4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [29]: Tangis Wanita di Studio Podcast

Chusmeru by Chusmeru
August 21, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

WAJAH gembira tak dapat disembunyikan Isnaeni. Sebagai Kepala Laboratorium Komunikasi, Isnaeni baru saja mendapat kabar menyenangkan. Dana hibah dari pemerintah atas usulan yang dibuatnya telah turun. Kini laboratorium yang dikelolanya memiliki studio podcast.

Kabar gembira itu disambut antusias seluruh dosen, pegawai, dan mahasiswa. Sudah lama semua berharap memiliki studio podcast yang kini diminati banyak orang, baik tokoh maupun selebritis. Dengan memiliki studio, beragam siaran audio maupun visual dapat dilakukan di laboratorium. Ini akan menjadi nilai tambah program studi; dan tentu saja Isnaeni sebagai Kepala Laboratorium.

Tanpa menunda waktu, Isnaeni segera membentuk tim pengelola podcast. Ia ingin melibatkan semua civitas dalam pengelolaan podcast, mulai dari dosen, pegawai, dan mahasiswa. Harapannya, studio podcast itu nanti akan menghasilkan produk-produk komunikasi digital yang dapat dinikmati masyarakat.

 Isnaeni sendiri menjadi podcaster, orang yang paling bertanggung jawab atas pembuatan dan pengelolaan podcast. Sebagai produser, Isnaeni menunjuk dosen muda Mira Yasinta yang akan mengelola proses produksi, dari perencanaan hingga distribusi. Nikita Anjani dan Putra Permana mewakili mahasiswa sebagai host atau pemandu acara podcast.

 Proses pengeditan hasil rekaman diserahkan kepada pegawai, Wahyono sebagai editor. Dia pegawai yang menguasai teknik komputer. Wahyono diharapkan mampu mengantisipasi kesalahan dalam rekaman serta menambahkan efek suara maupun musik. Dengan kerjasama tim pengelola podcast diharapkan akan dihasilkan produk siaran yang bagus.

Setelah tim pengelola terbentuk, Isnaeni merencanakan untuk menyusun program acara podcast, mulai acara harian, mingguan, dan bulanan. Isnaeni berharap acara podcast bervariasi, mulai dari topik hingga narasumbernya, sehingga hasilnya tidak membosankan.

Untuk podcast harian akan diisi dengan narasumber mahasiswa. Banyak isu maupun aktivitas yang berkaitan dengan mahasiswa maupun remaja yang berkembang saat ini. Beberapa agenda isu, seperti FOMO, YOLO, Frugal Living, dan “Stecu “ mulai disusun untuk diskusi podcast.

Sedangkan program mingguan, Isnaeni akan mengundang narasumber dari jurusan, fakultas, dan universitas. Banyak dosen yang berprestasi di kampus Isnaeni. Beberapa dosen menyandang penghargaan dari luar negeri untuk riset maupun publikasi ilmiah. Gagasan-gagasan inovatif juga banyak dihasilkan dosen di kampusnya.

Program bulanan diharapkan menjadi agenda unggulan dari podcast yang dikelola Isnaeni. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Ia berencana untuk mendatangkan narasumber yang berkiprah di kancah nasional dan internasional serta sedang menjadi perhatian publik. Sesekai Isnaeni juga akan mengundang pelaku seni budaya dan tokoh politik nasional serta artis untuk mendongkrak popularitas podcastnya.

***

Uji coba podcast dilakukan Isnaeni dengan menghadirkan dua narasumber sekaligus, yaitu mahasiswa Aprilia Wijayanti dan dosen Ageng Nugraha. Topik yang dibahas terkait kesehatan mental generasi Z dan milenial menghadapi kompleksitas kehidupan. Kebetulan Ageng Nugraha mengajar mata kuliah Komunikasi Kesehatan.

Nikita Anjani menjadi host yang memandu acara podcast di sore hari. Semua kru sudah siap untuk memastikan podcast berjalan lancar. Suasana laboratorium tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang praktikum fotografi di ruang sebelah.

Saat podcast sudah mulai berjalan, terjadi keanehan. Tercium aroma kopi di ruang podcast. Padahal tak ada seorang pun yang membawa kopi ke dalam studio. Meskipun Ageng Nugraha termasuk penggemar berat kopi. Semua saling pandang. Aroma kopi kian menyengat dihidung. Suasana sedikit menegangkan.

