2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [25]: Tangis Bayi di Tangga Kampus

Chusmeru by Chusmeru
July 24, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

​KULIAH di program magister atau S2 berbeda dengan program S1. Jumlah mahasiswa program magister lebih sedikit. Mata kuliah yang harus diambil juga tidak terlalu banyak. Masa studinya pun bisa ditempuh dengan waktu yang tidak terlalu lama, sekitar dua tahun lebih. Teman-teman kuliah biasanya sudah berumur atau sudah berkeluarga.

​Itulah yang menjadi alasan Devita Laksmi mengambil program magister. Waktu kuliah bisa memilih antara yang reguler pagi hari atau kelas sore – malam hari. Sebagai seorang istri dan pegawai tetap di salah satu perusahaan BUMN, Devita Laksmi dapat kuliah pada kelas sore – malam. Selepas kerja, Devita bisa langsung kuliah. Itu pun tidak setiap hari. Jadi agak santai.

​Sebenarnya dengan ijazah S1 sudah cukup bagi Devita untuk meniti karier. Jabatannya kini sudah cukup lumayan, Asisten Manajer Public Relation. Suaminya juga bekerja di instansi pemerintah, dan sudah memiliki jabatan struktural. Sudah cukup jika hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka dengan seorang anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

​Namun Devita Laksmi bukan tipe perempuan yang cepat puas dengan prestasi yang telah ia peroleh. Ia ingin terus menimba ilmu. Gelar magister yang ia peroleh kelak juga dapat berguna untuk promosi jabatan di perusahaan. Ia tertarik pula untuk mengajar sambilan di perguruan tinggi swasta. Maka, tak ada kata diam bagi Devita. Padahal dia sekarang sedang hamil tujuh bulan. Semangat kuliahnya tetap tinggi.

​Mahasiswa program magister angkatan Devita berjumlah 20 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah, beragam pekerjaan, dan bervariasi perbedaan usia. Sebagian besar mahasiswa dari luar daerah. Hanya Devita Laksmi dan Widya Astuti yang berasal dari kota Purwokerto, tempat kampusnya kuliah.

​Dari segi usia Devita Laksmi belum begitu tua, dibandingkan Nicole atau Zanete yang sudah berusia 35 dan 37 tahun. Devita baru menginjak usia 32 tahun. Meski begitu, jika mereka berkumpul atau berdiskusi, perbedaan usia itu serasa tak menjadi persoalan. Mereka merasa seumuran, bercanda layaknya remaja.

​Kuliah program magister di sore dan malam hari berlangsung secara santai. Mahasiswa diizinkan oleh dosen untuk membawa minuman dan makanan untuk ngemil sambil kuliah. Apalagi Devita Laksmi yang sedang mengandung anak keduanya. Ia selalu ngemil di mana pun berada. Makanya setiap kuliah Devita pasti membawa jajanan.

​​​​​​***

​Semua mata kuliah menarik bagi Devita Laksmi. Semua dosen juga atraktif dan menyenangkan dalam perkuliahan. Devita sering dijadikan contoh kasus oleh dosen yang menjelaskan satu teori atau masalah. Misalnya saja yang berkaitan dengan perkembangan media sosial dalam kuliah dosen Ninok Kurniati, dicontohkan anak yang sedang dikandung Devita kelak akan menjadi Gen Beta mengahadapi era baru teknologi yang masih sulit diterka saat ini.

​Mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat dengan dosen Ginanjar menjadi mata kuliah yang sering menimbulkan ketegangan. Bukan lantaran Ginanjar galak saat mengajar di kelas, namun mata kuliah itu berlangsung pada Kamis malam atau malam Jumat. Mahasiswa kadang merasa seram dan takut kuliah di malam itu. Apalagi jika kebetulan malam Jumat Kliwon. Kejadian misterius sering terjadi.

​Devita tidak pernah berani kuliah sendirian di mata kuliah Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat, terutama di saat malam Jumat Kliwon. Ia merasa ngeri jika harus naik tangga menunju kelas di lantai dua pada malam Jumat Kliwon. Devita selalu mengajak Widya atau Nicole untuk berangkat bareng ke kampus. Selalu ada kejadian aneh dan menyeramkan saat melewati tangga menuju kelas.

​Kampus Devita kuliah dikenal angker dan banyak hantu, meski kini gedung dan ruang kuliahnya sudah baru dan bagus. Ketika menapaki tangga menuju kelas kadang tercium bau bunga kenanga atau bau kemenyan. Di tangga itu kadang juga terlihat bayangan sosok perempuan berbaju putih. Hal itu biasanya terjadi pada malam Jumat Kliwon. Pada hari-hari yang lain tidak pernah terjadi hal yang menyeramkan.

