12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [26]: Tamu Tak Diundang Tengah Malam

Chusmeru by Chusmeru
July 31, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

KEAMANAN, ketertiban, dan kenyamanan kampus sedikit banyak ditentukan oleh peran satuan pengamanan atau Satpam kampus. Mereka bertugas sebagaimana polisi yang memastikan kampus menjadi tempat yang kondusif. Tak jarang mereka mendapat sebutan polisi kampus.

Bukan hanya di pagi atau siang hari saja Satpam kampus bertugas. Bahkan malam hingga dini hari pun Satpam tetap siaga di kampus. Karenanya, kadang sulit membedakan antara penjaga malam dan Satpam. Meskipun Satpam kampus biasanya menggunakan atribut atau seragam yang ditetapkan masing-masing kampus.

Banyak suka duka menjadi Satpam kampus. Begitulah yang dialami Sudarto, Munawir, Kasim, dan Witono. Sudah hampir sepuluh tahun mereka menjadi Satpam di fakultas. Beruntung mereka kini sudah diangkat menjadi pegawai tetap. Mereka berempat bekerja bergantian, dua orang jadwal kerja pagi hingga sore, dua orang lainnya kerja sore hingga dini hari.

Sukanya, pekerjaan mereka tidak terlalu sibuk seperti pegawai lainnya. Mereka memiliki tempat kerja sendiri di pos Satpam. Meski ruangannya tidak terlalu besar, namun sangat nyaman untuk bekerja. Jika mata mulai mengantuk atau suasana kampus sedang sepi, mereka dapat mengopi sambil merokok di pos Satpam.

Dukanya, jika terjadi gangguan keamanan di kampus; mereka akan menjadi orang yang paling bertanggung jawab. Tidak jarang pula mereka mendapat teguran keras dari pimpinan fakultas. Pernah terjadi kasus kehilangan helm sepeda motor mahasiswa. Pimpinan segera memanggil mereka untuk dimintai keterangan.

Cuaca buruk juga menjadi hari-hari yang kurang menyenangkan bagi Satpam. Mereka tetap harus bekerja di bawah hujan deras untuk mengatur lalu lintas keluar masuk kendaraan di kampus. Begitu pula jika periode wisuda tiba, mereka harus mengatur kendaraan di tengah terik matahari. Itu semua mereka kerjakan dengan penuh tanggung jawab. Apalagi mereka sudah menjadi pegawai tetap yang harus melayani sivitas akademika.

Pujian dan cacian kerap dihadapi mereka. Kampus yang tertib dan tenang membuat para Satpam mendapat pujian dari dosen, pegawai, dan mahasiswa. Namun tak jarang Satpam juga harus berdebat, bertengkar, dan nyaris adu jotos dengan mahasiswa. Biasanya itu dialami Satpam yang tugas jaga malam hari. Mahasiswa yang masih berada di dalam kampus hingga larut malam kadang tidak mau diingatkan dan ditegur, malah ada yang menantang berkelahi.

***

Sabtu malam Minggu, giliran Kasim dan Witono yang bertugas di pos Satpam. Tugas malam sudah bertahun-tahun mereka kerjakan. Memang agak kurang menyenangkan. Apalagi kampus tempat mereka bekerja dikenal sebagai sarang hantu. Sedangkan mereka harus berkeliling memeriksa seluruh ruangan di kampus malam hari.

Cuaca sangat cerah di malam Minggu. Bulan purnama bersinar terang. Perlahan kampus mulai sepi. Kuliah malam untuk program magister dan program doktor sudah berakhir beberapa saat lalu. Angin bertiup tidak terlalu kencang. Sinar bulan yang menerangi halaman kampus membuat suasana kampus terasa berbeda dari hari lainnya.

Memang ada suasana yang berbeda di malam Minggu saat purnama tiba. Kasim dan Witono merasakan itu. Pukul sepuluh malam mereka sudah mulai merasa mengantuk. Tak ingin tertidur awal, Kasim berniat membuat segelas kopi.

“Aku kok merasa merinding malam ini ya…,” kata Witono sambil mengelus lengan tangannya.

“Aku juga…,” kata Kasim sambil mengaduk kopinya.

