7 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cek dan Ricek, Riset Dulu, Baru Bikin Konten

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
May 5, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

MENYIMAK pernyataan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) usai silaturahmi dengan Presiden ke-7 Joko Widodo saat ditanya oleh para reporter, dia merasa prihatin kepada para “pengamat sosial-politik” dalam memberikan pandanganya atas kinerja pemerintah periode lalu dan saat ini, yang cenderung hanya berdasarkan “perasaan” saja, tidak berdasar pada data dalam analisisnya.

Juga bahasa dan narasinya yang selalu provokatif, dan tidak santun dalam menggunakan bahasa. Kita sebagai bangsa yang besar dan beragam memiliki adat, adab sopan santun. Pemerintah bukan anti kritik, silahkan saja menurut LBP dengan bahasa yang baik dan mengkritik dengan data, bukan dengan cara “memperkeruh”, dan provokasi.

Di  era Joko Widodo, tidak sedikit capaian kemajuan negara yang sudah diraih, seperti kepemilikan saham Freeport, pembangunan pelabuhan-pelabuhan, bandara, ruas jalan tol, dan beberapa proyek strategis nasional lainnya. Tetunya tidak semuanya dapat dicapai, seperti Ibu Kota Negara (IKN), dan lainnya,  hal ini akan dilanjutkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

 Program-program pemerintah saat ini yang baru berjalan jangan langsung “ditorpedo” terus-menerus. Pemerintah butuh dukungan persatuan semua elemen bangsa, tidak terus-menerus menghujat pemerintah, baik masa lalu maupun saat ini. Demikian keprihatinan LBP saat disampaikan di halaman rumah Jokowi yang juga turut  mendampingi LBP di belakang.

 Pernyataan LBP ditafsirkan dengan beragam cara dan sudut pandang, baik mendukung, maupun biasa-biasa saja menyikapinya, atau ada yang merasa terusik karena selama ini dari pihak yang menjadi sasaran kritik tidak pernah ada respons apa pun. Terlebih dari Jokowi, sama sekali tidak merespons, hanya mengatakan biar masa atau waktu yang menjawab, atas hujatan, tuduhan, fitnah, padanya dan keluarga terima, biar waktu dan sejarah yang menjawab.

Saya pribadi ikut mengamini apa yang disampaikan LBP, kalau dalam bahasa agama yang saya anut, para pengamat maupun host studio,  sebaiknya melakukan Tabayun terlebih dahulu pada apa yang akan disampaikan atau diprogramkan sebagai tema acaranya.

Apa pun salurannya, baik media mainstream (koran, televisi, radio), maupun media sosial (podcast youtube, facebook, twitter, dll). Menurut saya prinsip-prinsip jurnalistik tetap harus dikedepankan, karena ini menyangkut menyiarkan kabar dan informasi baik suara, cetak, maupun gambar, film video.

Seperti dikatakan Tamim (2003), pekerjaan jurnalistik bukan sekedar tentang fakta, tapi juga menyangkut kebenaran (truth). Itulah sebabnya dalam kode etik Jurnalistik disebutkan ketentuan keharusan seorang wartawan Indonesia untuk meneliti “kebenaran” (truth) suatu berita yang akan diturunkannya. Belum lagi faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan. Adalah fakta misalnya kalau seorang anak diperkosa. Namun demi pertimbangan moral dan perkembangan jiwa anak, foto anak tidak akan dimuat di media massa.

Seperti perihal “kabar bohong” ijazah palsu Presiden ke-7 yang terus “digoreng” sampai sekarang. Bukan Jokowi  yang meng-clear-kan, tapi alumni kawan seangkatannya,  Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Anehnya isu masa lalu yang menerpa Jokowi terus dikorek oleh para pengamat di media sosial mereka disebut sebagai “penyinyir, pembenci”, karena dimata mereka Jokowi tidak ada benarnya.

Padahal bila kita perhatikan pemberitaan, tayangan media sosial, terkait ramainya masyarakat yang berkunjung ke kediaman Jokowi, hampir setiap hari ratusan warga bersilaturahmi kepada mantan pemimpinnya. Apalagi dalam suasana idul fitri kediaman Jokowi tumpah ruah masyarkat yang mengunjunginya, juga anggota Kabinet Merah Putih, dan para tokoh masyarakat bersilaturahmi. Kota Solo, seolah punya destinasi wisata baru. Ini fakta peristiwa, masyarakat masih mengidolakan meskipun Jokowi sudah tidak menjabat sebagai Presiden. Mungkin ini salah satu simbol, jawaban untuk para pengkritik.