Isnaeni yang turut menyaksikan podcast memberi isyarat agar podcast dihentikan dulu. Ia memeriksa dapur laboratorium yang berdekatan dengan ruang podcast untuk memastikan apakah ada orang yang sedang membuat kopi. Ternyata tidak ada. Lalu dari mana aroma kopi di ruang podcast, pikir Isnaeni.

Podcast yang baru berjalan lima menit pun terhenti karena aroma kopi. Wahyono sebagai editor memutuskan untuk menyetel hasil rekaman. Betapa terkejut semua yang hadir di studio podcast. Suara tangis wanita terdengar selama perbincangan host dengan narasumber. Studio podcast berubah menjadi ruangan yang mencekam.

Suara tangis wanita dalam rekaman itu begitu jelas. Isnaeni meminta Wahyono untuk memastikan proses rekaman tidak mengalami gangguan, sehingga ada suara dari luar studio yang masuk. Wahyono memutar kembali sambil mengecek hasil rekaman. Suara tangis wanita itu sangat menyayat hati. Semua merinding. Proses rekaman dihentikan. Semua keluar dari studio podcast.

Isnaeni sebagai Kepala Laboratorium dan penanggung jawab podcast masih penasaran. Ia bertanya kepada mahasiswa yang ada di luar studio, apakah ada yang menangis? Semua menjawab tidak. Mahasiswa sedang mengerjakan tugas dengan serius di laboratorium. Bulu kuduk Isnaeni berdiri. Berarti tangisan itu adalah hantu penunggu kampus, pikirnya ketakutan.

Minggu berikutnya giliran Putra Permana menjadi host podcast yang mengangkat isu seni budaya. Ia ditemani Mira Yasinta, dosen yang juga produser podcast. Narasumber podcast adalah Wagirah, tokoh penari lengger Banyumas yang terkenal. Wagirah berhasil memajukan dan melestarikan kesenian lengger. Bahkan beberapa kali ia diundang untuk tampil ke luar negeri.

Saat wawancara sedang berlangsung, Putra Permana mencium aroma kopi. Ia memandang Mira Yasinta yang juga memberi isyarat mencium aroma kopi. Perbincangan dengan Wagirah tetap berlanjut, namun Putra Permana sudah kehilangan konsentrasi.

“Kok bau kopi yaa..,” celetuk Wagirah di tengah acara podcast masih berlangsung.

Tidak ada seorang pun yang memberi jawaban. Putra Permana, Mira Yasinta, dan Wahyono tampak ketakutan. Aroma kopi yang tercium saat podcast pertama, kini muncul lagi. Wagirah sebagai narasumber juga ikut menahan rasa takut. Sebagai penari lengger Wagirah memang suka minum kopi. Tetapi di studio podcast tidak ada yang membuatkannya kopi. Tentu saja Wagirah heran.

Proses rekaman podcast dihentikan, karena celetukan Wagirah. Wahyono harus mengedit hasil rekaman agar tidak muncul pertanyaan Wagirah tentang bau kopi. Mereka kembali dikagetkan oleh suara tangisan wanita dalam rekaman podcast. Isak tangis wanita itu membuat orang-orang yang berada di studio podcast merinding ketakutan.

Mendapat kabar tentang suara tangis wanita dalam hasil rekaman, Isnaeni memutuskan untuk menghentikan sementara waktu proses produksi podcast. Ia ingin Wahyono dan staf teknisi di kampus memeriksa semua peralatan podcast. Isnaeni masih agak ragu, apakah suara tangisan wanita itu karena gangguan teknis rekaman; ataukah memang ada hantu wanita di studio podcast.

***

Hampir satu bulan kegiatan podcast dihentikan. Wahyono dan teknisi kampus memastikan semua peralatan di studio tidak mengalami masalah. Berarti selama ini suara tangisan wanita di studio podcast adalah misteri. Meski demikian Isnaeni tetap melanjutkan program rekaman.

Kali ini podcast menghadirkan Joni Dirgantara, seorang alumni yang sudah sukses menjadi pengusaha di Jakarta. Berbagai kiat untuk menjadi pengusaha ingin digali dari Joni Dirgantara. Nikita Anjani menjadi host yang akan memandu perbincangan, ditemani seluruh pengelola podcast. Semua ingin memastikan bahwa tidak ada lagi gangguan dalam proses rekaman.

Sebagai alumni, Joni Dirgantara berbagi tips untuk memulai bisnis. Setiap lulusan sarjana di kampusnya diharapkan tidak hanya ingin menjadi pegawai negeri. Peluang usaha di luar instansi pemerintah begitu banyak. Terpenting harus berani merangkak dari bawah dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko.

