2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cek dan Ricek, Riset Dulu, Baru Bikin Konten

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
May 5, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

MENYIMAK pernyataan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) usai silaturahmi dengan Presiden ke-7 Joko Widodo saat ditanya oleh para reporter, dia merasa prihatin kepada para “pengamat sosial-politik” dalam memberikan pandanganya atas kinerja pemerintah periode lalu dan saat ini, yang cenderung hanya berdasarkan “perasaan” saja, tidak berdasar pada data dalam analisisnya.

Juga bahasa dan narasinya yang selalu provokatif, dan tidak santun dalam menggunakan bahasa. Kita sebagai bangsa yang besar dan beragam memiliki adat, adab sopan santun. Pemerintah bukan anti kritik, silahkan saja menurut LBP dengan bahasa yang baik dan mengkritik dengan data, bukan dengan cara “memperkeruh”, dan provokasi.

Di  era Joko Widodo, tidak sedikit capaian kemajuan negara yang sudah diraih, seperti kepemilikan saham Freeport, pembangunan pelabuhan-pelabuhan, bandara, ruas jalan tol, dan beberapa proyek strategis nasional lainnya. Tetunya tidak semuanya dapat dicapai, seperti Ibu Kota Negara (IKN), dan lainnya,  hal ini akan dilanjutkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

 Program-program pemerintah saat ini yang baru berjalan jangan langsung “ditorpedo” terus-menerus. Pemerintah butuh dukungan persatuan semua elemen bangsa, tidak terus-menerus menghujat pemerintah, baik masa lalu maupun saat ini. Demikian keprihatinan LBP saat disampaikan di halaman rumah Jokowi yang juga turut  mendampingi LBP di belakang.

 Pernyataan LBP ditafsirkan dengan beragam cara dan sudut pandang, baik mendukung, maupun biasa-biasa saja menyikapinya, atau ada yang merasa terusik karena selama ini dari pihak yang menjadi sasaran kritik tidak pernah ada respons apa pun. Terlebih dari Jokowi, sama sekali tidak merespons, hanya mengatakan biar masa atau waktu yang menjawab, atas hujatan, tuduhan, fitnah, padanya dan keluarga terima, biar waktu dan sejarah yang menjawab.

Saya pribadi ikut mengamini apa yang disampaikan LBP, kalau dalam bahasa agama yang saya anut, para pengamat maupun host studio,  sebaiknya melakukan Tabayun terlebih dahulu pada apa yang akan disampaikan atau diprogramkan sebagai tema acaranya.

Apa pun salurannya, baik media mainstream (koran, televisi, radio), maupun media sosial (podcast youtube, facebook, twitter, dll). Menurut saya prinsip-prinsip jurnalistik tetap harus dikedepankan, karena ini menyangkut menyiarkan kabar dan informasi baik suara, cetak, maupun gambar, film video.

Seperti dikatakan Tamim (2003), pekerjaan jurnalistik bukan sekedar tentang fakta, tapi juga menyangkut kebenaran (truth). Itulah sebabnya dalam kode etik Jurnalistik disebutkan ketentuan keharusan seorang wartawan Indonesia untuk meneliti “kebenaran” (truth) suatu berita yang akan diturunkannya. Belum lagi faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan. Adalah fakta misalnya kalau seorang anak diperkosa. Namun demi pertimbangan moral dan perkembangan jiwa anak, foto anak tidak akan dimuat di media massa.

Seperti perihal “kabar bohong” ijazah palsu Presiden ke-7 yang terus “digoreng” sampai sekarang. Bukan Jokowi  yang meng-clear-kan, tapi alumni kawan seangkatannya,  Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Anehnya isu masa lalu yang menerpa Jokowi terus dikorek oleh para pengamat di media sosial mereka disebut sebagai “penyinyir, pembenci”, karena dimata mereka Jokowi tidak ada benarnya.

