigi; punya cerita (dalam bentuk foto atau video saat pergi kemana) tapi tidak di up di media sosial.

Lebih parah lagi jika tak ada postingan apapun di instagram, orang-orang bisa saja mengira orang itu nolep, dan lebih parah lagi bisa dianggap sudah mati.

Melalui film itu, Eka Prasetya sebagai sutradara, seakan mencurigai ruang privat manusia sudah mulai tak dianggap penting. Ketika manusia sudah mengumbar semua apa yang ia punya atau lakukan, sebagai bentuk “keberadaan” dirinya untuk sebuah citra, yang semakin ke sini, keasliannya mesti diragukan.

Sehingga dari citra yang dibangun melalui media sosial, bisa saja setiap orang menjadi penipu di akhir pekan.

Adegan dalam film Story | Foto: Singaraja Menonton

Satu perempuan bernama Celin, upload story dirinya sedang bersama temannya itu, halo kita mau melukat, setelah dijumpai di rumahnya oleh lelaki yang kepo tadi, ternyata ia baru saja bangun tidur dengan rambut belum disisir sambil pegang hape di beranda rumah.

Tapi, apa yang menjadi daya dorong manusia modern melakukannya?

Kemarau Panjang di Seluruh Pelosok Mata Petani

Berbeda dengan film “Ai’r” garapan Dian Suryantini tahun 2023, walaupun tetap mencolek (pengaruh) teknologi pada manusia, tapi yang ini terkait Artificial Intelegen, lebih edan lagi soal kecanggihannya.

Artificial Intelegen, atawa AI, adalah mesin berfikir yang bisa diperintah manusia. AI tahu banyak hal, dan bisa mau melakukan apa saja yang penting perintahnya jelas.

Dan beberapa tahun ke belakang memang sedang musim orang-orang menggunakannya. AI biasa digunakan oleh orang yang mandek soal ide dan pengetahuan, biasanya digunakan oleh orang dewasa ketika hidupnya ngebut soal kerja—tapi malas berfikir, atau tak ada waktu untuk berfikir dan mencari ide.

Dengan kecanggihan zaman, orang-orang tak mesti pergi ke orang pintar, ia akan menghubungi AI secepat kilat. Kelar semua urusan.

Adegan dalam film AI’r | Foto: Singaraja Menonton

Tapi, ada banyak alasan mengapa orang menggunakan AI sebagai teman kemudahan saat genting. Salah satunya seperti pada seorang bocah dalam film “AI’r” itu, diperankan oleh Kadek Kayu Hujan, yang ingin tahu bagaimana caranya bertani, menjadi petani seperti kakeknya.

Ia ngebet sekali pengen jadi petani, pengen tahu soal cara bertani seperti yang dilakukan kakeknya di kampung.

Karena jarak rumahnya dengan rumah si kakeknya itu jauh, sehingga tidak bisa bertanya secara langsung, maka bocah itu berdayakan AI sebagai media belajar.

“AI, gimana caranya jadi petani seperti kakek?” Begitu kira-kira pertanyaan bocah itu dengan AI.

“Harus punya cangkul dulu dan arit. Lalu pergi elu ke ladang.” jawab AI kepada bocah itu (saya tidak ingat bagaimana isi kalimat sebenarnya, tapi kira-kira demikianlah isi percakapan mereka).

Maka, setelah mendapat ilmu baru dari AI, bocah dengan wajahnya yang unyu itu, polos, segera pergi ke ladang membawa cangkul dan arit. Setelah di ladang, ia tampak sekali kebingungan. Padahal arit dan cangkul sudah ditangannya siap digunakan.

Bocah itu, dengan kira-kira umurnya masih sembilan tahun, ia terdiam sejenak, mengulum kebingungan; setelah ini ngapain, ya? Lantas ia lari ke rumahnya, duduk di sofa, menghadap tablet sebesar talenan. Segera bocah itu rewel–bertanya lagi pada AI dengan cara mengetik.

Di proses pertanyaan itu dan setelah dijawab si mesin pintar, bocah itu mendapatkan segudang ilmu tentang ilmu bertani, bahwa, salah satunya ladang harus cukup air. Tidak boleh kering.

Nyali si bocah seolah semakin kenceng dan semangatnya dalam bertani siap tempur. Lantas ia pergi ke ladang yang lebih luas.

Adegan dalam film AI’r | Foto: Singaraja Menonton

Sesampainya di sana, hanya ada ladang luas–kering bocah itu temukan. Ia melihat pohon undis dengan batang kering dan buahnya yang kering.

Sambil menatap ladang yang kering itu, buah undis ia mainkan di pohonnya yang mati, terdengar bunyi biji kering di buahnya ketika tergoyang.

Terbayang oleh bocah itu jika seseorang sedang gagal panen setelah ladangnya dihantam kering air.

Harusnya, di ladang itu, musim itu, petani panen raya buah-buah undis. Tapi ketidakpastian musim, jadinya petani hanya memanen kesedihan sendiri pada ladangnya yang kering.

Tahun 2023, fenomena kekeringan memang menjadi fenomena gigit jari bagi seluruh petani di dunia. Tidak sedikit yang ampun-ampunan soal kerugian mereka karena gagal panen akibat kekeringan itu di tanah ladang, atau sawah-sawah.

Para ahli menyebut fenomena ketika itu adalah Elnino, yaitu pemanasan suhu muka laut di atas normal di Samudra pasifik (bagian tengah dan timur) yang menyebabkan kemarau panjang di seluruh pelosok mata para petani.

Ladang yang kering dengan batang pohon dan gulma yang kering ditatap bocah itu, maka bertanya ia pada AI sepulang dari ladang, “bagaimana perasaan si kakek kalo gagal panen?”

“Pasti sedih!” jawab AI.

Lantas bocah itu bertanya lagi, bagaimana caranya menjadi petani agar sukses?

Dengan penuh menggurui dan sangat yakin AI menjawab, “Kerja keras!”

Di situ saya greget. AI brengsek! Tak ada petani yang tidak bekerja keras di dunia ini. Tapi justru, ulah siapa jika iklim selalu tidak memberi kepastian pada petani? [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Eternals, “Aum” yang Menghenyakkan Jiwa pada Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana
Sunyi yang Melawan dan Hal-hal yang Kita Bayangkan tentang Hidup : Film “All We Imagine as Light”
Harapan itu Bernama Jumbo!
Tags: filmfilm pendekSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lawan Sastra Ngesti Mulya

Next Post

Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Lalapooh: Cinta, Crepes, dan Cerita di Tengah Pasar Senggol Pelabuhan Tua Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co