13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali

Ni Putu Dila Rossita Yanti by Ni Putu Dila Rossita Yanti
July 4, 2025
in Kuliner
Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali

Warung Nsi Tekor Bali di Desa Budaya Kertalangu | Foto: Dila

PERNAH main ke kawasan Desa Budaya Kertalangu di Jalan By Pass Ngurah Rai, Tohpati, Denpasar? Jika belum, ya, sebaiknya sempatkan diri ke tempat itu, karena di kawasan itu terdapat warung nasi tradisional. Namanya, Nasi Tekor Bali.

Tekor adalah wadah makanan tradisional yang terbuat dari daun pisang, dilipat sedemikian rupa membentuk segitiga. Dulu, tekor sebagai wadah makanan sebenarnya tidak berisi alas apa pun lagi. Namun kini, tekor, sesuai dengan kebutuhan, diisi alas, semacam piring yang terbuat dari anyaman bambu atau rotan.

Nah, Nasi Tekor Bali menyediakan makanan khas tradisional Bali yang dikemas dengan tekor. Selain ramah lingkungan, juga estetik dan terkesan unik di zaman piring porselin dan marmer ini.

Warung Nasi Tekor Bali di Desa Budaya Kertalangu | Foto: Dila

Pemilik Warung Nasi Tekor biasa dipanggil Pekak Tekor. Nama aslinya Pande Nyoman Darta. “Warung ini dibangun dengan konsep yang berdasarkan kehidupan saya sendiri,” kata Pekak Tekor saat ditemui30 Mei 2025.

Sejak kecil Pekak Tekor sudah terbiasa hidup dalam lingkungan budaya Bali yang sangat kental.  Kegiatan seperti bertani, memasak dan berjualan adalah rutinitas kehidupan Pekak Tekor sehari-hari.

Masa kecil dan masa muda Pekak Tekor dipenuhi pengalaman baik. Ia berjualan makanan secara berkeliling di area desa dan sawah. Di masa tuanya ia memabngun warung Nasi Tekor yang bukan hanya sekadar dibangun dari semangat bisnis di bidang makanan, tetapi dibangun dari cita rasa terhadap budaya dan tradisi Bali.

“Saya membuat warung sederhana untuk tetap bisa mewariskan budaya dan tradisi yang ada,” kata pekak Tekor. 

Wawancara dengan Pekak Tekor (kanan) | Foto: Dok Dila

Warung Nasi Tekor resmi berdiri pada tahun 2015. Dulu, tempat ini hanya sebuah lokasi yang disebut sebagai Desa Budaya yang menampilkan seni budaya yang ada di Bali, khususnya di Desa Budaya Kertalangu. Tapi ternyata dalam kenyataannya budaya di sana masih belum dikenal sehingga Kakek Tekor masuk ke Desa ini untuk menampilkan budaya kuliner tradisional khas Bali.

“Tujuannya untuj menjawab kerinduan masyarakat kota akan suasana desa atau suasana kampung, bertemu dengan kakek dan nenek,” kata pekak Tekor.

Strategi awal yang diterapkan berfokus pada pembangunan konsep budaya dan filosofi yang mendalam. Dengan memanfaatkan lokasi yang dahulu merupakan bagian dari Desa Budaya Kertalangu, Nasi Tekor dirancang untuk memberikan suasana desa dan kampung Bali tempo dulu, yang memberikan pengalaman seperti sedang berkunjung ke rumah kakek dan nenek.

Hal ini dirancang untuk menjawab kerinduan masyarakat kota khususnya wisatawan, terhadap nuansa desa yang damai dan hangat. Tidak hanya itu konsep ini juga diperkuat dengan tagline yang menjadi ciri khas Nasi Tekor yaitu “Olahan Masa Lalu, Rasa Masa Kini, Kuliner Masa Depan”.

Melalui tagline itu, warung Nasi Tekor menyampaikan pesan bahwa maknan yang disajikan tidak sekedar hidangan, melainkan bentuk pelestarian budaya dan rasa yang diwariskan lintas generasi.  

Konsep Warung yang Sederhana | Foto: Dila

Nasi Tekor tidak hanya sekadar menyajikan makanan biasa, melainkan menyajikan sebuah pengalaman budaya. Konsepnya sangat khas karena pengunjung disambut seperti tamu keluarga, bukan seperti pengunjung restoran pada umumnya, tidak menggunakan sistem pelayanan yang formal seperti restoran biasa.

Pekak menyebut tempatnya sebagai “rumah pekak odah” bukan hanya sebagai warung nasi biasa tetapi warung ini juga dijadikan tempat tinggal oleh Pekak Tekor dan istrinya. 

Selain itu konsep yang unik dari hidangan yang disajikannya menggunakan tekor dan daun pisang, menghadirkan nuansa makanan seperti dirumah kakek dan nenek sendiri. Semua makanan yang disajikan memiliki nilai rasa dan tradisi. Bahkan, bentuk wadah “tekor” yang berbentuk segitiga juga memiliki makna spiritual yang melambangkan kekuatan, keseimbangan energi, serta hubungan antara manusia, alam dan Tuhan yaitu masuk pada konsep Tri Hita Karana.  


Makanan yang disajikan dengan tekor di Warung Nasi Tekor | Foto: Dila

Warung Nasi Tekor menjadi unik karena mengutamakan keunikan lokal Bali yang tidak bisa ditiru secara utuh oleh warung lainnya. Pekak Tekor menekankan bahwa banyak yang bisa meniru bentuk luar menunya, namun tidak dengan jiwa atau makna didalamnya. Keunikan lainnya yaitu dari bahan makanannya sebagaian besar dari hasil kebun dan ternak sendiri.

Memiliki menu yang unik seperti kuliner berbahan daging ayam, cumi, dan kambing dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan, kambing genyol adalah versi unik dari menu di warung ini, yang menjadikan sajian khas yang tidak umum ditemukan.

Warung ini dikatakan unik karena memiliki konsep yang berbeda dari segi penataan arsitekturnya. Pintu masuknya terdiri dari gapura sederhana dengan tulisan Nasi Tekor di atasnya. Di tempat ini pengunjung akan merasakan suasana yang berbeda saat memasuki warung. Warung ini didekorasi dengan bambu dan kayu, serta pernak pernik klasik. Ini merupakan salah satu keistimewaan pada warung ini yang tidak dapat ditemui pada tempat lainnya.  [T]

Reporter/Penulis: Ni Putu Dila Rossita Yanti
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Mengenal Singaraja Melalui Kulinernya
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan
Tags: balidenpasarDesa Budaya Kertalangukulinerkuliner balikuliner tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Next Post

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Ni Putu Dila Rossita Yanti

Ni Putu Dila Rossita Yanti

Lahir di Tabanan,Bali, 05 November 2004 . Sedang menempuh pendidikan di Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional, Denpasar

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails
Next Post
Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co