Saat perbincangan begitu asyik, tiba-tiba tercium aroma kopi. Kembali semua pengelola podcast terkejut. Joni Dirgantara bingung melihat perubahan wajah Nikita Anjani yang tampak seperti orang ketakutan.

“Ada apa mbak? Kok bau kopi ya..?” tanya Joni Dirgantara kepada Nikita Anjani

“Anu kak.. anuu.. eee…,” jawab Nikita Anjani terbata-bata, sulit untuk menjelaskan.

Belum lagi terjawab pertanyaan Joni Dirgantara, terdengar suara tangisan wanita. Kali ini tangisan itu bukan ada di hasil rekaman, tetapi terdengar di ruangan podcast. Semua kaget dan ketakutan. Joni Dirgantara menatap seisi ruangan, mencari asal suara tangisan. Namun ia tak menemukannya. Suara tangisan itu begitu pilu, menggema ke suluruh ruangan podcast.

Nikita Anjani yang sedang memandu podcast pun ketakutan. Tangannya begitu gemetaran saat melepas headset di kepalanya. Suasana ruangan menjadi tegang. Suara tangisan itu kian menyayat hati. Dan tiba-tiba lampu di studio podcast padam. Semua berhamburan keluar dari studio. Acara rekaman terhenti.

Isnaeni menyerah. Untuk kali ini ia percaya bahwa suara tangis wanita itu adalah hantu yang mendiami studio podcast. Jika memang hanya masalah teknis, suara tangis wanita itu hanya akan muncul di hasil rekaman. Namun ternyata tangisan itu juga terdengar keras saat acara podcast sedang berlangsung.

Kegembiraan Isnaeni sebagai Kepala Laboratorium pupus oleh peristiwa tangis wanita di studio podcast. Padahal ia sangat berharap dengan hadirnya podcast akan mampu mengangkat citra kampusnya, sekaligus sebagai sarana praktikum bagi mahasiswa.

Diceritakan kejadian di studio podcast kepada paman Isnaeni. Kebetulan pamannya seorang pelaku tradisi Kejawen yang paham tentang hal-hal gaib. Harapannya, tak lagi terdengar suara tangis wanita di studio, sehingga program podcast dapat terus terlaksana.

“Itu suara wanita yang salah pati, meninggal belum saatnya di masa lalu. Ia menghuni ruangan di kampus, karena hawanya yang sejuk,” jelas paman Isnaeni.

“Bagaimana agar suara tangisan itu tidak muncul lagi, Paman?” tanya Isnaeni.

“Wanita itu di masa lalunya memang suka minum kopi. Coba setiap ada acara di studio podcast, disediakan secangkir kopi pahit di meja. Mudah-mudahan tidak terdengar lagi suara tangis,” saran paman Isnaeni.

Mendengar penjelasan dan saran dari pamannya, Isnaeni sedikit lega. Paling tidak, Isnaeni jadi tahu bahwa suara tangisan itu memang berasal dari makhluk halus yang ada di studio podcast. Perkara wanita itu meninggal dengan cara yang salah atau belum waktunya, Isnaeni tak begitu tertarik untuk memikirkannya.

Secangkir kopi pahit telah tersaji di meja podcast ketika Gondo Siswono, seorang politisi yang dermawan dihadirkan dalam diskusi tentang perilaku politik Gen Z. Perbincangan berlangsung menarik, karena Gondo Siswono juga politisi muda dari kalangan milenial.

 Tidak terdengar suara tangis wanita selama diskusi berjalan. Putra Permana yang memandu diskusi tampak sumringah. Isnaeni dan para pengelola podcast juga penuh senyum mengikuti perbincangan. Kalau pun tercium aroma kopi, itu berasal dari secangkir kopi pahit yang disuguhkan di atas meja podcast. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kampusku Sarang Hantu [28]: Perpustakaan yang Menyeramkan
 Kampusku Sarang Hantu [27]: Taman Kampus, Taman Hantu
Kampusku Sarang Hantu [26]: Tamu Tak Diundang Tengah Malam
Kampusku Sarang Hantu [25]: Tangis Bayi di Tangga Kampus
Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal
Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Arjuna Wiwaha, Cerita Bersambung dalam Pameran “The Beauty of Wayang” di Pustaka Bali Seni Denpasar

Next Post

Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails
Next Post
Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Terap Festival #2, Terang Melambung Dalam Tempurung, di Kawasan Dago & Braga, Bandung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co