Padahal bila kita perhatikan pemberitaan, tayangan media sosial, terkait ramainya masyarakat yang berkunjung ke kediaman Jokowi, hampir setiap hari ratusan warga bersilaturahmi kepada mantan pemimpinnya. Apalagi dalam suasana idul fitri kediaman Jokowi tumpah ruah masyarkat yang mengunjunginya, juga anggota Kabinet Merah Putih, dan para tokoh masyarakat bersilaturahmi. Kota Solo, seolah punya destinasi wisata baru. Ini fakta peristiwa, masyarakat masih mengidolakan meskipun Jokowi sudah tidak menjabat sebagai Presiden. Mungkin ini salah satu simbol, jawaban untuk para pengkritik.

  ***

Kembali pada prihal cek dan ricek dalam kegiatan penyebar luasan (isi pernyataan) yang dapat dikatakan sebagai kegiatan jurnalistik itu penting, dalam bahasa agama yang saya anut, tabayyun. Aspek ini sebetulnya yang ditegaskan oleh LBP, dalam menyiarkan, menyampaikan opini kita harus tabayyun, cek  ricek menggunakan data.

 Di akhirat kelak, pertanggungjawaban yang diminta oleh Allah tidak hanya kepada pembuat berita atau konten  saja bila hoaks, fitnah, ujaran kebencian. Namun  juga kepada siapa yang turut menyebarkannya. Karena hanya dengan modal jempol untuk mengklik “membagikan” atau “meneruskan”, seseorang sudah bisa menjadi kurir informasi.

Alasan pentingnya tabayyun dalam menerima berita adalah untuk menghindari dari kegiatan yang asal membagikan berita palsu. Berita palsu merugikan masyarakat. Masyarakat menjadi was-was ketika ada berita yang menakutkan, padahal belum terbukti kebenarannya. Terkadang orang lebih ingin mempercayai berita palsu daripada mencari fakta-fakta kebenarannya. Bisa saja berita palsu dibuat hanya karena ingin menghancurkan wibawa seseorang atau ingin usaha seseorang gagal.

Bisa jadi media yang memberi informasi mempunyai sifat keberpihakan, atau memang hanya media pencari sensasi, dan tidak prefesional menjalankan proses pekerjaan  jurnalistiknya. Misalnya dalam mencari sumber berita, tidak melakukan cek dan ricek keberimbangan informasi, atau malah seolah-olah informasi dari sumber berita “terperaya A-1”, dengan dalih menjaga kerahasian sumber tidak menyebutkan namanya, padahal setelah dikonfirmasi, dan ditelusuri, itu hanya dialog imajiner reporternya saja, alias ngarang cerita. Kerja seperti itu, saat ini banyak dilakukakan oleh insan media.

 Berhati-hatilah dalam menyaring informasi yang disebar lewat media karena bisa saja sumbernya tidak jelas. Untuk menguatkan informasi bisa saja menggunakan nama tokoh tertentu. Padahal nama yang tertera bisa saja hanya dibuat-buat atau ada orang yang memaparkan nama tertentu yang sebetulnya tidak pernah memberikan pernyataan.

Kemudian untuk meneliti berita atau informasi yang lebih mendalam adalah dengan melakukan perbandingan berita antara media satu dengan media lainnya. Bisa jadi ada beberapa hal yang berbeda di media lain. Cara-cara tersebut dapat membantu pembaca dalam menerima berita atau informasi sehingga tidak asal menyebar berita ( https://dppai.uii.ac.id/tabayyun-dalam-menerima-berita/).

Era saat ini, saya katakan jauh dari praktik, melakukan tabayyun, untuk sebuah informasi yang dikejar hanya “jempol” subcribe. Tabayyun, check and recheck harus lebih dikedepankan oleh para insan “pemproduksi pesan” dan kata-kata, baik cetak maupun elektronik, penggiat media sosial, dan kita para individu harus lebih hati-hati, lakukan tabayyun ketika kita menerima informasi.

Menutup tulisan ini saya mengutip Al-Quran surat an-Nur [24] ayat 19, “Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Semoga kita menjadi orang-orang yang tetap istiqomah, sabar dan terhindar dari sasaran fitnah keji. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Antara Kedengkian dan Ijazah Jokowi
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
Tags: jurnalismejurnalistikkreator kontenmedia massamedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kearifan Lokal dan Perannya dalam Era Globalisasi

Next Post

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja -- Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co