2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
May 5, 2025
in Kuliner
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Komang Trisna Sari Dewi, penual nasi kuning vegan di Warung Laksmi Singaraja

SINGARAJA selalu punya cerita. Saat Hari Raya Kuningan—yang identik dengan nasi kuning berwadah copok busung untuk dihaturkan dalam banten—saya teringat pada sebuah momen di sudut Kota Singaraja.  Saya teringat nasi kuning vegan yang pernah saya cicipi.

Tersebutlah Jalan Laksamana di wilayah Baktiseraga, Singaraja, Bali utara. Kawasan Jalan Laksamana yang biasa dipadati oleh motor dan suara riuh pedagang, punya daya tarik tersendiri bagi mereka yang mencari sesuatu yang berbeda. Di salah satu sudut jalan itu, ada sebuah warung kecil bernama Warung Laksmi.

Hanya papan nama sederhana itulah yang menandai tempat ini. Tapi di balik kesederhanaannya, Warung Laksmi menyimpan cerita yang menarik untuk dikulik, diceritakan melalui tangan seorang wanita yang penuh semangat bernama Komang Trisna Sari Dewi.

Pelanggan antri di Warung Laksmi di Jalan Laksamana Singaraja | Foto: Arix

Warung Laksmi, saya tahu ini dari teman saya yang pernah menjajakan saya nasi kuning, tapi ini jelas beda. Inspirasi tidak selalu datang dari hal besar. Terkadang, ia muncul dari kebutuhan yang sederhana.

“Yang menginspirasi saya untuk menjual nasi kuning vegan, khususnya di Singaraja, karena di sini belum ada yang menjual nasi kuning vegan untuk sarapan,” ungkap Komang Trisna, yang waktu itu saya tanya karena memang penasaran.

Dari celah kecil inilah, ia menciptakan terobosan nasi kuning vegan yang tidak hanya sehat tetapi juga menggugah selera. Iya juga ya, pikir saya. Selama saya hidup, baru kali ini saya mendengar ada nasi kuning vegan. Atau, memang saya saja yang mainnya kurang jauh?

Semangat Komang Trisna membawa perubahan kecil dengan pesan besar. Dia percaya bahwa makanan bisa menjadi jembatan gaya hidup modern yang sehat.

Saya mencicipi nasi kuning vegan ini tanpa sadar bahwa semua kondimennya benar-benar bebas daging. Rasanya begitu mendekati rasa daging asli hingga saya terkejut saat mengetahui bahan utamanya hanyalah tepung kedelai. Ini adalah bukti betapa seriusnya Ibu Komang dalam menciptakan makanan sehat yang tetap menggugah selera.

Warung Nasi Kuning Laksmi | Foto: Arix

Perlu kita ketahui bersama, dalam dunia kuliner, istilah “vegan” dan “vegetarian” sering kali disalahpahami. Keduanya memang memiliki kesamaan, yaitu menghindari konsumsi daging, tetapi veganisme memiliki batasan yang lebih ketat. Seorang vegetarian mungkin masih mengonsumsi produk hewani seperti susu, keju, dan telur, sedangkan seorang vegan sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani apa pun, termasuk madu.

Dalam ranah kuliner, seperti yang diterapkan Komang Trisna di Warung Laksmi, makanan vegan murni tidak mengandung bahan-bahan seperti bawang, micin, atau kondimen lain yang sering kali dianggap tidak sesuai dengan prinsip veganisme. 

Menciptakan sesuatu yang berbeda tidak pernah mudah. Komang Trisna menghabiskan waktu berjam-jam belajar, baik dari komunitas vegan maupun dari internet. Namun, dia menyadari bahwa tidak semua orang bersedia berbagi rahasia dapur mereka.

“Resep yang diberikan di website atau dari sesama vegan belum sesuai dengan resep vegan murni. Maka dari itu, saya merubah resepnya dengan resep saya sendiri,” jelasnya.