“Padahal ini malam Minggu ya, bukan malam Jumat Kliwon,” ujar Witono.

Angin lembut dan dingin berhembus masuk ke dalam pos Satpam. Malam menjadi mencekam. Witono dan Kasim saling pandang. Seharusnya mereka sudah berkeliling area kampus. Namun mereka tunda karena suasana yang membuat merinding. Mereka menunggu apa yang akan terjadi.

Pukul sebelas malam sebuah mobil memasuki pelataran kampus. Witono dan Kasim terkejut. Siapa yang datang, dan untuk keperluan apa ke kampus tengah malam. Witono keluar dari pos Satpam. Ia perhatikan mobil itu. Witono agak heran. Mobil yang masuk ke kampus itu termasuk mobil kuno produksi tahun 1960-an. Penumpangnya juga tampak tua, lelaki dan perempuan.

“Selamat malam…, maaf ada keperluan apa ya?” tanya Witono kepada pengemudi mobil, lelaki tua dan kurus.

“Ada acara reuni di aula fakultas,” jawab lelaki itu dengan nada pelan.

Witono heran. Sepengetahuan dia tidak ada acara dalam jadwal kegiatan fakultas. Biasanya Satpam akan selalu diberitahu kalau ada kegiatan di kampus. Anehnya, Witono tidak bertanya lebih lanjut kepada lelaki itu. Dibiarkannya mobil tua itu memasuki kampus menuju aula. Lebih heran lagi, ketika diperhatikan, pelat mobil itu berhuruf depan X. Witono terkesiap. Tidak ada daerah di Indonesia yang memiliki pelat mobil dengan huruf X.

“Siapa itu?” tanya Kasim ketika Witono membiarkan tamu tak diundang memasuki kampus di tengah malam.

“Orang mau reuni di aula,” jawab Witono.

“Haaahh?! Reuni? Malam-malam begini?!” tanya Kasim kaget.

Belum lagi Kasim mendapat jawaban, sebuah mobil tua kembali memasuki pintu gerbang kampus. Kali ini mobil produksi tahun 1950-an. Pelat nomor mobilnya pun aneh, yaitu O. Kini giliran Kasim yang bergegas menghampiri mobil itu. Saat kaca pintu mobil dibuka, Kasim tertegun. Penumpangnya sepasang lelaki dan perempuan yang berpakaian seperti layaknya akan ke pesta. Anehnya, pakaian mereka seperti model puluhan tahun silam.

“Selamat malam, mohon maaf, ada keperluan apa ya?” tanya Kasim sopan.

“Ada acara reuni di aula fakultas,” jawab penumpang perempuan dari dalam mobil.

Kasim terkejut. Jawaban yang sama seperti disampaikan tamu pertama kepada Witono. Padahal tidak ada pemberitahuan dari pimpinan fakultas tentang acara reuni. Biasanya mereka akan mendapat surat pemberitahuan dari pimpinan tentang acara di kampus dan siapa-siapa saja undangan yang datang. Apalagi tamu di tengah malam. Kasim pun tak berkutik. Ia biarkan tamu tak diundang itu memasuki kampus.

Witono dan Kasim tak habis pikir. Mengapa ada acara reuni di tengah malam. Mobil yang datang pun kendaraan kuno seperti di film-film masa lalu. Begitu pun pakaian yang mereka gunakan. Witono dan Kasim hanya menduga itu semua bagian dari kostum acara reuni. Namun yang lebih mengherankan, mereka seolah terhipnotis dan membiarkan tamu tak diundang itu malam hari.

Sinar rembulan semakin terang menyinari kampus. Angin semeribit menerpa dedaunan pohon rindang di sekeliling kampus. Witono dan Kasim merasakan suasana kian membuat mereka merinding. Malam juga kian larut, saat beberapa mobil memasuki halaman kampus. Semua mobil kuno dengan pelat nomor yang aneh. Ada yang berpelat U, C, I, Q, dan Y.

Witono dan Kasim berbarengan menghampiri mobil-mobil itu. Dengan perasaan was-was, gemetaran, dan merinding Witono dan Kasim menyapa dan mengamati penumpang mobil. Jantung mereka nyaris copot saat melihat wajah-wajah penumpang di dalam mobil. Semua berwajah pucat, tatapan mata kosong, dan tercium aroma kemenyan.