  ***

Kembali pada prihal cek dan ricek dalam kegiatan penyebar luasan (isi pernyataan) yang dapat dikatakan sebagai kegiatan jurnalistik itu penting, dalam bahasa agama yang saya anut, tabayyun. Aspek ini sebetulnya yang ditegaskan oleh LBP, dalam menyiarkan, menyampaikan opini kita harus tabayyun, cek  ricek menggunakan data.

 Di akhirat kelak, pertanggungjawaban yang diminta oleh Allah tidak hanya kepada pembuat berita atau konten  saja bila hoaks, fitnah, ujaran kebencian. Namun  juga kepada siapa yang turut menyebarkannya. Karena hanya dengan modal jempol untuk mengklik “membagikan” atau “meneruskan”, seseorang sudah bisa menjadi kurir informasi.

Alasan pentingnya tabayyun dalam menerima berita adalah untuk menghindari dari kegiatan yang asal membagikan berita palsu. Berita palsu merugikan masyarakat. Masyarakat menjadi was-was ketika ada berita yang menakutkan, padahal belum terbukti kebenarannya. Terkadang orang lebih ingin mempercayai berita palsu daripada mencari fakta-fakta kebenarannya. Bisa saja berita palsu dibuat hanya karena ingin menghancurkan wibawa seseorang atau ingin usaha seseorang gagal.

Bisa jadi media yang memberi informasi mempunyai sifat keberpihakan, atau memang hanya media pencari sensasi, dan tidak prefesional menjalankan proses pekerjaan  jurnalistiknya. Misalnya dalam mencari sumber berita, tidak melakukan cek dan ricek keberimbangan informasi, atau malah seolah-olah informasi dari sumber berita “terperaya A-1”, dengan dalih menjaga kerahasian sumber tidak menyebutkan namanya, padahal setelah dikonfirmasi, dan ditelusuri, itu hanya dialog imajiner reporternya saja, alias ngarang cerita. Kerja seperti itu, saat ini banyak dilakukakan oleh insan media.

 Berhati-hatilah dalam menyaring informasi yang disebar lewat media karena bisa saja sumbernya tidak jelas. Untuk menguatkan informasi bisa saja menggunakan nama tokoh tertentu. Padahal nama yang tertera bisa saja hanya dibuat-buat atau ada orang yang memaparkan nama tertentu yang sebetulnya tidak pernah memberikan pernyataan.

Kemudian untuk meneliti berita atau informasi yang lebih mendalam adalah dengan melakukan perbandingan berita antara media satu dengan media lainnya. Bisa jadi ada beberapa hal yang berbeda di media lain. Cara-cara tersebut dapat membantu pembaca dalam menerima berita atau informasi sehingga tidak asal menyebar berita ( https://dppai.uii.ac.id/tabayyun-dalam-menerima-berita/).

Era saat ini, saya katakan jauh dari praktik, melakukan tabayyun, untuk sebuah informasi yang dikejar hanya “jempol” subcribe. Tabayyun, check and recheck harus lebih dikedepankan oleh para insan “pemproduksi pesan” dan kata-kata, baik cetak maupun elektronik, penggiat media sosial, dan kita para individu harus lebih hati-hati, lakukan tabayyun ketika kita menerima informasi.

Menutup tulisan ini saya mengutip Al-Quran surat an-Nur [24] ayat 19, “Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Semoga kita menjadi orang-orang yang tetap istiqomah, sabar dan terhindar dari sasaran fitnah keji. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Antara Kedengkian dan Ijazah Jokowi
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
Tags: jurnalismejurnalistikkreator kontenmedia massamedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kearifan Lokal dan Perannya dalam Era Globalisasi

Next Post

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

by Asep Kurnia
May 7, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

Read moreDetails

Tengah Malam Rokok Habis                           

by Angga Wijaya
May 7, 2026
0
Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

Read moreDetails

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

by Sugi Lanus
May 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

Read moreDetails

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails

Aoroville: Kota Eksperimental

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
0
Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

Read moreDetails

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

by Angga Wijaya
May 4, 2026
0
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

Read moreDetails

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
0
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

Read moreDetails

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
0
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

Read moreDetails

Guru Profesional Bekerja Proporsional

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
0
Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

Read moreDetails

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

Read moreDetails
Next Post
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja -- Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

by Sugi Lanus
May 7, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Bermain dengan Jin Tengah Malam

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

by Chusmeru
May 7, 2026
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup
Ulas Rupa

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co