Di bayangan saya, untuk bisa menjiplak rasa yang sama dengan kondimen yang berbeda, rasanya sangat mustahil. Tapi, itu jadi mungkin oleh Komang Trisna.

Contohnya, untuk membuat ayam suwir ala vegan, ia menggunakan tepung kedelai sebagai bahan utama. Dengan bumbu sederhana seperti cabai dan garam, ia menciptakan lauk yang menyerupai rasa ayam asli. Yang menarik, ia bahkan menghilangkan bawang dan micin dari seluruh masakannya untuk menjaga keaslian makanan vegan.

“Makanan itu harus sederhana, tetapi penuh makna,” kata Komang Trisna waktu itu.

Dia tidak hanya ingin menciptakan makanan sehat, tetapi juga menghadirkan rasa yang akrab di lidah masyarakat Bali. “Banyak yang meminati karena rasa yang saya berikan adalah rasa yang digemari lidah orang Bali,” tambahnya.

Setiap piring nasi kuning vegan di Warung Laksmi adalah perpaduan sempurna, bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita dan dedikasi yang terkandung di dalamnya.

Bagi Komang Trisna, Warung Laksmi adalah lebih dari sekadar tempat mencari nafkah. “Usaha ini tidak sekadar untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga bertujuan untuk memberi tahu masyarakat bahwa masakan vegan bukanlah masakan yang hambar,” tuturnya.

Ia ingin mendobrak stigma bahwa masakan vegan hanya untuk segelintir orang.

Melalui usahanya, Komang Trisna juga menemukan kebahagiaan. “Saya bahagia bisa menjual makanan yang sehat, sekaligus menghidupi keluarga saya,” katanya.

Senyumnya yang setia menyambut pelanggan di pagi hari itu masih saya ingat jelas. Setiap pelanggan yang datang ke warung kecil ini adalah pengingat bahwa apa yang dia lakukan memiliki dampak nyata.

Namun, Komang Trisna tidak berhenti di sini. Dia memiliki impian besar untuk Warung Laksmi. “Harapan saya, pastinya membuat usaha saya semakin dikenal banyak orang dan semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan diri sendiri,” katanya yang setara dengan semangatnya.

Pelanggan antri di Warung Laksmi di Jalan Laksamana Singaraja | Foto: Arix

Warung Laksmi juga berperan dalam mendukung gerakan hidup sehat dan berkelanjutan. Dengan menyajikan makanan bebas bahan pengawet dan zat kimia berbahaya, Dia berharap dapat membantu lebih banyak orang untuk menjalani hidup yang lebih sehat.

Warung kecil di Jalan Laksamana ini adalah bukti bahwa hal besar bisa dimulai dari tempat sederhana. Di balik setiap piring nasi kuning vegan yang disajikan, memang jelas semua butuh perjuangan, inovasi, dan cinta.

Komang Trisna Sari Dewi tidak hanya menjual makanan, Dia menyebarkan harapan dan semangat hidup sehat kepada siapa saja yang berkunjung.

Jika kalian kebetulan melewati Jalan Laksamana di Singaraja, sempatkan diri untuk mampir ke Warung Laksmi. Cicipi nasi kuning ala vegannya, harganya sangat bersahabat sampai-sampai ingin menjadikan besan di pagi hari, dan rasakan bagaimana setiap suapannya. Kalian mungkin akan pulang dengan lebih dari sekadar kenyang, dan isi dompet pun tenang. [T]

enulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

  • BACA JUGA:
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Nasi Kuning: Warisan Intangible | Pintu Akselerasi Perempuan Mewujudkan Mimpi Pemberdayaan
Mahasiswa di Singaraja: Nasi Kuning “Pahlawan Kepagian”, juga “Pahlawan Kemalaman”
Tags: kulinernasi kuningSingarajavegan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cek dan Ricek, Riset Dulu, Baru Bikin Konten

Next Post

‘Semiotika Senirupa’ Ardika

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
‘Semiotika Senirupa’ Ardika

‘Semiotika Senirupa’ Ardika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co