Witono dan Kasim kembali tertegun. Mereka seolah terhipnotis oleh tamu-tamu tak diundang itu. Tubuh Witono dan Kasim terdiam kaku, sulit untuk digerakkan. Sementara itu beberapa mobil yang lain datang memasuki area kampus menuju ke aula fakultas yang dikatakan sebagai tempat acara reuni.

Tepat pukul 24.00 tengah malam, terdengar musik dari arah aula. Musik-musik tempo dulu. Sayup terdengar seperti orkestra yang bergantian irama, jazz, keroncong, dan pop. Witono dan Kasim penasaran. Mereka segera menuju aula fakultas. Sungguh kaget mereka. Para tamu misterius yang datang tadi sedang berpesta. Ada pula yang bernyanyi dan berdansa. Malam kian larut. Musik-musik itu kian semarak. Bulan purnama semakin terang menyinari kampus.

***

Witono dan Kasim terkejut ketika dibangunkan Sudarto dan Munawir. Sengat matahari sudah terasa menerobos pos Satpam. Hari sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Mereka ketiduran di pos Satpam, dan bangun kesiangan. Giliran Sudarto dan Munawir bertugas di kampus. Semestinya Witono dan Kasim sudah pulang ke rumah pukul 06.00 pagi. Entah mengapa mereka tertidur pulas di pos Satpam.

Kebingungan dirasakan Witono dan Kasim. Mereka masih terbengong-bengong tentang apa yang mereka alami semalam. Sudarto dan Munawir juga heran atas sikap kedua rekan kerjanya itu. Tidak biasanya Witono dan Kasim tertidur lelap di pos Satpam. Wajah mereka pucat seperti tidak tidur semalaman.

“Ada apa dengan kalian berdua?” tanya Sudarto pada Witono dan Kasim.

Masih belum sadar betul, Witono dan Kasim tidak segera menjawab. Mereka mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi saat berjaga malam. Mobil kuno masuk kampus, acara reuni, tamu tak diundang yang berpakaian model dulu, musik-musik tempo dulu di aula fakultas, pesta dan dansa para tamu misterius. Itu yang mereka ingat.

“Semalam ada acara reuni aneh…,” kata Witono lirih.

“Reuni…?!! Reuni apa? Di mana?” tanya Munawir heran.

“Reuni misterius, di aula fakultas,” jawab Witono.

Sudarto dan Munawir terkejut. Mereka seolah tak percaya ucapan Witono.

“Tidak ada jadwal acara dan peminjaman aula untuk tadi malam,” kata Sudarto.

Semua bingung. Semua tak percaya. Mereka berempat memustuskan untuk melihat keadaan aula yang semalam digunakan acara reuni. Betapa terkejut mereka. Ruangan di aula porak-poranda. Kursi yang ada di aula berserakan. Peralatan berantakan. Masih tersisa aroma kemenyan di dalam ruangan. Sontak bulu kuduk mereka berdiri. Siapa gerangan yang menggunakan aula di tengah malam?

Keempat Satpam kampus segera melaporkan kejadian itu kepada dekanat dan bagian perlengkapan. Cerita tentang reuni tamu-tamu misterius tak diundang di kampus tengah malam menjadi perbincangan. Tak ada yang mampu menjawab dan menjelaskan.

Bahkan beredar kabar, konon acara reuni seperti itu akan kembali terjadi 50 tahun mendatang di malam Minggu saat bulan purnama. Pesertanya makhluk misterius yang hidup di alam lain. Tamu-tamu gaib yang hidup entah berapa puluh atau ratus tahun silam. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [25]: Tangis Bayi di Tangga Kampus
Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal
Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dave Narada Putra dan Melda Yogiani, Duta GenRe Bali 2025: Menyalakan Renjana, Menyemai Teladan

Next Post

The Brief History of Dance Bali:  Keutuhan antara Tubuh dan Peristiwa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

by Chusmeru
August 6, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

Read moreDetails

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails
Next Post
Panggung Biografi “The Brief History Of Dance” dari Garasi Performance Institute di Festival Seni Bali jani 2025

The Brief History of Dance Bali:  Keutuhan antara Tubuh dan Peristiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co