​Malam ini Devita ditemani Widya masuk kuliah dosen Ginanjar. Malam Jumat Kliwon tepat di bulan purnama. Konon termasuk malam yang keramat dan menyeramkan, karena semua jin, setan, dan iblis keluar bersama-sama. Devita tak ingin menemui kejadian aneh, sehingga ia minta ditemani Widya berangkat kuliah.

​Setapak demi setapak anak tangga mereka lalui. Pada anak tangga terakhir, tiba-tiba kaki Devita tersandung. Ia berusaha berpegangan pada tangan Widya. Namun sial, tangan Devita terlepas. Devita jatuh menggelundung ke bawah. Kepalanya membentur besi di antara anak tangga. Rasa sakit begitu terasa, meski Devita tidak pingsan.

​Jatuh tergelincir dari ketinggian dalam keadaan mengandung membuat Devita mengalami pendarahan hebat. Ia menangis menahan sakit. Sementara Widya kebingungan apa yang harus dilakukan. Kaget, bingung, sedih, dan takut. Widya pun ikutan menangis. Ia berteriak meminta tolong kepada orang-orang di sekitar kampus. Hari sudah malam. Mereka berharap ada pertolongan.

​Beberapa mahasiswa, termasuk Ginanjar sang dosen mendatangi Devita dan Widya. Dengan sigap Ginanjar menelepon ambulans rumah sakit. Darah berceceran di tangga kampus. Semua tercekam. Wajah Devita semakin pucat. Begitu banyak darah keluar dari vaginanya. Kecemasan melanda seluruh orang yang berada di sekitar Devita saat menunggu ambulans datang.

​Tak Berapa lama, ambulans pun datang. Devita segera dilarikan ke rumah sakit. Widya menemaninya di dalam ambulans. Rumah sakit tidak terlalu jauh. Nyawa Devita dapat diselamatkan. Sayangnya, bayi yang dikandung Devita tak tertolong. Devita mengalami keguguran. Benturan keras yang dialami Devita saat tergelincir dari tangga kampus membuat kandungan Devita Laksmi mengalami guncangan berat. Tragisnya, anak yang dikandungnya tak dapat diselamatkan. Bayi perempuan yang cantik seperti ibunya, terlahir dalam keadaan meninggal dunia.

​​​​​​***

​Kampus berduka. Teman-teman Devita Laksmi bersedih. Dan yang paling sedih dan terpukul adalah Devita. Jiwanya terpukul berat. Anak kedua yang dikandungnya meninggal lantaran Devita terjatuh di tangga kampus. Devita tak mampu memendam kesedihannya. Bayi perempuan cantik yang mestinya terlahir setelah ujian akhir semester itu telah berpulang terlebih dahulu menghadap Tuhan.

​Kesedihan dan kecemasan mahasiswa belum berakhir. Kini suasana mencekam dan menyeramkan dirasakan mahasiswa ketika menaiki tangga kampus. Terutama di malam Jumat Kliwon saat kuliah Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat. Masih terbayang waktu Devita jatuh tergelincir dari anak tangga.

​Mahasiswa sudah mengusulkan agar mata kuliah tersebut dipindah ke ruangan lain yang tidak harus menaiki tangga, atau jadwal kuliah yang digeser pada hari lain dan jam kuliah pagi. Akan tetapi jadwal kuliah yang padat membuat kuliah yang diampu Ginanjar itu tidak dapat diubah. Tetap di ruang atas dan di malam Jumat.

​Takut, ngeri, dan seram. Itu yang dirasakan mahasiswa. Rita Handayani termasuk mahasiswa yang didera ketakutan saat kuliah Ginanjar. Malam Jumat Kliwon ia berangkat kuliah sendirian. Perlahan ia menaiki anak tangga menuju ruang kuliah. Menjelang anak tangga terakhir, Rita Handayani dikejutkan dengan suara tangisan bayi. Ia melihat ke sekeliling. Tidak ada seorang pun. Bulu kuduknya berdiri. Bergegas ia berjalan menuju ruang kuliah.

​Kejadian serupa dialami Eko Darmono, mahasiswa program magister seangkatan Devita. Malam Jumat Kliwon ia berangkat kuliah agak terburu-buru, karena takut terlambat masuk kelas. Sedikit berlarian ia naiki tangga kampus. Mendadak ia hentikan langkahnya saat mendengar suara tangisan bayi. Eko Darmono merinding. Ia teringat bayi anak Devita yang meninggal karena keguguran.

