24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali

Ni Putu Dila Rossita Yanti by Ni Putu Dila Rossita Yanti
July 4, 2025
in Kuliner
Nasi Tekor di Desa Budaya Kertalangu, Warung yang Mewariskan Ingatan Tentang Tradisi Kuliner Bali

Warung Nsi Tekor Bali di Desa Budaya Kertalangu | Foto: Dila

PERNAH main ke kawasan Desa Budaya Kertalangu di Jalan By Pass Ngurah Rai, Tohpati, Denpasar? Jika belum, ya, sebaiknya sempatkan diri ke tempat itu, karena di kawasan itu terdapat warung nasi tradisional. Namanya, Nasi Tekor Bali.

Tekor adalah wadah makanan tradisional yang terbuat dari daun pisang, dilipat sedemikian rupa membentuk segitiga. Dulu, tekor sebagai wadah makanan sebenarnya tidak berisi alas apa pun lagi. Namun kini, tekor, sesuai dengan kebutuhan, diisi alas, semacam piring yang terbuat dari anyaman bambu atau rotan.

Nah, Nasi Tekor Bali menyediakan makanan khas tradisional Bali yang dikemas dengan tekor. Selain ramah lingkungan, juga estetik dan terkesan unik di zaman piring porselin dan marmer ini.

Warung Nasi Tekor Bali di Desa Budaya Kertalangu | Foto: Dila

Pemilik Warung Nasi Tekor biasa dipanggil Pekak Tekor. Nama aslinya Pande Nyoman Darta. “Warung ini dibangun dengan konsep yang berdasarkan kehidupan saya sendiri,” kata Pekak Tekor saat ditemui30 Mei 2025.

Sejak kecil Pekak Tekor sudah terbiasa hidup dalam lingkungan budaya Bali yang sangat kental.  Kegiatan seperti bertani, memasak dan berjualan adalah rutinitas kehidupan Pekak Tekor sehari-hari.

Masa kecil dan masa muda Pekak Tekor dipenuhi pengalaman baik. Ia berjualan makanan secara berkeliling di area desa dan sawah. Di masa tuanya ia memabngun warung Nasi Tekor yang bukan hanya sekadar dibangun dari semangat bisnis di bidang makanan, tetapi dibangun dari cita rasa terhadap budaya dan tradisi Bali.

“Saya membuat warung sederhana untuk tetap bisa mewariskan budaya dan tradisi yang ada,” kata pekak Tekor. 

Wawancara dengan Pekak Tekor (kanan) | Foto: Dok Dila

Warung Nasi Tekor resmi berdiri pada tahun 2015. Dulu, tempat ini hanya sebuah lokasi yang disebut sebagai Desa Budaya yang menampilkan seni budaya yang ada di Bali, khususnya di Desa Budaya Kertalangu. Tapi ternyata dalam kenyataannya budaya di sana masih belum dikenal sehingga Kakek Tekor masuk ke Desa ini untuk menampilkan budaya kuliner tradisional khas Bali.

“Tujuannya untuj menjawab kerinduan masyarakat kota akan suasana desa atau suasana kampung, bertemu dengan kakek dan nenek,” kata pekak Tekor.

Strategi awal yang diterapkan berfokus pada pembangunan konsep budaya dan filosofi yang mendalam. Dengan memanfaatkan lokasi yang dahulu merupakan bagian dari Desa Budaya Kertalangu, Nasi Tekor dirancang untuk memberikan suasana desa dan kampung Bali tempo dulu, yang memberikan pengalaman seperti sedang berkunjung ke rumah kakek dan nenek.

Hal ini dirancang untuk menjawab kerinduan masyarakat kota khususnya wisatawan, terhadap nuansa desa yang damai dan hangat. Tidak hanya itu konsep ini juga diperkuat dengan tagline yang menjadi ciri khas Nasi Tekor yaitu “Olahan Masa Lalu, Rasa Masa Kini, Kuliner Masa Depan”.

Melalui tagline itu, warung Nasi Tekor menyampaikan pesan bahwa maknan yang disajikan tidak sekedar hidangan, melainkan bentuk pelestarian budaya dan rasa yang diwariskan lintas generasi.  

Konsep Warung yang Sederhana | Foto: Dila

Nasi Tekor tidak hanya sekadar menyajikan makanan biasa, melainkan menyajikan sebuah pengalaman budaya. Konsepnya sangat khas karena pengunjung disambut seperti tamu keluarga, bukan seperti pengunjung restoran pada umumnya, tidak menggunakan sistem pelayanan yang formal seperti restoran biasa.

Pekak menyebut tempatnya sebagai “rumah pekak odah” bukan hanya sebagai warung nasi biasa tetapi warung ini juga dijadikan tempat tinggal oleh Pekak Tekor dan istrinya. 

Selain itu konsep yang unik dari hidangan yang disajikannya menggunakan tekor dan daun pisang, menghadirkan nuansa makanan seperti dirumah kakek dan nenek sendiri. Semua makanan yang disajikan memiliki nilai rasa dan tradisi. Bahkan, bentuk wadah “tekor” yang berbentuk segitiga juga memiliki makna spiritual yang melambangkan kekuatan, keseimbangan energi, serta hubungan antara manusia, alam dan Tuhan yaitu masuk pada konsep Tri Hita Karana.  


Makanan yang disajikan dengan tekor di Warung Nasi Tekor | Foto: Dila

Warung Nasi Tekor menjadi unik karena mengutamakan keunikan lokal Bali yang tidak bisa ditiru secara utuh oleh warung lainnya. Pekak Tekor menekankan bahwa banyak yang bisa meniru bentuk luar menunya, namun tidak dengan jiwa atau makna didalamnya. Keunikan lainnya yaitu dari bahan makanannya sebagaian besar dari hasil kebun dan ternak sendiri.

Memiliki menu yang unik seperti kuliner berbahan daging ayam, cumi, dan kambing dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan, kambing genyol adalah versi unik dari menu di warung ini, yang menjadikan sajian khas yang tidak umum ditemukan.

Warung ini dikatakan unik karena memiliki konsep yang berbeda dari segi penataan arsitekturnya. Pintu masuknya terdiri dari gapura sederhana dengan tulisan Nasi Tekor di atasnya. Di tempat ini pengunjung akan merasakan suasana yang berbeda saat memasuki warung. Warung ini didekorasi dengan bambu dan kayu, serta pernak pernik klasik. Ini merupakan salah satu keistimewaan pada warung ini yang tidak dapat ditemui pada tempat lainnya.  [T]

Reporter/Penulis: Ni Putu Dila Rossita Yanti
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
45 Tahun Rasa itu Tak Mati-mati: Ini Kisah Siobak Seririt Penakluk Hati
Mengenal Singaraja Melalui Kulinernya
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan
Tags: balidenpasarDesa Budaya Kertalangukulinerkuliner balikuliner tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Sastra dalam Lontar, Menginstal Makna ke Dalam Tubuh | Catatan dari Seminar Yayasan Aksara Sastra Adhyatmika

Next Post

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Ni Putu Dila Rossita Yanti

Ni Putu Dila Rossita Yanti

Lahir di Tabanan,Bali, 05 November 2004 . Sedang menempuh pendidikan di Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional, Denpasar

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co