​Bukan hanya mahasiswa yang kerap mendengar suara tangisan bayi di tangga kampus pada malam Jumat Kliwon. Bahkan pada hari-hari biasa, pegawai penjaga malam kampus juga mendengar suara tangisan itu ketika hendak menutup pintu-pintu ruang kuliah pada malam hari. Suara tangisan itu begitu menyayat hati. Meraung dan melengking keras. Namun saat didekati arah suara itu, mendadak berhenti.

​Kabar tentang suara tangisan bayi di tangga kampus terdengar oleh Koordinator Program Magister, Elisabeth Nunce. Ia merasa prihatin atas musibah yang menimpa mahasiswanya, Devita Laksmi. Ketakutan dan suasana seram di tangga kampus juga membuat Elisabeth Nunce berinisiatif untuk menanyakan kepada Mbah Surati, dukun bayi yang pernah membantunya pasca persalinan anak-anaknya.

​Mbah Surati bukan sekadar dukun bayi. Ia juga memiliki kemampuan supranatural yang berkaitan dengan proses persalinan. Masyarakat jawa masih banyak yang melakukan tradisi berkaitan dengan proses mengandung dan melahirkan anak.

​Elisabeth Nunce mengajak Devita Laksmi ke rumah Mbah Surati. Diceritakan semuanya tentang peristiwa yang dialami Devita. Begitu pun dengan suara tangisan banyi setiap malam di tangga kampus. Mbah Surati tampak bersedih mendengar bayi dalam kandungan Devita keguguran dan meninggal.

​“Perlu among-among untuk si jabang bayi..,” ucap Mbah Surati lirih.

​“Apa itu among-among, Mbah?” tanya Devita.

​“Tradisi masyarakat Jawa untuk memperingati hari lahir anak berdasarkan weton. Meskipun si jabang bayi telah meninggal, ia menginginkan among-among. Nanti saat malam Jumat Kliwon, kita lakukan among-among itu. Semoga arwah si jabang bayi tenang di surga,” jelas Mbah Surati.

​Bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, Mbah Surati memimpin tradisi among-among di rumah Devita Laksmi. Beberapa dosen dan mahasiswa hadir. Tak lupa, Devita juga mengundang anak-anak tetangganya untuk hadir.

​Suasana among-among kali ini memang tidak meriah, justru tampak sedikit menyeramkan, karena anak yang seharusnya menjalani ritual adat ini telah berpulang di sisi Tuhan. Meski begitu Mbah Surati tetap khusuk memimpin ritual among-among itu. Sebagian makanan dan jajanan dibagikan kepada anak-anak tetangga. Sebagian lagi ditanam di pekarangan rumah Devita.

​Tak terdengar lagi suara tangisan bayi di tangga kampus sejak dilakukan ritual among-among di rumah Devita. Mahasiswa sudah tidak lagi merasa takut dan seram kuliah Ginanjar di malam Jumat Kliwon maupun hari biasa di waktu malam. Meski kampus tempat mereka kuliah tetap saja selalu menyimpan misteri.

​Devita Laksmi juga sudah mulai menjalani kehidupan dan aktivitas kuliah seperti biasa. Ia sudah ikhlas menerima semuanya. Bayi cantik yang lebih dulu meninggalkannya telah tenang di alam sana. Kembali bersatu dalam pelukan Ibu Pertiwi, bersanding dengan Dewi Bumi.​​ [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [24]: Pemain “Keenam” Pertandingan Futsal
Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus
Kampusku Sarang Hantu [21]: Ruang Dosen yang Dibiarkan Kosong
Kampusku Sarang Hantu [20]: Siluman Harimau di Pertigaan Kampus
Kampusku Sarang Hantu [19]: Mandi Kembang Malam Selasa Kliwon
Kampusku Sarang Hantu [18]: Bau Gosong di “Pantry” Fakultas
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melampaui Logika: Memaknai Kembali Mistisisme dalam Cahaya Filsafat Timur, Kritik atas Bertrand Russell

Next Post

Sekelumit Catatan SPMB SMK 2025, Antara Gengsi, Ketidaktahuan, dan Anomali Minat Jurusan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Sekelumit Catatan SPMB SMK 2025, Antara Gengsi, Ketidaktahuan, dan Anomali Minat Jurusan

Sekelumit Catatan SPMB SMK 2025, Antara Gengsi, Ketidaktahuan, dan Anomali Minat Jurusan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co